Kursus, Pendidikan Kompetensi Aplikatif
Pendidikan adalah upaya sadar untuk melakukan perubahan atas kompetensi diri. Dengan pendidikan maka kita berharap perubahan yang kita alami adalah perubahan positif.
Dan secara teknis, pendidikan dapat dilakukan dalam 3 (tiga) pola, yaitu informal, formal, dan non formal. Informal dilaksanakan di lingkungan keluarga, formal dilakukan di sekolah, dan non formal dilakukan di lingkungan masyarakat, misalnya kursus.
Kursus adalah proses perubahan atau peningkatan kualitas kompetensi, keterampilan yang bersifat aplikatif. Dengan mengikuti kursus berarti kita berharap dapat memperoleh keterampilan yang dapat langsung kita terapkan dalam kehidupan di masyarakat.
Hal ini merupakan kesadaran atas kondisi dan kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat membutuhkan sosok-sosok yang mampu bekerja dan bukan sekedar berteori.
Terkait dengan kondisi kehidupan, dimana segala aspek telah mengalami komputerisasi maka kursus komputer menjadi pilihan utama. Setiap orang berusaha terampil dalam menggunakan komputer. Mereka tidak ingin termarginalkan dalam kehidupan hanya karena gagap teknologi. Jangan sampai kita gagal bersosial karena masalah tak bisa mengoperasikan komputer.
Kursus Komputer yang Aplikatif
Dalam hal ini, yang kita harapkan dari keikutsertaan kita di kursus komputer adalah agar kita mempunyai kemampuan menggunakan komputer untuk kebutuhan hidup. Ada banyak hal dalam hidup ini yang harus dikerjakan dengan menggunakan komputer.
Jika tidak mampu mengoperasionalkan komputer maka kita ketinggalan teknologi. Dan, ketertinggalan kita dalam teknologi menjadikan kita sebagai katak dalam tempurung. Oleh karena aspek kehidupan sangat beragam, kita pun harus menentukan kursus komputer yang kita ikuti itu yang bagaimana. Tentu kita harus mengetahui dan memahami tingkat kebutuhan kita.
Hal ini karena dalam penggunaannya, komputer itu sangat luas. Memang kita boleh saja mengikuti kursus secara generalis, tetapi hal tersebut sangat sulit. Oleh karena itulah, jika kita mengikuti kursus komputer, lebih baik kita mengambil spesialisasi.
Spesialisasi yang kita maksudkan dalam hal ini adalah bahwa untuk mengikuti kursus komputer, lebih baik kita kursus bagian per bagian. Misalnya, kita mengikuti kursus untuk menguasai microsoft word, microsof excel, atau power point. Kita ikuti spesifikasi tersebut agar konsentrasi kita maksimal. Dengan cara seperti ini, kursus komputer yang kita ikuti benar-benar aplikatif bagi kehidupan kita.
Kursus Komputer sebagai Pendidikan Nonformal
Seperti yang kita ketahui, pendidikan nonformal adalah proses pendidikan yang dilakukan di masyarakat sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam proses pendidikannya. Dan, kursus komputer merupakan salah satu pendidikan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat atas keterampilan komputer.
Sebenarnya, materi pendidikan komputer sudah diberikan di dalam pendididkan formal, tetapi jatah pembelajaran yang diterima belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Materi yang diberikan di pendidikan formal seperti sekolah, lebih ditekankan untuk perkenalan dan pemahaman konsep mengenai komputer dan kegunaannya dalam kehidupan.
Dalam pendidikan formal, materi yang diberikan adalah dasar-dasar atau konsep kerja komputer secara luas, generalis dengan batasan proses yang sedikit, yaitu 2 (dua) jam pelajaran setiap minggu. Hal ini berarti hanya sembilan puluh menit saja setiap minggunya. Apa yang bisa dipelajari dari waktu yang amat singkat itu?
Sebagai pendidikan nonformal maka kursus komputer seharusnya tetap harus koordinasi dengan pendidikan formal. Hal ini untuk memberikan program pembelajaran yang benar-benar aplikatif bagi pesertanya.
Bahwa, peserta kursus bertujuan lebih praktis dibandingkan mereka yang menempuh pendidikan formal. Oleh karena itulah, kursus komputer harus lebih komprehensif bagi peningkatan kualitas kompetensi pesertanya.
Lebih Baik jika Mengkontribusi Peserta pada Lapangan Pekerjaan
Kita harus mengakui bahwa ketika seseorang memutuskan untuk mengikuti kursus, tujuan utamanya adalah agar mereka mempunyai kemampuan aplikatif yang secara langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan. Hal ini memang merupakan kebutuhan masyarakat. Tenaga kerja yang aplikatif, adalah keuntungan bagi perusahaan.
Oleh karena itulah, seorang pengelola kursus komputer seharusnya tidak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan peserta yang maksimal, melainkan juga harus mengkontribusikan peserta kursusnya ke lapangan pekerjaan yang signifikan. Tempat kursus seharusnya mempunyai link yang sangat luas agar lulusannya dapat direkomendasikan ke rekanan yang dimiliki.
Dengan demikian, masyarakat semakin yakin bahwa tempat kursus tersebut sangat kontributif bagi peserta didik. Memang, seharusnya pengelola kursus memikirkan kelanjutan peserta kursusnya. Mereka harusnya diarahkan ke lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kursus yang mereka pilih.






