Kota Nganjuk, Kota Angin Kaya Beras
Ilustrasi kota nganjuk
Kota Nganjuk merupakan ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Nganjuk yang masuk wilayah Provinsi Jawa Timur. Nganjuk memiliki luas kurang lebih 1.223 kilometer persegi. Sekitar 474 kilometer persegi daerahnya berupa persawahan. Nganjuk merupakan kota yang yang dilintasi jalan raya jalur tengah rute Surabaya – Solo. Selain itu dilintasi juga rel kereta api jalur lintas Jawa bagian selatan.
Nganjuk merupakan kota strategis karena merupakan kota persimpangan dari Dari Surabaya menuju Kediri harus melalui Nganjuk, kemudian dari Madiun menuju Batu bisa lewat jalan alternative melalui Kertosono. Oh ya, Nganjuk merupakan tempat kelahiran tokoh-tokoh nasional yang terkenal antara lain Harmoko, mantan Menteri Penerangan pada era Orde Baru. Selain itu Dr. Soetomo, pahlawan nasional perintis organisasi Boedi Oetamo dan Marsinah, pahlawan buruh Indonesia.
Geografis kota Nganjuk
Dilihat secara geografis Nganjuk terletak di 11105° sampai dengan 112013° Bujur Timur dan 7020° sampai dengan 7059° lintang selatan. Kabupaten ini berbatasan dengan kabupaten Bojonegoro dan Kediri di bagian utara dan selatan. Berbatasan dengan kabupaten Madiun dan Jombang di bagian barat dan timur. Wilayah yang terletak di dataran rendah dan pegunungan, membuat kondisi dan struktur tanah di kota Nganjuk menjadi cukup produktif untuk lahan pertanian. Terlebih, dengan adanya Sungai Widas dan Sungai Brantas yang mampu mengaliri daerah seluas kurang lebih 15.000 Ha. Jadi bisa dibilang Nganjuk merupakan salah satu lumbung padinya Jawa Timur.
Beras dan Bawang Merah
Potensi kota Nganjuk dalam bidang pertanian yang dapat diandalkan, antara lain padi, palawija, dan buah-buahan. Khusus untuk produksi padi atau beras, Nganjuk memiliki prestasi sebagai salah satu daerah pemasok beras tingkat regional dan nasional sehingga sering disebut sebagai salah satu lumbung beras nasional.
Komoditas lain yang menjadi salah satu ciri khas daerah ini adalah fungsinya sebagai sentra industri bawang merah. Pertanian bawang tersebar hampir 14 kecamatan dari total 20 kecamatan yang dimiliki kabupaten Nganjuk. Bawang merah sangat dominan sehingga daerah ini dikenal sebagai sentra industri penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur. Luas daerah keseluruhan untuk budidaya tanaman ini sekitar 4.416 Ha dengan pusat-pusatnya di kecamatan Sukomoro, Rejoso, Bagor, dan Gondang.
Nganjuk Kota Angin
Selain dikenal sebagai lumbung beras dan penghasil bawang merah terbesar, kota ini juga kerap disebut sebagai Kota Angin. Ternyata, sebutan ini muncul karena pada bulan-bulan tertentu, yaitu sekitar Juli sampai September setiap tahunnya, tiupan angin yang kencang terjadi rutin hampir setiap hari di tempat ini.
Apalagi ketika hari mulai gelap, disenja angin bertiup kencang, sehingga orang pun jarang keluar rumah. Aktifitas di malam hari rasanya tak nyaman, ketika angin kencang datang terus menerus sehingga bisa menerbangkan seng, genting dan tenda.
Kuliner Khas Nganjuk
Rasanya tak komplit datang ke daerah tanpa perburu kuliner lokalnya. Demikian juga dengan Nganjuk ternyata menawarkan wisata kuliner tradisionalnya kepada tamu dan wisatawan yang datang ke Nganjuk. Ada sejumlah makanan enak yang patut dicoba dan tentu dibeli untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Nganjuk. Berikut ini adalah sejumlah ulasan kuliner khas Nganjuk :
- Pecel bledek
Salah satu sajian yang patut Anda coba adalah nasi pecel bledek. Jenis pecel ini berbeda dengan pecel lainnya. Letak pembedaannya adalah nasi pecel bledek ini mempunyai bumbu sambal yang sangat khas karena pedasnya luar biasa dan terasa bagai petir atau bledek. Komposisi bahan membuat bumbu pecelnya ternyata kaya akan cabe rawit, sehingga pedasnya mbledek di lidah kayak disamber gledek.
Biasanya, pecel super pedas ini disajikan bersama rempeyek renyah kemudian ditawarkan juga berbagai kondimen seperti sate hati, empal sapi, tahu bacem dan lain sebagainya. Pecel bledek disajikan dalam pincuk daun pisang, sekali mencoba bakal ketagihan, apalagi pecinta masakan pedas, pasti bakal ketagihan.
- Nasi becek
Satu lagi masakan dari Nganjuk yang patut dicoba yakni nasi becek. Apa itu nasi becek? Ternyata nasi becek adalah nama lain dari gulai kambing muda yang disajikan dengan perasan air jeruk nipis.
