Tip Mencari dan Mengelola Kredit Usaha
Dalam dunia wirausaha, modal merupakan syarat utama untuk menggerakkan roda bisnis. Tidak ada bisnis tanpa digerakkan kekuatan capital atau modal untuk membeli alat produksi, bahan baku, membayar pegawai dan membiayai perizinan usaha bisnis. Semakin besar menanamkan modal pada usaha Anda, diharapkan semakin besar pula keuntungan yang akan didapat.
Sayangnya, tidak semua orang memiliki modal cukup. Jangan khawatir, pemerintah Indonesia sedang menggalakan perekonomian masyarakat. Salah satunya, mendorong pertumbuhan Usaha Kegiatan Menengah (UKM). Pemerintah giat mengucurkan dana kredit usaha kecil kepada masyarakat melalui bank yang ditunjuk untuk menyalurkan kredit usaha bagi masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan modal.
Tip Mencari Kredit Usaha
Jika Anda berminat untuk pinjam kredit usaha, perlu sedikit memperhatikan cara-cara berikut ini agar tidak terjerat rayuan rentenir atau bank gelap. Berikut ini tip mudah untuk mencari kredit usaha mikro.
- Anda bisa mengajukan permohonan pinjaman kepada koperasi yang ada di daerah Anda. Tentu, syarat utamanya Anda harus ikut jadi anggota koperasi itu.
- Mengajukan permohonan kredit usaha kepada bank-bank pemerintah, seperti BRI, Mandiri, Bukopin dan lain-lain.
- Sekarang, ada beberapa bank syariah yang menyediakan fasilitas kredit usaha kepada nasabah dengan sistem bagi hasil.
Limit pengajuan kredit kisaran 3 juta sampai 100 juta rupiah sesuai jenis usaha Anda. Tentu, pinjaman kredit usaha ini bunganya tidak memberatkan nasabah.
Syarat Umum Calon Nasabah
Sebetulnya, syarat yang dikeluarkan pihak bank untuk mendapatkan kredit usaha kecil cukup ringan dan tidak melewati birokrasi rumit. Berikut ini merupakan syarat-syarat umum yang biasanya ditetapkan pihak bank kepada calon nasabah.
- Usaha Anda sudah berjalan minimal dua tahun. Memiliki alamat tempat usaha yang jelas. Fungsinya untuk memudahkan survei lapangan dari bank.
- Usia pemilik usaha 21-55 dan sudah berkeluarga.
- Memiliki izin usaha yang dikeluarkan oleh intansi pemerintah setempat (SIUP).
- Memiliki agunan atau jaminan yang disyarakatkan oleh pihak bank. MIsalnya, sertifikat tanah, BPKP, dan sebagainya.
- Memiliki surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan pihak kelurahan dan kecematan setempat atau surat rekomendasi untuk pengajuan kredit.
- Sebelumnya tidak pernah mendapatkan kredit dari pihak mana pun.
Setelah Anda mendapatkan kucuran dana kredit usaha mikro dari pihak bank, gunakanlah modal itu sebaik-baiknya.
Cara Mengelola Kredit Usaha
Mengelola kredit usaha, perlu skala prioritas yang harus Anda ketahui. Berikut ini cara-cara bijak mengelola kredit usaha agar berjalan baik.
- Gunakan sebagian dana untuk membeli mesin produksi. Maksudnya, agar kapasitas produksi meningkat dan permintaan pasar akan produk Anda tidak perlu menunggu lama.
- Sisihkan dana kredit usaha untuk membeli bahan baku, sebaiknya Anda memiliki divisi purchasing. Fungsinya mengontrol stok bahan baku mentah. Jika tidak begitu, ketika ada kelangkaan bahan baku, Anda akan repot sendiri. Lebih secure Anda memiliki gudang untuk menimbun bahan baku produksi.
- Prioritaskan dana kredit usaha mikro, untuk membiaya promosi, pasang iklan. Berkonsultasi dengan pakar marketing, gunanya supaya target pasar Anda tercapai. Target omset merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sebaiknya, beriklan di internet atau internet marketing. Cara ini merupakan terobosan revolusioner yang sudah banyak dilakukan oleh UKM berorientasi ekspor. Anda tertarik? Datanglah ke PT Asian Brain yang dikelola Anne Ahira pakar marketing internet. Yakinlah, berpromosi dengan cara luar biasa hasil yang akan Anda raih pun luar biasa. Jangan takut ambil kredit! Selamat mencoba!






