Koran
Koran atau surat kabar adalah media massa yang sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Meski di zaman modern ini sudah banyak media saingan koran seperti media elektronik (televisi dan radio) juga media internet, tetapi koran memiliki pembaca tetapnya sendiri.
Koran ada beberapa jenis, ada surat kabar (koran harian), tabloid (koran mingguan), dan koran khusus (contohnya koran yang dibuat bagi komunitas muslim di Inggris) yang terbitnya biasanya lebih lama dari jenis koran biasa (bisa sebulan satu kali terbit, dua minggu sekali dsb).
Koran yang memiliki banyak pelanggan dan turut berperan serta membentuk opini publik di suatu negara adalah koran dengan sejarah jurnalistik yang panjang. Sehingga umurnya cukup tua bagi suatu media massa, misalnya di Indonesia kita mengenal koran KOMPAS yang sudah diterbitkan sejak tahun 1965 lalu. Atau di luar negeri ada koran Washington Post, New York Time, The Guardian, The Daily Telegraph, The Times, The Independent, Chunici Shimbun dll.
Koran Bekas, Kertas Ajaib Aneka Manfaat
Koran atau surat kabar merupakan salah satu media informasi yang telah menyertai kehidupan masyarakat. Koran menyediakan beraneka informasi yang dikemas dalam bentuk berita tertulis dan diterbitkan setiap hari. Koran pun menyediakan kesempatan berkarier bagi para pencari kerja lewat lowongan kerja yang disediakan.
Setelah selesai dibaca, koran biasanya hanya menjadi setumpuk kertas bekas yang nasibnya berujung di tukang rongsok. Namun, kertas bekas ternyata memiliki banyak manfaat untuk membantu meringankan pekerjaan rumah Anda. Selain itu, kertas bekas dapat disulap menjadi beraneka bentuk kerajinan melalui daur ulang.
Sifat Kertas Koran
Sebagai kertas multifungsi, kertas koran memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
- Menghisap atau memiliki pori-pori cukup lebar dan tidak terhalang apapun. Dengan demikian, fungsinya hampir menyerupai spons. Jadi, kertas sangat baik untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan penyerapan air, termasuk membersihkan kaca.
- Tidak menolak air, justru sangat mudah menyerap air. Hal ini terjadi karena kertas bekas tidak banyak mengandung lem sebagai penolak air seperti jenis kertas lain. Sifat kertas bekas yang tidak menolak air membuat tinta meresap ke dalam kertas, tidak hanya menempel di permukaan.
- Mengkilap dan mudah kering. Selapis tinta akan tertinggal di permukaan kaca sehingga kaca tampak mengkilap dan warna-warni.
Manfaat Koran Bekas
Seperti yang telah disebutkan, koran bekas memiliki banyak manfaat. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk pemanfaatan koran bekas, selain ditukar dengan rupiah.
1. Membersihkan Kaca
Membersihkan kaca terbilang sebuah aktivitas yang cukup sulit. Pasalnya, tidak semua bahan bisa dipakai untuk membersihkan kaca. Beberapa bahan kadang meninggalkan bulu-bulu maupun serat pada lapisan kaca. Oleh sebab itu, membersihkan kaca harus menggunakan lap serta alat khusus lengkap dengan cairan pembersihnya.
Akan tetapi, Anda bisa membuat kaca jendela di rumah tampak bening dan mengkilap. Caranya sangat mudah, basahi kertas koran dan gosokkan pada kaca. Setelah kaca dilap dengan kertas basah, segera bersihkan dengan kertas kering. Membasahi kaca boleh dengan kertas maupun lap lain, namun mengeringkannya harus dengan kertas bekas.
2. Mengeringkan Sepatu
Siapa sangka, kertas bekas bisa menggantikan peran sinar matahari jika Anda kepepet mencuci sepatu malam hari. Caranya sangat mudah, Anda tinggal menggulung-gulung kertas kertas bekas. Kemudian, masukkan gulungan kertas ke dalam sepatu hingga terisi penuh. Setelah bagian dalamnya terisi penuh, bungkus bagian luar sepatu dengan kertas koran.
Jika sepatu Anda benar-benar basah, gantilah kertas bagian dalam ketika sudah basah. Namun, jika sepatu Anda hanya basah suam-suam, tidak perlu diganti. Biarkan sepatu yang sudah dibungkus kertas tersebut semalaman. Saat pagi, dijamin sepatu Anda sudah kering dan siap dipakai tanpa perlu dijemur.
Ingat, cara pengeringan ini tidak disarankan untuk sepatu putih karena khawatir tinta kertas koran akan menempel hingga sepatu menjadi kotor. Pengeringan ini cocok untuk sepatu berbahan kulit, kain, dan bahan lainnya.
3. Menyerap Udara dalam Lemari
Pasti Anda sering mendapati lemari berbau cat pelitur. Jika bau ini dibiarkan, pakaian dalam lemari akan berbau pelitur. Bau tersebut merupakan akibat kandungan air pada kayu yang tidak bisa keluar karena tertutup cat sehingga lemari menjadi lembap. Untuk menghilangkan bau dalam waktu cepat, Anda bisa menggunakan kertas koran.
Cara Daur Ulang
Caranya, gunakan kertas koran sebagai alas pakaian atau penutup pakaian. Intinya, jangan biarkan pakaian bersentuhan langsung dengan kayu. Biarkan beberapa hari hingga baunya hilang. Setelah beberapa hari, kertas koran pasti akan sedikit lembap karena kelembapan udara dalam lemari telah diserap.
Contohnya seperti brosur-brosur dapat kita lipat-lipat dengan menggunakan seni origami atau seni melipat kertas, dan bisa kita jadikan hiasan dengan bentuk-bentuk yang unik-unik seperti bintang, burung angsa atau juga menjadi barang-barang bermanfaat seperti vas bunga, kotak menyimpan barang-barang kecil ataupun kotak pensil.
Koran juga dapat didaur ulang menjadi barang hiasan seperti patung-patung, pernak-pernik, miniatur becak, sepeda, gerobak, dll. Jadi sebisa mungkin buang jauh-jauh pikiran kita untuk membuang kertas begitu saja. Untuk yang satu ini kita bisa menggunakan semua jenis kertas. Caranya yaitu pertama-tama kita harus jadikan semua kertas-kertas yang sudah disiapkan menjadi semacam bubur kertas.
Caranya masukan kertas kedalam air secukupnya kemudian hancurkan sampai kertas menjadi halus seperti bubur. Apabila tidak mau repot-repot kita bisa menggunakan blender untuk menghancurkan dan membuatnya halus seperti bubur. Yaitu dengan masukan kertas bekas yang sudah disobek-sobek dan air secukupnya ke dalam blender kemudian giling sampai hancur dan menyatu.
Apabila sudah menyiapkan bubur kertas, sekarang kita membuat lem kanji (tapi jangan teralu kental) Apabila semua bahan sudah ada, tuangkan bubur koran dan lem kanji kedalam wadah atau baskom kemudian aduk semuanya sampai rata.
Jangan lupa perhatikan juga komposisi adonan bubur kertas dengan lem kanji, usahakan porsi bubur kertas dan lem kanji harus seimbang, apabila terlalu banyak bubur kertas karena proses pengeringan akan susah dan menjadi lebih lama dan hasilnya pun kurang kuat atau mudah patah. Jangan juga kebanyakan lem kanji karena akan menjadi susah untuk dibentuk gara-gara teralu lembek, jadi kita harus pintar-pintar meracik komposisi antara bubur kertas dan lem kanjinya.
Apabila sudah teraduk rata tinggal kita bentuk sesuai dengan selera dan yang kita inginkan. Kita bisa cetak menggunakan cetakan jelly ataupun cetakan kue kering, atau juga bisa kita buat sesuai dengan kreativitas kita sendiri. Dari bubur kertas dan campuran lem kanjinya tadi kita bisa membuat gantungan kunci, tempat kartu nama, gantungan HP, magnet kulkas, dll. Selanjutnya agar hasinya lebih menarik, kita dapat menggunakan cat kertas untuk mewarnai barang-barang yang sudah jadi sesuai dengan selera dan kebutuhan.
Untuk Variasi
Untuk memberikan nuansa variatif yaitu motif , kertas koran bekas daur ulang dapat ditambahkan dengan bahan tambahan seperti daun, rumput, rempah, gliter, bunga kering dan sebagainya. Yang diberikan pada saat pemblenderan (sebentar agar potongan masih kasar), pencampuran dalam ember (potongan tetap besar tetapi tercampur tidak beraturan) atau saat pengepresan (motif disusun agar lebih teratur)
Selain dibuat untuk kertas daur ulang, bisa juga untuk patung kertas, topeng kertas, atau dibuat untuk hiasan kulkas. Prosesnya hampir sama dengan membuat kertas daur ulang. Hanya saja pada saat sudah diblender, adonan tersebut dimasukan kedalam cetakan (bisa untuk cetakan agar-agar atau coklat) lalu pres hingga kering. Lalu jemur. Setelah kering tinggal diberi warna (bisa menggunakan cat kayu) dan terakhir beri tempelan magnet pada bagian belakangnya.
Pembuatan Tas dari Koran Bekas
Alat dan bahan :
- Koran
- Sedotan
- Lem kayu
- Cutter
- Gunting
- Pewarna (cat minyak)
Cara pembuatanya :
- Ambil 1 lembar kertas koran
- Potong lembaran Koran tersebut menjadi 8 bagian yang memanjang.
- Kemudian lipat potongan demi potongan tersebut menjadi 4 bagian kecil.
- Setelah itu kita mulai menganyam Koran tersebut dengan menyilang satu demi satu bagian sehingga membentuk sebuah kubus/balok yang tanpa tutup.
- Ambil 2 sedotan lalu anyam seperti sebuah tali dan penutup tas.
- Setelah anyaman Koran dan sedotan sudah selesai, lalu lapisi tas tersebut dengan lem kayu secara keseluruhan dan biarkan hinngga kering. Setelah lem tersebut kering berilah cat dengan warna sesuka hati secara keseluruhan dan biarkan kering. Setelah sedotan dan tas tersebut sudah jadi langsung satukan tas dan sedotan tersebut menjadi satu sehingga menjadi sebuah tas.
Manfaat dari tas daur ulang:
- Untuk mengurangi polusi tanah.
- Dengan adanya kreativitas ini bisa menghasilkan uang.
- Dapat mengurangi sampah yang ada di lingkungan.
- Untuk menyimpan hp dan dompet.
Itulah beberapa manfaat koran bekas. Semoga bermanfaat!

