logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Dongeng Anak

Alternatif Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur bagi Putra Putri Anda


Ilustrasi kumpulan dongeng sebelum tidur 

Sejak dahulu orangtua sering membacakan kumpulan dongeng sebelum tidur untuk anak-anaknya. Para psikolog dan pemerhati pendidikan anak juga ternyata menyarankan hal serupa bagi perkembangan anak. Kalau ada orangtua yang kesulitan menemukan satu kisah yang baik untuk anak-anaknya, internet telah menjadi satu sarana menemukan begitu banyak kisah yang menarik bagi anak-anak. Orangtua hanya butuh kemauan dan keinginan untuk membantu anaknya menjadi anak yang berkarakter. Dongeng yang penuh dengan bahan ajar tentang kehidupan itu adalah sarana pembentukan karakter juga.

Kisah Berulang

Ternyata membacakan sesuatu untuk anak, baik itu sebelum tidur maupun saat sedang senggang, bagus untuk merangsang pertumbuhan otak anak dan memperkaya perbendaharaan kosakata anak. Lebih luas lagi, dengan membacakan kumpulan dongeng sebelum tidur bagi anak, orangtua bisa menanamkan nilai-nilai kehidupan sebagai bekalnya nanti. Inilah salah satu sarana mendidik generasi yang akan datang.

Cara berkomunikasi seperti ini juga akan membuat anak kelak menjadi orang yang tahu bagaimana berbicara dengan anak-anak. Tidak seperti yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Ketika melihat anak-anak yang tertidur saat ia berpidato dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, darahnya naik dan dia emosi, Ia minta anak-anak itu dibangunkan. Padahal anak-anak itu telah hadir sejak pagi pukul 6 dan menunggu selama kurang lebih 3,5 jam. Kalau mereka tiba di tempat pukul 6, bayangkan pukul berapa mereka bangun pada hari itu? Pantas saja kalau mereka mengantuk.

Ditambah dengan bahasa dalam pidato Pak Presiden yang sangat jauh dari jangkauan pikiran anak-anak. Presiden juga membaca teleprompter atau sebuah alat bantu pidato, sesuatu yang seharusnya tidak diperlukan. Hadirin yang dihadapi bukanlah orang dewasa. Mereka adalah anak-anak yang hanya ingin melihat dan mendengar pemimpin negaranya berbicara kepada mereka dengan bahasa cinta. Bahsa kasih sayang yang mereka harapkan. Seharusnya Presiden bertanya apakah anak-anak itu lelah dan beliau meminta maaf karena datang terlalu lama sehingga membiarkan anak-anak menunggu.

Beliau juga bisa bertanya apakah anak-anak senang atau tidak. Komunikasi dengan berdialog yang santai adalah salah satu hal yang diharapkan oleh anak-anak. Suasana ketika orangtua membacakan cerita dongeng itu akan sangat tertanam di hati anak-anak sehingga ia juga belajar bagaimana mendengarkan dan menerima pengajaran dari orang lain. Contoh adalah satu hal yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan seorang anak. Jangan sampai mereka nanti menjadi pemimpin yang tidak ramah kepada anak-anak.

Rasulullah itu sangat paham bagaimana berbicara dengan anak-anak karena Rasulullah tahu bahwa anak-anak adalah penerus generasi. Kalau anak-anak tidak dididik dengan baik, maka kemajuan dan kesejahteraan serta kedamaian hidup generasi di masa depan juga pasti terganggu. Kisah ini akan berulang. Jadi berikan contoh yang baik bagaimana mendidik, maka anak-anak itu nanti akan tumbuh dewasa dan tahu juga bagaimana mendidik anak-anaknya.

Efek Bahasa

Jangan dikira bahwa membacakan cerita atau dongeng sebelum tidur itu tidak akan berefek kepada tata bahasa dan cara anak memahami satu cerita. Anak-anak yang biasa mendapatkan cerita ketika sebelum tidur akan menjadi anak-anak yang pandai mengelola kata sehingga ia tidak akan kesulitan dalam membuat tulisan atau karangan. Dalam hal ini orangtua harus tahu bagaimana memilih satu karya atau cerita yang mempunyai susunan kalimat yang baik dengan pemilihan kata yang tidak akan memberikan efek negatif kepada anak.

Kalimat-kalimat dengan kata-kata pilihan itu akan selalu menjadi satu kenangan dan mengendap dalam memori anak. Bila perlu, orangtua mengarang sendiri kisah yang sesuai dengan keadaan anak-anaknya. Ketika anak sedang sedih, bisa membuat kisah bagaimana bangkit dari kesedihan, Tidak harus dibahas kesedihan yang sedang dialami oleh anak. Mereka akan mengerti bahwa kisah itu adalah satu contoh bagi mereka bagaimana mengatasi satu masalah yang sedang dihadapi.

Kalau anak sedang menghadapi masalah dengan temannya. Buatlah cerita tentang bagaimana cara bergaul dan bagaimana menghadapi teman yang mempunyai sikap dan tingkah laku yang berbeda-beda. Setelah kisah itu selesai dibacakan, ajaklah anak diskusi. Diskusi dengan santai saja. Jangan sampai membela anak mati-matian dan juga jangan sampai menyalahkan anak dalam permasalahan tersebut. Cobalah untuk bersikap adil dan tidak memihak siapapun.

Mungkin saja anak bisa salah dan mungkin juga temannya yang salah. Anak cenderung mencari perlindungan. Bila anak selalu dibela, ia akan menjadi besar kepala dan akan bersikap egois. Ia tak mampu bersikap adil kepada teman-temannya. Kalau hal ini terjadi, tentu saja bukan sesuatu yang menyenangkan. Pemahaman tentang tumbuh kembang anak akan membuat orangtua tahu memilih dongeng yang bagus bagi anak-anaknya.

Beberapa Kisah Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur

Berikut ini adalah beberapa kisah dalam kumpulan dongeng sebelum tidur baik dari dalam maupun luar negeri, yang sarat akan pesan moral. Dongeng-dongeng ini bisa diganti alur dan karakternya pun bisa ditambahi atau dikurangi. Sesuaikan dengan keadaan anak dan jangan terlalu terikat dengan kisah yang sebenarnya. Improvisasi itu  malah akan membuat anak merasa senang. Bila perlu ajaklah anak untuk membuat kisah sendiri.

Kisah Semut dan Merpati

Cerita ini mengisahkan seekor semut yang jatuh ke sungai saat sedang berjalan-jalan. Lalu datang seekor merpati menyelamatkannya dengan sebatang ranting. Saat si merpati terancam jiwanya karena berada dalam bidikan senapan seorang pemburu, si semut menjerat kaki pemburu dengan ranting tadi. Kisah ini akan menarik kalau ditambahi dengan penggambaran tentang tempat kedua hewan itu berada. Misalnya, mereka sedang berada di sebuah desa yang tenang dengan kehidupan yang tenang pula.

Jadi selain tahu tentang kisah itu, anak berlatih membayangkan keadaan satu daerah. Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa kita harus mengingat selalu jika ada seseorang yang pernah menyelamatkan atau berbuat baik kepada kita. Saat ia berada dalam kesulitan atau membutuhkan bantuan, bantulah ia semampu kita. Kalaupun tidak akan bertemu dengan orang tersebut, doakanlah ia agar mendapatkan balasan yang setimpal. Setiap hal yang baik itu pasti akan dibalas dengan kebaikan juga. Balasan itu bisa cepat, bisa lambat.

Kisah Angsa dan Telur Emas

Cerita ini mengisahkan seorang petani yang menemukan seekor angsa dan membawanya pulang lalu merawatnya. Saat tiba waktunya angsa bertelur, ternyata telurnya bukan telur biasa, melainkan emas. Karena ketamakannya, petani lalu memotong si angsa karena ia berpikir ada lebih banyak telur emas di dalam tubuh angsa. Bukannya menemukan telur lain, petani malah merugi karena angsa yang sudah mati tidak akan mungkin bisa bertelur lagi.

Kisah ini mengandung pesan moral bahwa  ketamakan bisa membawa orang pada kerugian yang lebih besar, sedangkan kesabaran akan berujung pada keuntungan. Jika saja petani bersabar menanti waktu angsa bertelur lagi sambil merawatnya dengan memberi makan yang baik baik, ia akan terus mendapat telur emas hingga jangka waktu yang lebih lama lagi.

Kalau merasa cukup, maka kehidupan ini akan terasa lebih menyenangkan dan membahagiakan. Kalau selalu ingin lebih, terkadang malah tidak bisa lagi menikmati semua kekayaan itu. Padahal kekayaan hakikatnya adalah fasilitas yang akan membantu kehidupan setelah kematian. Hal ini akan terjadi kalau kekayaan itu digunakan pada jalan yang baik dan benar.

Kisah Anjing dan Bayangannya

Cerita ini mengisahkan seekor anjing yang sedang membawa tulang di mulutnya lalu melewati sebuah sungai. Ketika melihat bayangannya dalam air, ia menyangka itu adalah anjing lain yang juga membawa tulang. Ia lalu menyerbu anjing itu dan berusaha merebut tulang yang dibawanya. Alhasil ia malah tercebur dan tulang yang tadinya berada dalam mulutnya hilang terbawa arus sungai. Pesan moral, jika terlalu rakus tanpa perhitungan, maka apa yang sudah berada dalam genggaman akan hilang tak berbekas.

Kisah Semut dan Belalang

Cerita ini mengisahkan seekor belalang yang datang minta makanan ke keluarga semut. Saat itu akan datang musim dingin. Keluarga semut memiliki banyak persediaan makanan karena selama musim panas mereka rajin mengumpulkan makanan. Sementara si belalang hanya sibuk membuat lagu. Pesan moralnya adalah ada saatnya bermain dan ada saatnya bekerja dan menabung untuk mempersiapkan hari-hari sulit kita.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cerita Rakyat Maling Kundang
  • Mizan, Penerbit Cerita Anak Sholeh Bergambar
  • Dongeng tentang Kelinci dan Kura-Kura
  • Anak Cerdas dan Imajinatif dengan Kumpulan Dongeng Bobo!
  • Dongeng Anak-Anak Dari Indonesia
  • Kumpulan Cerita Dongeng Anak yang Terkenal
  • Bahaya Dongeng Peri
  • Hikmah Di Balik Dongeng Rakyat Indonesia
  • Dongeng Putri Islami, Strategi Baru Buku Cerita Anak
  • Mantra Ajaib Alakazam Dalam Dongeng 1001 Malam
  • Manfaat Fabel Bergambar Bagi Anak
  • Dongeng, Anak dan Orang Tua
  • Aneka Ragam Wallpaper Disney
  • Dongeng Indonesia - Edisi Lutung Kasarung
  • Dongeng 7 Bidadari dari Dua Pulau yang Berbeda
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA