Serba Serbi Kontes Film
Ilustrasi kontes film
Penghargaan dan apresiasi sangat dibutuhkan supaya orang merasa dihargai kerja kerasnya. Tidak terkecuali pula orang-orang di bidang perfilman. Karena itu kontes-kontes film banyak diselenggarakan di seluruh dunia supaya mereka lebih terpacu untuk menghasilkan karya yang baik.
Di Indonesia, dan di luar negeri, jumlah pelaku perfilman sudah sangat banyak. Mungkin diantara Anda banyak yang hanya hafal nama pemain, atau paling top nama sutradara. Padahal sebuah film tidak akan tercipta tanpa adanya produser, penulis skenario, kameramen, bagian artistik, sampai make-up artist. Dan penghargaan bergengsi sekelas Academy Award ataupun Golden Globe juga memberi penghargaan untuk kategori non-artis.
Apresiasi Untuk Film Indonesia
Di Indonesia, punya ajang kontes film yang diakui sebagai piala Oscar-nya Indonesia bernama FFI atau Festival Film Indonesia. FFI ini sempat vakum di pertengahan tahun 90an, sejalan dengan berhentinya produksi film Indonesia waktu itu. Mulai akhir tahun 90an dan awal 2000an, film Indonesia mulai bangkit lagi sehingga FFI pun muncul lagi di tahun 2002. Waktu itu Ada Apa Dengan Cinta menjadi film terbanyak yang mendapatkan penghargaan.
Ajang FFI juga dijadikan ajang pembuktian insan perfilman Indonesia, karena juri FFI terdiri dari pakar film dan para praktisi yang kredibel di bidangnya. Para pemenangnya pun rata-rata bukan yang menggarap film komersial. FFI lebih menekankan pada kualitas film sehingga ajang ini juga bisa jadi tolok ukur film itu bagus atau tidak.
Saking idealisnya, banyak mantan pemenang FFI yang ramai-ramai mengembalikan pialanya, gara-gara film Ekskul yang tidak orisinal dan sarat jiplakan menang di FFI 2007. Selain FFI, ada juga penghargaan untuk film Indonesia lainnya. Misalnya Festival Film Bandung, MTV Indonesian Movie Awards, dan sebagainya.
Film Dunia, Film Berkualitas
Di Amerika Serikat, selalu diadakan ajang penghargaan Academy Award atau lebih dikenal dengan sebutan Piala Oscar setiap awal tahun. Para juri Oscar ini berjumlah 6.000 orang yang terdiri dari para sutradara, aktor, kritikus, produser dan lain-lain yang tersebar di seluruh dunia.
Karena jumlah jurinya sangat fantastis, biasanya film pemenang Piala Oscar untuk kategori Film Terbaik, dinilai sebagai film paling berkualitas tahun itu. Aktor-Aktris yang memenangi kategori akting pun bisa saja menjadi artis paling popular dengan bayaran termahal.
Piala Oscar sendiri pertama kali diadakan tahun 1928. Waktu itu kontes film ini hanya memberikan piala untuk Film dan Pemain Terbaik saja. Baru setelah film berwarna mulai dikenal, kategori pemenang pun ditambah. Film Gone With The Wind yang diangkat dari novel Margaret Mitchell menjadi pelopor munculnya film berwarna waktu pertama kali dirilis di tahun 1938. Piala Oscar juga sangat obyektif dan tidak pandang bulu dalam memilih film terbaik. Asalkan berkualitas, film horror, action, thriller, bahkan drama musikal pun bisa menang di ajang ini.
Selain Oscar, ajang kontes film bergengsi lainnya adalah Golden Globe Awards yang metode penjuriannya pun tidak jauh beda dengan Academy Award. Biasanya Golden Globe dibagikan dua bulan sebelum perhelatan piala Oscar. Sementara di Perancis juga dikenal festival film Cannes. Ajang memperebutkan piala Palme D’Or ini dikhususkan untuk film-film non komersial, dengan jumlah peserta yang jauh lebih beragam dari seluruh dunia.