Penyajiannya dalam satu piring yang full dengan kuah gulai sehingga, nasinya hampir tenggelam dalam kuah. Sehingga pelanggan menyebutknya nasi becek. Sensasi rasa gulai ini sangat menggoda selera, bayangkan saja balutan kuah gulai ditambah kesegaran aroma jeruk nipis menawarkan rasa yang berbeda. Kemudian daging kambing muda pun lebih empuk dan lembut dilidah, karena sudah direbus lama sehingga tekstur dagingnya mudah dicerna.
Jangan kwatir harga seporsi nasi becek cukup terjangkau dengan dompet. Dengan seporsi nasi becek sudah cukup menyingkirkan rasa lapar.
- Mangga
Nganjuk merupakan sentra penghasil buah mangga. Asal Anda tahu, di Nganjuk itu masyarakatnya hampir semuanya memiliki pohon mangga. Dari halaman rumah penduduk, taman kota, halaman kantor instansi pemerintah sampai sekolah pasti ada pohon mangganya. Mungkin mangga dijadikan sebagai ikon buah di Nganjuk.
Tentu ketika musim mangga pada bulan Juli sampai Oktober, harga mangga di sini sangatlah murah. Pembeli bisa memilih sesukanya karena semua jenis mangga yang dibudidayakan di Nganjuk dari kwalitas unggul.
Tempat-tempat menarik di Nganjuk
Nganjuk memiliki tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan seperti :
- Air Terjun Sedudo
Inilah tempat wisata yang harus didatangi ketika Anda mengunjungi Nganjuk. Lokasinya berada di desa Ngliman, Kecamatan Sawangan.Jaraknya 30 km dari kota Nganjuk, atau seketar 20 menit menggunakan kendaraan pribadi. Akses jalan menuju ke objek wisata ini cukup lancar, cuma medan jalannya yang belok-belok dan menanjak.
Tinggi air terjun ini sekitar 150 meter, sedangkan lokasi objek wisata ini terletak 1.438 di atas permukaan laut. Letak keunikan tempat wisata ini adalah air terjun dikemas oleh mitos lokal, menjadi paket wisata menarik. Menurut mitos yang berkembang pada penduduk lokal siapa saja yang mandi di air terjun diyakini bisa mendatangkan berkah berupa kesembuhan, enteng jodoh dan rezeki. Namun itu sepenuhnya hanyalah mitos yang tak perlu dipercayai. Yang pasti pengunjung datang ke sini untuk menikmati keindahan alam disekitar air terjun yang masih hijau dengan pepohonan dan dibalut hawa sejuk.
- Candi Ngetos dan Candi Lor
Candi Ngetos merupakan artefak peninggalan zaman Jawa Hindu Budha pada abad 15 di mana dinasti Majapahit berkuasa di Jawa Timur. Sesuai namanya Candi Ngetos berada di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Jaraknya 17 km dari pusat kota, kalau ditempuh dengan mobil atau motor Cuma butuh 20 menit untuk mencapai komplek candi Ngetos.
Bentuk fisik bangunan ornament dan reliefnya sama halnya dengan candi hindu lainnya. Ini ditegaskan dari Arca Dewa Siwa, dan Wisnu yang terdapat pada ruang dalam candi. Sedangkan ukuran panjangnya mencapai 9 meter, kemudian tinggi 5 meter.
Di dekat Candi Ngetos juga berdiri Candi Lor yang mungkin dahulu dijadikan tempat sembayang orang zaman dahulu.
Tari Mongde Produk Seni Budaya Nganjuk
Tari mongde atau mungdhe adalah salah satu kesenian khas Nganjuk. Tarian ini konon semula diciptakan oleh sisa-sisa prajurit Diponegoro yang menetap di Desa Termas, Nganjuk, untuk mengumpulkan kembali para prajurit Diponegoro yang berada di berbagai daerah.Tari mongde menampilkan semangat perjuangan para prajurit di medan perang.
Tanpa kenal letih, mereka terus berlatih gerakan-gerakan khas seperti latihan baris-berbaris dan adegan perang-perangan. Kesenian ini disebut mongde berasal dari perpaduannya dengan bunyi alat musik tradisional yang mengiringinya. Alat pertama biasa disebut penitir, yaitu semacam kempul yang mengeluarkan bunyi "mung, dan alat kedua yang dikenal dengan bendhe, yaitu semacam kempul yang mengeluarkan bunyi "dhe.
Alat musik pengiring lainnya berupa jur, kempyang atau kencer, timplung, kendang, dan suling. Yang unik dari kesenian mongde, salah satunya adalah tata rias wajah dan busana para pemainnya. Gambaran seorang prajurit bangsawan yang gagah diwujudkan dengan penambahan atau mempertebal bagian tertentu pada wajah, seperti alis mata, kumis, godek.
Kekhasannya juga terdapat pada warna topeng yang menggunakan warna putih dan hitam.
Demikianlah tentang ulasan kota Nganjuk beserta potensi pertanian, wisata, kuliner berikut budayanya. Semoga setelah membaca artikel Kota Nganjuk semakin numbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

