Kumpulan Virus - Parasit yang Mendiami Tubuh Manusia
Ilustrasi kumpulan virus
Anatomi tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ dan semuanya memiliki fungsi yang berbeda dalam menjaga stabilitas tubuh. Dalam dunia kedokteran, salah satu hal yang dapat mengganggu kestabilitasan tubuh manusia adalah kumpulan virus.
Seperti halnya sebuah organisasi, virus juga dapat dikelompokan dan terbagi dalam berbagai bentuk. Kumpulan virus yang terdapat pada tubuh manusia berdasarkan struktur, kandungan dan anatominya digolongkan menjadi dua, yaitu virus DNA dan virus RNA.
Kumpulan Virus pada Tubuh Manusia
Virus adalah sejenis parasit dalam tubuh manusia yang berukuran sangat kecil, sehingga hanya bisa dilihat menggunakan alat yang disebut mikroskop. Virus dapat hidup dalam tubuh manusia dengan cara menginfeksi sel-sel organisme dalam tubuh. Virus berkembangbiak hanya pada sel yang masih hidup karena virus tidak dapat memperbanyak diri dalam sel yang telah mati.
Kandungan yang terdapat dalam virus adalah asam nukleat, yaitu sekelompok atom yang sangat besar atau biasa disebut makromolekul. Makromolekul tersebut sangat komplek dan memiliki bobot molekul yang tinggi di mana Asam nukleat dilapisi oleh protein, lipid, dan glikoprotein.
Virus telah ditemukan sejak zaman sebelum masehi. Hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa penemuan di Memphis, ibu kota Mesir Kuno, tahun 1400 SM, mengenai infeksi virus dalam hieroglyph dan membuktikan adanya penyakit poliomyelitis.
Selain itu, pada tahun 1196 SM, Raja Firaun Ramses V meninggal karena dipercaya terserang virus smallpox. Di negara Cina juga, virus smallpox menyerang masyarakatnya.
Akan tetapi, pada tahun 1798, Edward Jenner menemukan pada beberapa pemerah susu bahwa mereka kebal terhadap virus pox. Hal tersebut terjadi karena di dalam susu sapi ada virus pox yang dapat melindungi manusia dari pox, sehingga terciptalah vaksin untuk melindungi manusia dari virus.
Kemudian, penelitian mengenai virus mulai dilakukan dari penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak.
Pada tahun 1883, seorang ilmuan Jerman, Adolf Mayer, menemukan bahwa penyakit mosaik tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit tersebut. Dari hasil penelitian tersebut, Adolf tidak menemukan mikroba pada getah tanaman yang sakit tadi, sehingga dia menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil lagi yang tidak dapat dilihat dengan mikrosop.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky, dari Rusia, menemukan pada getah daun tembakau penyakit mosaik meskipun sudah disaring dengan penyaring bakteri. Dari hasil tersebut, dia menyimpulkan bahwa ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu bakteri tersebut berbentuk sangat kecil sehingga dapat melewati saringan atau bakteri penyebab sakit itu mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.
Kemudian, kemungkinan yang kedua ini tidak dipakai lagi oleh martinus Beijerinck, dari Belanda, karena dia menemukan agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring. Agen infeksi tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya untuk menimbulkan penyakit, setelah beberapa kali ditransfer antartanaman, tidak berkurang.
Dari hasil penlitian tersebut, akhirnya ditarik kesimpulan bahwa patogen mosaik tembakau bukan sebuah bakteri, tapi berupa contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.
Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch mengatakan bahwa penyakit mulut dan kaki sapi disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilewati bakteri, sehingga mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.
Pada tahun 1935, pendapat Beijerinck terbukti setelah Wendell Meredith Stanley, dari Amerika, berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik. Sekarang ini, penyakit mosaik dikenal dengan nama virus mosaik tembakau.
Virus tersebut adalah virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikrosop elektron oleh ilmuan Jerman G. A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska, pada tahun 1939.
Peyton Rous, pada tahun 1911 telah meneliti tentang seekor ayam yang sehat jika diinduksi dengan sel tumor dari ayam yang sakit, maka ayam yang sehat tadi akan terkena kanker. Kemudian Rous meneliti penyebab penyakit tersebut dan ternyata hal tersebut disebabkan oleh sesuatu yang dapat dilalui oleh bakteri.
Hal tersebut kemudian disimpulkan oleh Rous bahwa penyakit kanker pada ayam tersebut disebabkan oleh sel virus pada sel tumor ayam yang sakit, sehingga menginfeksi pada sel ayam yang sehat. Penemuan tersebut merupakan penemuan pertama virus onkogenik, yaitu virus yang dapat menyebabkan tumor, sehingga virus tersebut dinamakan Rous Sarcoma Virus.
Pada tahun 1933, Dr Richard E Shope, menemukan virus shope papilloma virus dan cottontail rabbit papilloma virus. Virus ini adalah salah satu virus yang menyebabkan kanker pada manusia.
Pada tahun 1935, Wendell Stanley adalah orang yang pertama kali yang berhasil mengkristalkan virus Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan virus ini tetap aktif meskipun dikristalkan.
Pada tahun 1952, Martha Chase dan Alfred Hershey berhasil menemukan bakteriofage, yaitu sejenis virus yang memiliki inang bakteri, sehingga hanya dapat bereplikasi di dalam sel bakteri.
Sejarah penemuan macam macam virus tersebut semakin berkembang. Dengan adanya peralatan teknologi yang canggih, memudahkan para peneliti untuk menemukan berbagai macam virus yang beredar di muka bumi ini.
Dengan adanya peralatan canggih juga, para peneliti dapat menemukan berbagai macam vaksin untuk mencegah perkembangan virus yang dapat menyebabkan penyakit.
Sebagai mahluk hidup, virus memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda dengan kebanyakan mahluk hidup lainnya. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh virus.
- Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
- Dapat digolongkan benda hidup (memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat) dan benda mati (dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma).
- Berkembang biak dengan cara membelah diri dan hanya bisa dilakukan di dalam sel hidup.
- Bersifat parasit.
- Hanya mikroskop elektron yang mampu melihat bentuk virus.
Jenis-Jenis Virus
Kumpulan virus di dalam tubuh manusia itu memiliki berbagai fungsi dan jenisnya. Kandungan asam nukleat dalam virus terbagi dalam dua jenis, yaitu DNA dan RNA. Berikut ini jenis virus yang ada di dalam tubuh manusia.
1. Virus RNA
Virus RNA terbagi menjadi dua, yaitu tunggal dan ganda. Contoh RNA tunggal adalah virus pikornavirus, yaitu virus yang membawa penyakit polio dan influenza. Sedangkan untuk RNA ganda, virus yang termasuk ke dalamnya adalah revirus (pembawa penyakit diare).
Selain itu, kumpulan virus jenis RNA ini mempunyai tiga virus jenis utama, yaitu virus RNA positif, negatif, dan minus. Virus jenis RNA rupanya merupakan virus yang bisa menggerogoti sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga virus jenis RNA dapat membawa penyakit HIV pada tubuh manusia.
2. Virus DNA
Sama halnya dengan virus jenis RNA, DNA juga memiliki jenis tunggal dan ganda. Masing-masing juga membawa virus yang mengganggu stabilitas tubuh manusia, seperti adenovirus, herpesvirus, parvovirus, dan pokvirus.
Selayaknya public figure, virus memiliki jenis-jenis yang sebagian besar cukup ‘dikenal’ oleh masyarakat luas, seperti virus influenza dan HIV. Virus Influenza, merupakan bagian dari virus jenis RNA. Virus influenza akan mudah menular melalui udara. Manusia yang sudah terkena virus influenza, akan merasakan sakit ditenggorokan, pusing, dan hidung tersumbat.
Gejala-gejala yang disebabkan oleh virus influenza dikenal oleh masyarakat dengan penyakit flu. Bila sudah parah, flu yang sebenarnya tergolong penyakit ringan bisa menyebabkan pneumonia, yaitu penyakit saluran pernafasan akut. Pneumonia biasanya menjangkiti anak-anak.
Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Human Immunodeficiency Virus adalah salah satu jenis virus yang menyerang sel darah putih manusia. Manusia yang sudah terjangkiti virus HIV akan mudah terserang berbagai macam penyakit dikarenakan sistem imun atau kekebalan yang dimiliki tubuh manusia telah digerogoti oleh virus ini.
Virus memiliki peranan yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan. Peranan virus yang menguntungkan, di antaranya dapat digunakan untuk membuat antitoksin, untuk melemahkan bakteri, dan untuk reproduksi vaksin. Sedangkan peranan yang merugikan, di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Virus yang beredar di lingkungan sekitar kita memang ada yang bahaya dan ada yang menguntungkan. Untuk mencegah terjangkit virus yang berbahaya, maka kita harus memulainya dengan pola hidup yang sehat.
Dengan hal-hal yang kecil saja, seperti mencuci tangan sebelum makan. Hal tersebut memang sepele, tapi apabila tidak dibiasakan akan mengakibatkan tubuh terserang virus. Semoga informasi tentang virus dan kumpulan virus tersebut bermanfaat bagi Anda.

