logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Tempat    Kota    Kota Kudus

Kota Kudus - Kota Fenomenal

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kota Kudus adalah kota yang terletak di jalur pantai utara timur Jawa Tengah antara Semarang dan Surabaya. Di wilayah timur Kota Kudus terletak Kota Semarang dan Pati sedangkan di selatannya kota Demak dan Grobogan serta kota Jepara di barat.

Kota Kudus memang fenomenal, perjalanan panjang kota yang terletak di jantung provinsi Jawa Tengah ini telah melahirkan banyak kisah, yang tak lekang panas dan hujan. Beragam julukan pantas disematkan untuk Kota Kudus yang berdiri pada tanggal 23 September 1549, dikarenakan prestasi yang telah ditorehkannya.

Apa yang Anda pikirkan bila mendengar kata Kudus? Sunan Kudus wali penyebar agama Islam, pabrik rokok Kudus, soto Kudus yang nikmat dan gurih, kota tempat pemasok bulu tangkis kelas dunia adalah jawaban yang mungkin akan telontar..  

Kota Kudus - Kota Santri

Nama Kota Kudus berasal dari nama seorang wali yaitu Sunan Kudus. Kudus itu sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu Quds yang artimya suci. Nama asli Sunan Kudus adalah Dja’far Sodiq, ayahnya adalah Raden Usman Haji, seorang ulama terkemuka di daerahnya, Jipang Panolan-Blora utara.

Oleh masyarakat ayahnya tersebut lebih dikenal dengan julukan Sunan Ngudung. Semasa hidupnya Sunan Kudus mengajar serta menyiarkan agama Islam di daerah Kota Kudus dan sekitarnya. Karena beliau memiliki keahlian dalam berbagai cabang ilmu agama Islam, seperti ilmu agama Tauhid, Usul, Hadits, Sastra Mantiq dan lebih-lebih di dalam Ilmu Fiqih. Kepiawaian Sunan Kudus di bidang sastra telah mewariskan Gending Maskumambang dan Mijil yang berisis cerita-cerita pendek filsafat keagamaan.

Selain tokoh penyebar Islam, Sunan Kudus juga seorang Senopati Kerajaan Islam Demak. Peninggalan bersejarah kerajaan ini adalah Masjid Raya Kota Kudus atau Masjid Menara Kudus yang didirikan pada 956 H atau 1549 M. Bangunan ini memiliki paduan arsitektur Jawa, Hindu, dan Islam.

Selain Sunan Kudus, Kota Kudus juga telah melahirkan Sunan Muria, kakak dari Sunan Kudus. Nama aslinya adalah Raden Umar Syaid, sedangkan nama kecilnya ialah Raden Prawoto. Sunan Muria memperkenalkan Islam dengan cara memberikan pendidikan kepada para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata lainnya yang tinggal di pesisir pantai hingga sepanjang lereng Gunung Muria yang terletak 18 km jauhnya sebelah utara Kota Kudus sekarang.

Dengan latar belakang sejarah seperti ini, tak mengherankan bila Kota Kudus kemudian dikenal sebagai “kota santri”, karena tradisi keislamannya yang kental pada masyarakatnya.

Kota Kudus - Kota Kretek

Kota kretek, itulah julukan yang tepat untuk Kota Kudus dan itu bukan hanya sekadar slogan namun juga menjadi sebuah kebanggaan. Pabrik rokok di Kota Kudus memang sudah mengakar di masyarakat Kudus. Ribuan penduduknya yang telah berganti generasi sebagai buruh sejak pabrik berdiri.

Tercatat, saat ini setidaknya ada enam pabrik rokok (kretek) besar yang beroperasi di Kota Kudus, yaitu: PT Djarum, PT Nojorono, PR Sukun, PR Jambu Bol, PR Pamor, PR Djanur Kuning. Bahkan dua orang pemilik Djarum, R. Budi (69) dan Michael Hartono (71) di tahun 2010 ini berada pada posisi teratas dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes. Luar biasa!

Sebenarnya sejarah rokok kretek di kalangan rakyat Jawa telah berumur panjang, bahkan terdapat legenda rokok Mendut-Pranacitra. Legenda yang berlatar belakang Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung (1613-1645) ini mengisahkan Tumenggung Wiraguna, seorang panglima perang Mataram ditolak cintanya oleh Mendut.

Rasa kecewa, marah, sakit hati lalu menghinggapi pria yang telah berusia uzur ini. Sebagai bentuk pembalasan, ia lalu mewajibkan Mendut membayar pajak tiga real sehari. Mendut lalu memutar otak untuk dapat memenuhi kewajibannya tersebut.

Kemudian Ia membuka usaha rokok kretek yang pada awalnya kecil-kecilan saja. Namun karena Mendut mempunyai “kiat khusus” untuk menarik konsumen, yaitu dengan bersedia menyulut, mengisap, mengulum batang rokok yang dibeli konsumennya, maka produksi rokok kretek Mendut akhirnya dibanjiri peminat, terutama para lelaki.

Pajak berat yang dibebani Wiraguna kepadanya akhirnya dapat dibayar. Di antara pria penikmat rokok kreteknya terdapat Pranacitra, yang diam-diam mencintainya. Pasangan ini lalu menjalin pertalian kasih yang menimbulkan kemarahan Wiraguna. Akhirnya keduanya dibunuh.

Selain dua julukan tersebut, Kota Kudus juga dikenal sebagai kota pemasok atlet bulu tangkis handal. Maklum di Kota Kudus terdapat PB Djarum yang telah terbukti sukses melahirkan atlet sekaliber Liem Swie King, Muhamad Ahsan, Hariyanto Arbi, Hermawan Susanto, Eddy Hartono, Fung Permadi, Hendrawan, Kristin Yunita, Sigit Budiarto dll.

Tempat Wisata di Kota Kudus

  • Makam Sunan Kudus, makam salah satu dari Walisongo, penyebar agama Islam di tanah Jawa, termasuk juga di Kota Kudus. 
  • Masjid Sunan Muria (Masjidil Aqsa), yaitu masjid yang berada satu tempat dengan makam Muria. 
  • Menara Kudus, berada di kompleks makam dan Masjid Sunan Muria. Menara dengan bentuk arsitektur Hindu ini adalah ikon Kabupaten Kudus. 
  • Taman Krida, taman bermain dan tempat rekreasi keluarga.
  • Gedung Olahraga Wergu, yaitu gedung olahraga yang dilengkapi juga dengan kolam renang serta tempat pemancingan. 

Kuliner Khas Kota Kudus

  • Sate kerbau, makanan ini adalah salah satu kuliner khas Kota Kudus. Sate ini terbuat dari daging sapi dan disajikan berbeda dari biasanya, yaitu daging dipotong, dicincang, kemudian dilekatkan pada batang sate dengan bumbu kecap, dan kelapa. Rasa sate kerbau khas Kota Kudus ini mirip dengan dendeng. 
  • Lentong, makanan khas pagi Kota Kudus ini terdiri atas tahu semur, telur, lontong, dan sayur lodeh. Awalnya, penjual lentong berasal dari Desa Tanjungkarang, tetapi sekarang sudah menyebar ke seluruh Kota Kudus. Keunikan lentong adalah ukuran lontongnya sangat besar, yaitu sebesar betis orang dewasa. 
  • Ayam goreng gepuk, ayam goreng bumbu khas Kota Kudus ini disajikan unik dan memiliki rasa khas serta gurih. Kuliner racikan Dapur Gentong ini dapat dinikmati di restoran Gentong, Kampung Air Resto Megawon, dan Roemans Resto di Jalan Mangga, Kota Kudus. 
  • Soto Kudus, soto yang terkenal di Kota Kudus hanya ada dua, yaitu soto ayam dan soto kerbau. Soto kudus memiliki rasa manis dan lebih encer, berbeda dengan soto-soto lainnya. Inilah ciri khas soto dari Kota Kudus.
  • Lontong tahu, kuliner khas Kota Kudus ini mirip dengan tahu telur. Perbedaannya adalah tidak ditambahkan telur seperti tahu gimbal dari Semarang. Cara pembuatan lontong tahu adalah dengan menggoreng tahu khas Kota Kudus, lalu dipotong-potong menjadi seperti dadu dan diberi tambahan nasi atau lontong sesuai selera. Selain itu, ditaburi juga dengan kecambah rebus dan seledri rajang sehingga menghasilkan aroma segar. Jika suka cungor atau bibir sapi yang dibacem, Anda dapat memesan lontong sayur dengan tambahan rajangan cungor. Jangan lupa untuk menyiramkan bumbu kecap beraroma bawang putih yang sangat sedap. 
  • Tahu telur, kuliner khas Kota Kudus ini mirip dengan tahu telur magelang dan tahu gimbal dari Semarang. Pedagang tahu telur banyak dijumpai pada malam hari di sepanjang Jalan Sunan Kudus, khususnya di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kota Kudus. 

 

 

 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengunjungi Tempat Wisata Di Paris
  • Kota Ronda, Kota Indah di Spanyol
  • Kota Trenggalek: Kota Kecil dengan Banyak Tempat Wisata
  • Gambaran Peta Kota Bengkulu
  • Mari Mampir ke Kota Pemalang
  • Cirebon sebagai Kota Sejarah
  • Peta Kota Samarinda : Geliat Kota Mahakam
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA