Keunikan Lagu Slank
Ilustrasi lagu slank
Lagu Slank bagi para slanker adalah merupakan lagu wajib yang harus mereka kuasai dan nyanyikan dalam berbagai kesempatan. Tanpa mengenal dan hafal lirik lagu yang dinyanyikan oleh group rock tersebut, maka belum lengkap rasanya seseorang mengaku menjadi seorang slanker. Slankers sendiri adalah sebutan untuk mereka yang menjadi penggemar group Slank.
Selain para Slanker, lagu Slank sendiri banyak digemari masyarakat. Baik mereka yang berusia remaja maupun yang sudah beranjak dewasa. Tidak sedikit masyarakat yang masih menghafal lagu Slank yang diluncurkan di awal kemunculan mereka di pentas musik tanah air.
Beberapa lagu Slank yang cukup abadi di antaranya adalah Mawar Merah, Kampungan, Terlalu Manis, Bang-bang Tut, Pak Tani, Virus, Bendera Setengah Tiang dan masih banyak lagi. Tema yang diangkat dalam lagu Slank pun sangat beragam. Mulai dari tema percintaan, persahabatan, rasa cinta negara hingga masalah sosial pun diangkat sebagai tema lagu mereka.
Keluarnya beberapa punggawa Slank seperti Bongki, Indra dan Pay, tidak menyebabkan group musik yang bermarkas di Gang Potlot ini larut dalam kehancuran. Kehadiran Ridho, Ivanka dan Abdee Negara justru menjadikan warna musik dan lagu Slank menjadi lebih variatif dan menarik untuk disimak.
Keunikan Lagu Slank
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa lagu Slank banyak digemari masyarakat. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah :
- Musiknya cenderung sederhana sehingga mudah untuk dicerna dan dinyanyikan oleh penggemarnya.
- Lyrik lagu Slank menggunakan bahasa yang mudah dimengerti serta cukup berani dalam bermain kata-kata. Tak jarang, lagu Slank menggunakan bahasa yang cukup vulgar atau juga tanpa basa basi. Lihat saja lagu “Seperti Para Koruptor” atau juga lagu “Gosip Jalanan” yang bahkan sempat hendak digugat oleh para anggota DPR.
- Gaya bermusik Slank selalu bisa mengikuti perkembangan jaman sehingga tidak terlihat kuno di telinga.
- Tema lagu Slank yang bervariatif, menjadikan penggemar tidak mudah bosan. Hal ini yang membedakan dengan beberapa group musik lain yang biasanya cenderung monoton dalam memilih tema lagu. Seperti hanya berbicara soal percintaan saja, yang pada akhirnya menjadikan pendengar menjadi bosan.
- Lagu Slank dianggap mewakili masalah yang ada di tengah masyarakat. Sehingga menjadikan masyarakat memiliki hubungan batin dengan musik Slank. Hal ini sebagaimana yang pernah terjadi ketika era musik Iwan Fals yang dianggap mewakili keresahan suara rakyat.
Ringannya Lagu Slank
Gaya yang khas dalam beraksi di atas panggung, disertai musik yang khas, lirik yang menyentil, dan karakter masing-masing personilnya yang nyentrik dan unik selalu mampu merebut perhatian penggemar musik Indonesia. Slank telah melewati tiga periode dari tahun 80-an, 90-an hingga 2000-an. Namun, lagu Slank yang terdahulu masih enak didengar, masih banyak yang mengingat, dan masih produktif bermusik.
Dimotori oleh Kaka dan Bimbim, kedua sosok ini seakan menjadi ikon grup musik Slank, meskipun masih ada personil lainnya yang hingga saat ini masih tergabung yaitu Abee, Ridho, dan Ivanka. Lagu Slank nyeleneh selaras dengan penampilan personilnya yang nyeleneh juga. Dalam banyak penampilan off air, Kaka sang vokalis cenderung melepas baju alias bertelanjang dada, terkadang begitupun dengan Bimbim.
Dalam penampilan on air pun tak kalah nyentriknya, dengan berbagai aksesori, rambut rasta panjang, dan pakaian ketat yang mereka kenakan menjadi ciri khas grup band ini. Tindikan pun menjadi ciri khas grup band Slank. Slank memiliki karakter tersendiri. Karakter tersebut tak hanya menjadi tampilan yang tampak secara visual namun muncul juga dalam karyanya secara audio dalam lagu Slank.
Lagu Slank tak hanya berbicara persoalan cinta. Jika pun berbicara mengenai tema cinta, lagu Slank selalu unik dari segi liriknya. Lagu Slank yang bertema tentang cinta disajikan dalam suguhan teks yang nyeleneh dan menyelintir banyak orang secara halus. Selain lagu bertema cinta, lagu Slank pun banyak yang menyentil persoalan realitas sosial.
Latar belakang mereka sebagai anak band yang berjuang sendiri dengan segala permasalahannya seputar kehidupan di jalanan dan akrab dengan narkoba membuat mereka dekat dengan masyarakat yang terpinggirkan. Anak jalanan, pengamen, dan kalangan mahasiswa banyak yang menggemari lagu Slank, tentunya menggemari grup band unik tersebut.
Sebagai sebuah grup band, Slank memiliki penggemar yang disebut Slanker, dan Slank pun memiliki sekretariat atau basecamp, yang merupakan pusat aktivitas Slank, termasuk interaksi dengan Slanker di kawasan Potlot, Jakarta.
Lagu Slank acapkali menjadi pembela dari sebagian masyarakat yang terabaikan, yang terintimidasi, ataupun yang mendapat perlakuan kurang adil. Lagu Slank pun memunculkan sikap ironi atas apa yang terjadi di negeri ini. Lagu Slank bertema percintaan yang cukup fenomenal muncul di tahun 90-an, salah satunya berjudul "Kamu Harus Pulang".
Lagu Slank "Kamu Harus Pulang" menceritakan persoalan percintaan, persoalan berkencan dengan pacar hingga larut malam. Persoalan orang tua yang pasti akan memarahi, mengomeli, dan melarang anaknya pulang malam menjadi kendala tersendiri dalam hubungan percintaan yang dijalani. Kesempatan berpacaran terbatas oleh waktu dan pengertian orang tua.
Lirik lagu Slank tersebut cenderung ringan namun bermakna menyindir. Menyindir pelaku percintaan yang selalu ingin berdua-duaan, menganggap pacarnya hanyalah miliknya seorang.
Lirik lagu Slank tersebut pun sekaligus menyindir orang tua yang tidak memahami sisi psikologis anaknya yang sedang di mabuk cinta, melewatkan malam bersama pacarnya untuk bermain mengunjungi banyak tempat yang menyenangkan. Berikut adalah penggalan lagu "Kamu Harus Pulang" tersebut.
Pacarku ayo kita pulang
Waktu hampir jam 12 malam
Kita nggak bisa kemana-mana lagi
Karna kita sudah berjanji
Pacarku kita harus pulang
Aku nggak mau nanti disalahkan
Dicap jelek sama keluargamu
Dimusuhi sama mamamu
Kamu harus cepat pulang
Jangan terlambat sampai di rumah
Kamu harus cepat pulang
Walau sedang nikmati malam ini
Lagu Slank - Lirik Ringan
Lagu Slank memang cenderung ringan dan mudah diingat. Slank acapkali menggunakan pilihan kata yang ringan dan aransemen musik yang tak rumit. Lagu Slank selalu mudah diingat dan enak didengar meskipun baru pertama kali diperdengarkan. Karena pemilihan diksi yang ringan, lagu Slank kadang dianggap dibuat asal-asalan, asal jadi, asal produksi, asal eksis.
Namun, pembuatan lagu dengan lirik ringan tersebut justru menjadi kekuatan yang jarang dimiliki grup musik lain. Melalui liriknya yang ringan, Slank menjelaskan kepada masyarakat bahwa lirik lagu tidaklah harus dibuat dengan susah payah. Lirik lagu sebaiknya mendekatkan diri kepada masyarakat sebagai pendengarnya. Mengangkat apa-apa yang dekat dengan kejadian keseharian merupakan keunggulan yang membuat digemarinya sebuah lagu.
Lagu Slank bertema cinta yang berjudul "Virus" menunjukkan bahwa sosok aku (dalam lirik) yang mencintai seseorang. Terlihat dengan jelas dalam liriknya bahwa sosok aku memiliki cinta yang tulus, meskipun sosok aku berupaya agar seseorang yang dicintainya memiliki perasaan cinta yang sama.
Namun, ia tidak mau memaksakan perasaannya yang dapat membuat seseorang yang dicintainya tersiksa, menderita, dan berada dalam kondisi yang gamang. Meskipun terlihat sulitnya mendapatkan cinta seseorang tersebut, namun sosok aku terlihat begitu optimis, percaya diri untuk dapat membuat seseorang tersebut akhirnya lumpuh, jatuh cinta, tak berdaya dalam cinta yang diberikan sosok aku (seperti halnya virus). Hal tersebut tampak pada baris akhir lagu.
Aku gak mau menjadi setan yang menakutimu
Aku gak mau menjadi iblis yang menyesatkanmu
Yang aku mau kau mencoba ... tuk mengenal aku
Yang aku mau kau belajar ... tuk mencintai aku
Tulus ... dan apa adanya....
Aku gak mau seperti api ... membakar hatimu
Aku gak mau seperti duri ... yang melukaimu
Yang aku tau ku mencoba ... terbuka
Yang aku tau ku sengaja ... tuk slalu bicara
Jujur ... dan apa adanya ....
Aku bisa saja menjadi seperti virus
Yang melumpuhkanmu
Lagu Slank - Kritik dalam Lirik
Sebagai seniman, Slank berupaya merespons gejala yang terjadi di masyarakat. Gejala korupsi tak luput dari perhatian Slank. Lagu Slank berjudul "Seperti Para Koruptor" yang dirilis tahun 2008 pada album The Big Hip tak hanya berkorelasi pada tahun pembuatannya saja. Kasus-kasus korupsi yang membelit negeri ini menjadi terdeskripsikan dengan baik dalam lagu Slank tersebut.
Tema percintaan dipadupadankan dengan kasus korupsi yang terkuak. Cinta yang tulus tak dilihat dari harta tapi dilihat dari hati, dari perjuangan, dan kesungguhan.
Biarpun hidup susah asalkan dapat bahagia, hidup tenteram, dan menikmati kehidupan tanpa dikejar-kejar persoalan seperti koruptor yang hidup bergelimang harta namun tidak mendapatkan kebahagiaan batin. Dalam lagu Slank tersebut, grup ini telah mampu memberikan analogi percintaan yang penuh dengan sindiran.
Seperti para koruptor
Aku nggak butuh uangmu
Aku nggak butuh hargamu
Yang kubutuh hanya cintamu
Setulus cintaku padamu
Aku nggak mau warisanmu
Aku nggak mau kekayaanmu
Yang ku mau rasa sayangmu
Sesayang aku padamu
Hidup sederhana
Nggak punya apa-apa
Tapi banyak cinta
Hidup bermewah-mewahan
Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor
Seperti para koruptor
Aku nggak perlu make up-mu
Aku nggak perlu bajumu
Yang ku perlu isi dadamu
Sepenuh kasihku padamu
Aku nggak penting warna lipstik-mu
Aku nggak penting perhiasanmu
Yang penting jujur hatimu
Sejujurnya aku “fallin’ in love, padamu..”
Hidup sederhana nggak punya apa-apa
Tapi banyak cinta
Hidup bermewah-mewahan
Punya segalanya tapi sengsara
Seperti para koruptor
Seperti para koruptor
Seperti para koruptor
Persoalan kekritisan dalam lagu-lagunya, acapkali diperlihatkan Slank. Lagu Slank, "Tong Kosong" misalnya merupakan lagu yang dapat dikorelasikan dengan banyak aspek kehidupan.
Lagu ini berkaitan dengan perilaku seseorang yang lebih banyak berbicara namun tak ada isinya, tak ada manfaatnya. Kecenderungan orang yang gila hormat, ingin disanjung, ingin disegani, ingin dianggap pintar, ingin dinilai berwibawa, dan seolah tahu segala hal tergambarkan dengan utuh dalam lagu Slank ini.
Dalam lagu ini pun sesungguhnya Slank telah berupaya mengkaji sisi psikologis seseorang pada satu waktu berkaitan dengan posisinya di suatu tempat, juga pada upaya menempatkan diri di hadapan banyak orang.
Ironi yang dimunculkan begitu bernas, yakni kebanyakan memang lebih senang memerintah, berbicara, berkoar-koar soal berbagai hal tapi tak mengerti apa yang dikatakannya dan tak dapat melakukan tindakan nyata, hanya mampu mengobral kata, menjual janji, dan membuat kepalsuan.
Dalam lagu Slank "Tong Kosong" ini pun, Slank berupaya memberikan nasihat kepada pendengarnya, kepada masyarakat agar tidak segera menilai orang atas apa yang dilihat saja sebelum mengenal lebih jauh orang tersebut. Dalam lagunya tersebut, terselip sebuah nasihat namun tidak memiliki kesan menasihati atau memberikan petuah selayaknya guru kepada muridnya.
Lagu Slank ini pun begitu banyak digemari, terlebih bagi orang-orang yang acapkali mendapat cibiran, stigma dari sebagian besar masyarakat. Lagu ini merupakan lagu representasi atas apa yang dialami personil Slank dengan berbagai hal yang menimpanya.
Sedikit ngerti ngaku udah paham
Kerja sedikit maunya kelihatan
Otak masih kaya 'TK,
Kok ngakunya Sarjana
Ngomong-ngomongin orang
Kaya udah jagoan...
Chorus:
Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang
Hak manusia ingin bicara
Hak manusia ingin bernyanyi
Kalau sumbang janganlah didengarkan
Kalau merdu ikutlah bernyanyi
Jangan ngelarang-larang
Jangan banyak komentar
Apalagi menghina
Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang
Terserah mereka kalian atau saya
Asal nggak ngelanggar hukum
Biarkan saja
Tong-tong kosong mending pada diam
Biar dunia tentukan pilihan
Yang mana yang benar ....
Yang mana yang baik ...
Dari pada elo jadi ....
Tonk kosong nyaring bunyinya
Klentang-klentong kosong banyak bicara
Oceh sana-sini ngak ada isi
Otak udang ngomongnya sembarang
aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa
tang tong, tang kosong
Lagu Slank telah menjadi satu pembuktian bahwa musik pun dapat menjadi media pengungkapan ekspresi hati, dapat pula menjadi bentuk kritik atau protes atas realitas.
Slank tak hanya mampu menyihir pendengar musiknya agar terlena dengan kreasi melodi saja tetapi mengajak pendengarnya, khususnya para Slanker untuk juga memiliki kepedulian, sama-sama memikirkan keberlangsungan negara yang diancam berbagai hal yang mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan. Slank telah mampu menjadi pelaku kritik atas berlangsungnya proses berbangsa dan bernegara

