Lagu Kebangsaan
Ilustrasi lagu kebangsaan
Setiap negara memiliki lagu kebangsaan masing-masing. Lagu kebangsaan tersebut mempunyai kekhasan tertentu, misalnya dari lirik, melodi, dan isi pesannya. Lagu kebangsaan setiap negara biasanya bisa kita dengarkan pada saat acara-acara yang melibatkan dua negara atau lebih ketika olahraga misalnya. Memulai atau mengakhiri pertandingan final dengan sebuah lagu kebangsaan masing-masing.
Misalnya, saat final sepak bola piala Asia Tenggara (AFF) antara Indonesia dengan Malaysia, sebelum memulai pertandingan dinyanyikanlah lagu kebangsaan Indonesia, yaitu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Malaysia, yaitu Negaraku. Selain itu, misalnya berandai-andai suatu saat jika Indonesia menembus final piala dunia sepak bola melawan Brazil maka lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Brazil ‘Hino Nacional Brasileiro’ akan dinyanyikan sebelum pertandingan dimulai.
Zaman dulu, yang sering mengharumkan nama bangsa kemudian berhasil mengibarkan bendera dan dinyanyikanlah lagu kebangsaan Indonesia di berbagai negara adalah bulutangkis. Hampir di semua ajang pertandingan bulutangkis, Indonesia bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sayangnya, prestasi bulutangkis Indonesia sedang terpuruk.
Saya bisa merasakan semangat dan kebanggaan saat lagu kebangsaan dinyanyikan dalam sebuah gedung pertandingan. Lagu kebangsaan ini memercikan kebanggaan atas prestasi yang diraih. Patriotisme dalam Lagu Kebangsaan Indonesia.
Lagu kebangsaan Indonesia jika dilihat secara mendalam terdapat banyak sisi-sisi yang membanggakan. Lagu kebangsaan Indonesia menggambarkan semangat, kegigihan, patriotisme, kecintaan, persatuan dan kesatuan, serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Lagu Indonesia Raya ini diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman yang selalu dinyanyikan pada saat perayaan hari-hari penting nasional.
Lagu Indonesia Raya rutinnya dinyanyikan pada saat upacara bendera. Saya masih ingat saat sekolah, setiap Senin adalah upacara bendera. Upacara bendera kata guru saya selain menanamkan kecintaan pada negara Indonesia tetapi juga menanamkan kedisiplinan.
Selain itu, upacara bendera juga menunjukkan kecintaan kepada negara Indonesia karena pada saat upacara bendera selain menyanyikan lagu kebangsaan, juga ikut merenungkan bangsa Indonesia secara umum. Kemudian mendoakan para pahlawan yang sudah gugur pada saat mengheningkan cipta dan bersemangat dengan bangsa Indonesia saat menyanyikan lagu kebangsaan.
Semangat dan harapan ini terus dipupuk dalam diri siswa-siswa yang sedang mengikuti upacara bendera. Mereka benar-benar menyanyikan dengan semangat, lantang, dan kompak. Sementara pengibar bendera mengerek bendera sampai ke ujung tiang yang ada di tengah-tengah lapangan upacara bendera.
Pada saat mengerek bendera sampai ke ujung, ada yang ditunggu-tunggu sebagai bahan candaan. Maklum masih remaja, ketika ada hal menarik untuk ditertawakan langsung menarik perhatian. Saat yang ditunggu tersebut adalah kesesuaian antara akhir lagu kebangsaan dengan sampainya bendera di ujung tiang bendera. Jika terjadi kesesuaian maka bahan candaan hilang dan upacara lancar.
Sebaliknya, jika tidak terdapat kesesuaian maka spontan beberapa orang akan tersenyum, bahkan mungkin tertawa. Walau tidak terbahak-bahak, tetapi peristiwa lucu saat upacara bisa menjadi perbincangan ketika waktu istirahat tiba. Kelucuan-kelucuan yang menarik dikenang sekarang. Bukan karena menertawakan lagu kebangsaan atau upacara benderanya, lebih karena merasa lucu atas tingkah polah remaja.Tentang kedisiplinan yang ditanamkan melalui upacara bendera menurut salah satu guru saya waktu itu adalah ketertiban, kerapian, ketepatan, dan keseragaman pada saat upacara bendera. Beliau menyampaikan kurang lebih begitu.
Ketertiban, katanya kalau upacara bendera itu harus tertib. Kalau tertib maka pelaksanaan upacara akan berjalan dengan baik dan lancar. Untuk melihat ketertiban ini, biasanya di belakang barisan murid yang berjajar sebagai peserta upacara selalu ada yang mengawasi, mereka adalah guru-guru.
Jika ada yang tidak tertib, bersiaplah dijewer dan dijemur sehabis upacara bendera.Kerapian, kami harus rapi mulai dari berpakaian. Lengkap mulai dari topi sampai sepatu kemudian barisan dan sikap yang harus terlihat rapi. Jika ada yang tidak rapi dalam berpakaian atau berbeda warna sepatu, bersiaplah untuk mendapat teguran bersama orang yang tidak tertib tadi.
Sementara untuk ketepatan, ini menyangkut waktu. Upacara harus tepat waktu, jika tidak maka berbarislah dibarisan yang terkena hukuman. Misalnya datang kesiangan. Lalu keseragaman, menyangkut pakaian yang dipakai. Misalnya, setiap hari senin siswa sekolah menengah umum memakai seragam putih abu, tiba-tiba ada yang memakai batik atau seragam Pramuka, bersiaplah baris di kelompok yang terkena hukuman.
Nah, ternyata banyak sisi-sisi upacara yang menarik sebagai bahan pembelajaran. Kembali lagi ke lagu kebangsaan, lagu yang membuat bersemangat pada saat dinyanyikan terutama lirik akhir “Indonesia Raya merdeka, merdeka, tanahku negeriku yang kucinta. Indonesia Raya merdeka, merdeka. Hiduplah Indonesia raya!”
Apabila menyanyikan lagu tepat pada bait ini, rasanya semangat benar-benar berkobar sangat besar. Tambah membesar ketika dinyanyikan serentak dalam jumlah orang yang menyanyikannya banyak. Lagu kebangsaan ini dinyanyikan biasanya pada saat upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia yang dilakukan setiap tanggal 17 Agustus.
Perhatikan liriknya, “Merdeka, merdeka tanahku negeriku yang kucinta”. Bergetar semangat ini saat lirik tersebut. Inilah saat yang menarik dan bersemangat ketika upacara bendera. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan, selanjutnya saat mengheningkan cipta. Setelah bersemangat saat lagu kebangsaan, sekarang lagu nasional yang penuh rasa syahdu dan harus khidmat pada saat dinyanyikannya.
Ketika menyanyikan lagu ini, rasanya merinding, apalagi pemimpin upacara meminta untuk mendoakan arwah para pahlawan yang sudah gugur. Mendengar kata ‘arwah’ saja rasanya sudah merinding, apalagi ditambah dengan lagu mengheningkan cipta yang syahdu dan senyap.
Pada saat dinyanyikan lagu ini, suasana terasa senyap dan hening. Bayangan menjelajah ke para pahlawan yang sudah gugur pada saat berjuang merebut kemerdekaan dan juga berjuang mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia. Di tengah-tengah suasana senyap, sunyi, dan khidmat ini, terselip juga rasa patriotisme yang tinggi. Ada semacam kebanggaan yang muncul saat ketika upacara.
Saat-saat mengheningkan cipta adalah saat merenungkan dan bersyukur atas kemerdekaan yang dicapai bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan bangsa asing. Merenungkan dan mengheningkan diri untuk merasakan lebih dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu untuk kebaikan di masa yang akan datang. Pada saat itu pula, ada semacam tuntutan mengisi kemerdekaan dengan segala aktivitas yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia.
Patriotisme memang tidak hadir dari slogan-slogan, dia hadir dari perenungan dan tindakan semua bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Patriotisme yang muncul dari upacara bendera tentu sangat berbeda dengan patriotisme yang muncul dari teori-teori yang diajarkan di dalam kelas.
Teori-teori yang ada dalam pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Sejarah dan Perjuangan Bangsa, dan Pendidikan Kewarganegaraan, hanyalah sebagian kecil usaha yang bisa disampaikan kepada anak didik. Namun, patriotisme yang hadir dari perenungan yang mendalam saat upacara berbeda, rasanya lebih baik dibandingkan dengan teori-teori saja. Terpenting juga, lagu kebangsaan bisa menumbuhkan kebanggaan dan patriotisme bagi yang menghayatinya.
Nilai Positif Lagu Kebangsaan
Banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa diambil dari sebuah lagu kebangsaan. Seperti yang sudah disebutkan bahwa ada rasa kebanggaan, patriotisme, semangat, renungan, dan penghayatan atas lagu akan memberikan banyak pembelajaran. Sisi-sisi yang menarik misalnya pada saat upacara bendera, hanya bagian kecil dari proses pembelajaran lagu kebangsaan dan sikap selama berupacara.
