logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Layout

Lay Out - Menjadikan Media Jurnalisme Bernilai Seni

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dalam pembuatan sebuah media kita hendaknya mengetahui  lay out atau reka bentuk yakni upaya dari dua unsur seni dan jurnalistik untuk menghasilkan perwajahan majalah, surat kabar, website, baligo, spanduk, poster, dan media jurnalisme lainnya yang menarik dan nyaman dibaca.

Dalam hal ini, Lay out (tata letak), atau make up adalah penggunaan dari berbagi kesatuan tipografis, huruf, judul dan seni guna kepentingan nilai konten, ruangan dan keindahan dari suatu media jurnalisme. 

Dalam pembuatan majalah atau surat kabar seorang perancang majalah atau surat kabar harus memahami bentuk jenis huruf, ukuran huruf, ketebalan huruf, bentuk/format kertas, tekstur, warna dan komponen-komponen lainnya. Sehingga  menghasilkan tampilan majalah atau surat kabar yang terkesan unik dan menarik. Sri pudjiastuti (1999) seorang desainer visual mengungkapkan mengenai unsur- unsur keindahan Lay out.

“Unsur-unsur keindahan yang akan menjiwai rancangan desain  komunikasi visual, agar hasil karyanya secara kualitas dapat dihandalkan dan secara visual sedap untuk dipandang. Membuat lay out  yang baik adalah menyelaraskan tulisan dengan bentuk visual (gambar /foto) yang diperlukan untuk mengkombinasikan suatu pesan. Artinya lay out yang baik mengantarklan pembaca sampai pada tujuannya yang tepat.” 

Seperti halnya yang dikemukakan juga oleh Artini kusmiati (1999), yakni :
“Tulisan dan bentuk gambar atau foto adalah bagian tubuh atau bangunan dari suatu  lay out. Yang membedakan antara lay out  yang baik dan tidak baik adalah bagaimana menyusun keduanya secara bersamaan namun serasi.” 

Suatu pengorganisasian pesan ditetapkan sebelum kata-kata dituliskan dan sebelum gambar-gambar dibuat, atau keduanya digabungkan ke dalam suatu lay out (Lay Out). Kegiatan lay out meliputi penetapan keputusan-keputusan mengenai berbagai komponen judul, ilustrasi, naskah, dan tanda-tanda identifikasi yang akan disusun dan ditempatkan pada halaman. 

Prinsip dan Tujuan Layout

Tentu saja suatu pekerjaan layout akan memiliki semacam standar, yang bisa di-achieve, berdasarkan prinsip tertentu. Karena pada sebentuk lay out juga terdapat beberapa prinsip yang dapat mendukungnya suatu paradigma dalam melakukan desain lay out antara lain: keseimbangan, keserasian, proporsi, dan skala.

Adapun penjelasannya yaitu:

  • Keseimbangan, prinsip dasar komposisi yaitu keseimbangan paling mudah dikenal, atu dilihat. Keseimbangan biasa terajdi secara fisik maupun optik dan keseimbangan ini juga merupakan prinsip utama dalam menghasilkan kesan tentang keteraturan. Bentuk keseimbangan yang paling sederhana simetris yang terkesan resmi atau formasi. Sedangkan keseimbangan asimetris terkesan tidak resmi atau inforamsi, tetapi tampak dinamis.
  • Keserasian. Keserasian ini adalah prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan diantar bagian- bagian suatu karya. Keserasian adalah suatu usaha menyusun berbagai macam bentuk, bangunan, warna, tekstur dan elemen-elemen lain yang disusun secara seimbang dalam susunan komposisi yang utuh agar nikmat untuk dipandang.
  • Proporsi. Proporsi merupakan perbandingan antara satu bagian dari suatu objek atau komposisi terhadapp bagian yang lain, juga terhadap keseluruhan objek atau komposisi. Adanya kemiripan pengertian dengan skala, hanya unsur proporsi tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dikaitkan dengan objek yang telah diketahui sebelumnya.
  • Skala. Skala adalah ukuran relatif dari suatu objek, jika dibandingakn terhadap objek atau elemen lain yang telah diketahui ukurannya. Pemakain skala dimaksudkan untuk menciptakan keserasian dan kesatuan objek suatu desain, melalui kesamaan-kesamaan atau kontras yang dibuat daalm skala.

Adapun tujuan lay out sebagai berikut :

  • Agar mudah dibaca dan agar menarik pembaca menelaah tulisan-tulisan.
  • Menyusun berita-berita, sehingga pembaca dengan selayang pandang mengetahui cerita-cerita mana yang paling penting.
  • Menghasilkan atau menciptakan halaman-halaman yang menarik dan menghasilkan.
  • Agar pembaca mudah mengenali surat kabar atau majalah itu dan demi melihatnya segera mengambilnya.

Dengan demikian jelaslah, bahwa wajah yang manis saja belumlah berarti lay out yang bagus. Susunan–susunan serta penempatan tulisan-tulisan serta gambar yang baik tampaknya belum lagi cukup. Susunan itu harus memberi jalan kepada pembaca guna mengikuti urutan-urutan berita atau konten yang penting. Jangan sampai pandangan penyimaknya jadi ragu-ragu, mencari-cari mana yang penting dulu dibaca.

Elemen Penting dalam Lay Out

Bagaimana dengan Grafis dan Font? Suatu lay out akan berhasil bila di dalamnya mengandung mutu kesatuan dan sederhana, artinya yang berhasil dengan mengusahakan lay out sederhana, tidak kacau, dan bersifat membantu dalam meringankan pembaca selama mencerna pesan yang dibacanya, atau nuansa dan aura mengenai pesan yang sedang dikesankan. Begitulah pemilihan lay out  dalam hal mendetail secara grafis di antaranya :

  • Huruf dalam lay out, ada bermacam-macam jenis dan ukuran huruf (font) yang dapat dipilih untuk menandaskan pokok-pokok tertentu atau untuk menarik perhatian pembaca terhadap beberapa aspek dalam naskah.
  • Foto atau gambar, alternatif yang dapat diperkenalkan dalam hal ini sangat banyak dan bervariasi. Kita dapat memilih dan menyunting foto, gambar, sketsa, lukisan, kartun, dan dapat menyisipkan berbagai macam bentuk lainnya untuk lay out..
  • Judul, dengan pembubuhan judul pembaca dituntun dalam penyeberangan dari ilustrasi ke pesan. Dalam pengertian umum, judul memiliki fungsi: secara ringkas dan langsung menyarankan isi pesan, dan menampilkan daya tarik terhadap suatu kepentingan dasar pembaca setelah menyajikan pesan sumber. Secara umum penempatan judul pada lay out harus tampak pada bagian atas suatu halaman atau iklan. Dan, bagaimanapun judul harus memiliki ukuran huruf yang memadai untuk dapat menawan mata pembaca, dan secara tepat guna berpasangan dengan daya tarik ilustrasi.
  • Warna. Pada dasarnya warna adalah suatu mutu cahaya yang dipantulkan dari suatu objek ke mata manusia. Pembubuhan warna mungkin dapat merebut perhatian awal komunikan. Tetapi pemilihan dan penerapan warna secara serampangan akan mengusir pemirsa segera setelah perhatiannya tergugah. Para peneliti menemukan bahwa warna-warna yang sering dianggap favorit ternyata tidak selalu menarik dalam penggunaan-penggunaan tertentu. Bagaimanapun, warna-warna- termasuk hitam, abu-abu, dan putih- pada lembar tercetak perlu ditata sedemikian rupa sesuai dengan asas dasar yang sama dari lay out, yakni mengandung kesan-kesan keseimbangan, kontras, proporsi, irama, keselarasan, gerakan, dan kesatuan.  

Peluang dan Keterbatasan Layout

Lay out harus membuat pembaca tidak lekas merasa bosan sewaktu membaca isi pesan yang diterimanya, itulah salah satu peluang mengapa orang serius memperhatikan lay out. 

Untuk mudah menarik perhatian khalayak, maka surat kabar, majalah, website ataupun media lainnya harus mampu menampilkan lay out yang menarik. Menurut Teguh Meinanda, ada tiga tujuan dari pengaturan lay out, yaitu: “Agar mudah dibaca dan menarik pembaca untuk menelaah tulisan-tulisan, dapat menciptakan atau menghasilkan hal-hal yang menarik dan mengasyikkan, dan agar pembaca mudah mengenali surat kabar itu”. (Meinanda, 1981).

Walaupun begitu, semenarik apapun lay out pesan dalam sebuah majalah, komunikator, yang dalam hal ini pereka bentuk dan penata letak memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu, seperti:

  • Keterbatasan mekanis, sehubungan dengan sarana produksi.
  • Keterbatasan bahan, sehubungan dengan jenis kertas, tinta, dan sebagainya.
  • Keterbatasan biaya, sehubungan dengan biaya produksi.
  • Keterbatasan fungsi, baik mengingat penggunaan maupun calon pembacanya.
  • Keterbatasan waktu, dan keterbatasan lainnya, misalnya yang berkenaan dengan lingkungan kerja. (Sudiana, 1986).

Tetap saja, di luar segala macam keterbatasan di atas. Lay out bisa menunjukkan tugas yang vital dalam dunia produksi media. Lagipula beberapa keterbatasan sebagaimana yang diungkap di atas semakin diatasi dengan semakin beragamnya dan praktisnya media pembentuk lay out, seperti Photoshoping, program drawing animasi, desain. Bahkan orang bisa menyajikan lay out yang tanpa batas. Karena lay out sebentuk seni. Karena lay out sebentuk imajinasi.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Gunung Meletus – Bencana Alam yang Menakutkan
  • Formalisasi dan Sekularisasi Forum Agama pada Masa Orde Baru
  • Pengetahuan Islam: Keajaiban Lebah dalam Al-Quran
  • Belajar Membuat Contoh Artikel Bagi Penulis Pemula
  • Makanan Khas Bali yang Menarik Hati
  • Mengetahui Fase dalam Proses Kehamilan
  • Mengapa Ada Olahraga Unik?
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA