Mengenal Naik Turunnya Kurs Mata Uang
Ilustrasi kurs mata uang
Tahukah Anda kurs mata uang? Kurs mata uang adalah nilai tukar mata uang. Kata 'kurs' sendiri yang memang bermakna 'nilai tukar' dalam dunia keuangan adalah tak lain dan tak bukan nilai tukar mata uang terhadap sebuah transaksi pembayaran sekarang atau waktu akan datang yang terjadi pada dua mata uang masing-masing negara.
Nah, di sini kita akan membahas lebih lanjut tentang kurs mata uang yang memang biasanya sangat identik dikenal oleh para ekonom atau juga mereka yang biasa beraktivitas di BEJ (Bursa Efek Jakarta) guna memantau perkembangan kurs mata uang yang terjadi. Biasanya kurs mata uang juga berkaitan dengan aktivitas penanaman modal atau investasi.
Dalam hal sistem kurs mata uang, kita mengenal dua sistem kurs mata uang. Pertama kita mengenal dengan sistem kurs mata uang bebas apung. Sistem ini merupakan nilai tukar pada kurs mata uang di mana dibolehkan terjadinya perbedaan dengan kurs mata uang yang lain. Selanjutnya kurs mata uang ditentukan pada kondisi pasar dalam hal penawaran dan permintaan.
Sistem kurs mata uang ini cenderung berubah setiap saat dan ini biasanya bisa dilihat dari papan pasar keuangan yang ada di Bursa Efek Jakarta, terlebih yang biasa terjadi atau berlaku pada seluruh bank-bank di dunia.
Kedua adalah sistem kurs mata uang pasak. Sistem ini tak lain dan tak bukan adalah nilai tukar yang bersifat statis atau tetap, di mana ketentuan berlakunya menganut sistem devaluasi dari nilai mata uang yang sudah diatur berdasarkan sistem nilai kurs mata uang yang dikemukan Bretton Woods.
Nah, selanjutnya kita mengenal istilah adanya ketidakstabilan dalam hal nilai tukar kurs mata uang. Apakah dampak yang terjadi jika sudah terjadi demikian? Sejatinya, dalam hal kurs mata uang, ketidakstabilan adalah sesuatu yang tak bisa ditolak keberadaannya. Pasalnya kondisi sebuah negara bisa menyebabkan nilai mata uang mereka mengalami naik dan bahkan anjlok sekaligus.
Lihat saja di Indonesia ini. Ketidakstabilan nilai tukar mata yang Rupiah kita terhadap Dollar Amerika dari waktu ke waktu pada akhirnya mengakibatkan ketidakstabilan pada penjualan harga saham perusahaan tertentu. Nah, inilah yang menyebabkan para investor merasa ragu untuk menanam modalnya karena ini pada akhirnya bicara untung dan rugi. Kondisi ini jugalah yang menjadikan kinerja kurs mata uang bursa efek menjadi menurun atau disebut juga dengan istilah 'lesu.
Jika Anda penasaran bagaimana hal ini bisa dilihat, silakan perhatikan harga sekuritas atau yang dalam bahasa mudahnya adalah harga saham yang sedang terjadi. Perhatikan dengan saksama, baik itu indeks harga saham sektoral atau pun indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta atau lihatlah perkembangannya via siaran televisi yang memang sedang mengangkat masalah kurs mata uang yang terjadi. Jadi, Anda tidak harus jauh-jauh pergi ke Jakarta jika hanya ingin mengetahui kondisi kurs mata uang yang terjadi.
Lantas, kenapa sih kurs mata uang selalu saja mengalami fluktuasi? Apa yang menyebabkan semua itu bisa terjadi?
Naik Turun dalam Kurs Mata Uang
Dalam hal memahami kurs mata uang, terjadinya naik turun nilai tukar menjadi sesuatu yang biasa terjadi. Ini disebabkan karena pada dasarnya, kurs mata uang yang mengedepankan atau berdasarkan pada kondisi kekuatan pasar, biasanya memang selalu berubah setiap saat pada setiap kali terjadi perubahan kurs mata uang yang ada pada salah satu negera yang berubah juga.
Dalam hal ini, kondisi kurs mata uang menjadi sangat berharga jika kemudian permintaan lebih besar dibanding dengan pasokan yang ada. Pada kondisi lain, nilai kurs mata uang kemudian bisa menjadi menurun atau berkurang jika permintaan pun mengalami kekurangan dari suplai yang ada saat itu.
Dari sini kemudian bisa dipahami bahwa, jika memang terjadi kenaikan permintaan terhadap mata uang itu adalah hal yang baik. Pasalnya itu menandakan terjadinya peningkatan permintaan untuk transaksi uang. Paling tidak, mungkin terjadinya peningkatan permintaan uang yang bersifat spekulatif di lihat dari kondisi yang ada.
Lantas, apa saja yang biasanya berhubungan dengan transaksi permintaan uang dalam masalah kurs mata uang ini? Nah, jawabannya ini sangat berkaitan erat dengan tingkat aktivitas dan geliat dunia bisnis yang ada pada negara yang berkaitan. Kemudian berkaitan pula dengan masalah Produk Domestik Bruto (PDB) , juga Gross Domestic Product (GDP), dan Gross Domestic Income (GDI).
Transaksi ini juga berkaitan erat dengan tingkat permintaan dalam masalah pekerja. Kenapa pekerja? Kerena semakin tinggi terjadinya tingkat non pekerja atau banyak orang yang menganggur pada sebuah negara, maka bisa dipastikan akan sedikit pula masyarakat yang menghabiskan uang dalam hal melakukan pengeluaran mata uang, baik itu dalam hal barang atau juga pengeluaran transaksi di bidang jasa.
Di Indonesia, hal ini kemudian dilakukan sekaligus juga ditangani oleh Bank Indonesia. Pada tahapan ini, masalah kurs mata uang ini menjadi semacam masalah yang menjadikan Bank Indonesia mengalami sedikit kesulitan, terutama sekali dalam hal melakukan penyesuaian pada pasokan uang. Tujuannya adalah guna mengakomodir pada perubahan permintaan uang tersebut.
Sementara itu, dalam hal melakukan penangananan pada permintaan uang pada jenis yang bertujuan spekulatif, maka bank sentral sejatinya mengalami sedikit kesulitan dalam hal mengakomodasinya. Meski demikian, tetap saja akan diupayakan dan selalu dicoba dalam hal penyesuaian tingkat suku bunga pada kurs mata uang. Tujuannya adalah tak lain dan tak bukan agar investor bisa mendapatkan kembali pilihan hingga mereka mau memutuskan untuk kembali membeli mata uangnya jika memang suku bunga cukup tinggi.
Namun pada kondisi lain, masalah berikutnya adalah makin tingginya satu negara menaikkan suku bunga pada kurs mata uang, hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan untuk mata uang yang dengan sendirinya akan pula semakin membesar. Perlu diketahui, bahwa dalam kaitannya dengan masalah kurs mata uang, pada perlakuan tindakan spekulasi terhadap realitas mata uang seperti ini, pada akhirnya akan berkaitan bahkan bisa menghambat pertumbuhan perekonomian yang ada pada sebuah negara bersangkutan.
Sementara itu, para pelaku spekulasi ini akan terus melakukan usaha agar kurs mata uang dibuat ada di dalam bawah tekanan terhadap mata uang. Hal ini dilakukan agar dalam rangka melakukan pemaksaan supaya bank sentral bisa menjual mata uangnya agar bisa menjaga terjadianya stabilitas pada kurs mata uang.
Nah, jika kemudian ini terjadi, maka yang biasa dilakukan oleh para spekulan adalah berusaha agar dapat kembali membeli mata uang tersebut dari bank tertentu, tentunya dengan dengan harga beli yang jauh lebih rendah atau paling tidak harga yang bisa memberikan harapan. Dengan cara inilah, mereka bisa mengambil keuntungan dari masalah ini.
Nah, demikianlah wawasan sederhana terkait dengan pemahaman akan kurs mata uang. Semoga saja bisa memberikan sekilas pandangan meski tidak terlalu sempurna. Semoga Anda terus mencari tahu lebih dalam mengenai masalah kurs mata uang ini.

