Limbah Peternakan

Pengolahan limbah ternak merupakan salah satu upaya yang memberi banyak manfaat. Pada satu sisi, pengolahan limbah ternak dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan. Di sisi lain, pengolahan limbah memberikan keuntungan finansial karena pengolahannya menghasilkan produk yang mempunyai daya jual.
Limbah ternak merupakan sisi buangan dari kegiatan usaha pemeliharaan ternak, rumah pemotongan ternak, serta pengolahan produk ternak. Limbah terdiri dari bagian padat dan cair, antara lain feses, urin, sisa makanan, lemak, darah, kuku, bulu, tanduk, tulang, isi rumen, embrio, kulit telur.
Dewasa ini dengan meningkatnya populasi manusia, meningkatnya tingakat ekonomi serta kesadaran akan manfaat komoditi peternakan terhadap kesehatan maka skala usaha peternakan juga meningkat. Akibatnya limbah yang dihasilkan juga meningkat, sehingg apabila tidak diambil tindakan untuk mengolah limbah, maka akan menimbulkan masalah yang makin besar.
Berbagai jenis pengolahan limbah ternak antara lain dapat disebutkan bulu, wool, kulit, tulang, dan tanduk dapat dibuat barang kerajinan yang dapat menambah penghasilan para peternak. Bulu, tulang dan kerabang telur yang telah dikeringkan dan digiling menjadi tepung bisa digunakan sebagai sumber protein dan mineral lengkap untuk ternak.






