Kumpulan Dakwah Islami : Makanan Halal dan Sehat
Ilustrasi kumpulan dakwah islami
Kumpulan dakwah islami yang biasanya dipublikasikan lewat media massa banyak memberikan manfaat pada kita semua, terutama hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Salah satu hal yang akan dibahas dalam artikel kumpulan dakwah islami kali ini adalah mengenai jenis makanan yang baik dan halal untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang beragama Islam.
Menjaga makanan Anda ibarat menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Karena Allah SWT mengingatkan manusia dalam QS Al-Baqarah:168 supaya manusia memakan makanan yang halal dan baik/sehat (halalan thayiban). Banyak kumpulan dakwah Islami dengan penjelasan lengkap mengenai hal ini.
Namun, mungkin pemahaman kita mengenai makanan yang baik dan halal untuk dikonsumsi juga masih sangat terbatas. Meskipun sudah sering mendengarkan atau bahkan membaca berbagai kumpulan dakwah islami mengenai hal tersebut, tidak jarang kita juga menemui kendala untuk menentukan apakan suatu makanan itu baik bagi tubuh dan jiwa kita tau tidak.
Oleh karena itu, selain mendengarkan kumpulan dakwah islami, kita juga sebaiknya menanyakan hal yang sudah dibahas kepada orang yang bersangkutan (baik itu ulama, ustadz, ahli agama, atau pakar fiqih, untuk memastikan kehalalan suatu makanan dan minuman yang kita dapatkan dan kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Makanan Sehat dan Halal
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu syarat yang wajib dipenuhi oleh umat Islam adalah mengonsumsi makanan sehat dan halal. Hal ini memiliki landasan yang kuat karena tertera dalam Al-Qur'an.
Allah Swt. berfirman: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa saja yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. (QS al-Baqarah [2]: 168).
Ada dua hal utama dalam ayat tersebut, yakni tentang makanan halal serta makanan yang baik/sehat. Makanan halal disebut dengan halalan, dan makanan yang baik atau sehat disebut thayiban.
• Makanan halal (halalan). Adalah yang diperbolehkan secara syar'i oleh agama Islam sesuai perintah Allah SWT. Makanan halal adalah berarti makanan itu tidak haram.
"Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembilih atas nama selain Allah; yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kalian sempat menyembelihnya; dan (diharamkan atas kalian) binatang yang disembelih untuk berhala." (QS al-Maidah : 3)
Kategori makanan haram jelas disebutkan contoh dan macamnya di dalam Al-Qur'an, salah satunya adalah babi atau anjing. Bertahun-tahun setelah Al-Qur'an diturunkan kemudian terbuktilah kebenarannya berdasarkan penelitian, bahwa pada daging babi ternyata mengandung cacing pita yang membahayakan kesehatan Anda.
Tidak akan masuk surga siapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram. Neraka lebih utama untuknya. (HR Ahmad).
Naudzubillah mindzalik. Semoga Allah SWT menjauhkan Anda dari hal yang demikian. Lalu bagaimana cara Anda mengetahui apa saja jenis makanan yang halal, adalah dengan mencari label halal dan sertifikat halal.
Label halal biasanya berbentuk lingkaran kecil bertuliskan halal dengan warna terang mencolok, tertera di sudut atas dan bawah pada kemasan. Sedangkan sertifikat halal berupa lembaran kertas yang diselipkan dalam makanan non kemasan dan makanan restoran.
• Makanan baik dan sehat (thayiban). Makanan bergizi dengan semua unsur yang dibutuhkan tubuh Anda. Waktu kecil Anda mungkin biasa mendengar istilah '4 sehat 5 sempurna' dalam pelajaran Pendidikan Kesehatan Keluarga (PKK).
Halal yang Seperti Apa?
Secara sederhana istilah '4 sehat 5 sempurna' itu dijabarkan sebagai suatu susunan kebutuhan gizi tubuh Anda. Berupa karbohidrat (nasi, jagung, kentang, gandum), protein (ikan, telur, tempe dan tahu), vitamin (sayuran dan buah-buahan), zat besi (daging, ikan teri), dan lemak (susu, yoghurt).
Semua gizi tersebut membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh Anda. Meskipun anak-anak mempunyai makanan favorit seperti permen, es krim dan sebagainya, jangan sampai makanan ini menjadi makanan utama anak. Karena kandungan di dalamnya tidak seimbang, seperti ketika memakan makanan lengkap.
Namun, dalam artikel kumpulan dakwah islami kali ini, kita juga akan membahas lebih lanjut yang dimaksud dengan makanan halal.
Makanan halal bukan saja makanan yang diproses secara halal dan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an. Makanan halal juga harus diperoleh dengan cara yang halal pula sehingga darah yang mengalir di tubuh kita tidak menyerap apapun yang diharamkan oleh Allah.
Sebagai contoh, makanan halal yang kita dapatkan dengan cara mencuri, merampok, atau korupsi adalah tidak baik bagi tubuh dan jiwa kita karena makanan tersebut diperoleh dengan cara yang tidak halal.
Lantas, adapula orang yang mendapatkannya dengan cara yang halal, namun didapati dari seseorang yang bekerja secara haram. Misalnya, seorang kurir yang bekerja pada rentenir.
Uang yang didapatkannya memang halal karena pekerjaannya sebagai seorang kurir tidaklah haram. Namun, sumber uang yang dihasilkannya adalah dari proses pekerjaan yang diharamkan oleh Allah, yakni memakan riba.
Proses seperti inilah yang harus diperhatikan oleh umat Islam agar senantiasa terhindar dari segala asupan yang bernilai haram. Halal dari jenis makanan, proses pembuatannya, proses penyaringannya, dan segala proses yang berhubungan dengan makanan tersebut adalah bagian dari kehalalan yang wajib kita penuhi.
Kiat-Kiat Mengenalkan Makanan Halal
Selain membiasakan diri untuk menjaga makanan agar tetap halal dan baik untuk dikonsumsi, kita juga perlu mengenalkan makanan halal kepada anak-anak kita karena mereka yang akan menjadi penerus Islam di masa mendatang.
Biasakan anak Anda pada makanan halal dan sehat dengan cara mengajarkan mereka sejak dini. Dengan harapan anak-anak mempunyai pengertian dan batasan tentang makanan halal dan sehat. Hal ini akan menjadi budaya yang baik sampai dewasa.
Cobalah kiat berikut :
- Mengenalkan label halal, dengan menunjukkan labelnya pada kemasan makanan ringan.
- Memberitahukan kandungan makanan yang boleh dan dibutuhkan tubuh.
- Beri tahu makanan haram yang dilarang agama dan membahayakan tubuh.
- Mengajak anak menghadiri pameran makanan halal.
- Mengajak anak makan bersama dan diskusikan hal ini bersama keluarga.
- Pada anak yang sudah remaja/dewasa, dengan tegas Anda katakan bahwa Narkoba adalah juga haram. Serta minuman beralkohol.
Jelaskan anak bahaya narkoba bagi kesehatan tubuh. Karena narkoba mempunyai bahaya nyata dan laten. Bahaya yang nyata sudah jelas, seperti merusak sel dan saraf otak, menimbulkan ketagihan dan membuat lemah tubuh.
Bahaya latennya karena narkoba dapat merusak generasi serta menghancurkan moral bangsa serta anak-anak muslim. Banyak makalah dan kumpulan dakwah Islami yang membahas hal ini. Anda dapat mengutipnya sebagai penjelasan pada anak.
Pendekatan Ukhrowi Pada Anak
Mengajarkan anak tentang makanan halal dan haram, serta mengenalkan mereka makanan sehat/baik; ibarat telah melangkah separuh jalan mencapai kehidupan dunia – akhirat Anda.
Karena tauladan yang Anda berikan pada anak akan selalu diingat dan mereka terapkan hingga dewasa.
Cara lain adalah tanamkan agama pada anak, agar mengetahui dasar dan dalil-dalilnya. Banyak kumpulan dakwah Islami yang dapat Anda berikan untuk dibaca di bawah bimbingan Anda.
Berbagai kumpulan dakwah islami bisa didapatkan dari buku-buku cerita anak islam atau komik islami yang bisa didapatkan di berbagai toko buku. Gunakan pendekatan dengan cara bercerita kepada anak sebelum tidur.
Pendekatan tersebut tidak hanya mendekatkan anak pada orang tua, tapi juga memberikan pendidikan secara tidak langsung mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan syariat Islam.
Berbagai kumpulan dakwah islami di majalah pun bisa menjadi referensi untuk Anda dan keluarga dalam membina rumah tangga yang sesuai dengan syariat Islam, termasuk dalam hal menjaga makanan dan minuman yang baik halal, dan sehat bagi keluarga Anda.
Sekali waktu bacakan ayat dan hadits tentang hal ini, yang bersumber pada al-Qur'an dan al-Hadits sehingga ada pengetahuan dan pemahaman yang jelas ajaran agama Islam sebagai pondasi hidup.
Sudah siapkah anda untuk membaca dan menyiarkan kumpulan dakwah islami tersebut pada keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar Anda? Lakukan dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan dari hal yang bisa dilakukan bersama-sama keluarga.

