Pengaruh Latihan Aerobik Terhadap Tubuh dan Mental
Anda tentu pernah melakukan latihan aerobik, bukan? Pertanyaan yang bukan hanya penulis ajukan sama wanita saja, lho. Pria pun penulis sertakan. Ya, saat ini latihan aerobik memang masih identik dengan aktivitas wanita. Kaum adam masih jarang melakukan aktivitas ini apalagi, menjadikannya sebagai rutinitas.
Memang wajar jika saat ini kaum adam masih banyak yang enggan melakukan latihan aerobik. karena sejak awal kemunculannya, latihan aerobik selalu identik dengan kesan feminin yang hanya dimiliki kaum hawa. Bagaimana tidak, selama latihan aerobik setiap gerakan yang dilakukan selalu diiringi oeh musik, dan bagi sebagian pria saat ini dinilai masih enggak banget.
Namun jika saja kaum pria menyadari apa arti senan aerobik dan beragam manfaat dari latihan aerobik ini, mungkin mereka tak akan lagi malu melakukannya, bahkan bisa jadi akan melakukan latihan aerobik secara terpola. Sudah saatnya kaum hawa tahu bahwa Latihan aerobik ternyata memiliki banyak manfaat.
Kaum hawa seharusnya tahu bahwa Aerobik adalah salah satu olahraga yang berhubungan dengan sistem kerja aliran oksigen dalam tubuh yang melakukannya. Selain itu, Senam Aerobik adalah serangkaian gerak dengan sengaja dilakukan yang mengikuti irama musik yang dipilih, dengan kata lain Aerobik adalah serangkaian gabungan antara gerak dan musik sehingga terbentuk keselarasan dan keserasian demi tebentuknya tubuh yang sehat dan bugar.
Di samping definisi yang menyebutkan bahwa aerobik merupakan olah raga yang bermanfaat bagi sistem kerja aliran oksigen dalam tubuh, latihan aerobik pun bermanfaat juga terhadap kemampuan otak, jantung serta mental. Namun, jangan sampai latihan aerobik yang Anda lakukan itu berlebihan. Kabarnya, jika dilakukan secara 'overdosis', latihan aerobik dapat berpengaruh negatif terhadap testosteron.
Benarkah pendapat tersebut? Apa saja manfaat latihan aerobik terhadap kesehatan? Berikut adalah pembahasannya
Manfaat Latihan Aerobik - Mengurangi Risiko Stroke
Sebuah riset yang dipimpin Steven Hooker, Ph.D, direktur Prevention Research Center University of South Carolina Arnold School of Public Health, Columbia, Sout Carolina, menemukan hubungan signifikan antara penurunan risiko stroke terhadap wanita atau pria dengan latihan aerobik sedang.
Dalam risetnya yang dipresentasikan pada Konfrensi Stroke Internasional 2008, Hooker menyatakan bahwa kebugaran dapat menurunkan risiko terkena penyakit stroke meskipun ada sejarah kardiovaskuler dalam keluarga, juga penyakit berat lainnya, seperti diabetes, naiknya kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, dan tingginya indeks massa tubuh. Latihan aerobik dapat diaktualisasikan dengan berjalan selama 30 menit.
Manfaat Latihan Aerobik - Mengurangi Stres
Latihan aerobik dapat mengurangi stres karena selama latihan dilakukan akan terjadi peningkatan detak jantung dan bertambahnya pasokan oksigen yang memenuhi jantung, terutama ketika dua minggu menjelang menstruasi. Pada masa-masa menjelang menstruasi, biasanya wanita ataupun pria kerap uring-uringan disebabkan oleh pengaruh hormon.
Jadi, kalau Anda mengalami stres, lakukanlah latihan aerobik. Tidak perlu mengikuti kelas khusus, Anda hanya perlu berjalan selama 30 menit atau melakukan kegiatan naik turun tangga dan aktivitas fisik lain yang membuat Anda menjadi bugar.
Manfaat Latihan Arobik - Mengurangi Risiko Jantung
Riset tentang keterkaitan antara latihan aerobik dengan menurunnya risiko penyakit jantung, akhirnya, menemui titik terang. Sebelumnya, dunia kedokteran belum memahami sepenuhnya mengenai efek latihan aerobik terhadap kesehatan kardiovaskuler.
Namun, penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan inflamasi yang menjadi penyebab terbanyak penyakit jantung. Riset yang dipimpin Richard P. Sloan, Ph.D., profesor tingkah laku di Pusat Medis Universitas Colombia, meneliti sampel-sampel darah yang diambil dari 46 orang dewasa sehat dengan rentang usia antara 20-45.
Para partisipan diambil darahnya sebelum dan sesudah melakukan latihan aerobik intensitas sedang dan tinggi. Lalu, sampel darah seluruh partisipan disitimulasi dengan bakteri gram negatif dalam lipopolisakarida. Setelah itu, dianalisis kadar Tumor Necrosis Factor (TNF) yang merupakan tahap awal inflamasi.
Dari riset tersebut, diketahui bahwa partisipan yang melakukan aerobik intensitias sedang dan tinggi, kadar TNF-nya rendah. Artinya, latihan dapat menurunkan inflamasi yang menyebabkan penyakit jantung. Temuan ini tentu saja bermanfaat, mengingat tingkat risiko penyakit jantung pada orang dewasa tergolong tinggi.
Manfaat Latihan Aerobik - Menyehatkan Otak
Latihan aerobik juga dapat melindungi otak dan membuat sel saraf menjadi lebih kuat. Sebuah riset di Honolulu menunjukkan keterkaitan antara rendahnya latihan dengan tingginya faktor risiko hipertensi yang menyebabkan meningkatnya risiko demensia (pikun).
Jika dilihat dari aspek kesehatan, latihan dapat merangsang neurogenesis atau kesanggupan otak memproduksi neuron baru. Sebuah riset terhadap tikus percobaan menunjukkan bahwa neuron baru yang terdapat di daerah hipokampus hanya mampu hidup (bertahan) selama 4 minggu jika tidak distimulasi.
Namun, dengan stimulasi latihan fisik, dengan frekuensi minimum 3 hari atau 3x seminggu, dapat memproteksi hipokampus. Dalam riset lain, disebutkan bahwa latihan fisik intensitas rendah dan tinggi memiliki keuntungan yang besar terhadap kebugaran tubuh dan otak.
Latihan fisik akan memperkuat denyutan darah di arteri. Akibatnya, kadar nitrik oksida akan meningkat. Artinya, dinding pembuluh darah akan terbuka lebar dengan peningkatan kadar nitrit oksida. Hal ini tentu saja akan memperlancar suplai darah ke seluruh tubuh.
Kurangnya latihan berefek pada tidak teraturnya denyutan sehingga pembuluh darah di bagian dalam otak memperoleh aliran terbatas. Hal ini memicu kelainan pembuluh darah otak. Itulah sebabnya latihan sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan otak dan kebugaran tubuh.
Keuntungan Latihan Aerobik Terhadap Otak
Riset menunjukkan keuntungan latihan intensitas ringan sampai sedang terhadap otak adalah sebagai berikut.
- Melindungi sel otak dari kerusakan neuron yang disebabkan oleh radikal bebas.
- Memperbaiki sel DNA yang membantu melindungi kematian sel (apoptosis).
- Mengurangi risiko terjadinya demensia (pikun) dan kegagalan kognitif akibat penyakit alzheimer terhadap 50 persen orang pada usia di atas 65. Hasil riset peneliti Australia menyebutkan bahwa penurunan risiko alzheimer hanya bisa dihindari ketika latihan fisik dilakukan sebelum usia 65.
Latihan Aerobik - Hati-hati Overdosis
Ada sebuah anggapan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan kadar testosteron pada pria. Padahal, testosteron merupakan hormon seksual pada pria yang berpengaruh pada kemampuan seks atau libido. Ternyata, anggapan itu benar adanya.
Latihan fisik yang dilakukan dengan intensitas tinggi dapat berefek menurunkan kadar testosteron. Tentu saja, menurunnya testosteron akan berakibat pada menurunnya kemampuan libido. Agar terhindar dari efek negatif tersebut, latihan aerobik pada pria harus dibatasi, yaitu maksimal dilakukan selama 45 menit.
Ketika Anda melakukan latihan dengan intensitas tinggi (berlebih), efeknya lemak tidak lagi terbakar, tetapi malah memicu pembakaran protein yang terdapat pada otot. Akibatnya, massa otot akan menyusut, begitu juga dengan kadar testosteron sehingga memperlambat metabolisme.
Nah, sekarang, Anda sudah tahu manfaat latihan aerobik, bukan? Bagaimana, masih belum tertarikkah untuk mulai melakukan latihan aerobik? Sudah saatnya Anda memasukkan latihan aerobik ke dalam agenda olahraga Anda. Jangan lagi malu melakukan latihan aerobik. Toh manfaatnya sangat besar bagi kesehatan, tak terkecuali bagi kaum adam. So, selamat latihan aerobik dan mulailah hidup sehat Anda.







