logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Jurnal Psikologi    Kumpulan Jurnal Psikologi

Kumpulan Jurnal Psikologi: Bakat Anak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bahasan tentang perkembangan anak tidak pernah lengkang dibicarakan dalam kumpulan jurnal psikologi. Dari mulai perkembangan motorik halus hingga dampak yang dirasakan anak ketika dia belum mampu menunjukkan bakatnya.

Pengalaman direndahkan oleh anak lain atau kata-kata menyakitkan dari orang dewasa ketika seorang anak belum mampu unjuk gigi, akan membekas begitu dalam. Perasaan ini bukan tidak mungkin akan terbawa hingga dewasa dan sangat mempengaruhi pola pikir anak kelak. Bagaimana mengasah bakat anak atau paling tidak mengetahui bakat anak sedini mungkin?

Seorang guru musik asal Jepang, Suzuki, sangat berkeyakinan bahwa setiap anak memiliki bakat musik –banyak ataupun sedikit. Sejak masih dalam kandungan, anak telah mendengar suara banyak orang. Suara masing-masing manusia mempunyai nada yang berbeda.

Suara angin, kendaraan, suara air orang mandi, semua mempunyai pola dan nada yang berbeda. Itulah yang seharusnya membuat tiap anak mempunyai bakat main musik. Kehidupan ini adalah musik. Dengan keyakinannya, Suzuki melatih banyak anak untuk bermain biola. Ternyata ada dampak yang sangat signifikan antara bermain biola dengan perkembangan anak.

Suzuki tidak menekankan bahwa permainan setiap anak didiknya harus bagus dan memenuhi standar. Setiap anak memiliki tingkat musikalitas berbeda. Jadi bagi Suzuki, saat anak mampu mengasah suara biola menjadi suara yang berpola dan bernada, sudah cukup.

Orang tua sering kali tidak berpikiran seperti Suzuki. Mereka menginginkan anaknya mampu bermain seperti Vanessa Mae atau Idris Sardi. Mereka tidak melihat dampak permainan biola terhadap hal lain yang ada di sekitar anak.

Bagi sebagian orang tua, bila anaknya mempelajari sesuatu, anak tersebut harus menjadi seorang ahli di bidang itu. Padahal, dengan banyaknya mempelajari sesuatu sedini mungkin tanpa dituntut untuk menjadi yang terbaik, seorang anak akan semakin berani menjelajahi bidang-bidang lain.

Ketika jiwa ingin tahu yang ditunjukkan dengan keinginan kuat menjelajahi keilmuan yang lain, itu berarti anak sudah masuk ke dalam proses pendalaman bakatnya. Kalau saja orang tua tidak terlalu menuntut banyak dan terlalu mendikte anak, maka kemandirian berpikir pada anak akan terbentuk di usia yang semakin kecil.

Pola pikir yang mandiri ini akan menuntun anak semakin cepat untuk menemukan ‘dunia’nya. Bila seorang anak telah menemukan dunianya, maka dia akan semakin fokus pada dunia tersebut. Jika sudah begitu, biasanya anak tersebut akan meraih kesuksesan di usia yang sangat muda.

Dengan kata lain, tugas orang tua adalah memberikan ekspos terhadap kehidupan dunia seluas dan sebanyak mungkin. Lalu perhatikan, apa yang diperbuat dan tanggapan anak terhadap dampak dari tereksposnya dia di setiap lingkungan itu. Bila sudah menganalisis dampaknya, orang tua bisa lebih mengarahkan anak untuk lebih memberikan perhatian kepada hal-hal tertentu.

Bagaimana cara memberikan ekspos yang dahsyat kepada anak?

1.    Seringlah mengajak anak ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya. City cruising atau touring keliling kota sekitarnya sambil melihat-lihat kehidupan di setiap kota, dapat memberikan pengalaman hidup yang bagus bagi anak. Siapa tahu dia nanti mau menjadi seorang sosiolog yang handal.

2.    Perkenalkan anak kepada metode penelitian. Pengenalan format berpikir seperti dalam metode penelitian akan membuat anak selalu berpikir dengan mendasarkan kepada beberapa teori atau referensi sebelum memutuskan sesuatu.

3.    Berikanlah kesempatan kepada anak untuk mempelajari beberapa jenis alat musik. Permainan musik akan mengasah daya kreasi dan harmoninya.

4.    Ajaklah anak untuk mendiskusikan beberapa berita terkini. Bahaslah permasalahan yang ada dengan memakai bahasa anak.

5.    Perkenalkan anak dengan komponen banyak mesin yang ada di rumah, misalnya, komponen pembuat sebuah motor berjalan, komponen komputer, komponen lampu, dan sebagainya. Hal ini selain dapat membuat seorang anak paham kepada keteraturan dan kedisiplinan dalam menjalankan peran, juga akan membuat anak mengerti bahwa dia harus bekerja sama dengan yang lain untuk meraih sesuatu.

Masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk memberikan ekspos yang beragam kepada anak. Ekspos ini akan membuat anak menemukan bakatnya sedini mungkin. Duhai para orang tua, luangkanlah waktu yang cukup untuk melakukan ekspos ini.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Memahami Jurnal Psikologi Sosial
  • Memilih Jurusan Psikologi yang Bagus
  • Jurnal Penelitian Psikologi : Efek Hawthorne, Menguak Sisi Lain Pekerjaan
  • Tipologi Kepribadian dalam Jurnal Psikologi Kepribadian
  • Syarat Penelitian dalam Jurnal Psikologi Eksperimen
  • Isu-Isu Menarik dalam Jurnal Psikologi Klinis
  • Jurnal Psikologi, Menggagas Kecerdasan Kekhalifahan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA