logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Non-Formal    Seminar

Landasan Pendidikan Aspek Penting untuk Keberhasilan Pendidikan


Ilustrasi landasan pendidikan

Untuk mendapatkan pendidikan yang kokoh harus dimulai dari landasan pendidikan yang kuat. Pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya jika landasannya tidak kuat atau tidak utuh. Praktik pendidikan dilaksanakan untuk memberikan pendidikan dan pengajaran kepada peserta didik agar mampu menjalankan kehidupannya sesuai dengan harkat dan martabatnya. Bukankah pendidikan merupakan hak dari semua warga negara? Oleh karena itu, landasan pendidikan sangatlah penting.

Landasan pendidikan ibarat pondasi dasar untuk membangun pendidikan sesuai ke arah yang dicita-citakan bangsa. Tentu kita tidak ingin mencetak generasi penerus hanya dengan berpedoman pada nilai yang dihasilkan saja. Nilai hanya menujukkan kuantitatif dari hasil pencapaian belajar, tetapi tidak bisa dijadkan sebagai alat ukur keberhasilan karena kualitas pendidikanlah yang menjadi indikator utama. Jadi, perlu upaya penetapan landasan pendidikan yang kokoh supaya tujuan pendidikan bisa tercapai.

Landasan Pendidikan – Aspek dalam Keberhasilan Pencapaian Pendidikan

Kita bisa berpegang dengan kuat jika didukung oleh landasan yang kuat. Ibarat bangunan rumah, supaya bangunan itu tetap kokoh dan kuat dalam waktu yang lama, dibutuhkan pondasi yang baik sebagai landasannya. Sama halnya dengan landasan pesawat, jika tidak dibuat dengan baik, pesawat akan sulit untuk mendarat dengan sempurna. Bisa dianalogikan seperti itu, berarti landasan pendidikan sangat penting untuk menetapkan tujuan pendidikan.

Landasan pendidikan mengandung arti sebagai alas atau dasar atau fondasi pendidikan. Sama halnya juga landasan itu merupakan sebuah pijakan dasar, yang akan menjadi titik tolak dalam praktik pendidikan. Dalam setiap landasan memuat konsep atau asumsi berupa gagasan, prinsip, kepercayaan atau pernyataan yang dianggap benar dan dijadikan titik tolak kerangka berpikir. Berdasarkan pemikiran tersebut, bisa dikatakan bahwa landasan pendidikan adalah seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam rangka pendidikan.

Bila selama ini kita masih belum dianggap berhasil dalam melaksanakan praktek pendidikan sebagaimana yang dicita-citakan, bisa jadi kembali ke landasan pendidikan yang dirumuskan. Landasan pendidikan yang kita terapkan selama ini apakah sudah sesuai dengan apa yang dicita-citakan atau malah membuat dunia pendidikan menjadi tidak berfungsi dengan baik. Perlu adanya pemahaman lebih lanjut dari landasan pendidikan ini, supaya praktek pendidikan bisa berjalan dengan optimal.

Bentuk-bentuk Landasan Pendidikan

Bagaimana membuat sebuah landasan pendidikan yang baik itu, setidaknya kita harus berkiblat pada beberapa asumsi yang menjadi latar belakang dari landasan pendidikan tersebut. Asumsi dasar yang membangun landasan pendidikan bersumber dari pembentukkan landasan pendidikan melalui asumsi yang mana.

Mungkin kita tidak mengerti apakah yang mendasari sebuah landasan pendidikan, karena kita hanya melakukan apa yang tercantum dalam landasan pendidikan itu. Untuk merumuskan landasan pendidikan, setidak ada beberapa asumsi yang harus diperhatikan. Asumsi inilah yang membentuk landasan pendidikan kita.

Asumsi dasar pemikiran yang menjadi acuan dalam landasan pendidikan ini, termasuk dalam bentuk-bentuk landasan pendidikan itu sendiri. Dengan kata lain, asumsi dasar inilah yang membentuk landasan pendidikan menjadi beberapa bentuk landasan. Berikut beberapa bentuk landasan pendidikan.

1. Landasan Pendidikan Filosofis

Landasan pendidikan ini berangkat dari asumsi yang bersumber pada filsafat, dan dijadikan sebagai titik tolak dalam praktik pendidikan. Landasan filosofis ini berkaitan dengan hakikat pendidikan, seperti apakah pendidikan itu, apa tujuan pendidikan, serta bagaimana pendidikan itu dijalankan. Landasan filosofis ini berangkat dari aliran-aliran filsafat seperti essensialisme, perenialisme, progresivisme, pragmatisme, rekonstruksionisme, dan pancasila.

2. Landasan Pendidikan Sosiologis

Landasan pendidikan ini berpijak dari asumsi bahwa manusia adalah makhluk sosial dan tidak bisa lepas dari orang lain. Kita sebagai anggota masyarakat dengan memiliki berbagai karakteristik sosiokultural, dijadikan sebagai landasan dalam praktek pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya fenomena sosial dan struktur sosial yang terjadi dalam masyarakat Indonesia yang berkaitan erat dengan bidang pendidikan.

3. Landasan Pendidikan Kultural

Landasan pendidikan kultural ini berangkat dari asumsi yang mengatakan bahwa ada keterkaitan antara kebudayaan dengan pendidikan. Kebudayaan sebagaimana halnya sistem sosial yang berlaku dalam masyarakat, merupakan sebuah kondisi yang esensial untuk perkembangan dan kehidupan masyarakat.

Apa keterkaitan antara kebudayaan dengan pendidikan? Kedua saling terkait karena kebudayaan menjadi sebuah kondisi belajar, kebudayaan memiliki daya dorong yang kuat, serta memberikan rangsangan tertentu. Lalu kebudayaan itu memiliki sistem ganjaran atau hukuman terhadap perilaku sesuai dengan nilai budaya yang berlaku, serta kebudayaan yang memiliki pola perilaku tertentu yang terjadi secara berulang-ulang.

4. Landasan Pendidikan Psikologis

Para pelaku pendidikan terdiri dari jiwa-jiwa, dan oleh sebab itu pendidikan selalu menyangkut aspek kejiawaan seseorang. Inilah yang menjadi asumsi dari landasan pendidikan psikologis. Asumsi lainnya yang membentuk landasan pendidikan psikologis ini adalah hakekat manusia dalam sudut pandang keilmuan psikologi yang terdiri dari pandangan psikologi seperti behaviorisme, teori belajar, humanisme dan sebagainya.

5. Landasan Pendidikan Ilmiah dan Teknologi

Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat erat kaintannya dengan pendidikan, mengingat ilmu pengetahuan dan teknologi salah satu bagian dari pendidikan pengajaran. Keterkaitannya keduanya inilah yang menjadikan dasar terbentuknya landasan pendidikan ilmiah dan teknologi ini. Keterkaitan dalam hal pewarisan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, dan pendidikan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai medianya.

6. Landasan Pendidikan Religus

Landasan pendidikan ini memuat asumsi-asumsi yang berasal dari aspek religi atau ajaran agama. Aspek religi dan agama ini menjadi dasar dalam rangka melaksanakan praktek pendidikan, serta menjadi studi dalam pendidikan.

7. Landasan Pendidikan Yuridis

Landasan pendidikan yuridis ini berangkat dari asumsi-asumsi yang mengatakan bahwa perangkat peraturan-peraturan yang tercantum dalam perundang-undangan yang berlaku, menjadi dasarnya. Dengan kata lain landasan pendidikan yang digunakan dalam praktek pendidikan bersumber dari aturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Fungsi dari Pembentukan Landasan Pendidikan

Landasan pendidikan dibentuk dengan menggunakan berbagai sudut pandang seperti filsafat, sosiologis, psikologis, kultural, ilmiah, religius, serta yuridis sudah tentu memiliki fungsi yang esensial bagi dunia pendidikan kita. Mengingat landasan pendidikan tidak hanya tertuju pada upaya pengembangan keterampilan pendidikan berdasarkan spesialisasi progam pendidikan saja, tetapi landasan pendidikan juga harus fokus pada pengembangan wawasan pendidikan .

Landasan pendidikan juga berkenaan dengan asumsi-asumsi tentang pendidikan mana yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga pengajaran, sehingga landasan pendidikan bisa menjadi sebuah cara pandang dan bersikap untuk melaksanakan praktek pendidikan. Asumsi yang dipilih oleh tenaga pengajaran tadi secara otomatis bisa dijadikan sebagai dasar atau rujukan konseptual untuk melaksanakan praktek pendidikan.

Jadi, berdasarkan asumsi tersebut, antara landasan pendidikan dengan tenaga pengajaran atau pendidikan, landasan pendidikan berfungsi sebagai dasar atau pijakan dan pedoman pada saat praktik pendidikan berlangsung. Jelas bahwa untuk menjalankan sebuah pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, harus dilandasi dengan landasan pendidikan yang kokoh.

Tugas pendidikan bukanlah terletak di tangan para pengajar saja, tetapi juga semua pihak. Membangun landasan pendidkan yang sesuai dengan cita-cita luhur pendidikan sangat lah penting untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik ke depannya.

Mungkin saja dunia pendidikan kita saat ini perlu melakukan perbaikan, mengingat masih banyak kebijakan pendidikan yang masih dipandang seakan dipaksakan. Kita bisa melihat dari banyak kasus banyaknya praktik kecurangan setiap melaksanakan ujian nasional. Dari sana, kita bisa bercermin bahwa keberhasilan pendidikan bukan dilihat dari seberapa besar nilai yang diraih oleh siswa, tapi juga didukung oleh landasan pendidikan yang mencakup semua bidang keilmuan dan kehidupan kita.

Kita tentu saja tidak ingin dunia pendidikan menjadi tidak berfungsi sebagaimana yang telah dicita-citakan bukan? Untuk itu, perlu kesadaran dari berbagai pihak yang mendukung terlaksananya sistem pendidikan yang kondusif berdasarkan pada landasan pendidikan yang kuat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Berita Pendidikan Indonesia - Harum di Luar, Buruk di Dalam
  • Gaya President University Membentuk Pemimpin Masa Depan
  • Menyusun Pidato Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Beasiswa BPPS Bagi Dosen dan Calon Dosen
  • Tips dan Strategi Menyampaikan Pidato Lingkungan
  • Mewujudkan Lingkungan Pendidikan Islam bagi Anak
  • Pendidikan Seks = Tabu? - ANNEAHIRA.COM
  • Kemiskinan sebagai Masalah Pendidikan di Indonesia
  • Menjaga Bumi dengan Pendidikan Lingkungan Hidup
  • Pembangunan Pendidikan Nasional
  • Menyimak Pidato Narkoba Presiden
  • Poster Pendidikan Indonesia - Maju, Pasti, dan Berani
  • Kontekstualitas Dalam Terjemahan Bahasa Indonesia ke Inggris
  • Para Pejuang Globalisasi Pendidikan
  • Perkembangan Sejarah Pendidikan Islam
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA