logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Bisnis dan Manajemen

Membaca Maunya Konsumen - ANNEAHIRA.COM


Ilustrasi konsumen

Setiap orang adalah konsumen. Konsumen yang memakai, menggunakan, dan membeli suatu produk. Tanpa konsumen, suatu bisnis tidak ada artinya. Konsumenlah yang membesarkan bisnis. Konsumenlah yang memberikan keuntungan besar kepada pelaku bisnis.

Rajakah Konsumen?

Konsumen tidak harus dianggap sebagai raja diraja yang harus sangat dihormati. Pelayanan yang baik bukan hanya kepada seorang raja, bukan? Pelayanan yang baik diberikan kepada semua kalangan tanpa memandang tingkatan dan derajat seseorang hanya karena faktor keturunan.

Jadi Perlakukan konsumen sebagai mitra sejajar dalam bisnis. Ada teknik win-win solution dalam menghadapi konsumen. Tapi, pelaku bisnis tetap harus tahu apa yang diinginkan oleh konsumennya.

Artinya, dalam berdagang, pelaku bisnis hendaknya berbisnis atau berdagang dengan mengikuti selera pasar secara umum. Bukan juga dengan mengikuti keinginan diri sendiri. Maka sebelum berbisnis, pahami duku konsep diri konsumen dan konsep diri pelaku bisnis atau produsen.

Konsep diri konsumen sudah sangat jelas. Mereka hanya mencari apa yang dibutuhkannya. Mak konsumen raja bisa dinilai tepat, tapi tidak seratus persen. Raja yang dimaksud adalah, di saat ia mau membeli atau tidak. Persis seperti perilaku raja. Raja kan berperilaku, apabila ia membutuhkan seseorang maka dipanggil. Namun bila ia tak membutuhkan maka ia cuek.

Dalam dunia bisnis atau perdagangan juga demikian. Konsumen bila sudah tertarik dengan barang yang didagangkan, maka ia akan berusaha untuk mendapatkannya. Namun bila tidak tertarik, maka ia meninggalkannya.

Apa Maunya Konsumen?

Sebelum memulai sebuah bisnis, riset pasar sudah dilakukan. Riset pasar tidak hanya mengetahui tentang bisnis apa yang cocok di suatu tempat, tapi juga karakteristik konsumennya. Tidak semua konsumen nyaman ditanya mau belanja apa ketika memasuki sebuah toko swalayan, lalu diiringi ke lorong mana dia melangkahkan kakinya. Kecuali bila memasuki toko nonswalayan, perlulah konsumen ditanya mau belanja apa.

Ada sebagian konsumen yang tak ingin basa-basi. Masuk, ambil barang yang dibutuhkan, bayar, lalu keluar tanpa banyak ditanya dan ditegur sapa terlalu ramah, apalagi keramahan yang hanya sekadar lips service.

Kalau bisnis jasa, konsumen perlu disapa dengan lebih ramah. Berikan informasi yang sangat jelas dan dengan harga yang pantas tanpa harus bersembunyi di balik discount yang tidak seberapa atau pura-pura cuci gudang.

Untuk lembaga pendidikan, tidak perlu diadakan pemberian beasiswa yang hanya akal-akalan. Jangan sampai ada pendistorsian makna bahasa dalam beriklan. Berikan kejujuran kepada konsumen sehingga konsumen akan percaya kepada bisnis tersebut.

Bergerak di bidang apa pun bisnis Anda, konsumen mesti diperhatikan dengan baik. Tak mesti Anda tanya apa yang dibutuhkannya. Tapi, perhatikan saja. Bila ia membutuhkan bantuan, maka segeralah hadir. Bila membutuhkan informasi berikanlah informasi yang sesuai dengan keinginannya.

Meski ada produk yang sejenis dari yang ditanyakannya, maka tawarkan dengan cara sederhana tanpa harus memaksa dengan membelikannya. Misalnya saja, ada seorang konsumen bertanya tentang Baygon, kebetulan stok lagi kosong. Maka Anda katakan saja bahwa stok Baygo lagi kosong. Namun tawarkan dengan lembut bahwa Anda memiliki HIT yang juga memiliki fungsi sama dengan Baygon. Sebelum menyatakannya, kata “maaf, ada juga produk yang sejenis mungkin saja Anda tertarik”.

Ada Rupa, Ada Harga

Konsumen tahu bahwa barang yang bagus berarti harga yang agak mahal. Tapi kebanyakan konsumen dari kalangan menengah ke bawah menginginkan barang bagus, baik rupa maupun kualitas, tapi dengan harga murah. Sekali lagi kejujuran dalam berbisnis sangatlah penting. Katakan bahwa barang tersebut tidak terlalu bagus oleh karena itulah harganya agak miring. Boleh saja menawarkan barang yang lebih bagus dengan kualitas tertentu dan dengan harga tertentu juga.

Memanjakan Konsumen?

Siapa yang tidak ingin dimanja? Konsumen sangat tahu bahwa kemanjaan yang didapatkannya berarti harga yang lebih tinggi yang harus dibayar. Tapi, lakukan semua itu dengan senang hati dan dari hati yang paling dalam. Bukan karena urusan bisnis semata. Bukankah bisnis dengan cinta akan mendatangkan kecintaan di hati konsumen terhadap sebuah jenis jasa atau barang? Biarkan keuntungan dianggap sebagai bonus dari perhatian dan barang yang berkualitas yang diberikan kepada para konsumen.

Memberi Lebih

Konsumen paham saat dia membeli sesuatu dan mendapatkan nilai lebih dari jumalah uang yang dibayarkannya. Misalnya, membeli seperangkat komputer. Jangan hanya memberikan fisik komputer semata. Tapi berilah konsumen pengetahuan dan tip yang lebih mengenai dunia komputer. Layanan yang memberi lebih inilah yang akan diingat oleh konsumen dan yang akan membuat mereka kembali dan kembali lagi kepada Anda.

Panggil Konsumen dengan Cara Unik

Setelah Anda memiliki bekal dalam melayani pembeli, maka Anda mesti pintar juga dalam memasarkan usaha yang Anda bangun. Gunakanlah cara yang cukup unik, tapi memang bisa menghasilkan. Maksudnya, mampu mengenalkan kepada khalayak masyarakat.

  • Gunakan Papan Bunga

Ketika usaha Anda sudah dibuka, segeralah pasang papan bunga. Ya, Anda yang memesannya sendiri, tapi dengan menggunakan nama saudara Anda. Seolah-olah saudara Anda yang memesannya. Cara ini bisa gratis dan bisa juga mengeluarkan modal.

Untuk gratis mintalah ucapan selamat dari saudara Anda, dengan tawaran Anda sendiri yang memasankan karangan bunganya, saudara Anda hanya tinggal memberikannya. Atau bisa juga dengan cara Anda meminta izin menggunakan namanya, namun yang membiayai karangan bunga tersebut adalah Anda.

Berarti harus mengeluarkan modal? Itu pasti. Namun modal yang dikeluarkan tak semahal dengan modal yang Anda gunakan dengan melakukan pemasaran di media massa. Anda hanya tinggal memasangkan dua atau tiga papan bunga ucapan selamat saja.

Ini jauh lebih bermanfaat ketimbang Anda mempublikasikan di koran. Mungkin sekali banyak orang yang tak membaca iklan Anda. Tapi ketika Anda memasangnya di depan toko Anda, maka setiap orang yang lewat pasti membacanya. Pasalnya, naluri setiap manusia selalu ingin tahu apa yang terpampang secara besar.

  • Gunakan Jasa Brosur Keliling

Untuk mengenalkan market atau usaha yang Anda bangun, dapat juga dilakukan dengan memberikan brosur keliling. Namun caranya bukan seperti memberikan brosur harga sepeda motor. Anda mesti pintar mensiasatinya. Caranya, Anda terlebih dahulu mengirim seseorang untuk bertanya tentang usaha yang Anda bangun. Anda lihat, apakah masyarakat setempat sudah banyak mengetahui atau belum.

Bila sudah dapat ditemukan, bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui, maka yang Anda lakukan adalah dengan membuat brosur keliling. Anda cukup menandai rumah-rumah yang ditanya dan tak mengetahui usaha Anda. Lalu kirimkan brosur tentang usaha yang dibangun. Akan lebih baik, bila brosurnya dibagikan kepada orang yang ditanya sebelumnya.

Nanti, ia sendiri bakal tahu bahwa yang ditanya kemarin adalah usaha yang tak jauh dari rumahnya. Tahukah Anda gara-gara ini akan terjadi perbincangan hangat di lingkungan setempat. Saat berkumpul bersama, maka bakal ada yang menceritakan bahwa di daerah mereka sudah berdiri market atau usaha yang Anda bangun.

Inilah adalah cara mudah dan sederhana dalam mengiklan usaha yang dibangun. Yang Anda butuhkan adalah, kemauan untuk menjalankannya.

  • Gunakan Spanduk

Bila cara kedua sudah dilakukan, dan ternyata banyak khalayak yang tahu bahwa usaha Anda sudah dibangun. Tanpa ada lakukan pemberian selebaran tentang usaha Anda. Maka langkah yang mesti Anda lakukan adalah mempublikasikannya secara masalah, dengan menggunakan spanduk.

Desainlah beberapa buah spanduk di jalan-jalan yang selalu terjadi kemacetan dan di daerah yang sudah banyak mengetahui adanya usaha baru di daerah mereka. Kenapa harus dengan spanduk? Iya, karena orang bakal mudah membacanya dan bisa dibacanya berulang-ulang, setiap kali melintasi jalan tersebut.

Memang usaha ini lebih mudah dibanding dengan memberikan brosur. Cuma di spanduk yang terpampang hanya ucapan selamat terhadap bukanya usaha. Sedangkan di brosur ada penjelasan apa yang konsumen dapatnya setiap kali ia berbelanja di usaha anda.

  • Buat Acara Sosial

Setelah tiga bulan usaha Anda dibuka, segeralah membuat acara kegiatan sosial. Misalnya, menyantuni anak yatim. Lakukan acara ini di lingkungan masyarakat biasa berkumpul. Kenapa ini mesti dilakukan? Pertama, Anda sedang membangun citra bahwa usaha yang Anda bangun berhasil. Sehingga konsumen pun menjadi percaya dengan membeli di usaha yang Anda dagangkan.

Kedua, sarana promosi secara langsung. Anda cukup menjadi sponsor terhadap acara tersebut. Sambil mencari rekan-rekan yang lain, yang mau bergerak untuk melakukan seperti yang Anda lakukan. Di sini nantinya Anda bisa memaparkan apa saja keuntungan yang didapat konsumen bila belanja di usaha yang dibangunnya.

Inilah kajian sederhana tentang konsumen dan cara memanggil konsumen untuk belanja di usaha yang Anda bangun.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Contoh Proposal Pengajuan Produk
  • Bisnis Online: Bisnis Masa Depan yang Menjanjikan
  • Rahasia Kepemimpinan di Balik Kata SERVE
  • Pentingnya Pembukuan Koperasi
  • Pemahaman Organisasi dan Manajemen
  • Pelatihan Karyawan Sebagai Peningkatan Kualitas Kerja
  • Perencanaan Strategis, Langkah Strategis Menuju Masa Depan
  • MLM, Strategi Marketing Dahsyat Yang Sedang Populer
  • Mengkaji Arti Bisnis dari Berbagai Pandangan
  • Manfaat Riset Pemasaran - Analisis Segmentasi Pasar
  • Ragam Sudut Pandang Teori Konsumsi
  • Manfaat Sistem Penggajian Karyawan
  • Seputar Pelayanan Konsumen di Indonesia
  • Penyebab Pengertian Manajemen Pemasaran Harus Direkonstruksi
  • Struktur Organisasi - Elemen Keorganisasian dan Tips Memimpin
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA