logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

6 Langkah Metode Ilmiah dan Menyelamatkan Karya dari Plagiasi


Ilustrasi langkah metode ilmiah

Penelitian ilmiah biasanya dilakukan oleh mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir kuliah (skripsi, tesisi, dan disertasi). Atau biasa juga dilakukan lembaga-lembaga kajian dan penelitian secara swadaya. Penelitian ilmiah memang suatu perkerjaan yang cukup sulit karena ia meliputi langkah metode ilmiah yang ketat dan baku. Penyusunan dari awal penelitian hingga akhir, bahkan penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan peraturan ilmiah yang sudah ditetapkan.

6 Langkah Metode Ilmiah

Untuk menyusun bagian-bagian dalam penelitian ilmiah diperlukan  beberapa langkah metode ilmiah yang sistematis dari awal hingga akhir penulisan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penelitian ilmiah.

Langkah Pertama: Menentukan Tema

Buatlah tema penelitian semenarik mungkin agar penelitian Anda dapat dipertimbangkan, baik oleh pembimbing Anda di kampus maupun oleh lembaga donor yang akan membiayai penelitian ilmiah Anda. Tema biasanya dibentuk dalam sebuah judul dengan menggunakan dua variabel.

Di dalam langkah metode ilmiah pertama ini, dua variabel yang digukana mesti berhubungan, namun hubungan itu tidak selamanya harus merupakanhubungan sebab akibat. Contohnya, “Lambang Partai A Ditinjau dari Pendekatan Semiotika”. Lambang partai A sebagai variabel pertama, sedangkan semiotika sebagai varibel kedua.

Sedangkan yang menunjukkan sebab akibat misalnya, “Pengaruh Iklan Terhadap Minat Membeli Suatu Produk”, “Manfaat Supervisi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan”.

Langkah Kedua: Menyusun Pendahuluan

Sudah jamak diketahui, langkah metode ilmiah kedua yang selalu dilakukan adalah menyusun pendahuluan. Karena itu, susunlah pendahuluan dengan menggunakan argumentasi yang menarik. Pendahuluan ini lazim disebut sebagai latar belakang masalah.

Anda tidak perlu panjang lebar menyusunnya, yang terpenting adalah dengan pendahuluan itu Anda dapat menjelaskan maksud dari tema penelitian ilmiah yang Anda angkat. Anda bisa juga menampilkan contoh kasus yang nyata sebagai perbandingan dalam pedahuluan tersebut.

Langkah Ketiga: Identifikasi Masalah

Untuk menjawab tema yang akan Anda angkat, maka perlu ada identifikasi masalah penelitian. Inilah langkah metode ilmiah yang ketiga. Identifikasi ini biasanya disusun dengan menggunakan kalimat pernyataan (seperti judul, kemudian diikuti dengan bagian pertanyaan).

Identifikasi yang baik bukan berarti yang disusun dengan banyak pertanyaan. Paling tidak, Anda bisa menyusun dua pertanyaan identifikasi masalah, sehingga penelitian Anda tidak terlalu memakan banyak waktu dan biaya. Setelah identifikasi, biasanya dilanjutkan dengan manfaat serta tujuan penelitian.

Langkah Keempat: Kajian Teoritis

Menyusun kerangka teori. Jika dalam penelitian itu Anda menggunakan teori semiotika, maka Anda harus menjelaskan bagaimana teori itu membedah suatu persoalan. Apa keunggulan penelitian dengan menggunakan teori tersebut, juga teori semiotika dari sapa saja yang akan Anda gunakan. Seperti inilah langkah metode ilmiah dalam hal kajian teoritis.

Kerangka teori ini berguna untuk menjelaskan seluruh argumentasi yang akan Anda susun dalam penelitian ilmiah sehingga argumen Anda dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula. Bagian ini juga bertugas untuk menjelaskan tema serta judul yang Anda angkat dalam penelitian.

Langkah Kelima: Metode Penelitian

Metode penelitian yang akan digunakan. Secara umum metode itu dibagi menjadi dua, yakni kuantitafi dan kualitatif. Dalam menggunakan meteode kuantitatif, Anda wajib menguji variabel yang ada dalam tema penelitian Anda. Jika Anda menulis judul penelitian “Pengaruh Iklan Terhadap Minat Membeli Suatu Produk”, maka Anda harus sampai pada putusan apakah ada hubungan atau tidak antara iklan dengan minat membeli.

Metode kualitatif sendiri lebih pada penyusunan argumentasi rasional dalam mengkaji tema penelitian. Tidak ada uji variabel seperti kuantitatif, metode kualitatif membuka kemungkinan bahwa hasil dari penelitian yang Anda lakukan dapat dikembangkan dengan penelitian yang lain. Inilah langkah metode ilmiah kelima yang mesti ada. 

Langkah Keenam: Penyusunan Kesimpulan

Langkah metode ilmiah yang terakhir adalah penyusunan kesimpulan. Kesimpulan biasanya ditulis berdasarkan poin per poin dengan kalimat lugas. Tidak ada lagi argumentasi dalam kesimpulan, cukup hanya afirmasi (penegasan) atas temuan yang Anda peroleh.

Enam langkah di atas adalah susunan umum yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah. Hal yang lebih teknis dan berbagai perbedaan langkah biasanya tergantung institusi masing-masing. Setelah Anda memahami langkah-langkah tersebut, mulailah mencoba melakukan penelitian yang sederhana.

Bentuk Plagiarisme dalam Karya Tulis Ilmiah

Meski sudah mempelajari 6 langkah metode ilmiah yang biasa dilakukan dalam penulisan karya ilmiah, namun tak sedikit juga terjadi plagiasi. Memang, hal yang tak bisa dihindarkan dalam penulisa karya ilmiah adalah, mengadopsi pikiran dan tulisan orang lain. Bahkan terkadang, hal mesti dilakukan. Tujuannya adalah, untuk memperkuat teori yang dikembangkan.

Sejatinya, untuk menyelamatkan karya tulis atau hasil penelitian ilmiah kita dari plagiasi, jika harus mengadopsi pikiran orang maka yang mesti dilakukan adalah dengan menyebutkan nama penulisnya dan karyanya. Jika ini dilakukan, maka kita tidak tergolong plagiasi. Alasannya, kita tetap menghargai dan menghormati gagasannya.

Secara umum, ada tiga bentuk plagiasi yang kerap terjadi di dalam karya tulis ilmiah.

1. Mengambil teks

Mengambil teks maupun menggunakan teks dan data yang terdapat pada hasil penelitian orang lain kerap terjadi di karya tulis ilmiah. Pengambilan teks yang dilakukan tak pernah memunculkan pengakuan ihwal pengutipan sumber asli dengan benar dan lengkap.

2. Menyajikan Struktur Gagasan

Dalam penyajian struktur gagasan juga kerap terjadi plagiasi. Ia mengakui bahwa struktur gagasan yang ditorehkannya di dalam karya tulisnya dengan tetap mengikuti langkah metode ilmiah yang ditetapkan adalah gagasannya sendiri. Padahal, struktur gagasannya tersebut diambil dari milik orang lain, ia hanya mengubah referensi yang digunakannya.

3. Menggunakan Kode Program

Penelitian yang dilakukan dalam format pengembangan, umumnya menghasilkan produk. Produknya bisa saja sofware, program, atau bahkan hasil penilitian yang dilakukan dengan menggunakan langkah metode ilmiah menghasikan audio visual. Umumnya, plagiasi yang terjadi dengan cara tidak menyebutkan sumber aslinya. Ditampilkannya produk tersebut begitu saja seolah-olah karyanya sendiri.

Cara Tepat Menghindari Plagiasi

Untuk menghindari plagiasi, cara yang tepat dilakukan adalah dengan mengutip. Namun, dalam mengutip juga dibutuhkan trik, sehingga karya ilmiah yang dihasilkan dari langkah metode ilmiah yang baik memberikan hasil yang baik.

Jik ditanya kapan melakukan pengutipan yang tepat? Sejatinya, tidak ada aturan baku dalam hal kapan pengutipan dilakukan. Semuanya tergantung pada pertimbangan peneliti sendiri. Fungsi kutipan langsung dalam karya ilmiah adalah,

  • Untuk Memperkuat Gagasan

Umumnya, kutipan langsung digunakan manakala kata-kata asli yang digunakan pengarang sudah sangat ringkas dan meyakinkan. Sehingga, tak ada kesempatan orang lain untuk menyanggah atau membatah kata-kata yang digunakannya. Sehingga kutipan langsung dalam penulisan ilmiah kerap digunakan untuk memperkuat gagasan atau membantah gagasan lain yang keliru.

  • Kutipan langsung digunakan sebagai dokumentasi dalam bentuk karya ilmiah yang membolehkan penggunaan footnote. Dalam hal ini, kata-kata yang dikutip juga mesti memiliki batasan. Yaitu, yang memang penting untuk dicantumkan.
  • Kutipan langsung boleh digunakan dalam hal yang sudah dipatenkan, tidak bisa diubah-ubah lagi frase kata-katanya. Misalnya saja undang-undang dasar. Bahkan ini menjadi cara terbaik untuk tidak terjadinya salah penafsiran.
  • Kutipan langsung yang wajib dilakukan adalah ketika menampilkan rumus-rumus, seperti rumus matematika, fisika, dan kimia. Sungguh tidak mungkin dilakukan perubahan kata. Pasalnya, rumus-rumus tersebut juga bagian dari yang dipatenkan.

Setelah mengerti fungsi kutipan langsung, maka aturan mengutip juga mesti dipahami.

  • Pengutipan dilakukan seperti apa adanya atau the exact word. Sehingga kata-kata yang digunakan sama. Begitu juga dengan tanda baca, ejaan, penggunaan huruf dan sebagainya.
  • Jika keterangan waktu yang dikutip sudah cukup lama sehingga tidak sesuai dengan konteks penulisaan saat akan ditulis, maka bisa digunakan tanda interpolation. Yaitu, semua sisipan mesti ditandai dengan dua kurung persegi.
  • Jika kutipan terlalu panjang, peniliti yang melakukan pengutipan boleh memotong katanya.  Inilah yang dikenal dengan elipsis.

Inilah sekilas tentang langkah metode ilmiah dalam penilitian dan penulisan karya ilmiah. Semoga dengan adanya tambahan masalah pengutipan membuat pemahaman kita menjadi jelas dan terang benderang.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Contoh Daftar Isi Skripsi dan Manfaatnya
  • Penulisan Abstrak Makalah dalam Bahasa Inggris
  • Tips Penulisan Karya Tulis Ilmiah
  • Trik Membuat Landasan Teori Skripsi
  • Ketika Novel Terjemahan Membanjiri Toko Buku
  • Komik Indonesia dan Sejarah Panjangnya
  • Judul Penelitian Kuantitatif
  • Belajar Membuat Artikel Bahasa Inggris untuk Anak SD dan SMP
  • Mengetahui Segala Hal Tentang Kuesioner Penelitian
  • Penyusunan Makalah Pancasila
  • Phoenix - Burung Mitos Berbagai Budaya
  • Sampel dalam Metode Penelitian Kuantitatif
  • Pengertian Riset dan Karya Ilmiah
  • Penulisan Karya Ilmiah Skripsi
  • Catatan Kaki Memperjelas Sebuah Paparan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA