logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Pembagian Lingkungan Hidup Berdasarkan Sifatnya


Ilustrasi lingkungan

Lingkungan memiliki arti sebagai sesuatu yang berada di luar diri manusia. Namun, pada ruang lingkupnya, definisi lingkungan hidup memiliki perbedaan. Konsep lingkungan hidup sangatlah luas, tidak terbatas pada faktor fisik maupun nonfisik. Keduanya saling berinteraksi, membutuhkan dan mendukung.

Pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup tercantum dalam undang-undang bab I pasal I UU, yaitu “Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.” Lingkungan hidup ada yang bersifat alami, lingkungan hidup binaan, dan lingkungan hidup sosial.

Lingkungan Hidup Alami

Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa adanya campur tangan atau modifikasi manusia. Misalnya, pada hutan hujan tropis, laut, danau. Lingkungan alami terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan biotik adalah lingkungan yang terdiri atas makro organisme dan mikro organisme. Faktor dan karakter lingkungan, seperti tanah, air, udara, suhu, kecepatan angin, dan kelembapan tanah, termasuk ke dalam lingkungan abiotik.

Lingkungan Hidup Binaan

Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup yang dibentuk, dimodifikasi, dikelola, dan ditentukan, kondisinya oleh manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Lingkungan hidup binaan terbentuk karena adanya kemampuan manusia. Tujuan manusia membuat lingkungan hidup binaan adalah agar bisa lebih efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan faktor semakin bertambahnya penduduk, semakin besar pula kebutuhan yang harus tersedia

Ciri lingkungan hidup binaan adalah sebagai berikut.

  1. Karena perubahan tersebut menggunakan peralatan teknologi, efeknya bersifat fisik dan dapat diukur secara kuantitatif.
  2. Ekosistem pada lingkungan binaan mempunyai ciri sebagai lingkungan hidup yang tidak mantap dan tidak seimbang. Hal ini disebabkan lingkungan hidup binaan memerlukan energi dari luar.
  3. Dari segi piramida dan rantai makanan, ekosistem lingkungan binaan merupakan ekosistem yang timpang atau tidak seimbang.

Lingkungan Hidup Sosial

Kismandi M.S. menyatakan bahwa lingkungan hidup sosial adalah suatu kesatuan ruang dengan sejumlah manusia yang hidup berkelompok sesuai dengan suatu keteraturan sosial dan kebudayaan bersama. Dalam lingkungan hidup sosial, terdapat berbagai subsistem yang disebut lingkungan sosial mikro atau lingkungan sosial makro.

Lingkungan sosial mikro adalah lingkungan sosial seorang individu pada tiap aktivitasnya dalam masyarakat. Misalnya, seorang individu memiliki lingkungan mikro berupa lingkungan di sekitar rumahnya, sekolahnya, pekerjaan, dan sebagainya.

Lingkungan makro adalah lingkungan dari individu yang digabungkan dengan lingkungan mikro orang lain dalam suatu masyarakat atau komunitas orang-orang tersebut. Di dalamnya, terdapat kelompok-kelompok sosial yang setiap individu di dalamnya memiliki ikatan dan hubungan timbal balik.

***

Ciri-Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Kantor merupakan salah satu tempat seseorang menghabiskan waktu sejak pagi hingga malam. Di kantor, setiap orang melakukan pekerjaan sesuai bidangnya. Di kantor pula, seseorang akan bersinggungan dengan banyak orang. Oleh sebab itu, Anda perlu bersosialisasi dengan lingkungan kerja sebaik-baiknya.

Komunikasi yang baik antarpegawai dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan. Jika sudah nyaman, Anda pun pasti akan bekerja sebaik mungkin. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan. Meskipun demikian, ada kalanya lingkungan kerja menjadi tidak sehat sehingga Anda menjadi stres. Hal seperti ini tentu mengganggu produktifitas kerja bukan?

Mengenali Lingkungan Kerja

Setiap orang pasti menginginkan lingkungan kerja yang menyenangkan dan sehat untuk mengembangkan karier. Akan tetapi, keinginan sering tidak sejalan dengan kenyataan. Anda pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin keluar kerja, takut tidak ada perusahaan yang mau menerima Anda dalam waktu dekat.

Sebelum mimpi buruk itu menghampiri, sebaiknya Anda mengenali lingkungan kerja sejak dini. Jika lingkungan kerja Anda sudah tidak sehat, lakukan antisipasi secepat mungkin.

Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat

Supaya Anda bisa mengantisipasi suasana kerja yang mulai tak nyaman, ada baiknya Anda bisa memperhatikan gejala-gejala timbulnya  suasana kerja yang tak kondusif.  Ini semata-mata agar bisa menganalisa pokok permasalahannya, ketika dicarikan solusinya. Berikut ini merupakan beberapa ciri lingkungan kerja yang tidak sehat.

1. Dilarang Multitasking

Mayoritas perusahaan menginginkan karyawan yang produktif dan mampu menelurkan ide-ide baru bagi perkembangan perusahaan. Seorang karyawan diharapkan untuk melakukan hal yang lebih dari tanggung jawab dan tugas yang diberikan padanya. Terlebih, hal yang berkaitan dengan perkembangan perusahaan.

Akan tetapi, tidak demikian bagi perusahaan tidak sehat. Perusahaan cenderung tidak menyukai karyawan serba bisa karena takut mengetahui rahasia perusahaan. Pemilik perusahaan kwatir kalau orang seperti ini nanti merusak wibawanya. Oleh sebab itu, perusahaan akan menugasi karyawan dengan tugas-tugas khusus dan terpisah-pisah agar terkontrol dengan mudah.  Karyawan dianggap seperti robot yang hanya kerja sesuai perintah saja, tanpa ada upaya untuk mengupgrade ilmu.

2. Rapat Tidak Efektif

Sejatinya, rapat menjadi sebuah ajang untuk bertukar gagasan serta tujuan-tujuan tertentu demi kemajuan perusahaan. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku dalam lingkungan kerja yang tidak sehat. Rapat hanya dijadikan ajang untuk saling memojokkan dan menyalahkan disertai hitungan-hitungan angka yang memusingkan serta beberapa metafora klise. Meeting yang kerap dilakukan sebenarnya mengganggu ritme kerja di perusahaan, bayangkan rapat yang menyita waktu lama, sangat tak produktif. 

3. Beban Kerja Tidak Menentu

Umumnya, beban pekerjaan akan seimbang dengan hasil yang diperoleh. Setiap karyawan pun akan dibebani tugas yang merata. Akan tetapi, perusahaan tidak sehat melalaikan hal itu. Kadang, ada beberapa karyawan yang ditugasi pekerjaan menumpuk. Sebaliknya, ada karyawan yang pekerjaannya sangat santai.

Selain itu, ritme kerja bisa berubah tidak menentu. Kadang, pekerjaan begitu banyak hingga semua karyawan kewalahan. Di lain waktu, pekerjaan justru tidak ada sehingga karyawan akan mengalami disfungsional. Hal itu terjadi akibat ketidakmampuan atasan mengatur manajemen, ketidaktahuan terhadap tugas dan fungsi karyawan, bahkan ketidakpedulian terhadap kinerja karyawan.

4. Kebijakan Overlaping

Penanganan kerja yang baik adalah adanya keparalelan sebuah tugas dengan perintah atau instruksi yang diberikan sehingga pekerjaan bisa diselesaikan satu demi satu. Di lingkungan kerja tidak sehat, hal itu tidaklah berlaku. Kadang, bermunculan tugas baru ketika tugas pertama belum selesai dikerjakan. Cara seperti ini berakhir pada hasil kerja yang tak memuaskan. Semua dikerjakan serba setengah-setengah sehingga menyebabkan tugas utamannya molor dari yang ditargetkan.

Selain tugas baru, perusahaan kadang mengeluarkan kebijakan baru yang cukup bertentangan dengan kebijakan yang ditetapkan sebelumnya. Meskipun bertentangan, Anda dilarang protes atau bertanya. Apalagi, mengeluh.

5. Target Tidak Realistis

Sebuah target seharusnya ditetapkan berdasarkan kemampuan atau kapasitas perusahaan. Namun, lingkungan kerja yang tidak sehat akan menetapkan target yang bertentangan dengan prinsip dan kapasitas perusahaan. Dengan demikian, target yang ditetapkan seolah hanya khayalan yang tidak masuk akal.

Itulah beberapa ciri lingkungan kerja yang tidak sehat. Jika lingkungan kerja sudah mencerminkan ciri-ciri tersebut, lebih baik Anda bersiap-siap mencari tempat kerja lain agar karier semakin berkembang.  Jangan tetap bertahan pada lingkungan kerja atau sistem yang tak baik, karena akan mengganggu psikologi Anda sendiri. Mimpi buruk jangan dibiarkan terus berlanjut, harus segara disudahi. 

Solusi Menciptakan Lingkungan kerja yang menarik

Suasana kerja menentukan produktifitas karyawannya.  Stress di tempat kerja dipicu dari berbagai faktor seperti yang telah disebut di atas tadi.    Ada beberaca agar suasana kerja kembali nyaman dan menyenangkan.

  • Bangun komunikasi

Tips membina hubungan kerja yang harmonis antar karyawan atau pimpinan, sebaiknya bangun komunikasi yang intent. Komunikasi yang intens merupakan jalan keluar mengatasi konflik internal. Bayangkan jika kehidupan disertai dengan komunikasi yang buruk, mudah terjadi mis komunikasi karena setiap pendelegasian tugas tak berjalan optimal.  Sebenarnya yang mempunyai inisiatif  membangun komunikasi harusnya dari pucuk pimpinan terlebih dahulu. Terkadang arus komunikasi ke atas agak terhambat karena ada faktor kesungkanan pegawai, atau bahkan atasan yang membatasi diri untuk berkomunikasi.   Pimpinan perusahaan menyediakan waktu untuk turun ke bawah untuk menyapa bawahannya.  

  • Persingkat meeting

Faktor kebosanan kerja dimulai dari seringnya meeting yang sebenarnya kurang efektif. Meeting yang pokok bahasannya tak penting sekali membikin jenuh, dan membuang waktu saja.  Meeting hanya sebaiknya dikurangi, sebulan tiga kali.  Biarkan semua elemen perusahaan bekerja sesuai job deskripsinya masing-masing.   Kalau pun harus ada diadakan meeting, cobalah digelar di luar perusahaan misalnya di restoran, hotel atau resto agar menciptakan susana yang berbeda agar tak jenuh.    Masalah dana biar dibebankan pada perusahaan, menjadi post rutin. 

Manfaat meeting di luar kantor, diharapkan bisa melahirkan idea tau penemuan yang invotif.  Mungkin ada inspirasi bisnis yang bisa diambil dari kegiatan seperti ini.

  • Refresing bersama

Rutinitas dan beban kerja yang terlalu berat, menimbulkan suasana kerja yang tak nyaman pula.  Oleh karena itu segera diperlukan refresing agar tak cepat stress.   Manfaatkan hak cuti yang diberikan perusahaan  untuk diisi kegiatan menyenangkan seperti liburan bersama keluarga maupun orang tercinta.    Atau bikin agenda wisata bersama seluruh anggota perusahaan. Pilihlah tempat-tempat wisata yang menarik seperti Bali – Lombok, Yogyakarta dan mungkin wisata ke luar negeri.

Manfaat wisata bersama-sama antara lain bisa menjalin hubungan antar karyawan lebih baik dan harmonis. Di mana suka dan duka di jalani bersama-sama, demikian juga secara tak langsung memupuk rasa loyalitas tinggi terhadap perusahaan. Karena perusahaan telah memberikan reward yang menarik kepada karyawannya yakni program wisata bersama.

  • Ubah Interior kantor secara berkala

Cara lain guna menghilangkan rasa jenuh di kantor adalah mengubah interior ruang kerja agar terlihat beda.    Misalnya ganti posisi meja kerja, meja komputer, kemudian ruangan dicat lagi agar lebih menarik.  Benda-benda yang tak bermanfaat disingkirkan dan ganti dengan tanaman hias atau aquarium yang berisi ikan-ikan hias berwarna warni.  Kedua benda tersebut sangat efektif meredakan kebosanan yang menyergap ketika jam kerja.   Sambil istirahat sejenak, memandangi ikan-ikan hias di aquarium ternyata bisa menghapus jenuh.

Kalau perlu di kantor dibangun taman dan kolam ikan, agar ada pemandangan hijau yang menyejukan mata. Taman kantor yang dirawat  dengan baik dipercayai media pereda emosi, dan stress saat kerja.   Tanaman dan pepohonan mengeluarkan oksigen dan ion-ion positif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. 

 Namun masih banyak kantor instansi pemerintah maupun kantor perusahaan yang tak memiliki taman hijau.  Yang ad hanyalah gedung massif tanpa ada penghijauan yang baik.  Sehingga menimbulkan kesan gersang dan gerah.

  • Pencerahan Spritual

Solusi terakhir menciptakan suasana nyaman dalam lingkungan kerja adalah, menggelar semacam kegiatan agama secara berkala.   Misalnya dua minggu sekali digelar pengajian agama dikantor dengan mengundang ustadz atau pegawai internal yang memiliki keahlian agama yang baik.  Sedangkan untuk pegawai Nasrani tak ketinggalan menggelar acara kebaktian di kantor.   Jadi ciptakanlah suasana ruang kerja yang adem dan mengandung nuansa sepiritual.  

Demikianlah sedikit bagiamana menganalisa lingkungan kerja yang tak sehat, dan tawaran solusi yang bijak dari akar permasalahan tersebut. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Pengolahan Limbah Cair
  • Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup dan Upaya Pelestariannya
  • Limbah Rumah Tangga adalah Diri Kita yang Jorok
  • Makalah Ilmu Pengetahuan Alam
  • Pencemaran Air Laut
  • Dampak Pencemaran Udara Bagi Kesehatan
  • Limbah Cair - Dampak dan Pengolahannya
  • Masalah Lingkungan Hidup, Mari Kita Masalahkan
  • Flora: Keanekaragaman Buah Pisang dan Manfaat Kulitnya
  • Dampak Pencemaran Air
  • Memahami Metode dan Konsep Pengelolaan Sampah
  • Undang-Undang Amdal - Pijakan Pembangunan Kawasan Industri
  • Cara Pencegahan Banjir - Kiat Mengentaskan Banjir
  • Artikel Kebersihan Lingkungan: Sampah lagi... sampah lagi!
  • Pencemaran Sungai, Pembantaian Kehidupan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA