Hanya dengan Menonton Liputan Petang Anda Bisa Menulis
Ilustrasi liputan petang
Tak ada kesulitan bagi para penulis untuk mencari ide. Menonton berita liputan petang bisa dijadikan salah satu inspirasi. Namun, terkadang kita yang kurang mampu menjadikan berita yang diliput oleh reporter televisi sebagai bahan tulisan.
Mungkin karena kita yang kaku dalam memilih ide menulis ataukah memang kurang kreatifitas dalam melahirkan ide. Jika sobat Ahira tidak percaya dengan apa yang penulis katakan, silahkan saja tonton liputan petang yang disiarkan oleh stasiun SCTV (Surya Citra Televisi).
Ada banyak berita yang diwartakan. Semua yang diberitakan tersebut bisa dijadikan ide tulisan. Hanya tinggal kemampuan Anda mengolah dan mengemasnya menjadi artikel yang menarik. Nah, sebelum dikupas lebih lanjut, penulis akan membahas terlebih dahulu ihwal stasiun televisi yang menyiarkan liputan berita tersebut. Ya, benar sekali, SCTV yang penulis maksudkan.
Profil Singkat SCTV
Sebelum SCTV berkantor di Asia Afrika lot 19, Senayan City, Jakarta, SCTV pertama kali mengudara di Surabaya. Tepatnya pada tanggal 24 Agustus 1990. Awalnya, SCTV adalah stasiun telivisi lokal yang hanya dapat dinikmati oleh rakyat Surabaya yang meliputi daerah Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto.
Makanya ketika itu SCTV belum menjadi kepanjangan Surya Citra Televisi. Ia masih kepanjangan dari Surabaya Centra Televisi. Pada tahun 1991SCTV resmi memiliki kepanjangan nama menjadi Surya Citra Televisi. Hal ini dilakukan setelah SCTV memperluas jaringan penyiarannya hingga ke Bali dan sekitarnya.
Meski sudah berganti nama, tetap saja SCTV ketika itu masih berkantor pusat di Surabaya. Baru pada tahun 1999, SCTV berkantor pusat di Jakarta. SCTV yang memiliki Slogan “Satu untuk Semua” ini pernah memenangkan bidding hak siaran UEFA Champions League, UEFA Europa League.
SCTV juga sepanjang berdirinya sudah empat kali berganti logo. Logo pertama dari tahun 1990-1993 saat masih berkantor di Surabaya. Logo kedua dari tanggal 1 januari 1993- 2 Agustus 2003. Logo ketiga dari tanggal 2 Agustus 2003 – 29 Januari 2005. Logo keempat dari tanggal 29 Januari 2005 hingga sekarang.
Liputan Petang - Liputan Berita Pertama SCTV
SCTV memiliki program berita yang memang dirancang untuk memberikan informasi terkini untuk pemirsa. Pertama kali liputan berita SCTV hanya hadir di sore hari, tepatnya pukul 18.00 Wib. Melihat dampak dan respon pemirsa yang positif, oleh pihak manajemen ditanggapi dengan serius, sehingga perkembangannya pun menuai hasil yang positif.
Dari awalnya hanya mempunyai liputan petang, kini juga mempunyai liputan pagi, sore dan malam. Bukti keseriusan pihak manajemen, menghantarkan SCTV meraih penghargaan sebagai tayangan berita terbaik. Bayangkan dari sekian banyaknya stasiun televisi yang juga memberitakan tentang berita terkini, SCTV mampu meraih penghargaan tersebut.
Keseriusan pihak managemen tidak sampai di situ. Dari awalnya yang membuat liputan berdasarkan waktu, kini berubah dijadikan dengan penggunaan nama yang sama. Awalnya pagi hari dinamakan dengan liputan pagi. Siang hari dinamakan dengan liputan 12, sedangkan malam hari dinamakan dengan liputan malam.
Kini, semua telah diubah memiliki icon yang sama, yaitu, liputan 6. Jika pagi hari yang dulunya namanya liputan pagi berubah menjadi liputan 6 pagi, yang siang hari diubah menjadi liputan 6 siang, liputan petang diubah menjadi liputan 6 petang, dan liputan malam diubah menjadi liputan 6 malam.
Keistimewaan liputan 6 juga adanya wawancara langsung dengan narasumber. Dengan begitu, pemirsa bisa melihat secara langsung bagaimana tanggapan narasumber terhadap berita yang dilaporkan oleh reporter. Jika ada yang salah, maka narasumber bisa dengan mudah untuk mengklarifikasinya.
Inilah yang menjadi daya tarik pemirsa sehingga tak lepas menyaksikan berita-berita yang diliput oleh reporter SCTV. Tak hanya sampai di sini saja pihak manajemen serius memberikan suguhan berita aktual, tajam dan terpercaya kepada publik. Pihak manajemen juga menyediakan konten berita yang dapat Anda saksikan secara ulang di situs liputan6.com.
Posting-an berita liputan tersebut memberikan dampak positif buat publik yang tidak sempat menyaksikan berita. Termasuk berita liputan petang, untuk bisa menyaksikan berita tersebut. Selain itu, kehadiran liputan di situs liputan6.com juga memberikan manfaat lain. Misalnya, ingin melihat ulang berita yang sudah disiarkan oleh di liputan 6 lewat layar kaca.
Namun melihat ulang ini bertujuan untuk hal yang barangkali bisa dijadikan pembelajaran. Bagi seorang guru, bisa menjadikannya bagian dari bahan media pembelajaran di sekolah, jika melihat adanya hal yang berkaitan dengan materi mengajarnya. Sungguh, ini suatu hal yang positif.
Bukan Sekedar Liputan Petang
Pemirsa yang kreatif, tak sekedar menjadi berita liputan petang atau yang kini sering disebut dengan liputan 6 petang sebagai informasi berita begitu saja. Berita yang disaksikan tak seperti angin lalu. Pendengar berita kreatif bisa menjadikan suguhan berita yang ditayangkan menjadi uang.
Ya, sekali lagi, menjadi uang. Bagaimana caranya? Sangat mudah. Di sini, penulis mencoba untuk mengajak pembaca menjadikan tayangan tersebut sebagai pondasi dasar menghadirkan uang. Caranya dengan menanggapi berita tersebut dengan tulisan, lalu mengirimnya ke surat kabar.
Jika dimuat akan menghasilkan uang. Ada dua tulisan yang bisa dilakukan untuk menghasilkan duit. Pertama, menulis artikel opini dan kedua menulis artikel cerpen. Agar lebih jelas, mari kita bahas satu persatu.
Bukan Sekedar Liputan Petang - Ide Menulis Opini
Saat Anda menyaksikan berita-berita yang disiarkan di liputan petang, Anda mestinya jeli untuk menjadikannya artikel opini. Semua yang diberitakan di liputan 6 petang adalah berita aktual. Misalnya, Anda menyaksikan liputan 6 petang pada tanggal 30 Mei 2012 yang memberitakan ambruknya bangunan di proyek pembanguan pusat Olah raga di hambalang.
Ini sangat potensial untuk dijadikan ide tulisan. Anda bisa menuliskan asumsi bahwa bisa jadi bukti betapa pembangunan pusat olah raga sangat mengindakasikan adanya korupsi. Pasalnya, posisi tanah saja sudah tidak mencukupi syarat, namun kenapa masih diizinkan untuk dibangun sarana dan prasarana olah raga.
Anda tinggal buat outline tulisan, plus lengkapi data-data penunjang artikel Anda. Kemudian kerjakan hingga menjadi tulisan utuh yang berisi opini Anda. Bagi Anda yang suka menulis artikel yang bernuansa agama, ini juga bisa dijadikan buktinya nyata, bahwa Allah Swt. selalu membukakan bukti kedzaliman yang sudah dilakukan.
Persis seperti firman Allah Swt. di dalam QS. Ath-Thariq 15-17, yang isinya menyatakan siapa yang membuat tipu daya, Allah akan menunjukkan tipu dayanya tersebut. Meski diberi kesempatan oleh Allah untuk sementara waktu bersenang-senang, namun setelah itu ditunjukkan Allah kebenaran.
Dengan contoh pandangan penulisan artikel seperti ini, Anda tinggal gampang membuat outline berisi tulisan yang mengupas permasalahan perbuatan dzalim yang kemudian ditunjukkan Allah bukti kezhaliman yang telah dilakukan. Anda tinggal mudah mengambil perbandingan dari kisah-kisah orang terdahulu yang juga telah ditunjukkan Allah bukti mereka telah berbuat dzalim.
Bukan Sekedar Liputan Petang - Ide Menulis Cerpen
Dari liputan petang, Anda juga bisa menjadikan ide untuk menulis artikel. Misalnya berita penembakan terhadap turis Jerman di Pondok Wisata Port Numbay, Jayapura. Anda tinggal siapa tokoh dan karakternya.
Tentukan juga sudut pandangnya, apakah sudut pandang orang pertama ataukah ketiga. Kemudian tentukan plotnya juga, apakah alur maju ataukah alur mundur. Sedangkan untuk latarnya, Anda tinggal mudah. Anda dapat mengunakan latar Jaya Pura yang menjadi tempat peristiwa penembakan terjadi.
Bagaimana? Cukup mudah 'kan menemukan ide untuk menulis. Anda tinggal duduk di depan televisi membuka channel SCTV di sore hari, maka Anda akan ketemu dengan liputan6 petang. Anda perhatikan satu demi satu di antara berita yang disiarkan, lalu catat mana yang bisa dijadikan bahan tulisan cerpen.
Jadi, jangan bilang tak ada ide untuk menulis. Liputan petang atau liputan 6 petang SCTV siap memberikan Anda ide untuk menulis. Tinggal Anda, kreatif tidak untuk menjadikannya sebagai tulisan utuh, siap dijual kemudian dan siap mendapat honor ketika dimuat.

