Konsultasi Islam: Berlatih Menghadapi Kekecewaan
Konsultasi Islam kali ini yaitu berlatih menghadapi kekecewaaan. Ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan, terkadang manusia lebih banyak mengeluh dan akhirnya putus asa. Tak sedikit manusia yang mencari pembenaran atas kenyataan yang ada dalam hidupnya. Ia berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi melalui berbagai macam jasa konsultasi, bahkan mendatangi tempat yang sangat dilaknat Allah Swt.
Dengan kata lain, ia tidak meyakini bahwa segala ujian dan permasalahan yang menimpa dirinya adalah salah satu qadha dari Allah swt. untuk menguji keimanannya di hadapan Tuhannya. Jika kenyataan tak sesuai dengan harapan, jalan terbaik adalah menyerahkan segala sesuatunya kepada sang pemilik langit dan bumi, Allah Swt.
Tidak selamanya kenyataan itu seindah harapan. Tidak semua yang kita rencanakan akan terjadi sesuai dengan keinginan. Allah Swt. Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.
Belum tentu sesuatu itu baik bagi kita, tetapi amat buruk di hadapan Allah. Oleh karena itu, janganlah merasa kecewa jika Allah tidak mengabulkan segala yang kita inginkan dan kita harapkan. Allah swt. Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan dan itu yang terbaik untuk kita, bukan sebaliknya.
Allah Swt. mencegah segala sesuatu yang menurut Allah perlu dicegah. Allah melakukan hal itu karena kecintaan-Nya kepada seorang mukmin. Ketika Allah tidak mengabulkan sesuatu yang kita inginkan, pasti ada hikmah yang besar di dalamnya.
Hanya saja, kita memiliki banyak keterbatasan untuk lebih peka merasakan kebaikan Allah. Misalnya, ketika sepasang manusia sudah merencankan untuk menikah, tetapi hal tersebut tidak dapat dilaksanakan. Hal ini dikarenakan Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya, meskipun mereka saling mencintai.
Bisa saja, ketika kita menikah dengan pasangan yang mempunyai wajah tampan atau cantik, hidup kita tidak akan bahagia. Malah sebaliknya, hidup kita akan dipenuhi dengan perasaan cemburu, takut kehilangan, dan merasa tertekan. Energi kita akan terkuras hanya untuk sekadar mengelola perasaan.
Setiap harapan yang tidak terwujud, bukan berarti musibah. Yang jelas, kita tidak tahu apa yang terjadi bila Allah tidak mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada diri kita. Bisa jadi itu akan merugikan kita. Tugas kita hanyalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, dan menyerahkan segala urusan kita kepada Allah Swt.
Kita harus belajar memahami di balik rencana Allah untuk kita serta memahami untuk membiasakan diri menghadapi kekecewaan. Kita bisa membiasakan diri untuk menerima dan mensyukuri apa yang ada dan telah diberikan Allah Swt. Ikhlaskan hati kita untuk senantiasa menerima setiap qadha-Nya, karena setiap peristiwa yang menimpa seorang mukmin pasti mengandung banyak nikmat dan manfaat.






