Belajar Cerdas di Kursus Bahasa Arab
Ilustrasi kursus bahasa arab
Belajar bahasa Arab itu terlihat lebih sulit daripada belajar bahasa Inggris. Tidak banyak terekspos dengan bahasa Arab membuat mempelajari bahasa Al-Quran ini menjadi satu tantangan tersendiri. Namun, dengan komitmen dan kemauan yang besar, semua itu bisa dihadapi. Salah satu solusi mempermudah mempelajari bahasa Arab ini, yaitu dengan mendatangi kursus yang menyelenggarakan pelajaran bahasa Arab. Dengan mengikuti kursus bahasa Arab, diharapkan kemampuan berbahasa Arab itu cepat terasah.
Manjadda wa Jadda
Kata-kata penguat motivasi itu sepertinya cukuplah untuk memacu komitmen agar mampu berbicara dalam bahasa Arab. Kursus bahasa Arab kerap menjadi salah satu pilihan banyak orang untuk bisa menguasai bahasa arab. Sehingga mereka memprediksi bahwa dengan mengikuti kursus nantinya akan lebih mahir dalam berbicara, membaca dan menterjemah. Kenyataannya, tak sedikit orang yang tidak mendapatkan apa yang diharapkannya. Siapakah yang salah? Lembaga Kursus yang menyelenggarakan pelajaran bahasa Arabnya ataukah peserta kursusnya?
Kemungkinan salah kedua-duanya bisa saja terjadi. Namun, sebenarnya kesalahan yang terbesar terletak pada peserta kursus. Kesalahan yang terletak dalam memilih cara belajar cerdas yang harus dilakukannya saat mengikuti kursus bahasa arab. Pasalnya, waktu pertemuan kursus yang hanya 1,5 hingga 2 jam sangat tidak cukup untuk bisa pandai atau mahir berbahasa.
Belajar bahasa apapun tidak bisa hanya setangah-setengah atau hanya melakukan latihan di kelas saja. Harus diimbangi dengan latihan mandiri. Biasanya pihak penyelenggara kursus telah memberikan metode bagaimana belajar mandiri. Dengan metode inilah, para peserta kursus menguatkan dan meningkatkan kemampuannya. Tanpa latihan mandiri, penguasaan bahasa itu akan tersendat. Saat merasa tersendat inilah biasanya motivasi turun dan hanya bisa mengatakan bahwa tidak mudah mempelajari bahasa asing itu.
Pertemanan dan orang-orang yang mempunyai komitmen sama untuk maju, juga sangat dibutuhkan. Latihan yang dilakukan di luar kelas serta bahasa yang diguankan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, akan membuat kemampuan terus terasah. Bukan masalah nilai yang dikejar karena nilai sesungguhnya akan mengikuti tingkat kemampuan. Ini merupakan masalah tujuan yang akan dicapai dalam mempelajari bahasa tersebut.
Memang ada beberapa teknik belajar dengan cerdas. Namun, apapun teknik itu, yang terbaik tetap saja menggunakan bahasa yang sedang dipelajari secara langsung. Bahasa itu alat komunikasi, oleh karenanya, harus digunakan dalam komunikasi. Tidak bisa hanya dipakai membaca atau menulis. Lidah yang tidak terbiasa mengucapkan kata-kata asing akan terasa kaku. Melenturkan lidah hanya dengan sering mengucapkan kata-kata yang sedang dipelajari.
Cara Belajar Cerdas
Lalu bagaimana cara belajar cerdas dan bisa membuahkan berhasil? Ada tiga hal yang harus dilakukan selama sedang mengikuti pelajran bahasa Arab. Pertama, memanfaatkan tutor dengan baik. Harus diingat, tutor di bahasa Arab bukan hanya sebagai penjelas materi. Ia juga harus dimanfaatkan untuk bisa memberi masukan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab Anda. Jangan sungkan mempratekkan pelajaran yang sudah diberikan.
Kalau sungkan, kapan lagi akan latihan. Apalagi kalau malu salah. Peserta didik itu memang harus banyak melakukan kesalahan agar diperbaiki oleh guru atau tutornya. Jika tidak peranh melakukan kesalahan, jangan-jangan tidak pernah praktek menggunakan bahasa Arab. Karena itu, manfaatkanlah waktu bersama. Caranya, anda bisa dengan membuat catatan harian atau menterjemahkan beberapa alinea tulisan dan minta ia untuk mengoreksinya.
Jika ada yang salah, ajak dia terus untuk berdialog tentang koreksiannya. Seolah-olah Anda sedang mempertahankan argumentasi kata yang anda pilih saat menulis atau menterjemah. Ini adalah cara tepat agar Anda bisa berbicara banyak dengan guru Anda. Tentunya dengan menggunakan bahasa Arab. Kesempatan seperti ini jarang dimengerti oleh siswa. Padahal, guru akan sangat suka jika ada muridnya mau mengajaknya berdiskusi sembari melancarkan kemampuannya dalam berbicara bahasa Arab.
Teknik kedua adalah perbanyak menulis. Kursus belajar bahasa Arab bukan hanya mendidik peserta kursus untuk mahir berbicara saja. Tapi juga untuk mahir menulis. Pasalnya, yang tersulit di dalam bahasa arab adalah tata bahasanya. Untuk bisa menguasai tata bahasanya selain dengan mempelajari, maka harus rajin menulis dari tulisan-tulisan yang sudah benar secara tata bahasa, seperti buku, majalah, koran, dan lain-lain.
Siswa yang cerdas bisa menjadikan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan tata bahasanya. Setelah belajar di kelas, ia mencari artikel tentang topik tata bahasa yangd dipelajari dikelas. Lalu ia tanyakan kepada gurunya tentang caranya menilai posisi kata (I’rab) tersebut benar atau tidak. Tentunya, tutor akan senang melihat siswa yang aktif dan kreatif seperti ini.
Berlatih berbicara sendiri. Untuk melancarkan cara berbicara bahasa arab, peserta didik harus rajin berbicara sendiri di kamar atau di depan cermin. Efeknya adalah, saat di kelas mereka bisa aktif berbicara, baik dengan tutor maupun dengan sesama peserta kursus. Hal ini akan menambah semangat belajar.
Apalagi, jika mereka sudah terbiasa membaca dan menulis dengan bahasa Arab, maka mereka akan berbicara dengan kata-kata yang bermutu dan selalu memiliki kosa kata yang baru. mereka pun akan menjadi siswa yang sangat disayangi guru, karena pintar berbicara dengan bahasa Arab yang baik dan benar.
Ketiga hal ini adalah cara belajar cerdas saat mengambil pelajaran bahasa Arab. Proses belajar yang dilalui akan terasa asyik dan menyenangkan. Karena mereka sendiri sudah membangun semangat untuk belajar yang lebih baik. Yaitu, dengan belajar cerdas.
Membuka Kursus
Berbicara tentang kursus bahasa tentu tidak selamanya berkutat dengan bahasa Inggris, Perancis, Jepang, dan mandarin saja, ada juga bahasa arab. Tentu jika Anda termasuk pemerhati pendidikan, ada baiknya jiwa idealisme yang dimiliki disalurkan dengan membuka kursus khusus bahasa Arab. Bahasa satu ini memang sangat menarik karena penuh dengan tantangan.
Membuka tempat belajar bahasa Arab ini sekilas memang terlihat tidak akan banyak membawa manfaat. Namun sejatinya jika Anda peduli dengan peningkatan kualitas anak bangsa ini, banyak yang terbantu dengan kegiatan kursus yang Anda buka. Terutama untuk pelajar yang akan meneruskan pendidikannya di daerah Timur Tengah atau pun dengan para calon TKI yang sedang berencana untuk berkarir di daerah tersebut.
Persiapan
Supaya niat baik membuka tempat belajar bahasa Arab berjalan dengan baik sesuai dengan rencana, maka ada beberapa langkah persiapan yang harus dilakukan. Berikut ini adalah persiapannya. Pertama, untuk membuka tempat belajar bahasa Arab, mau tidak mau Anda harus mengerti bahasa Arab dengan baik dan benar. Selain itu Anda pun harus mengerti bagaimana mengelola lembaga kursus.
Anda harus mengurus lembaga tempat belajar bahasa Arab ke notaris sebagai syarat dasar untuk menjadikan lembaga Anda legal dan formal yang diakui oleh pemerintah. Ya bisa menjadi aib yang besar jika proses ini Anda lewatkan kemudian ada yang menggunggat. Bisa runyam urusan Anda.
Selanjutnya, sebelum berani membuka tempat belajar bahasa arab, yang menjadi pertanyaan adalah apakah Anda sudah punya SDM yang handal untuk mengajar peserta bahasa Arab. Jika tidak punya, sebaiknya Anda urungkan dulu niat tersebut sampai Anda punya SDM yang bisa diandalkan untuk menjadi tentor bahasa Arab. Jika tetap ingin membuka tempat belajar bahasa Arab, maka Anda bisa cari anak pesantren atau ustadznya yang bisa diajak bekerja sama. Cuma Anda harus sadari bahwa jam terbang mereka untuk menangani kursus masih kurang. Jadi untuk sarana marketing tentu juga belum bisa.
Untuk membuka tempat belajar bahasa Arab yang berkualitas, tentu dituntut harus memiliki sarana yang memadai yang bisa menjadi penunjang pengembangan bahasa Arab peserta, seperti gedung, lab bahasa, perpustakaan, kamus bahasa Arab maupun majalah berbau Arab yang diupdate tiap bulannya.
Metodologi dalam mengajar bahasa Arab mutlak harus dimiliki saat Anda punya keinginan untuk membuka tempat belajar bahasa Arab. Metode ini biasanya tidak dimiliki oleh lembaga kursus sejenisnya di manapun. Model ini kemudian bisa menjadi trademark lembaga belajar bahasa Arab. Adanya metodologi yang jelas dalam lembaga belajar bahasa Arab tersebut, menunjukkan bahwa lembaga tersebut bertanggung jawab dengan perkembangan peserta didiknya.
Jika itu semua sudah dimiliki maka, tidak ada salahnya jika mulai membuka tempat belajar bahasa arab, karena selain belum terlalu banyak orang yang membuka kursus bahasa Arab, juga memang banyak orang yang membutuhkan.

