Antara Gombal dan Lelucon Cinta
Ilustrasi lelucon cinta
Kebiasaan menggombal tengah naik daun di “pasaran” percintaan dan hampir-hampir sulit dibedakan antara sebuah gombalan atau justru sebuah lelucon cinta. Realitanya, ucapan-ucapan gombal seringkali diolah menjadi susunan kalimat-kalimat lucu bak sebuah lelucon, tapi tetap mengandung makna cinta yang indah-indah.
Semua orang pasti udah tahu donk apa itu gombal dan lelucon. Jangan sekedar bilang gombal dan lelucon, tapi sebenarnya tidak tahu apa arti dari dua kata tersebut.
Gombal itu sama dengan rayuan, yang artinya susunan kata-kata indah yang dirangkai menjadi sebuah kalimat yang isinya sarat dengan rayuan atau bujukan-bujukan mesra kepada pasangannya. Makanya, kalimat-kalimat gombal sering keluar dari pasangan-pasangan yang sedang kasmaran.
Sedangkan lelucon memiliki arti suatu tindakan melucu, rangkaian kata-kata lucu, atau sebuah percakapan jenaka yang menghibur hati. Jika lelucon sifatnya adalah humor atau hiburan, maka lelucon cinta bisa dibilang sebagai lawakan yang berisi tentang cinta atau asmara.
Kedudukan Gombal dan Lelucon Cinta di Dunia Asmara
Ikatan tali kasih antara sepasang manusia memang indah. Siapa saja yang pernah merasakan jatuh cinta dan menjalin ikatan sebuah hubungan percintaan satu sama lainnya. Perasaan-perasaan yang membuat hati bahagia itu biasa disebut dengan kasmaran. Perasaan kasmaran memang selalu menimbulkan euphoria yang meledak-meledak dari yang merasakannya.
Rasa bahagia ini juga biasanya ditimbulkan dari kepiwaian lawan jenis merangkai kata-kata indah untuk merayu, memberi puji-pujian yang tentu saja membuat si pendengarnya melambung ke langit tujuh.“Kedudukan” gombal di dunia asmara atau percintaan memang berada di posisi tertinggi alias puncak. Semua yang merasakan asmara pasti selalu terlibat dengan yang namanya gombal-menggombal. Tipis sekali gombal-menggombal itu tidak terjadi.
Namun, seiring jalannya waktu, seiring majunya peradaban dan seiring perkembangan otak dan keterampilan manusia merangkai kata-kata, tentu gombal-menggombal ini dikemas dalam beberapa bentuk. Ada yang memang terang-terangan menggombal untuk pasangannya hingga terkadang terkesan picisan, jika intensitasnya terlalu sering. Ada pula yang mengemasnya secara apik dengan memasukkan unsur humor dalam setiap gombalannya.
Nah, memasukkan unsur humor dalam kalimat-kalimat gombal itu yang bisa disebut dengan lelucon cinta. Lelucon cinta terkadang bukan hanya untuk sekedar memancing tawa belaka, tapi terkadang adalah bentuk rayuan dalam versi yang unik dari si pelaku gombal tersebut.
Jika dulu, ketika zaman Shakespeare para penikmat cinta begitu lihainya menulis atau melontarkan rayuan-rayuan dahsyat dengan rangkaian kata-kata indah dengan tujuan untuk membuat pasangannya terbuai-buai dan berbunga-bunga.
Namun, masa telah berganti, kini gombal tersebut tidak hanya dalam bentuk kalimat puji memuji atau rayuan semata, tapi gombal dijadikan sebuah lelucon cinta. Maknanya implisit, tapi tetap bisa membuat pasangan bahagia.
Lelucon Cinta - Lelucon Kawula Muda
Lelucon memang dianggap sebagai hiburan yang menyenangkan. Mengundang tawa dan mengocok perut. Tak jarang membuat pendengarnya terpingkal-pingkal jika memang sebuah lelucon itu benar-benar lucu.
Tertawa itu adalah bagian dari kebahagiaan. Oleh karena itu, sekarang lelucon pun bisa dijadikan obat pembuat hati bahagia. Tak ketinggalan urusan cinta-mencinta juga dijadikan lelucon. Memang tidak harus sepanjang waktu menebar lelucon cinta dengan pasangan. Dikhawatirkan malah nanti mengurangi sisi keseriusan salah satu pihak untuk menjalin hubungan yang serius.
Pujangga cinta masa kini tak lagi harus lihai memainkan lidah untuk mengucapkan kalimat-kalimat indah untuk pujaan hatinya. Ia bisa mengemasnya dalam bentuk lelucon. Pastinya lelucon cinta yang lucu yah, bukan lelucon norak yang justru bikin pasangan sakit hati.
Pemilik lelucon-lelucon berbau percintaan itu sendiri biasanya berasal dari kalangan anak-anak muda. Jarang orang-orang tua menempatkan lelucon dalam dunia percintaanya. Keseriusan adalah baku menurut para orang tua.
Namun, tidak menurut kawula muda. Cinta-cintaan tetap bisa ngebanyol dengan lelucon-lelucon yang lucu tanpa mengurangi keseriusan dari hubungan percintaan yang tengah dijalin.
Pernah nonton tayangan komedi Opera Van Java atau bekennya OVJ? Lelucon-lelucon yang sifatnya percintaan sering sekali dilontarkan para pemerannya untuk lawan mainnya. Hampir seluruh kawula muda di jagat ini menyukai lelucon-lelucon percintaan yang seperti itu. Jadi, bagi yang selera humornya tinggi, tapi tidak lihai merangkai kata-kata indah yang romantis, manfaatkan saja lelucon-lelucon lucu untuk membahagiakan hati pasangan Anda.
Lelucon Cinta Membuat Hubungan Ceria
Lelucon memang sering membuat orang yang mendengarnya tertawa. Lelucon seringkali dijadikan pencair suasana yang tegang, menghibur orang yang bersedih dan pelangkap dalam sebuah obrolan. Apa enaknya ngobrol serius sepanjang waktu tanpa diselingi lelucon-lelucon.
Begitu pula halnya dengan hubungan percintaan, pasti lebih seru jika sesekali diselingi dengan lelucon-lelucon cinta. Sambil melucu sekalian sambil menghibur hati pasangan. Menyelipkan rayuan-rayuan yang disampaikan dengan kalimat yang humoris juga baik untuk dilakukan.
Sudah bisa dipastikan, jika hubungan percintaan hanya dilalui dengan cara yang biasa-biasa saja, kurang humor, pasti akan membuat Anda dan pasanagan jenuh. Selipkan saja lelucon-lelucon sederhana, tapi mengundang tawa untuk dalam obrolan atau pertemuan dengan pasangan. Baik sekali itu untuk dilakukan asalkan lelucon yang Anda buat tidak menyinggung perasaan orang yang mendengarkan atau pasangan Anda sendiri.
Sadar waktu dan bisa membaca keadaaan kapan sebaiknya leucon-leucon itu Anda lontarkan kepada pasangan. Jika Anda pintar dalam memilih suasana, tentu lelucon bisa membuat suatu hubungan menjadi lebih akrab, hangat, dan ceria.
Tips Melucon untuk Pasangan
Sebelumnya sudah disinggung sedikit mengenai kapan dan bagaimana lelucon-lelucon cinta itu bisa digunakan. Jangan salah, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi jika tidak mengerti saat-saat kapan Anda bisa menebar lelucon kepada orang lain dan pada pasangan Anda khususnya. Salah-salah bukan justru membuat pasangan Anda tertawa bahagia melainkan kesal dan meninggalkan Anda dengan lelucon norak Anda.
Untuk itu, ada tips-tips yang bisa membantu Anda untuk mengetahui kapan waktu, tempat, dan cara yang tepat untuk unjuk gigi dengan lelucon-lelucon Anda.
1. Baca Suasana
Membaca suasana adalah point penting sebelum berkelakar dengan lelucon cinta. Coba bayangkan, siapa yang akan tertawa atau bahagia jika Anda justru melawak di tengah pasangan Anda tengah berduka karena ditinggal orang kesayangannya. Melucon juga perlu empati. Menempatkan diri sesuai perasaan lawan bicara kita adalah hal yang perlu diingat selalu sebelum melucon.
2. Atur tempat
Tempat berpengaruh terhadap reaksi orang atau pasangan dengan lelucon cinta Anda. Mana ada yang tertawa atau berbahagia, jika lelucon-lelucon Anda itu diucapkan ketika di areal perkuburan saat orang-orang tengah berkabung atau tengah ziarah. Tidak ada yang peduli juga dengan candaan Anda, ketika orang atau pasangan sedang serius di tengah ruang sidang untuk kelulusan akademisnya.
Dan, sudah bisa dipastikan lelucon Anda itu menjadi tidak ampuh membuat orang atau pasangan Anda berbahagia, jika Anda melucon ketika seseorang tengah hiruk pikuk dengan kesibukan yang benar-benar padat.
3. Lihat ekspresi lawan
Berkomunikasi yang efektif itu salah satunya ialah memperhatikan mimik wajah atau ekspresi dari lawan bicara atau orang yang mendengarkan Anda ketika Anda melucon. Jangan keasikan melucon lantas Anda tidak peduli dengan reaksi yang ditampilakan orang lain melalui mimik wajahnya.
Lihat, apakah orang atau pasangan Anda menampilkan gurat wajah yang sedang bergembira karena lelucon Anda atau justru mengernyitkan dahi karena tidak mengerti apa maksud lelucon yang sedang Anda mainkan. Jika melihat mimik wajah yang mulai tidak menyenangkan dari lawan bicara Anda, hentikan lelucon-lelucon Anda!
Tips-tips di atas bisa Anda terapkan dan lihat hasilnya. Apakah lelucon cinta Anda benar-benar menghibur dan tepat sasaran atau justru sebaliknya.

