logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Tips Keluarga    Rumah Tangga    Limbah Rumah Tangga

Penanganan Limbah Rumah Tangga

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Mungkin setiap orang akan setuju dengan pendapat ‘hidup sehat harus dimulai dari rumah yang sehat’. Pendapat tersebut secara tidak langsung akan berhubungan dengan penanganan limbah rumah tangga.


Definisi Limbah Rumah Tangga

Tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi sampah terbesar adalah limbah rumah tangga. Meski dari setiap rumah tangga hanya menghasilkan tidak terlalu banyak sampah, namun dengan kepadatan rumah serta berkorelasi dengan waktu produksi, maka tak ayal lagi limbah rumah tangga tidak dapat dielakkan sebagai kontributor nomer satu penghasil sampah.

Pengertian dari limbah rumah tangga sesungguhnya adalah sampah atau limbah yang dihasilkan dari buangan rumah tangga; baik dari perumahan ataupun rumah-rumah tunggal di pemukiman umum.


Jenis Limbah Rumah Tangga

Jenis limbah rumah tangga pada umumnya sangat bervariasi. Variannya tidak terbatas hanya pada sampah bekas makanan saja. Namun kadang-kadang limbah rumah tangga ada juga yang terdiri atas limbah barang bekas berbahaya (B3) – yang sudah tentu memerlukan penanganan khusus.

Secara general, maka limbah rumah tangga dapat dibagi atas tiga kelompok umum untuk memudahkan penanganannya, yakni :

  1. Limbah/sampah basah
  2. Limbah/sampah kering
  3. Sampah daur ulang (recycle)
  4. Limbah atau barang bekas berbahaya (B3)


Penanganan Limbah Rumah Tangga

Untuk dapat menangani limbah rumah tangga ada baiknya Anda mengenali lebih dulu jenis sampah atau limbahnya. Kenapa? Agar mudah bagi Anda untuk melakukan pembersihan, mensortir, mengemas sampah serta melakukan pembuangan akhir.

Karena setiap sampah atau limbah rumah tangga – setiap jenis yang berbeda maka akan berbeda pula penanganannya. Sebagai contoh, limbah atau sampah basah sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam plastik atau trash bag, karena mempersulit proses penghumusan. Menguburnya dalam tanah justru akan lebih bijaksana.

Sampah basah sebaiknya dikuburkan dalam tanah, seperti bekas sayuran, kulit buah, daun pisang pembungkus kue atau makanan, dan sebagainya. Karena dengan dikuburkan akan mempercepat proses pembusukan sampah basah tersebut dan justru akan menambah kesuburan tanahnya.

Begitu pula perlakuan terhadap sampah kering, serta sampah atau barang bekas berbahaya.


Waste Management System

Waste Management System pada awalnya diperkenalkan secara satu paket bersama dengan sistem HSE atau Healt, Safety and Environment pada perusahaan beraktifitas tinggi. Namun karena penting dan keunggulannya, lama kelamaan Waste Management System digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil. Serta dikenalkan juga pada sistem penanganan sampah dan limbah dalam rumah tangga.

Dalam Waste Management System ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni durasi waktu, landfill (lokasi pembuangan) serta jenis limbah. Ketiga hal tersebut sangat berkaitan erat, dan mempunyai andil yang sama dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam menangani limbah produksinya. Waste Management System ini juga dapat diterapkan pada penanganan limbah rumah tangga.

Sebagai contoh, tetapkan waktu pembuangan – setiap dua hari sekali, seminggu sekali atau setiap hari. Landfill atau tempat pembuangan - apakah dibuang sendiri ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dikuburkan, dikoordinir oleh kerukunan warga setempat, dan lainnya.

Jenis sampah atau limbah rumah tangga harus diperhatikan dengan porsi lebih, baik  dalam melakukan sortir; terutama terhadap barang bekas berbahaya (B3), seperti kaleng bekas parfum, battery bekas, kaleng thinner, karena dapat menimbulkan bahaya lain apabila salah penanganan.


Tips dan Trik Penerapan Waste Management

Berikut beberapa tips dan trik yang dapat Anda terapkan dalam menanganai limbah rumah tangga Anda. Antara lain :

  1. Bagi limbah rumah tangga Anda ke dalam empat kelompok, yakni:

    • Sampah basah
    • Sampah kering
    • Sampah daur ulang (recycle)
    • Barang Bekas Berbahaya (B3)
  2. Siapkan untuk masing-masing jenis limbah tempat pengemasan atau penyimpanan sementara yang sesuai. Misal, lubang untuk sampah basah, kantong plastik untuk sampah kering, gudang untuk sampah daur ulang (untuk keperluan menyortir, siapa tahu ada barang yang masih dapat dipakai atau didaur ulang), serta containment kaleng untuk limbah B3.

  3. Koordinasikan dengan anggota keluarga dalam hal waktu pembuangan. Dan tentukan waktu pembuangannya. Dua hari sekali adalah waktu yang tepat untuk pembuangan limbah harian. Namun untuk limbah B3 atau sampah daur ulang mungkin dapat diatasi dalam lima hari sekali, asal jangan terlalu lama.

  4. Pastikan pada pengurus kerukunan warga setempat, siapa yang bertanggung jawab dalam penanganan limbah rumah tangga. Dibuang sendiri atau dilakukan pembersihan secara kolektif oleh petugas kebersihan.

  5. Jagalah dan selalu sadar diri pada limbah rumah tangga yang Anda hasilkan, agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pengaruh Komunikasi dalam Keluarga
  • Tips Hidup Bahagia
  • Manfaat Program Keluarga Berencana
  • Meningkatnya Grafik Angka Gugat Cerai: Adakah cara menurunkannya?
  • Tips Keluarga Bahagia Dunia Akhirat
  • Setelah Menikah, Apa Lagi yang Dilakukan?
  • Mesra dengan Anak dan Mertua Itu Indah
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA