logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Metode Penanganan Limbah Padat


Ilustrasi limbah padat

Sampah, baik itu sampah organik atau pun anorganik, memerlukan penanganan serius dari pihak terkait agar keberadaannya tidak mencemari lingkungan. Bukan hanya itu, sampah berupa limbah padat pun sudah sepantasnya mendapat perlakuan sama. Perlu metode khusus untuk menangani masalah ini. Beberapa di antaranya adalah dengan melakukan teknik berikut.

Limbah Padat – Apa Itu Limbah Padat?

Kali ini kita akan mengupas mengenai apa itu limbah padat. Mungkin masih banyak di antara kita yang masih bertanya-tanya apakah limbah padat itu? Kita lebih banyak mengetahui bahwa limbah itu adalah sisa pembuangan dari pabrik ke air sungai atau sisa pembuangan tanki minyak ke air laut, yang sering kita lihat dalam bentuk cairan. Sedangkan limbah padat mungkin kita masih berpikir limbah padat yang berupa sampah. Anggapan Anda tidaklah salah, karena memang sampah termasuk dalam limbah padat.

Namun di sini yang dimaksud dengan limbah padat adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air  kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah padat ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah padat . Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Limbah padat juga bisa didefinisikan berupa setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia. Berdasarkan sumbernya limbah padat dapat dikelompokkan menjadi:

  • Primary sludge, yaitu limbah padat yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap.
  • Chemical sludge, yaitu limbah padat yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi.
  • Excess activated sludge, yaitu limbah padat yang berasal dari proses pengolahan dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut.
  • Digested sludge, yaitu limbah padat yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.

Contoh limbah padat yang dimaksudkan di atas adalah logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya. Cd dihasilkan dari lumpur dan limbah padat industri kimia tertentu sedangkan Hg dihasilkan dari industri klor-alkali, industri cat, kegiatan pertambangan, industri kertas, serta pembakaran bahan bakar fosil. Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu. Logam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi rendah.

Metode Penanganan Limbah Padat

Penimbunan

Salah satu metode pengelolaan sampah adalah dengan cara ditimbun atau lebih dikenal dengan istilah penimbunan terbuka (open dumping) dan metode sanitary landfill.  Dalam metode ini sampah dikumpulkan dan ditimbun begitu saja dalam lubang yang dibuat pada lahan, bisanya di TPA (tempat pembuangan akhir).

Namun, metode ini sebenarnya masih berisikom, di antaranya penimbunan terbuka dapat menyebabkan bibit penyakit berkembang biak, sampah yang membusuk menghasilkan gas metan dan dapat menyebar ke udara sekitar sehingga menyebabkan bau yang busuk dan mudah terbakar, juga cairan yang tercampur dengan tanah dapat merembes ke dalam tanah sehingga menyebabkan pencemaran tanah dan air.

Masih adanya risiko dari penimbunan terbuka mendorong orang untuk menciptakan metode yang lebih baik, yaitu sanitaty landfill. Dalam metode ini sampah ditimbun dalam lubang yang sudah dialasi lapisan lempung dan lembaran plastik untuk mencegah perembesan cairan limbah.

Agar gas metan tidak mencemari udara dan menghindari berkembangbiaknya bibit penyakit dilakukan pemadatan sampah yang kemudian ditutupi tanah tipis-tipis setiap harinya.

Metode pengolahan dengan penimbunan memiliki kelemahan, salah satunya adalah proses penimbunan akan menghabiskan lahan, sampah yang ditimbun sebagian besar sulit terdegradasi sehingga akan tetap berada di bawah lahan dalam waktu yang relatif lama, walaupun sudah menggunakan sanitaty landfill masih bisa menyebabkan kebocoran.

Pembuatan Kompos

Metode ini adalah dengan mengolah sampah organik seperti sayuran, daun-daun kering, kotoran hewan melalui proses penguraian oleh mikroorganisme tertentu. Pembuatan kompos adalah salah satu cara terbaik dalam penanganan sampah organik. Berdasarkan bentuknya kompos ada yang berbentuk padat dan cair.

Pembuatannya dapat dilakukan dengan menggunakan kultur mikroorganisme, yakni menggunakan kompos yang sudah jadi dan bisa didapatkan di pasaran seperti EM4 efectif microorganisme 4.EM4 merupakan kultur campuran mikroorganisme yang dapat meningkatkan degradasi limbah atau sampah organik. 

Teknologi Pengolahan Limbah Padat

Ada beberapa teknologi pengolahan limbah padat selain yang telah disebutkan di atas. Teknologi pengolahan limbah padat ini terdiri dari chemical conditioning, solidication, dan incineration. Berikut uraian dari ketika teknologi pengolahan limbah padat tersebut:

Chemical Conditioning

Tujuan utama dari chemical conditioning ialah:

  • Menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam limbah padat.
  • Mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dalam limbah padat.
  • Mendestruksi organisme patogen.
  • Memanfaatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih memiliki nilai ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada proses digestion.
  • Mengkondisikan agar limbah padat yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman dan dapat diterima lingkungan.

Chemical Conditioning ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu sebagai berikut:

  • Concentration Thickening. Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi volume limbah padat yang akan diolah dengan cara meningkatkan kandungan padatan. Alat yang umumnya digunakan pada tahapan ini ialah gravity thickener dan solid bowl centrifuge. Tahapan ini pada dasarnya merupakan tahapan awal sebelum limbah padat dikurangi kadar airnya pada tahapan selanjutnya.
  • Treatment, Stabilization, and Conditioning. Tahapan kedua ini bertujuan untuk menstabilkan senyawa organik dan menghancurkan patogen. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui proses pengkondisian secara kimia, fisika, dan biologi.
  • De-Watering and Drying. De-watering and drying bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan air dan sekaligus mengurangi volume lumpur. Proses yang terlibat pada tahapan ini umumnya ialah pengeringan dan filtrasi.
  • Disposal. Disposal ialah proses pembuangan akhir limbah padat. Beberapa proses yang terjadi sebelum limbah padat dibuang ialah pyrolysis, wet air oxidation, dan composting. Tempat pembuangan akhir limbah padat umumnya ialah sanitary landfill, crop land, atau injection well.

Solidification

Solidifikasi didefinisikan sebagai proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan penambahan aditif. Kedua proses tersebut seringkali terkait sehingga sering dianggap mempunyai arti yang sama. Proses solidifikasi berdasarkan mekanismenya dapat dibagi menjadi 6 golongan, yaitu:

  • Macroencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah dibungkus dalam matriks struktur yang besar.
  • Microencapsulation, yaitu proses yang mirip macroencapsulation tetapi bahan pencemar terbungkus secara fisik dalam struktur kristal pada tingkat mikroskopik.
  • Precipitation.
  • Adsorpsi, yaitu proses dimana bahan pencemar diikat secara elektrokimia pada bahan pemadat melalui mekanisme adsorpsi.
  • Absorbsi, yaitu proses solidifikasi bahan pencemar dengan menyerapkannya ke bahan padat.
  • Detoxification, yaitu proses mengubah suatu senyawa beracun menjadi senyawa lain yang tingkat toksisitasnya lebih rendah atau bahkan hilang sama sekali.

Incineration

Incineration atau insinerasi adalah alternatif yang menarik dalam teknologi pengolahan limbah padat. Insinerasi mengurangi volume dan massa limbah padat hingga sekitar 90% (volume) dan 75% (berat). Teknologi ini sebenarnya bukan solusi final dari sistem pengolahan limbah padat karena pada dasarnya hanya memindahkan limbah dari bentuk padat yang kasat mata ke bentuk gas yang tidak kasat mata. Proses insinerasi menghasilkan energi dalam bentuk panas.

Insinerasi memiliki beberapa kelebihan di mana sebagian besar dari komponen limbah padat dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat. Selain itu, insinerasi memerlukan lahan yang relatif kecil. Aspek penting dalam sistem insinerasi adalah nilai kandungan energi (heating value) limbah padat. Selain menentukan kemampuan dalam mempertahankan berlangsungnya proses pembakaran, heating value juga menentukan banyaknya energi yang dapat diperoleh dari sistem insinerasi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Akibat Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia
  • Dampak Global Warming
  • Cara Penanggulangan Pencemaran Air
  • Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan
  • Menguak Penyebab Kemarau di Indonesia
  • Contoh Amdal Industri untuk Memahami Hak Lingkungan
  • Memahami Metode dan Konsep Pengelolaan Sampah
  • Keberadaan Orang Utan, Habitat, dan Konservasinya
  • Penjelasan Pencemaran Udara yang Merusak Kelestarian Lingkungan
  • Lingkungan Hidup - Lingkungan Terpenting bagi Manusia
  • Mencermati Terobosan Amdal Perusahaan
  • Cara Pencegahan Banjir - Kiat Mengentaskan Banjir
  • Pemanfaatan Limbah di Sekitar Kita
  • 10 Cara Mencegah Pencemaran Air yang Berguna Bagi Kehidupan Manusia
  • Penyebab Pencemaran Pantai dan Solusinya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA