Letusan Gunung Merapi

Letusan gunung Merapi di daerah Yogyakarta merupakan suatu kejadian yang sangat mengejutkan dan menyedihkan. Baik bagi warga Indonesia sendiri mau pun warga dunia pada umumnya. Walau hal ini sudah dapat diperkirakan sebelumnya.
Gunung Merapi yang dikenal sebagai gunung dengan aktifitas paling tinggi di dunia ini, sebenarnya sudah pernah meletus sebelumnya. Letusan gunung merapi terakhir kali pada tahun 2006. Namun letusan merapi pada tahun 2010 tercatat lebih besar dari letusan yang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Yaitu letusan gunung merapi yang terjadi pada tahun 1997, tahun 2001 dan pada tahun 2006 yang lalu.
Letusannya Lebih Besar
Bisa dikatakan bahwa daya letusan gunung merapi pada tahun 2010, lebih besar tiga kali lipat. Dibandingkan dengan letusan gunung ini pada waktu-waktu sebelumnya. Dapat dilihat dari lamanya peristiwa letusan gunung tersebut. Yaitu pada tanggal 26 oktober 2010, letusan gunung merapi terjadi selama 33 menit.
Sementara pada tahun 2006, letusan gunung ini berlangsung hanya 7 menit saja. Bahkan letusan gunung merapi tahun 2010 ini mampu menghilangkan kubah lava yang terbentuk akibat letusan gunung ini pada tahun 2006 yang lalu. Sehingga letusan gunung merapi pada tahun 2010 ini dianggap merupakan letusan gunung terbesar selama 140 tahun ini. Karena letusan terbesar sebelumnya terjadi pada tahun 1870.
Menarik Perhatian Asing
Letusan gunung api di Yogya, bahkan menarik perhatian asing. Sejumlah ilmuwan peneliti berdatangan dari luar negeri, untuk meneliti lebih jauh mengenai aktivitas gunung merapi ini. Ibaratnya gunung merapi ini bisa menjadi semacam laboratorium dunia. Para peneliti bisa mengamati dan mempelajari aktivitas gunung berapi ini. Bahkan saat merapi sedang aktif sekali pun.
Para peneliti berasal dari berbagai universitas ternama di Perancis, Jepang, Inggris, dan Amerika. Mereka juga membawa beberapa peralatan yang akan diuji cobakan untuk memantau aktivitas gunung berapi. Tentu saja merupakan peluang bagi para petugas pemantau gunung merapi, untuk bisa berbagi ilmu dan berdiskusi tentang masalah vulkanologi. Serta mengenali dan menguji coba peralatan pemantau terbaru. Siapa tahu pemerintah berniat upgrade semua fasilitas pemantau gunung berapi di Indonesia.