Hal ini menjadi sangat menarik karena lagu kebangsaan memberikan banyak pembelajaran bagi siapapun. Mengajarkan kebangsaan, patriotisme, kedisiplinan, kecintaan terhadap negara Indonesia, bisa juga diwujudkan dengan menghayati dan mencerna setiap lagu kebangsaan yang dinyanyikan.
Apresiasi lagu kebangsaan sebagai lagu-lagu wajib sangat penting untuk anak-anak Indonesia ditengah gempuran lagu-lagu pop yang marak sekarang ini. Semoga bermanfaat.
***
Makna Positif Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Lagu kebangsaan dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Lagu tersebut mempunyai kekhasan, misalnya dari lirik, melodi, dan isi pesannya. Lagu setiap negara biasanya kita dengarkan pada saat acara-acara yang melibatkan dua negara atau lebih, olahraga misalnya.
Contohnya saja saat final sepakbola Piala Asia Tenggara (AFF) antara Indonesia dengan Malaysia. Sebelum memulai pertandingan, dinyanyikanlah lagu Indonesia Raya dan Negaraku. Cabang olahraga bulu tangkis, yang sering mengharumkan nama bangsa, sering dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia di berbagai negara.
Hampir di semua ajang pertandingan bulu tangkis, Indonesia bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sayangnya, prestasi bulu tangkis Indonesia sedang terpuruk. Saya bisa merasakan semangat dan kebanggaan saat lagu kebangsaan dinyanyikan dalam sebuah gedung pertandingan. Lagu kebangsaan ini memercikan kebanggaan atas prestasi yang diraih.
Patriotisme dalam Lagu Kebangsaan Indonesia
Jika dilihat secara mendalam, di lagu Indonesia Raya terdapat banyak sisi-sisi yang membanggakan. Lagu kebangsaan Indonesia ini menggambarkan semangat, kegigihan, patriotisme, kecintaan, persatuan, kesatuan, serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman ini selalu dinyanyikan saat perayaan hari-hari penting nasional. Lagu Indonesia Raya rutinnya dinyanyikan pada saat upacara bendera. Saya masih ingat saat sekolah, setiap Senin adalah upacara bendera. Upacara bendera kata guru saya selain menanamkan kecintaan pada negara Indonesia, tetapi juga menanamkan kedisiplinan.
Kecintaan kepada negara, karena pada saat upacara bendera selain menyanyikan lagu kebangsaan, juga ikut merenungkan bangsa Indonesia secara umum. Kemudian, mendoakan para pahlawan yang sudah gugur pada saat mengheningkan cipta, dan bersemangat saat menyanyikan lagu kebangsaan.
Semangat dan harapan ini terus dipupuk dalam diri siswa-siswa yang sedang mengikuti upacara bendera. Mereka benar-benar menyanyikan dengan semangat, lantang, dan kompak. Sementara pengibar bendera mengerek bendera sampai ke ujung tiang yang ada di tengah-tengah lapangan upacara bendera.
Pada saat mengerek bendera sampai ke ujung, ada yang ditunggu-tunggu sebagai bahan candaan. Maklum masih remaja, ketika ada hal menarik untuk ditertawakan langsung menarik perhatian. Saat yang ditunggu tersebut adalah kesesuaian antara akhir lagu kebangsaan dengan sampainya bendera di ujung tiang bendera.
Jika terjadi kesesuaian, bahan candaan hilang dan upacara lancar. Sementara, jika tidak terdapat kesesuaian, spontan beberapa orang akan tersenyum bahkan mungkin tertawa. Walau tidak terbahak-bahak, tapi peristiwa lucu saat upacara bisa menjadi perbincangan ketika waktu istirahat tiba.
Kelucuan-kelucuan yang menarik dikenang sekarang. Bukan karena menertawakan lagu Indonesia Raya atau upacara benderanya, lebih karena merasa lucu atas tingkah polah remaja.
Tentang kedisiplinan yang ditanamkan melalui upacara bendera menurut salah satu guru saya waktu itu adalah ketertiban, kerapian, ketepatan, dan keseragaman pada saat upacara bendera. Guru saya menyampaikan kurang lebih begitu. Mari kita urai satu persatu.
Ketertiban, katanya kalau upacara bendera itu harus tertib. Kalau tertib maka pelaksanaan upacara akan berjalan dengan baik dan lancar. Untuk melihat ketertiban ini, biasanya di belakang barisan murid yang berjajar sebagai peserta upacara selalu ada yang mengawasi, mereka adalah guru-guru. Jika ada yang tidak tertib, bersiaplah dijewer dan dijemur sehabis upacara bendera.
Kerapian, kami harus rapi mulai dari berpakaian. Lengkap mulai dari topi sampai sepatu, kemudian barisan dan sikap yang harus terlihat rapi. Jika ada yang tidak rapi dalam berpakaian atau berbeda warna sepatu, bersiaplah untuk mendapat teguran bersama orang yang tidak tertib tadi.
Sementara untuk ketepatan, ini menyangkut waktu. Upacara harus tepat waktu, jika tidak maka berbarislah di barisan yang terkena hukuman. Misalnya datang kesiangan. Lalu keseragaman, menyangkut pakaian yang dipakai. Ternyata banyak sisi-sisi upacara yang menarik sebagai bahan pembelajaran.
Kembali lagi ke lagu kebangsaan, lagu yang membuat bersemangat pada saat dinyanyikan. Terutama lirik akhir:
“Indonesia raya merdeka, merdeka.
Tanahku negeriku yang kucinta. Indonesia raya merdeka, merdeka.
Hiduplah Indonesia raya!”
Kalau menyanyikan lagu tepat pada bait ini, rasanya semangat benar-benar berkobar sangat besar. Tambah membesar ketika dinyanyikan serentak dalam jumlah orang yang menyanyikannya banyak.
Perhatikan liriknya: “Merdeka, merdeka. Tanahku, negeriku yang kucinta”. Bergetar semangat ini saat lirik tersebut. Inilah saat yang menarik dan bersemangat ketika upacara bendera.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, selanjutnya saat mengheningkan cipta. Setelah bersemangat saat lagu Indonesia Raya, sekarang lagu nasional yang penuh rasa syahdu dan harus khidmat pada saat dinyanyikannya.
Ketika menyanyikan lagu ini, rasanya merinding, apalagi pemimpin upacara meminta untuk mendoakan arwah para pahlawan yang sudah gugur. Mendengar kata "arwah" saja rasanya sudah merinding, apalagi ditambah dengan lagu mengheningkan cipta yang syahdu dan senyap.
Pada saat dinyanyikan lagu ini, suasana terasa senyap dan hening. Bayangan menjelajah ke para pahlawan yang sudah gugur pada saat berjuang merebut kemerdekaan dan juga berjuang mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.
Di tengah-tengah suasana senyap, sunyi, dan khidmat ini, terselip juga rasa patriotisme yang tinggi. Ada semacam kebanggaan yang muncul saat ketika upacara. Saat-saat mengheningkan cipta adalah saat merenungkan dan bersyukur atas kemerdekaan yang dicapai bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan bangsa asing.
Merenungkan dan mengheningkan diri untuk merasakan lebih dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu untuk kebaikan di masa yang akan datang. Pada saat itu pula, ada semacam tuntutan mengisi kemerdekaan dengan segala aktivitas yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia.
Nilai Positif Lagu Kebangsaan
Patriotisme memang tidak hadir dari slogan-slogan, dia hadir dari perenungan dan tindakan semua bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Patriotisme yang muncul dari upacara bendera tentu sangat berbeda dengan patriotisme yang muncul dari teori-teori yang diajarkan di dalam kelas.
Teori-teori yang ada dalam pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pendidikan Sejarah dan Perjuangan Bangsa (PSPB), dan Pendidikan Kewarganegaraan, hanyalah sebagian kecil usaha yang bisa disampaikan kepada anak didik. Tetapi patriotisme yang hadir dari perenungan yang mendalam saat upacara berbeda, rasanya lebih baik dibandingkan dengan teori-teori saja.
Yang lebih penting juga, lagu ini bisa menumbuhkan kebanggaan dan patriotisme bagi yang menghayatinya. Banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa diambil dari sebuah lagu kebangsaan. Seperti yang sudah disebutkan di atas. Ada kebanggaan, patriotisme, semangat, renungan, dan penghayatan atas lagu akan memberikan banyak pembelajaran.
Sisi-sisi yang menarik misalnya pada saat upacara bendera, hanya bagian kecil dari proses pembelajaran lagu Indonesia Raya dan sikap selama berupacara. Ini menjadi sangat menarik, karena lagu kebangsaan memberikan banyak pembelajaran bagi siapapun.
Mengajarkan kebangsaan, patriotisme, kedisiplinan, kecintaan terhadap negara Indonesia, bisa juga diwujudkan dengan menghayati dan mencerna setiap lagu kebangsaan yang dinyanyikan. Apresiasi lagu kebangsaan sebagai lagu-lagu wajib sangat penting untuk anak-anak Indonesia di tengah gempuran lagu-lagu pop yang marak sekarang ini.

