Wajah Cinta Lagu Anak Indonesia

Lagu anak Indonesia, di manakah kini? Sebelum periode 2000-an, anak-anak sangat akrab dengan lagu anak-anak. Beberapa artis cilik yang notabene sebagai penyanyi lagu anak, di antaranya Bondan Prakoso, Chikita Meidy, Joshua, Tasya, Sherina, dan penyanyi cilik lain, yang kini telah beranjak dewasa.
Dengan wajah polos dan tingkah lucunya, para penyanyi cilik itu menyanyikan lagu anak-anak yang ringan dan riang. Mereka tampak ceria membawakan lagu-lagu yang sesuai dunianya, dunia anak-anak. Tema lagu anak-anak pun sangat ringan, misalnya air, binatang, pemandangan, liburan, makanan, dan anggota badan.
Dengan tema-tema tersebut, mereka bisa bernyanyi sambil belajar. Intinya, lagu anak-anak dulu mengandung nilai-nilai dan manfaat positif bagi perkembangan anak. Dunia perkenalan akan sesuatu maupun peristiwa alam dihadirkan dengan iringan instrumen musik menyenangkan.
Lagu Anak Kini
Masih adakah lagu anak-anak kini, selain yang diputar pada kaset rekaman penyanyi cilik dulu? Jawabannya, nyaris tidak ada. Anak-anak kini cenderung menyanyikan lagu orang-orang dewasa. Lagu-lagu pop, R & B, dan dangdut, bertema cinta. Hal ini tampak dalam sebuah kontes pencarian penyanyi cilik, salah satunya program Idola Cilik.
Dalam program tersebut, para peserta yang notabene abak-anak itu menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, baik band maupun solo, yang mayoritas bertema cinta. Cinta terhadap kekasih, tentunya. Hal inilah yang kadang membuat miris beberapa penonton. Bagaimana mungkin kepolosan anak-anak “diracuni” cinta kasih.
Ibu-ibu zaman sekarang pun tampaknya sangat prihatin dengan perkembangan anak-anak mereka yang sudah jarang mencumbui lagu yang murni anak-anak. Coba tanyakan lagu-lagu band pada anak-anak kecil, mereka pasti hafal. Bahkan, yang masih balita pun kadang meniru lagu-lagu cinta.
Cinta Anak, Cinta Kekasih
Cinta memang sesuatu yang universal. Cinta dapat berlaku dan dibagi dengan siapa pun. Dengan orang tua, anggota keluarga lain, sahabat, dan tentunya kekasih. Namun, bagaimana jika anak-anak disuguhi cinta kekasih? Apakah mereka paham definisi cinta yang ini? Jawabannya, tentu saja tidak.
Cinta yang dimiliki anak-anak tidaklah sama kadarnya dengan cinta orang dewasa. Anak-anak menafsirkan cinta sebagai rasa kasih sayang tanpa nafsu dan keinginan memiliki. Namun, lagu-lagu bertema cinta kekasih telanjur menyinggahi dunia anak-anak. Alhasil, mereka akan mengekspresikan cinta tanpa cinta.
Tentu saja, ekspresi anak akan terlihat datar saat menyanyikan lagu-lagu cinta kekasih karena mereka memang belum tiba pada masa itu. Mereka hanya menyanyikan ulang apa yang kerap didengarnya tanpa makna berlebih.
Demam “Cinta Satu Malam” dan “Keong Racun”
Belakangan, tepatnya pada 2010, lagu berjudul Cinta Satu Malam yang dinyanyikan pedangdut Melinda telah mewabah di kalangan anak-anak. Masih di tahun yang sama, fenomena Keong Racun yang dipopulerkan secara lip sync oleh dua gadis asal Bandung, Sinta dan Jojo, tak pelak menghiasi dunia anak-anak.
Kedua lagu bergenre dangdut itu benar-benar menjadi hafalan wajib bagi anak-anak. Bahkan, gaya maupun tarian kedua lagu tersebut dilakukan nyaris tanpa cela. Ya, anak-anak memang sangat pandai meniru. Itulah sebabnya dunia anak-anak dikatakan sebagai masa-masa emas.
Di satu sisi, orangtua boleh senang karena anak-anaknya memiliki kemampuan menghafal dan meniru yang amat baik. Di sisi lain, para orangtua pasti khawatir karena anak-anaknya sudah disuguhi tontonan dan nyanyian yang tidak sesuai umurnya. Lantas, adakah solusi untuk mengembalikan dunia anak-anak Indonesia?
Inilah tanggung jawab dan pekerjaan rumah yang besar bagi kita semua. Menciptakan karya untuk mengembalikan anak-anak pada dunia aslinya. Tidak menjadi orang dewasa yang dipaksakan dan matang sebelum waktunya melalui lagu-lagu cinta.






