logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Olah Raga    Serba Serbi Olah Raga    Artikel Umum Olahraga    Lagu Piala Dunia

Lagu Piala Dunia Menambah Gempita Penyelenggaraan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Lagu Piala Dunia  atau World Cup Anthem, semakin semarak penyelenggaraaan pesta sepak bola sedunia yang diselenggarakan setiap empat tahun tersebut. Seperti dilansir situs FIFA, salah satu tujuan dari pembuatan lagu Piala Dunia adalah untuk menghangatkan dan semakin menambah gempita penyelenggaraan pesta sepak bola paling akrab sedunia ini.

Sementara secara komersial, dengan diciptakannya lagu Piala Dunia tentu saja tidak bisa terlepas dari niat mencari keuntungan. Bayangkan saja, biasanya lagu Piala Dunia ini dinyanyikan oleh penyanyi atau grup vokal yang sedang populer di dunia, dengan demikian ketika lagu Piala Dunia tersebut dilempar ke pasaran akan mendapat sambutan hangat dari para penggemar penyanyi tersebut dan para penggemar sepak bola di dunia.

Keuntungan kedua adalah untuk kepentingan promosi penyelenggaraan Piala Dunia itu sendiri. Dan keuntungan ketiga adalah untuk memberikan kenangan-kenangan baik kepada negara penyelenggara, peserta Piala Dunia maupun kepada seluruh penonton sepak bola di dunia. 

Namun demikian, penggunaan lagu Piala Dunia dilakukan bukan sejak awal penyelenggaraan kejuraan sepak bola dunia ini. Menurut catatan, penggunaan lagu Piala Dunia baru pertama kali dilakukan untuk kejuaraan Piala Dunia tahun 1986 di Mexico. Lagu Piala Dunia pertama adalah berjudul A Special Kind of Hero, yang saat itu dinyanyikan oleh Stephanie Lawrence. 

Penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1986 ini sukses besar, dan salah satunya didongkrak oleh popularitas lagu Piala Dunia tersebut, maka panitia penyelenggara FIFA memutuskan sejak saat itu akan selalu diciptakan lagu piala dunia seiring dengan penyelenggaraan pesta akrab Piala Dunia tersebut.

Lagu Piala Dunia - Sejarah Piala Dunia

Bila penggunaan lagu Piala Dunia dimulai pada kejuaraan sepak bola dunia tahun 1986 di Mexico, maka penyelenggaraan kejuraan sepak bola dunia itu sendiri sudah dilakukan untuk pertama kalinya pada tahun 1930. Tuan rumah pertama penyelenggaraan kejuraaan sepak bola dunia ini adalah Uruguay yang pada Kongres FIFA pada tanggal 17-18 Mei 1929 di Barcelona, didukung oleh 23 peserta kongres pertama FIFA saat itu.

Pemilihan Uruguay sebagai tuan rumah dengan sendirinya mematahkan ambisi negara-negara lain yang ingin menjadi tuan rumah seperti Belanda, Spanyol, Italia, Swedia dan Hungaria. Pada awalnya penyelenggaraan kejuraan sepak bola antara negara sedunia ini bukanlah Piala Dunia, melainkan Piala Jules Rimet.

Sebenarnya pelaksanaan Piala Jules Rimet pada tahun 1930 ini, bukanlah kejuraan sepak bola dunia pertama, karena menurut sejarah perkembangan sepak bola, setidaknya pada tahun 1908 pada Olimpiade, sepak bola amatir termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Demikian pula pada tahun 1909 diselenggarakan kejuaraan sepak bola internasional di Torino. Kegiatan ini diberi nama Piala Sir Thomas Lipton. Negara-negara yang punya sejarah sepak bola kuat seperti Jerman, Italia dan Swiss mengirimkan klubnya pada kejuaraan Piala Sir Thomas Lipton ini.

Piala Dunia sepak bola dinamakan kejuraan Piala Julis Rimet, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Presiden FFFA atau Persatuan Sepak Bola Prancis, yang atas jasa-jasanya bersama Henri Delaunay menggagas untuk diadakannya pesta kejuraan sepak bola dunia, yang mempertemukan negara-negara di seluruh dunia dari empat benua. Dalam kongres FIFA di Amsterdam, ide untuk menyelenggarakan kejuraan dunia sepak bola itu diputuskan dan akan secara rutin dilakukan setiap empat tahun sekali. 

Desain Piala Jules Rimet dibuat oleh Abel La Fleur, seorang seniman lukis dari Prancis. Piala berbentuk Nike atau dewa kemenangan dalam mitologi Yunani memegang bumi itu, terbuat dari emas murni setinggi 35 cm. Sebagai tuan rumah, Uruguay berhasil merebut Piala Jules Rimet pertama setelah dalam final berhasil menumbangkan Argentina dengan skor meyakinkan 4-2. Pesta kejuraan sepak bola dunia pertama ini diikuti oleh 13 negara peserta, yakni lima negara dari eropa, enam dari Amerika Selatan dan dua negara dari Amerika Utara.

Kejuraan Piala Jules Rimet ini pernah terhenti pada saat berkecamuk perang dunia II selama hampir 12 tahun. Piala Jules Rimet berhasil dirumahkan oleh Brasil setelah menjadi negara pertama yang meraih piala tersebut sebanyak tiga kali. Brasil menjadi juara dunia sepak bola pada tahun 1958, 1962 serta 1970.

Sebagai gantinya FIFA mengganti Piala Dunia sepak bola dari emas 18 karat setinggi 36 cm. Piala Dunia yang asli menurut peraturan FIFA, hanya boleh dipegang oleh pemimpin negara dan pemenang Piala Dunia saja. Sementara itu sebagai kenangan-kenangan kepada negara yang berhasil menjadi juara, dibuatkan replikanya untuk disimpan.

Lagu-Lagu Piala Dunia

Masih ingat lagu Waka Waka atau dalam bahasa Inggrisnya berjudul This Time For Africa? Itulah salah satu sisa-sisa dari gempira penyelenggaraan kejuraan sepak bola dunia 2010 di Afrika. Penyanyi cantik dan seksi, Shakira, yang mempopulerkan lagu Piala Dunia tersebut sekaligus menjadi lagu kenangan-kenangan bagi penyelenggara, peserta dan penonton sepak bola di seluruh dunia tentang pesta akbar final sepak bola di benua Afrika. 

Lagu Piala Dunia menjadi alat promosi lintas benua untuk mensukseskan penyelenggaraan kejuraan sepak bola dunia, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menambah pundi-pundi uang untuk menyokong pendanaan. Lagu Piala Dunia 2010 yang pertama sebenarnya bukan lagu Waka Waka, karena sebelumnya pihak penyelenggara telah menyiapkan lagu Wavin Flag sebagai lagu Piala Dunia resmi untuk Piala Dunia 2010. Namun lagu yang dipopulerkan oleh K’Naan tersebut kurang menggigit sehingga tak begitu populer. Padahal dari sisi tema dan melodinya, lagu Piala Dunia Wavin Flag yang mirip lagu iklan Coca Cola ini tak kalah menarik dibanding Waka Waka.

Tapi itulah yang tidak dapat dipungkiri, bahwa kemasan sebuah lagu Piala Dunia tak bisa dipisahkan dari sosok penyanyi, video klip dan bagaimana lagu tersebut dipromosikan. Ada pula yang mengatakan selain kemasan, melodi lagu Piala Dunia Waka Waka lebih terasa pas untuk memeriahkan kegiatan sepak bola karena bisa dipakai bergoyang. Hukum ini pula yang berlaku pada lagu Alamat Palsu yang dinyanyikan penyanyi dangdut Ayu Ting Ting.

Lagu ini diciptakan dan mulai dinyanyikan pada tahun 1997, tapi ternyata baru populer dan diketahui khalayak pada tahun 2010. Lagu Piala Dunia Waka Waka memang tidak dinyanyikan pada saat upacara pembukaan, melainkan ditampilkan pada acara penutupan di Stadion Johannesburg Soccer City. Tapi lagu Piala Dunia yang ditampilkan menjelang pertandingan puncak ini, tetap saja menghipnotis jutaan orang penonton. 

Pada penyelenggaraan Piala Dunia tahun 1990, lagu Piala Dunia saat itu berjudul Un Estate Italian. Lagu Piala Dunia 1990 ini dinyanyikan oleh Edoardo Bennato dan Gianni Nannini yang berhasil menghadirkan suasana gempita khas Italia. Lagu Piala Dunia Un Estate sendiri ditampilkan pada pertandingan antara Argentina dan Kamerun, sebagai partai pembuka kegiatan Piala Dunia 1990.

Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Piala Dunia 1994 yang diselenggarakan di Amerika Serikat tidak membuat lagu sebagai lagu Piala Dunia. Kemewahan dan kemeriahan lagu Piala Dunia klasik dari Queen berjudul We Are The Champions yang dipakai sebagai lagu tema. Lagu Piala Dunia yang telah populer ini kembali bergaung dan semakin bertambah populer. Dalam syairnya yang menggelorakan semangat pantang mundur untuk menjadi yang terbaik, memang dirasa cocok dengan semangat dan gelora olahraga sepakbola.

Masih ingat dengan petikan syair “go…go…gol ale ale ale?” Itulah sebagian dari syair lagu Piala Dunia La Copa De La Vida yang dibawakan penyanyi enerjik Ricky Martin, dengan goyangan khasnya. Ini dijadikan lagu Piala Dunia 1998 yang diselenggarakan di Perancis. Sampai dengan selesai penyelenggaraan Piala Dunia, lagu ini tetap populer dan menduduki urutan pertama Billboard Hot Latin, sekaligus meraih penghargaan pop song of the year 1999. Inilah barangkali lagu Piala Dunia paling fenomenal.

Sekalipun Indonesia sulit untuk menjadi peserta putaran final sepak bola Piala Dunia, tapi tahun 2002 kita boleh bangga karena grup band Padi terpilih untuk menyanyikan salah satu dari dua judul lagu Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan. Lagu Piala Dunia yang dinyanyikan Padi berjudul Work of Heaven ini tak kalah populer dibanding lagu Piala Dunia yang utama yakni Boom yang dinyanyikan Anastacia.

Nuansa dan citra rasa Jerman dalam hal musik diwujudkan ketika Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Terpilih sebagai lagu Piala Dunia saat itu adalah Celebrate The Day yang dinyanyikan Herbert Gronemeyer dan lagu Piala Dunia The Time of Our Lives dari Il Divo.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pengobatan Tradisional untuk Cedera Olahraga Sepak Bola
  • Sejarah Olahraga di Korea Selatan
  • Enam Induk Organisasi Olahraga Internasional
  • Hiruk-pikuk Sepak Bola Indonesia
  • Mengenal Jenis Pakaian Olahraga
  • Permainan Olahraga yang Menarik dan Baik untuk Kesehatan
  • Mengenal Sejarah Olahraga Bola Sodok
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA