logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Binatang Peliharaan    Kura-kura    Jenis Kura-Kura

Penangkaran Jenis Kura Kura Terbesar


Ilustrasi kura kura terbesar

Pemburuan terhadap telur penyu atau kura-kura terjadi hampir di seluruh wilayah yang menjadi habitat kedua binatang purba ini. Pemburuan tersebut berlatan belakang macam-macam, ada yang karena laku dijual dengan harga tinggi, untuk dikonsumsi dan lain sebagainya. Di daratan China misalnya, ada kepercayaan bahwa barang siapa yang mengkonsumsi telur penyu atau telur kura-kura, maka usianya akan menjadi panjang dibanding dengan tidak mengkonsumsi telur penyu atau telur kura-kura. Bisa jadi munculnya anggapan itu berasal dari berbagai penemuan bahwa kura kura terbesar mempunyai usia hingga ratusan tahun. Dengan kata lain bila mengkonsumsi telurnya akan juga bisa berusia panjang. Sekalipun tidak ada hasil penelitian atau data empiris yang bisa dipertanggung jawabkan tentang korelasi antara umur panjang dan kegemaran mengkonsumsi telur penyu atau kura-kura ini, tetap saja sampai sekarang masyarakat di daratan China mempercayai mitos tersebut. Namun hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa protein yang terkandung dalam telur penyu dan kura-kura memang tinggi, ini bisa dibuktikan secara ilmiah. Kalau kemudian ada korelasi positif atau kegemaran mengkomsumsi protein tinggi dengan umur panjang, bisa saja terjadi. Dan ini jauh lebih rasional dan ilmiah daripada sekedar mempercayai mitos sering memakan telur kura-kura akan berumur panjang.

Apapun alasan mereka, menjadikan telur penyu dan kura-kura sebagai konsumsi dapat mengganggu perkembangbiakan hewan itu. Apalagi ditambah dengan perburuan besar-besaran yang dilakukan terhadap beberapa jenis kura kura terbesar yang ada di dunia. Populasi hewan purba itu semakin terancam saja. Kalau sudah terancam punah, secara ekonomi juga semakin bernilai tinggi. Apalagi bila permintaan telur kura-kura atau kura-kuranya itu sendiri makin tinggi sementara persediaan makin langka, siapapun berani membayar dengan harga tinggi. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan beberapa hewan atau binatang langka yang telah dilindungi undang-undang sangat sudah dipertahankan populasinya terutama karena adanya perburuan liar untuk tujuan diperjual belikan.  

Penangkaran

Untuk mencegah kepunahan hewan bertempurung yang unik itu, maka beberapa orang yang perduli terhadap populasinya mulai membuat tempat penangkaran untuk mencegah pemburu telur penyu mencuri semua telur saat masih berada di pantai. Dengan cara seperti itu kalaupun masih ada pemburu liar yang memburu telur-telur penyu atau kura-kura ini, populasinya masih bisa dijaga.

Cara petugas penangkaran memperoleh telur untuk ditangkarkan cukup unik. Mereka akan menunggu di pantai saat dimana hewan itu bertelur. Setelah kura-kura usai bertelur dan kembali ke laut, petugas akan memindahkan semua telur kura kura dan penyu yang mulai langka tersebut ke penangkaran untuk ditetaskan. Setelah proses penetasan bisa dilalui, anak-anak kura-kura yang sudah bisa berenang tersebut akan dilepas pula ke laut, sehingga diharapkan dengan cara seperti ini populasi kura-kura akan terjaga kelestariannya.

Untuk jenis kura kura Belimbing, sebagai pemegang rekor kura kura terbesar di dunia saat ini, biasanya dalam sekali bertelur bisa meletakkan sekitar 60-120 butir telur ke dalam lubang di pantai. Butuh sekitar 2 bulan hingga 3 bulan hingga telur-telur itu menetas menjadi tukik.

Kalau ada seratus kura-kura Belimbing bertelur, maka diharapkan minimal akan menghasilkan telur 12000 telur kura-kura. Kalau telur-telur tersebut enam puluh prosen saja menetas menjadi tukik, tidak kurang dari 7200 tukik akan lahir. Lima puluh proses dari jumlah tukik tersebut bisa selamat sampai dewasa, setidaknya dari seratus kura-kura Belimbing ini akan bertambah 3100 kura-kura dewasa. Semua perhitungan tersebut terjadi bila tidak ada gangguan dari manusia berupa perburuan liar yang selalu gelap mata. Artinya bila tidak menemukan kura-kura dewasa, mereka akan menangkap tukik bahkan dengan telurnya sekalian.

Inilah yang menjadi keprihatinan para petugas dan lembaga yang peduli terhadap kura-kura yaitu perburuan liar yang dilakukan manusia jauh lebih ganas dari dampak alami seperti berubahnya habitat kura-kura atau penyu itu sendiri. Perburuan liar tidak mengenal musim dan bisa mencari apapun yang bisa didapat.

Bagaimana jahatnya para pemburu liar ini bisa dianalogikan dengan cerita tentang kambing dan manusia. Sejahat-jahatnya kambing bila masuk ke kebun singkong orang, maka yang diambil paling daun singkong dan rerumputan. Tapi bila yang masuk ke kebun singkong orang tersebut adalah manusia, maka yang diambil tidak saja daun singkong, tapi juga singkong berikut pohonnya. Alasanya daun singkong bisa buat lalapan atau sayur, singkong bisa dimasak dan pohonnya bisa untuk kayu bakar. Demikian pula logika dari para pemburu liar telur penyu atau kura-kura ini.

Makin Langka

Kura kura terbesar jenis Galapagos juga jumlahnya semakin langka. Jenis hewan purba yang satu ini bobotnya dapat menjangkau angka 4 kuintal atau 400 kilogram lebih. Panjang tempurungnya ada yang mencapai 1,8 meter. Sayang, populasinya makin menurun. Demikian juga dengan Penyu Hijau, Kura-kura Sulcata, juga beberapa jenis lain.

Adanya penangkaran untuk hewan langka ini tentu saja amat membantu pelestariannya. Selain itu, penangkaran juga dapat dijadikan objek wisata baru yang bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak semena-mena dalam mengkonsumsi telur maupun daging penyu atau kura-kura tersebut.

Sayangnya, saat ini jumlah penangkaran masih lebih sedikit dibanding dengan laju kepunahan kura kura terbesar yang ada di tanah air. Sehingga angka jumlah populasinya semakin menurun. Selain masyarakat umum, sebenarnya yang perlu juga diedukasi tentang semakin langkanya populasi beberapa jenis kura-kura terbesar di dunia ini adalah para pemburu liar yang selalu melakuakn perburuan secara berani. Padahal sudah bisa dipastikan bahwa tujuan para pemburu liar ini tak lain hanya memikirkan uang dan keuntungan pribadi semata. Mereka tak pernah berpikir tentang bagaimana melestarikan hewan tersebut. Padahal bila kura-kura atau penyu ini dijaga kelestariannya, upaya mereka berburu telur juga akan lebih lama dan terjamin kelestariannya.

Kita memang berharap para pemburu telur penyu tersebut memiliki hati sebaik Robinhood. Bila Robinhood setiap selesai mencuri akan membagikan hasil curiannya kepada masyarakat lemah, maka para pemburu telur penyu ini diharapkan akan membagian sebagian dari hasil pemburuannya itu kepada para petugas penangkaran dan kelompok yang peduli dengan populasi kura-kura. Misalnya saja setiap mereka berhasil memburu telur penyu, maka sisihkan sekitar tiga puluh prosen, simpan di tempat yang aman tapi mudah dijangkau petugas. Sebut saja hal ini sebagai bentuk sumbangan atau derma dari kelakuannya mencuri.

Tentu saja jumlah tiga puluh prosen telur hasil curian para pemburu liar tersebut jauh lebih bermanfaat, karena akan dimasukkan ke dalam penangkaran, kemudian setelah menjadi tukik dan bisa berenang akan dilepas kembali ke laut. Biarkan tukik ini dewasa dan bertelur kembali. Begitulah terjadi siklus sebagai hasil kerjasama yang baik antara pemburu liar dengan petugas penangkaran.  Semoga kesadaran masyarakat semakin tinggi demi kelestarian makhluk Tuhan yang satu itu, termasuk juga para pemburu liar.

 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Cantor Kura-kura Langka Tipe Penyerang
  • Kura Kura Belimbing, Kura Kura Terbesar di Dunia
  • Kura-Kura Matahari yang Eksotis
  • Kura-Kura Indian Star yang Unik
  • Grandis, Kura Kura Besar Khas Asia Tenggara
  • Beberapa Klasifikasi Kura Kura
  • Berbagai Jenis Kura-kura dan Penyu di Dunia
  • Penyu, Si Penjelajah yang Terancam Punah
  • Kura-Kura Lucu Sebagai Hewan Peliharaan
  • Tips Merawat Kura-Kura Air
  • Kura Kura Aligator, Peliharaan Buas yang Hampir Punah
  • Memelihara Kura-kura Darat
  • Kura-Kura Leher Ular yang Hampir Punah
  • Membedakan Jenis Jenis Kura Kura dan Penyu
  • Kura-kura Indonesia Asli Yang Hampir Punah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA