Lembaga Pemberdayaan Masyarakat bagi Perempuan.
Ilustrasi lembaga pemberdayaan masyarakat
Perempuan, selalu menarik untuk dikaji dan diperbincangkan, sekalipun dalam lembaga pemberdayaan masyarakat. Ia selalu hadir dalam berbagai suara, dalam berbagai warna, dalam berbagai perspektif. Perempuan selalu mempunyai celah untuk menyelusup ke dalam ruang-ruang tanpa batas yang mampu ia tembus.
Selain memiliki daya pikat (tersendiri), perempuan pun memiliki kekuatan yang sangat khas, entah dari cara bertutur, bersikap, bahkan pemikiran, dan karya yang bisa menandingi kaum pria. Sebagai seorang makhluk yang unik perempuan memiliki intelegensi untuk merasa, meraba, dan menerjemahkan apa yang 'disentuhnya'. Dalam batas kekaryaan, ia mampu menciptakan berbagai ide yang kreatif, impulsif, bahkan provokatif.
Hadirnya lembaga pemberdayaan masyarakat khususnya bagi para perempuan merupakan cara yang cukup tepat untuk menampung segala apresiasi dari kaum perempuan. Menampung segala apa yang dipikirkan dan diinginkannya.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat - Perempuan, Ganas atau Lemah?
Munculnya banyak lembaga pemberdayaan masyarakat khususnya bagi para perempuan disebabkan berbagai hal. Salah satunya adalah tingkat kebutuhan hidup yang semakin menuntut, membuat perempuan menjadi kaum yang tertindas. Entah secara fisik amupun psikis. Ketika ketertindasan itu kemudian mengilhami perempuan (sesungguhnya pada siapa pun) untuk berbuat yang sifatnya preventif, bertahan, bahkan melawan; itulah yang menjadi akibat bukanlah sebab.
Maraknya tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh perempuan bukan semata-mata ditafsirkan sebagai bentuk perlawanan, bukan pula sebagai bentuk emansipasi. Keliru jika ditafsirkan sebebas-bebasnya seperti itu. Semua itu merupakan kondisi yang sesungguhnya tidak ingin dijalani dan dialami oleh perempuan itu sendiri. Dalam keadaan seperti ini yang dibutuhkan adalah sebuah lembaga khusus berbentuk lembaga pemberdayaan masyarakat untuk perempuan, agar perasaan saling menghargai timbul diantara pelaku sosial itu sendiri.
Semuanya dilakukan hanya untuk bertahan hidup. Sebutlah kasus-kasus kriminal yang menimpa perempuan, lebih disebabkan pada alasan bahwa mereka sesungguhnya mempertahankan atas apa yang menjadi hak dan kuasanya. Ketika ia berada dalam kondisi di luar kontrol dan tak terkendali, anggapan bahwa perempuan lemah pun tiba-tiba berubah menjadi ganas. Untuk mempertahankan argumennya, bagaimanapun keadaannya, perempuan tetap membutuhkan dukungan, dalam hal ini lembaga pemberdayaan masyarakat yang disediakan khusus untuk perempuan adalah jawaban yang cukup arif.
Penipuan, hipnotis, penjualan narkotika, perjudian, perampokan, bahkan sampai pembunuhan merupakan kasus-kasus yang saat ini banyak dialami oleh kaum perempuan. Bisa saja semua itu bermula hanya untuk mempertahankan hidupnya, keluarganya, atau martabatnya sebagai perempuan. Hidup harus terus berjalan dan sesungguhnya perempuan sangat pandai menyiasatinya. Kekuatan perempuan sesungguhnya melebihi kaum pria. Lembaga pemberdayaan masyarakat untuk perempuan senantiasa akan memberikan berbagai ilmu serta pengalama bagi kaum perempuan. Sehingga hal-hal yang merugikan para perempuan Indonesia seperti ini bisa sangat diminimalisir.
Banyak kita temui single parent yang berjenis kelamin perempuan dibanding pria, sebab pria lebih tidak tahan menahan nafsu seksual atau berdalih ingin mempunyai pasangan agar dapat bekerja sama dalam berumah tangga. Alih-alih bekerja sama, yang ada malah perempuan menjadi pembantu yang harus siap sedia melayani semua kebutuhannya. Harus pula menjadi pelacur di saat suami ingin menyalurkan berahinya yang menggebu. Hal ini secara tidak langsung juga mendasari pembentukan dari berbagai lembaga pemberdayaan masyarakat untuk perempuan.
Lantas, sebab-sebab yang sesungguhnya ditimbulkan di luar pribadi perempuan menjadi dalih untuk menyalahkan perempuan itu sendiri dengan stigma: kriminal. Akhirnya, perempuan hanya bisa mengasuh anaknya dengan batas besi penjara. Sebuah permasalahan yang nantinya pasti menjadi bahasan pada lembaga pemberdayaan masyarakat yang khusus didirikan untuk kaum perempuan Indonesia.
Perempuan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat
Perempuan yang mengalami berbagai tindak kekerasan baik fisik, seksual, maupun psikis merasa perlu melindungi dirinya. Dengan semampunya, mereka berupaya untuk menjadikan dirinya lebih berharga dimata para pelaku tindak kekerasan. Mendirikan lembaga pemberdayaan masyarakat yang memang dikhususkan untuk perempuan pun menjadi salah satu upaya dari mereka.
Lembaga lembaga pemberdayaan masyarakat untuk perempuan merupakan tempat berkumpulnya "semua energi" yang dimiliki oleh kaum perempuan. Meskipun pada umumnya memiliki latar belakang perlawanan terhadap segala macam bentuk kekerasan yang menimpa perempuan, lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan ini bukanlah tempat untuk menghukum para pelaku tindak kekerasan.
Lembaga pemberdayaan masyarakat ini mengelola, mendidik, mengarahkan agar para perempuan dapat memperbaiki sikap, pola pikir sehingga memiliki tujuan hidup yang terarah dan memiliki kompetensi ketika mereka telah menyatu dengan masyarakat dalam lingkup kehidupan bersosial, dan yang terpenting adalah agar mereka menjadi pribadi yang bisa memperjuangkan hak serta pemikirannya.
Dalam lembaga pemberdayaan masyarakat, para perempuan dibekali dengan berbagai keahlian seperti memasak, menjahit, berwirausaha atau berwiraswasta, dan keahlian lain yang berhubungan secara langsung dengan masalah gender perempuan. Kegiatan-kegiatan tersebut nantinya akan membawa dampak baik bagi perempuan begitupun lingkungan disekitarnya.
Berikut ini adalah beberapa lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan yang ada di Indonesia dan fokus mengangkat isu yang ada di sekeliling kaum wanita.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat - PKK
Lembaga pemberdayaan masyarakat khusus untuk perempuan yang pertama adalah PKK. Siapa yang meragukan peran PKK untuk memajukan wanita Indonesia? Komitmen PKK untuk terus bergerak maju terutama dalam "dunia wanita" tidak perlu disangsikan.
Kenyataan di lapangan mengatakan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia adalah perempuan. Sebagian besar wanita Indonesia mengalami penderitaan yang disebabkan oleh lingkungannya. Melihat penderitaan tersebut pada 1967 Isriati Moenadi seorang wanita yang saat itu suaminya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah memprakarsai terbentuknya sebuah organisasi khusus untuk perempuan, sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan yang bernama PKK.
PKK atau kependekan dari Pembina Kesejahteraan Keluarga merupakan lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan terbesar saat ini di Indonesia. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh organisasi ini semuanya dari perempuan, oleh perempuan, dan untuk perempuan.
Pada lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan ini diajarkan banyak hal. Bagaimana menjadi sejahtera dengan cara perempuan, bagaimana memenfaatkan kemampuan yang dimiliki kemudian mengoptimalkannya. Pada dasarnya, apapun yang dilakukan oleh PKK ini bertujuan untuk kebaikan serta kemajuan wanita Indonesia.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat - BPPKB
Perempuan tidak bisa menyalahi kodrat jika sudah berkenaan dengan urusan kehamilan ataupun pertumbuhan penduduk. Lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan ini fokus menangani hal yang bersangkutan dengan kehamilan serta pertumbuhan penduduk.
Lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan ini memiliki beberapa tujuan yang keseluruhannya berhubungan dengan kehamilan. Para kader diberikan pelatihan untuk kemudian memberikan informasi pada para perempuan Indonesia mengenai pentingnya memiliki keluarga yang berencana, terutama berencana dalam memiliki keturunan.
Pertumbuhan penduduk Indonesia lah yang melatarbelakangi pembentukan lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan ini. Para perempuan Indonesia diberikan informasi mengenai pentingnya memerhatikan kualitas keluarga khususnya anak-anak dengan tidak memiliki keturunan terlalu banyak terlebih dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan lainnya.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat - YLBH untuk Perempuan
Maraknya tindak kekerasan pada kaum perempuan adalah satu-satunya landasan dari berdirinya lembaga pemberdayaan masyarakat untuk perempuan ini. Lembaga ini menegaskan bahwa betapa pentingnya hukum serta perlindungan hukum bagi kaum perempuan.
Lembaga pemberdayaan masyarakat untuk perempuan ini selalu menuntut kesamaan hak perlindungan hukum bagi perempuan Indonesia. Bahwa membeda-bedakan hak hukum antara laki-laki dan perempuan adalah hal utama yang diharamkan oleh lembaga ini. Meniadakan ketidakadilan gender menjadi isu utama yang selalu diangkat oleh lembaga pemberdayaan masyarakat khusus perempuan ini dalam setiap kesempatan.

