logo anne ahira
AnneAhira.com    Referensi    Kutipan
Close x

Kutipan

Kutipan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah pungutan. Umumnya kutipan selalu identik dengan perkataan atau tulisan. Sehingga kutipan dalam bahasa Indonesia bisa juga diartikan perkataan pungutan atau tulisan pungutan. Maksudnya, apa yang dikatakan dan apa yang dituliskan bukan asli ciptaan sendiri, tetapi “memungut” dari orang lain.

Kata-kata pungutan yang biasa dijadikan kutipan umumnya adalah kata-kata cerdas yang terlahir dari seorang dengan pengalaman hidup yang cukup banyak. Kutipan atau kata-kata pungutan tersebut akan mampu membius siapapun yang mendengarkan atau membacanya.

Kutipan yang baik adalah kutipan yang memiliki kandungan nilai magis di dalamnya. Sebuah kandungan yang yang tanpa alasan jelas mampu membuat seseorang merenungkannya lalu kemudian mengiyakan. Akan lebih bagus jika kata-kata tersebut akan langsung bisa mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik.

Kata-kata magis tersebut sebetulnya sederhana. Makna yang terkandung di dalamnya juga sebagian besar bisa dimengerti. Tapi entahlah, sepertinya ada saja hal-hal istimewa dari kutipan tersebut. Terlebih jika kutipan tersebut merupakan kutipan yang dilontarkan oleh seseorang yang berpengaruh.

Kutipan - Siapa Jalaluddin Rumi?

Kata-kata atau tulisan yang sering bernasib menjadi kutipan adalah kata-kata atau tulisan dari tokoh-tokoh yang berpengaruh. Seperti presiden, tokoh sejarah, ataupun penyair. Salah satu penyair terkenal dunia yang karyanya banyak dijadikan kutipan adalah Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri atau yang lebih akrab disapa Jalaluddin Rumi.

Kutipan yang terlontar dari mulut Jalaluddin Rumi seolah terdengar seperti mantra bagi para pengagumnya. Kata-kata indah Jalaluddin Rumi menjadi kutipan yang keindahannya pun sama sekali tidak berkurang.

Sebuah hikayat menceritakan bahwa suatu pagi seorang pandai besi bernama Shalahuddin memukul-mukul besi di tempat penempaannya. Tidak jauh dari tempat itu, berdirilah sesosok pria berjanggut tebal yang tidak lain adalah Jalaluddin Rumi. Saat mendengar suara dentingan besi bertalu-talu, Rumi seakan “tidak sadarkan diri” dan mengalami ekstase.

Dari lisannya terucap syair-syair mistis berisi pujian akan keagungan Allah Azza wa Jalla. Ia tenggelam dalam pengalaman syatahat. Ia menari dan terus menari sambil memadahkan syair-syair cinta Ilahi. Syair-syair cinta yang dilontarkannya banyak dijadikan kutipan.

Bermula dari sanalah tradisi menari kalangan sufi dimulai. Sampai meninggalnya, 17 Desember 1273, menari telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sosoknya. Mengapa? Karena ia tidak pernah berhenti mencintai Allah. Bagi dirinya, segala yang terlihat dan terasa adalah “panggilan” serta sarana yang membuat hatinya tertambat kepada Allah. Itulah mengapa, dentingan suara besi pun mampu membuatnya mabuk kepayang. Apa yang dilakukan Rumi diciptakan dalam bentuk kutipan oleh para pengagumnya.

Lalu, siapakan Jalaluddin Rumi sebenarnya? Bagaimanakah hingga akhirnya syair-syair yang diciptakannya banyak dikutip banyak orang? Dan seperti apakah kutipan dari Jalaluddin Rumi tersebut?

Tokoh dibalik kutipan-kutipan indah ini merupakan seorang penyair sufi. Rumi dilahirkan pada 6 Rabiulawal 604 H di Balkh. Rumi lahir bukan dari keluarga yang biasa-biasa. Kedua orangtuanya adalah orang besar. Ayahnya yang bernama Bahauddin Walad masih merupakan keturunan dari Abu Bakar, sedangkan ibunya merupakan keturunan dari kerajaan Khwarazm.

Kepintarannya merangkai kata ternyata diturunkan dari kedua orangtuanya. Sedari kecil, Rumi memang sudah diramalkan akan terkenal.  Rumi juga diramalkan akan menjadi penyulut api pembakar gairah Ketuhanan. Maka tidaklah mengherankan jika kini kutipan dari syair-syair yang diciptakan Rumi sungguh fenomenal dan terkenal.

Kutipan Jalaluddin Rumi dan Karya Monumental

Selain karena tariannya, sufi agung yang lahir di Balkh pada 1207 M ini, dikenal pula karena karya-karyanya yang monumental. Tiga di antaranya adalah Diwan Syamsi Tabriz, Matsnawi, dan Fihi ma Fihi. Diwan berisi 50.000 bait syair, penuh dengan lirik-lirik mistik. Adapun Matsnawi terdiri dari enam buku dan memuat sekitar 26.660 bait. Karya ini dia rampungkan dalam waktu sepuluh tahun. Karya-karya fenomenal karya Rumi pun menginspirasi banyaknya kutipan-kutipan Rumi yang hadir.

Menurut Rumi, Matsnawi berisi “akar-akar agama dan penemuan kegaiban-kegaiban alam pengetahuan ketuhanan”. Dalam Matsnawi, Rumi mengajak pembacanya berpikir analogis dengan mengambil ilham dari cerita-cerita di dalamnya. Matsnawi adalah kumpulan metafora yang sangat indah (Jamil Ahmad, 2003: 246). Itulah sebabnya, walau telah berpulang beradab-abad lamanya, nama serta karya-karya Rumi masih tetap abadi hingga kini. Begitupun dengan kutipan karyanya yang banyak disadur oleh banyak orang.

Ini adalah beberapa kutipan indah penuh makna yang dinisbatkan kepada Jalaluddin Rumi:

  • Abu Bakar dihormati kaum Muslimin bukan karena shalat, puasa, dan zakatnya yang banyak. Ia dihormati dan dijadikan rujukan kaum Muslimin karena isi hatinya.
  • Jika hati disembuhkan dan sensualitasnya dibersihkan, Tuhan Yang Maha Pengasih akan bersemayam di atas Singgasana. Hati pun terbimbing karena ia bersama pemiliknya. 
  • Engkau dilahirkan dengan memiliki sepasang sayap, tapi mengapa engkau lebih suka menjalani hidup dengan merangkak?
  • Engkau tak boleh sesaat pun diam termangu, engkau tidak boleh berhenti bekerja, hingga engkau buahkan pekerjaan, baik atau buruk.
  • Tidak perlu sedu sedan dalam kesedihan. Apa pun yang hilang kelak akan diganti dalam bentuk lain. 
  • Ketika engkau ingin pergi ke suatu tempat, hatimu akan berangkat lebih dulu untuk melihat tempat tujuanmu. Memeriksa seperti apa sesungguhnya wujud tempat itu. Dan kemudian ia kembali untuk membawa tubuhmu ke sana. 
  • Seorang pencinta dipenuhi keajaiban, sebab ia menerima kekuatan yang tumbuh sebagai daya hidup dari yang dicintainya.
  • Ketahuilah, apa pun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu! Dan karena itulah, qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya. 
  • Sungguh, cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis. Debu beralih emas. Keruh menjadi bening. Sakit menjadi sembuh. Penjara berubah menjadi telaga. Derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu meluluhkan besi. Menghancurkan batu karang. Membangkitkan yang mati dan memberikan kehidupan kepadanya. serta membuat budak menjadi pemimpin.
  • Dalam shalat malam, tatkala matahari terbenam, jalan pancaindra tertutup dan jalan menuju yang gaib terbuka luas; kemudian malaikat penjaga tidur tiba menghalau ruh pergi ke langit, bagaikan penggembala menghalau burung-burung.
  • Ikatlah dua ekor burung, pasti mereka tak bisa terbang, meskipun kini mereka punya empat buah sayap.
  • Bunga-bunga mawar di taman takkan pernah merekah, sebelum langit menurunkan air matanya. Bayi-bayi itu takkan pernah diberi susu, sebelum mereka menangis terlebih dahulu. Maka, menangislah kamu, supaya Sang Perawat Agung datang memberikan padamu limpahan susu kasih sayang-Nya.
  • Janganlah melihat bentuk luarku, tapi ambillah apa yang ada dalam tanganku.
  • Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.
  • Semua yang dibuat indah, cantik dan anggun dibuat untuk mata orang yang melihat.
  • Ketika engkau menatap kelembutan-Nya, seketika batu dan karang menjadi lilin. Namun, ketika engkau menatap keperkasaan-Nya, lilin pun menjadi karang.

Beberapa kutipan dari Jalaluddin Rumi diatas mampu menjelaskan betapa indahnya karya-karya Jalaluddin Rumi. Betapa kata-kata yang keluar dari mulutnya akan melahirkan ribuan kutipan dari para pengagumnya. Meskipun sudah lama meninggal, karya-karya Jalaluddin Rumi akan tetap hidup, hidup dari kutipan-kutipan tentang perkataannya yang tidak akan pernah bosan dituliskan oleh para pengagumnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait

Kata Kata Mutiara
Kata kata mutiara menjadi sebuah keindahan tersendiri dalam ragam bahasa lisan maupun tulisan. Kata kata mutiara umumnya memang bermakna cukup indah, seperti gambaran sebuah mutiara.

Pepatah
Pepatah merupakan sebuah peribahas yang mengandung makna di dalamnya. Biasanya, pepatah muncul dari orangtua yang memang sudah mengenal bagaimana hidup ini. Di sini, Anda dapat membaca artikel mengenai pepatah secara gratis.


Beranda | Privacy | Sitemap

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668 Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA