Dunia Lesbi
Lesbi adalah sebuah hubungan emosional yang melibatkan rasa, cinta dan kasih sayang dua manusia yang memiliki jenis kelamin sama. Pemahaman ini sama dengan pemaknaan kata homoseksual. Hanya, pada homoseksual belum mengacu kepada jenis kelamin tertentu dan masih bersifat luas.
Sedangkan, lesbi lebih dimaknai bahwa pelaku aktivitas cinta sejenis tersebut berasal dari kaum wanita. Untuk pelaku homoseksual yang berjenis kelamin laki-laki lebih dikenal sebagai gay. Namun keduanya memiliki pemahaman yang sama, yakni hubungan percintaan dengan sesama jenis kelamin.
Sejarah Kaum Lesbi
Kehidupan kaum lesbi sudah berasal sejak jaman kuno. Pada masa Nabi Luth, kehidupan lesbi tumbuh subur dan bersanding dengan para gay. Kota yang terkenal menjadi kehidupan kedua penganut pola hidup ini adalah kota Sodom dan Gomora.
Akhirnya kedua kota tersebut mendapat laknat berupa penghancuran dari Tuhan. Namun, budaya tersebut tidak serta merta hilang seiring dengan musnahnya kota Sodom dan Gomora. Meski sebagian masyarakat masih belum bisa menerima orientasi seksual yang demikian, namun eksistensi kaum lesbi masih saja ada.
Di kota-kota besar, kehidupan kaum lesbi mulai lebih terbuka. Jika sebelumnya para lesbi hanya berani sembunyi-sembunyi dalam melakukan aktivitasnya, kini mereka sudah mulai berani menunjukkan eksistensinya. Salah satunya dengan membentuk organisasi yang mewadahi kaum lesbi tersebut.
Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh makin longgarnya penerapan norma susila di masyarakat. Selain juga karena makin tingginya rasa individualisme di kota-kota besar. Apalagi perilaku seks bebas di kalangan muda turut mempengaruhi meningkatnya pertumbuhan kaum lesbi ini.
Penyebab Kecenderungan Lesbi
Budaya seks bebas di kalangan remaja, menjadikan kaum perempuan sebagai korban. Banyak perempuan yang ditinggalkan pasangannya, setelah perempuan tersebut berhasil direnggut keperawanannya. Bisa juga disebabkan perempuan yang ditinggal pacarnya yang tidak mau bertanggung jawan setelah si perempuan hamil.
Selain hal di atas, penyebab munculnya lesbi adalah masalah trauma masa lalu. Banyak pelaku lesbi yang merasa dendam pada lelaki, setelah pada masa kecil sering melihat ayahnya menyiksa sang ibu. Sehingga ketika dewasa, dendam yang dibalut rasa trauma menjadikan perempuan tidak percaya dan enggan menjalin hubungan dengan lelaki manapun.
Perbedaan perilaku juga menjadi satu faktor penyebab lesbi. Perempuan yang pada dasarnya menyukai kebersihan, kerapian dan keindahan seringkali tidak bisa menerima kebiasaan lelaki. Lelaki pada umumnya memiliki pola hidup yang tidak teratur, jorok, dan kurang perhatian pada pasangannya.
Dengan menjadi lesbi, para perempuan itu seperti mendapat kedamaian. Semua yang menjadi pola hidupnya, bisa didapat dari pasangan lesbinya. Sebab, bagaimanapun seorang lesbi tetaplah perempuan meski dalam hubungannya ada yang memposisikan diri sebagai laki-laki.
Ternyata Lesbi Bisa Dicegah
Untuk mencegah budaya lesbi ini, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. Salah satunya melalui pendekatan agama. Agama manapun tentu tidak ada perintah untuk memilih pasangan hidup yang sejenis. Pendekatan ini bisa diperkuat dengan pendekatan kedua, yakni kesehatan yang mengacu pada proses reproduksi.
Di mana pada hakikatnya manusia yang menjalin hubungan adalah bertujuan untuk melanjutkan keturunan. Dan proses ini hanya bisa dicapai melalui adanya hubungan yang heteroseksual. Meski banyak pasangan yang berkilah bahwa untuk keturunan mereka bisa mengadopsi dari orang lain.
Tentu hal ini bukan pembenar. Dengan mengadopsi tersebut pada dasanya adalah sebuah pengakuan bahwa pilihan sebagai lesbi adalah salah. Sebab, naluri dasar manusia untuk menjadi orang tua, tidak bisa dipungkiri. Hanya rasa gengsi dan malu saja yang menutupi kemauan untuk sebuah pengakuan salah tersebut.
Sehingga dengan kondisi ini, sudah jelas bahwa lesbi adalah sebuah aktivitas yang memiliki banyak kelemahan. Baik dari sudut pandang agama, sosial maupun dari kesehatan. Dan pilihan untuk menjadi lesbi tersebut, pada dasarnya hanyalah sebuah pilihan emosional dan bukan sebuah pilihan rasional.






