Lirik Lagu Lagu Chrisye
Oleh: AnneAhira.com Content Team
Adakah
Dalam semesta damai dan bisu
Dilingkaran beku mega berpadu
Menatap kelam di lapisan biru
Dalam desah bayu
Lama kutatap guratan jari
Hampa yang tergaris di hidup ini
Nyata terpentang lukisan diri
Yang terpencil sunyi
Reff;
Tumpuan hati nurani
Terlengah di ruang mimpi
Berlari mencari suci
Meniti tepian hari
Berssama karma hidup
Yang membayangi
Adakah... Sinar abadi
Aku Cinta Dia
Di saat kau berjalan
Di depan rumahku
Penuh gaya
Tersita pandanganku hingga ku terpesona
Siapakah dirimu hatiku ingin tau, segera
Siapakah namamu, dimana rumahmu
Sebutkanlah
Kuingin berkenalan, Terimalah salamku
Gayamu dan wajahmu Terbawa dalam mimpi
Diriku, dimabuk asmara
Hati yang berbunga,
Kala pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah,
Aku cinta, aku cinta dia
Aku Cinta Padamu
Kala malam
Datang menjelang di hadapan
Ku selalu teringat pada kekasihku
Yang tak terlupa
Kusadari
Semua ini hanya salahku
Samapai saat ini
Aku masih cinta padamu
Reff;
Kembalilah ohh... Kembalilah
Tidurlah di pelukku
Lupakan masa yang lalu
Kasihku… aku cinta padamu
Anak Jalanan
anak jalanan kumbang metropolitan
selalu dalam kesepian
anak jalanan korban kemunafikan
selalu kesepian di keramaian
tiada tempat untuk mengadu
tempat mencurahkan isi kalbu
cinta kasih dari ayah dan ibu
hanyalah peri yang palsu
anak perawan kembang metropolitan
selalu resah dalam penantian
anak perawan korban keadaan
selalu menanti dalam keresahan
tiada restu untuk bertemu
restu menjalin hidup bersatu
kasih sayang dari ayah dan bunda
hanyalah adab semata
anak gedongan lambang metropolitan
menuntut hidup alam kedamaian
anak gedongan korban kesibukan
hidup gelisah dalam keramaian
tiada waktu untuk bertemu
waktu berkasihan dan mengadu
karena orang tua metropolitan
hanyalah budak kesibukan ..
Anak Sekolah
Bukan aku tak tertarik
Akan kata rayuanmu
Saat matamu melirik
Aku jadi suka padamu
Tiap kali kau bermanja
Gemetar rasa di dada
Ingin kubisikkan cinta
Tapi hati jadi malu jadinya
Engkau masih anak sekolah, satu SMA
Belum tepat waktu tuk begitu begini
Anak sekolah, datang kembali
Dua atau tiga tahun lagi
Andai Aku Bisa
Andai aku bisa ...
Memutar kembali
Waktu yang telah berjalan
Tuk kembali bersama di dirimu selamanya...
Bukan maksud aku membawa dirimu
Masuk terlalu jauh
Ke dalam kisah cinta
Yang tak mungkin terjadi..
Dan aku tak punya hati
Untuk menyakiti dirimu
Dan aku tak punya hati tuk mencintai
Dirimu yang selalu mencintai diriku
Walau kau tahu diriku masih bersamanya ...
Walaupun kau tahu
kau tahu diriku
Masih bersamanya ....
Anggrek Bulan
Setangkai anggrek bulan
Yang hampir gugur layu
Kini segar kembali
Entah mengapa
Bunga anggrek yang kusayang
Kini tersenyum berdendang
Bila engkau berduka
Matahari tak bersinar lagi
**
Hatiku untukmu… hanyalah untukmu
Kuserahkan… kudambakan
Dirimu dewiku… permata hatiku
Kubayangkan… disetiap waktu
Bagai embun pagi hari
Bunga-bunga segar lagi
Berkembang harapan hati
Hari bahagia… menanti
Kembali **
Angin Malam
angin malam
semerbak wangi bunga
dalam hening khayalan asmara
hatiku rawan
menanti kehidupan
dewi malam pancaran bahagia
kuingin selamanya
mendambakan khayalku \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'tuk kau juwita
dalam hening dalam lamunan
menanti datang penghuni di malam
angin malam
semerbak wangi bunga
berkelana membisikkan kata
dua insan
bercumbu berpelukan
penuh kasih gelora asmara
Badai Pasti Berlalu
Album: Badai Pasti Berlalu
awan hitam di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran
satu satu jatuh ke pangkuan
kutenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu sebelum ku mencapai
langkahku yang jauh
kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti
gelisah kumenanti tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang dikau matahari
kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
Baju Pengantin
Album: Badai Pasti Berlalu
baju pengantin telah
kutanggalkan dini hari
jenuh awan nan kelabu
berakhir di ujung hujan
dalam pelukan ku terjaga
tersentuh benih harapan
kembali bersinar
cakrawala kehidupan ini
desah angin pagi
menambah hangatku berkawan alam
kini telah kujumpa
air sejuk pelepas haus dahaga
jangan kau tinggalkan
bila kekasih mengetuk pintu
Bulan Namanya
Kala... Resah di diriku
Sungguh kelabu
Dan bila
Gelap yang ada menjadi
Belenggu untuk daku
Seolah... Tak ada riang
Tuk diriku
Dan bila
Gelap berganti menjelma
Menjadi cahaya terang
Reff;
Terang itupiun datang
Lalu dia menjelang
Menyinari kalbuku
Hanya untuk diriku
Terang itu dialah sinarku
Dia bulan namanya
Burkat
Ada gadis manis yang lama sudah kukenal
Lucu abis senyumnya sangat ku hafal
Kalo meringis cantiknya kekal kalo
Menangis bikin ku gatal
Akupun jatuh cinta setiap hari jadi rajinku berkaca
Kalo bertemu aku terbata kamu cantik jelita
(*)
Jika kamu memang sudah tidak tatatata tahan
Siapkan dirimu untuk kata kata katakan
Reff:
Buruan nyatakan, buruan kamu katakan
Buruan deh nyatakan buruan kamu katakan
Buruan nyatakan buruan kamu katakan
Buruan deh nyatakan buruan kamu katakan
Int:
Sudah lama kupikirkan
Laki-laki harus berani menyatakan
Kita memang asyik berteman
Tapi ku slalu menyimpan perasaan
Dari pada penasaran
Lebih baik dilakukan percobaan
Ambil cepat kesempatan
Sebelum orang lain yang nyatakan
Kembali ke: (*), Reff
Sesungguhnya aku pun sayang kamu
Sebenarnya aku pun suka kamu
Namun jangan berharap padaku
Biarlah kita tetap
Cukup jangan teruskan kata-katamu
Padaku hey
Lupakan lupakan
Lupakan yang ku kukatakan (2x)
Bercanda bercanda
Aku cuma bercanda (2X)
Parapa parapa
Parapa parapa
Gembira gembira
Aku tetap gembira
Parapa paparapa
Aku tetap gembira
Cinta Kita
Cinta Kita
Bukan Hanya Kata-Kata
Bukan Hanya Mimpi-Mimpi
Bukan Hanya Cita-Cita
Cinta Kita… Di Dalam Hati
Terpadu Didalam Waktu
Terukit Oleh Takdir
Cinta Kan Selalu Ada
Slama Jasad Dan Jiwa
Saling Menyatu
Cinta… Abadi Dan Nyata
Slama Hati Dan Mata
Berpadu Satu
Berpadu Jadi…... Satu
Cinta Kita
Murni Bagai Embun Pagi
Putih Bagai Melati
Bagai Berlian Abadi
Cinta Yang Lain
Janganlah pernah kau harapkan aku
Untuk dapat mencintai dirimu
Coba renungkan dalam hati kita
Perpisahanlah yang mungkin terbaik
Reff:
Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan
Mungkin suatu saat nanti
Kaupun akan mengerti
Bahwa cinta memang tak mesti
Harus bersama
Kembali ke: Reff (2x)
Cintaku
Album: Badai Pasti Berlalu
Kan ku jalin lagu
Bingkisan kalbuku
Bagi insan dunia
Yang mengagungkan cinta
Betapa nikmatnya
Di cumbu asmara
Bagai embun pagi
Yang menyentuh rerumputan
Cinta, akan ku berikan
Bagi hatimu yang damai
Cintaku, gelora asamara
Seindah lembayung senja
Tiada ada yang kuasa
Melebihi indahnya
Nikmat bercinta
Cintamu Telah Berlalu
Kunyalakan api di dalam tungku
Dingin sekali malam itu
Namun lebih dingin dalam hatiku
Sejak cintamu telah berlalu... Ohh...
Pernahkah engkau mencoba untuk mengerti
Aku ini orang yang tiada arti
Kudengar lolongan anjing di malam hari
Menambah kesepian dan hampa di dalam hidupku
Waktu hujan turun di malam itu
Di bawah payung ku berlindung
Sederas hujannya air mataku
Sejak kau putuskan kasihmu... Kasihmu... Oh...
Citra Hitam
Ketika citra halu
Tlah membalut rasa
Cahayapun padam
Manusia kehilangan cinta
Ohh semesta... Simphonymu
Tiada pernah nyata
Paduan nada mengiringi
Hidupmu insan... Niskala
Reff;
Kau bilakah kan kembali
Di bumi persada
Memberi pelita tuk menggapai
Hasrat manusia
Kedamaian sejahtera di dunia
Damai Bersama-Mu
Aku Termenung Di Bawah Mentari
Di Antara Megahnya Alam Ini
Menikmati Indahnya Kasih-Mu
Kurasakan Damainya Hatiku
Sabda-Mu Bagai Air Yang Mengalir
Basahi Panas Terik Di Hatiku
Menerangi Semua Jalanku
Kurasakan Tenteramnya Hatiku
Reff;
Jangan Biarkan Damai Ini Pergi
Jangan Biarkan Semuanya Berlalu
Hanya Pada-Mu Tuhan
Tempatku Berteduh
Dari Semua Kepalsuan Dunia
Bila Ku Jauh Dari Diri-Mu
Akan Kutempuh Semua Perjalanan
Agar Selalu Ada Dekat-Mu
Biar Kurasakan Lembutnya Kasih-Mu
Dara Manisku
Dara manisku
Kau selalu didalam impianku
Dara manisku
Kau menjadi pujaanku… selalu
Bila kupergi
Kuingin denganmu
Dara manisku
Kucinta padamu
Dekadensi
Dunia mode semakin menjadi
Wanita dandan bagai lelaki
Begitu pula sebaliknya pria
Oh celaka
Penampilan berlomba materi
Berikut gaya bagai sang putri
Senyumnya manis
Mengalahkan wanita
Oh celaka
Apakah yang kini
Sedang terjadi
Hingga semua tak terasa lagi
Semakin sulit tuk kudapat
Di dalam kehidupan di zaman sekarang
Dekadensi tumbuh disana sini
Dekadensi melanda
Kehidupan kita
Oh oh oh
Sering terdengar di warung kopi
Orang berkumpul sambil mencari
Menuntut negri yang korupsi
Teknologi yang semakin tinggi
Membuat kita lupa budaya
Hanya kepentingan ekonomi
Telah dikorbankan citra manusia
Dendam
Seribu sayap rindu
Dibalik baju berburu
Amatlah jadi sudut kalbu
Terbang dan alam jiwa
Tersiksa dalam raga
Menantikan sesuatu
Yang tak pernah ada
Mendung ikutberduka karenanya
Sejuta lembing dan bom
Dibalik hidup yang kejam
Menanti saat menikam
Tiup tanda berputar
Pahala diberi rasa
Dunia kini memang gila
Oh kejam…memag kejam
Mereka kini menceraikan
Seorang aku
Di Batas Akhir Senja
Telah lama kududuk tertegun
Merenungi dan menghayati semua
Di penghujung senja yang merah menguning
Hatiku gelisah resah tak menentu
Yang kunanti jawaban pasti darimu kasih, yang satu
Mungkinkah, diantara kau dan aku kan terjalin satu
Cinta kita berdua seperti dalam lamunan
Di batas akhir senja
Tak akan kubiarkan bungaku layu
Berguguran
Sampai akhir hayatku akan kusimpan dan
Kutunggu selalu oh, mungkinkah
Diantara janjimu, janjiku kan tercipta
Bahagia yang nyata seperti dalam lamunan
Di batas akhir senja
Di Bawah Sinar Bulan Pertama
Dibawah sinar bulan purnama
Air laut berkilauan
Berayun-ayun ombak mengalir
Ke pantai senda gurauan
Dibawah sinar bulan purnama
Hati susah jadi senang
Gitar berbunyi riang gembira
Jauh malam dari petang
**
Beribu bintang taburan
Menghiasi langit hijau
Menambah cantik alam dunia
Serta murni pemandangan
Dibawah sinar bulan purnama
Hati sedih tak dirasa
Si miskinpun yang hidup sengsara
Semalam hidup bersuka
Kembali ke **
Dia
Betapa Indahnya Hari Ini
Dia Datang Berbisik Dan Oh Lirih
Duniaku, Duniamu
Bersinar Lagi
Dan Dungguh-Sungguh
Betapa Indahnya Hari Ini
Jika Dia Datang, Datang Lagi
Sambil Berkata Menggoda
Ku Kan Pergi Selamanya
(Kekasihku Mari Pulang)
Yang Kini Tak Kan Datang
Yang Kini Suram Muram
Yang Kini Tinggal Kenangan
Kenangan Hitam
Yang Sungguh Terpendam
Dan Kini Lenyap
Diam Membisu
Dan Menghilang
Betapa Indahnya Hari Ini
Jika Dia Datang, Datang Lagi
Sambil Berkata Menggoda
Kekasihku Mari Pulang
Dimana
Hari berganti... Waktu berlalu
Sirna kan rasa
Tiada kata... Tiada sapa
Hampa menjelma
Reff;
Ada yang tlah hilang antara kita
Segala rasa yang pernah ada
Segenap asa... Sebaris doa
Mohon pada-Nya
Hadirkan lagi... Getar jemari
Debaran hati
Coda...;
Dimana kasih... Yang dulu pernah ada
Dimana lagi masa itu
Duka Sang Bahaduri
Nada-nada sendu tlah tersirat
Dalam jalinan hidupmu
Kau pujaan... Dalam pelukan lara
Dian kalbu, kelu tlah menjelma
Masgul hatiku di rabaan marsapada
Tunduk hening gulana
Kau kini tlah tiada
Membahana tinggal nama
Korban hasrat manusia
Daku menghimbau rindu
Galih Dan Ratna
Dua sejoli menjalin cinta
Cinta bersemi dari SMA
Galih dan Ratna mengikat janji
Janji setia setia abadi
Oh Galih, oh Ratna cintamu abadi
Wahai, Galih, duhai Ratna
Tiada petaka merenggut kasihmu
Gelap Kan Sirna
Satu masa
Lewat berganti
Diputar detik
Detak ku berhenti
Tiba tuk menyepi
Sendiri ku bermimpi
Luka hati
Bagai ada duri
Beragam coba
Ingin kututupi
Mataku mengabut
Teteskan kerinduan...
Kasih,...bayangan sedih perlahan pupus jua
Badai gelap, kini sinarkan cahaya wooh...
Sayup sepi percikan rasa damai
Pintu hati kini kubuka tuk jelang esok....
Pijar api barakan dendamku
Getaran cinta, padamkan kembali
Namamu menyusup
Bisikan lirikku,..menggapaimu
Gerutu Menggerutu
Andai dapat kuberbuat sesuatu
Agar kembali kuulang saat dulu
Saat pertama lahir dari rahim ibu
Betapa dapat kurasa derita itu
Dan ketika tubuhku beranjak besar
Mulailah datang segala keraguan
Tentang segala yang pernah kurasakan
Tentang segala yang slalu kudambakan
Nyata sudah kini kurasakan dan alami
Ternyata hampa bagai kuasa mimpi
Dan naluri hatiku bukannya ragu
Benarkah dunia ini beranjak tua
Atau si tua itu hanya datang
Dalam diriku
Gita Cinta
Mekar bersemi untaian kasih
Jumpa cinta pertama
Telah tertanam rindu dendam
Semakin dalam
Semakin kelam
Indah cinta berakhir duka
Mengalun sunyi dibuai mimpi
Masa remaja penuhlah sudah
Menjauh dari angan
Merapuh
Ini kucari celah bahagia
Di atas jalan nan penuh duri
Kugapai gapai kasih nan lurus
Engkau kini semakin jauh
Tiada lagi senyum
Lembutmu
Sendiri berjalan di dalam kelam
Kemana arah yang kutuju
Engkau hanyalah bayangan beku
Harapan
Mega Bukanlah Tabirmu
Misteri Membisu Yang Membeku
Bila, Semoga Terjadi
Relung Nan Peka Kini Berseri
Kurindu Nyanyian Merdu
Bisikan Lirik Menyentuh Ragaku
Bulan Walau Kau Kupuja
Siap Berjaya Tanpa Daya
Dan Bila Kau Hilang
Dari Cakrawala
Kusedih Dan Terbawa Meratapi
Merenungi Nasibmu
Hari Hariku
Sejak awal berjumpa
Sinar mata selalu menggoda
Aku tak tahu entah mengapa
Kau membuat hati resah
Sungguh ku tak mengerti
Mengapa ku jadi begini
Semua yang ada di dirimu
Tak pernah terlupa dari hatiku
Senyum manismu… merah pipimu
Slalu terbayang
Di dua bola mataku
Tawa candamu tak pernah hilang
Dan mengisi hari hari
Dalam hidupku
Akupun tak berdaya
Menghadapi rasa di dada
Gejolak jiwa asmara
Datang tanpa terduga…
Landa hatiku
Haruskah
Bila malam ini kamu disini
Sepi hilang karenamu
Tiada kehangatan
Tanpa dirimu
Seperti waktu itu
Berdua, bercanda
Apalah upaya, dayaku ini
Acapkali begini
Dalam keheningan
Aku merenung
Kamu ada disini
Berdua, berjanji, selamanya
Sehidup semati
Reff;
Ternyata hati kita
Tak dapat untuk berdusta
Siapa lagi yang arus kusapa
Andaikan kudapatkan
Sebuah arti jawaban
Hanya karena perasaan ini
Haruskah,
Mestikah sendiri lagi
Jadi apa lagi akan kubuat
Kalau sudah terjadi
Setulus hatiku
Tak pernah ingkar
Sebagaimana dulu
Waktu demi waktu
Semakin jauh
Yang terbawa hanya dirimu
Harapan lepas berlalu
Hidupku Untuk Cinta
Jangan kan emas permata
Sesal pun aku tak punya
Tapi jangan kau sangka
Hati takkan gembira
Walau semua itu ku tak ada
Gunung pun akan kudaki
Lautan kan kusebrangi
Asalkan kudapati
Cinta kasih abadi
Permata aku tak perduli
Hidupku untuk cinta
Tak terbalas cinta
Inginnya bahagia
Ooh..
Hip Hip Hura
Dimalam minggu
Kupergi ke pesta
Pesta meriah
Ulang tahun kawanku
Semua yang datang
Bergaya ceria
Berdansa dan gembira
Ditengah pesta kulihat si dia, lincah gayanya
Dandan masa kini
Ingin hatiku mencium pipinya
Tapi malu rasanya
Reff;
Oh hip hip hura hura…
Aku suka dia…
Aku jatuh cinta…
Sungguh suka dia …
Sungguh cinta dia…
Hip hip hura hura
Hura-Hura
Ini dia kisah anak manusia
Ayah ibu sibuk semua
Cari harta siang dan malam
Anak dimanja dengan uang
Hingga terlupakan kasih sayang
Sianak jadi sungguh kecewa
Dicarinya cara tuk bahagia
Dalam kehidupan yang hampa
Selalu berfoya-foya
Tiada hari tanpa hura-hura
Dalam hura-hura
Hatinya duka
Yang didambakannya
Kasih orang tua
Tapi kini apa yang terjadi
Semakin hari semakin jadi
Gaya hidup metropolitan
Yang penuh dengan kepalsuan
Tiada hari tanpa hura-hura
Januari Yang Indah
Januari Yang Indah
Mula Cinta Kita Bersemi
Tak Mungkin Akan Kulupakan
Sampai Akhir Nanti
Januari Yang Indah
Saksi Kasih Kita Berdua
Semoga Abadi Untuk Selamanya
Kasih Diantara Kita
Peluklah Aku
Jangan Kau Lepaskan Lagi
Kuingin Selalu
Tidur Dalam Pelukanmu Kasih
Jangan Pernah Sayang
Kau Tinggal Diriku Ini
Kuingin Selalu Ada Disismu
Bersamamu
Jeritan Seberang
Ibu pertiwi
Terdengarkah jeritan kami
Yang telah lama t\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'lah terbius
Harapan impian palsu
Dari mulut nan berbisa
Ibu pertiwi
Pandanglah oh putramu ini
Lama terpisah darimu
Dalam sangkar budaya semu
Kasih namun mempesona
@
Tangan-tangan menggapai
Tolong dan bebaskan kami
Rangkul, rangkullah kami
Dan jangan lepaskan lagi
Ibu pertiwi
Ulurkan tangan saktimu
Dan bimbinglah jalanku
Menembus tabir gelap
Yang membaur di matamu
Ulangi @
Tangan-tangan menggapai
Tolong dan bebaskan kami
Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada
Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga
Reff:
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya
(**)
Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Karna sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja
Kembali ke: Reff, (*), (**), Reff
Jurang Pemisah
Dari puncak bukit megah ini
Sejenak pandangku terlempar
Nun jah dilembah di bawah sana
Terpisah dalalm
Dan curamnya jurang
*
Disana sobatku berkumpul
Bergumul dalam liatnya lumpur
Merangkak mencari jalan keluar
Terhuyung tersandung
Dan jatuh lagi
Bilakah saatnya
Kau datang dan berkumpul
Di bukit megah ini
Hai
Juwita
Selembut kurasakan tatapan rembulan
Kau dewiku bintang kejora
Tiada lagi cahaya kudamba
Mengusik kalbu dalam pesona
Seindah panorama bak lembayung senja
Kala hati dimabuk cinta
Kudibuat smaradahana
Bagai legenda Rama dan Shinta
Engkau juwita bagai bunga
Mahligai rama-rama
Pelita hati, penyuluh hidupku
Kehangatan menyatu
Tiada kata semanis madu
Kan hasrat menuju cita bahagia
Kala Cinta Menggoda
Album: Album 1997
Sejak jumpa kita pertama
Kulangsung jatuh cinta
Walau kutahu kau ada pemiliknya
Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini
Maka ijinkanlah aku mencintaimu
Atau bolehkanlah ku sekedar sayang padamu (2x)
Memang serba salah rasanya
Tertusuk panah cinta
Apalagi aku juga da pemiliknya
Tapi ku tak mampu membohongi hati nurani
Ku tak mampu menghindari gejolak cinta ini
Maka maafkanlah jika ku mencintaimu
Atau biarkan ku mengharap kau sayang padaku (2x)
Kala Sang Surya Tenggelam
Surya tenggelam...
Ditelan kabut kelam
Senja nan muram...
Di hati remuk redam
Malam mencekam...
Rembulan sendu rawan
Anak perawan...
Menanggung rindu dendam
Reff;
Jalan berliku dalam kehidupan
Dua remaja kehilangan
Penawar rindu kasih pujaan
Menempuh cobaan
Kalimantan
Album: Album 1997
Sungai mahakam terbentang
Bagai membelah dunia
Berkayuh ku ke seberang
Mencari dambaan jiwa
Gunung biru menghijau
Berhutan bagai beludru
Juwita dimana engkau
Hatiku semakin sendu
Kemana, kan kucari
Kemana, oh kemana
Kemana, kan kucari
Kemana, oh kemana
Kudengar kicau burung
Dipohon bercanda riang
Menghilang rasa murung
Hatikupun merasa senang
Wahai kau burung enggang
Bolehkah daku bertanya
Dimana kucari sayang
Dambaanku tak kunjung datang
Dipadang belantara
Terdapat rumah panjang
Mungkinkah kasih disana
Jika ada kan kujelang
Ternyata kudapati
Hanyalah bekas bara
Kemana lagi kau kucari
Mungkin kita tak pernah jumpa
Kemana, oh kemana (3x)
Kan Berlalu
Album: Album 1997
Kau duduk termenung menatap langit..sendiri
Terlihat dimatamu kelabu
Entah apa yang ada dibenakmu..kubertanya-tanya
Seberat apa beban yang mengganggu
Usah terhanyut dan diam saja
Hidup memang begini adanya
Sedihmu akan berlalu
Oh oh ioo ioo
Semua kan berlalu (oh...oh....iooo.....ioo...)
Senyumlah selalu (oh...oh....iooo.....ioo...)
Langitkan kembali cerah
Sambut hari-harimu
Semua kan berlalu
Senyumlah selalu
Langit kan kembali cerah
Mentari bersinar lagi
Menyambut hari-harimu
Indahnya ......oh...oh
Kangen
Kuterima suratmu...
Tlah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu
Akan hadirnya diriku
Didalam hari-harimu
Bersama lagi
Kau bertanya padaku
Kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa... Melawan,
Gejolak didalam dada
Yang membara menahan rasa
Pertemuan kita nanti...
Saat kau ada disisiku
Reff;
Semua kata rindumu semakin membuatku
Tak berdaya... Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang... Melepas semua kerinduan…
Yang terpendam
Kau tuliskan padaku
Kata cinta... Yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku... Saat ini,
Ku ingin ada pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Tak akan kulupa selamanya…
Saat bersama, dirimu…
Kembali ke reff;
Jangan katakan cinta...
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja sedihmu itu...
Ku akan datang
Kau dan Aku
Hening malam ini
Kuteringat akan hidup kita
Selama ini antara kau dan aku
Dalam menyusuri kehidupan ini
Dengan tiada tempat kubertanya
Kumohon pada-mu
Yang kuasa karuniakanlah
Sejahtera, bahagia bagi kami
Tuhan... Jadikanlah ini kenyataan
Agar semua selamat
Dan sampai di akhir masa
Reff :
Kapankah kau datang
Hari bahagia
Tuk kita berdua
Bersama dalam bahtera
Semoga cita kita
Kan menjadi nyata
Sehidup semati… bersama berdua...
Kembalilah
Album: Album 1997
Kubersyukur padaMu Tuhan
Atas sgala yang Kau berikan
Kumohon ampun untukku
Atas dosaku slama ini
Slalu ingat dunia sementara
Tak ada yang kan tetap abadi
Pasti semua kan kembali
Menghadap Yang Maha Kuasa
Kembali kita, kembali kepadaNya
Masih ada waktu
Dunia ini, hanyalah sandiwara
Pasti akan berakhir oh....oh....
Ada yangs enang
Dan ada yang bersedih
Itu semua cobaan
Kita semua tak ada yang berbeda
Sama dihadapanNya oh...oh...
Kembang Goyang
Oh alam indah membentang cerah ceria
Oh angin segar mengundang terbang kesana
Menyongsong juwita dara mempersona
Menyanyi kumenanyi
Menari kumenari
Memuja insan seelok ini
Oh, alam indah bertabur kembang bergoyang
Oh riuh rendah berdendana melagu rindu
Nikmati karunia Sang Maha Pencipta
Menyanyi kumenyanyi
Menari kumenari
Memuja alam seindah ini
Kembang goyang aduhai
Senyam-senyum manise
Lenggang-lenggok aduhai
Indah ayu oh amboi
Kenang-Kenangan
(…. Ah... Hari hari begitu cepat berlalu
Semua itu akan kau alami
Hh... Kenangan ini kujadikan lagu…)
Ketika embun pagi kutatap
Mengapa hati terharu
Seakan hari yang berkesan itu
Datang kembali membuaiku
Kala pertama kucium kekasihku
Ia tertegun dan tunduk tersipu
Masa remaja uh………masa bersuka
Sari bersemi uh………terbayang lagi
Hari hari itu kulewati
Penuh dengan derai tawa
Seakan waktu itu
Semua takkan cepat… berlalu
Masa belia uh…………masa bahagia
Hari bersemi uh……takkan kembali
( …hh... Satu, dua, tiga dan empat
Sepuluh, sebelas, seratus dan seribu
Sejuta titik embun dari hari kehari
Makin lama makin terasa
Makin lama makin kurasa
Waktu itu tak seluas samudra…
Ahh… maka akupun tertegun dan tertegun lagi
Bisikan lirih dalam hati
Mengumandangkan kta sang pujangga
aku ingin hidup seribu tahun lagi… )
Kala pertama kucium kekasihku
Ia tertegun dan tunduk tersipu
Masa remaja uh………masa bersuka
Sari bersemi uh………. Terbayang lagi
Masa belia uh…………masa bahagia
Hari bersemi uh………takkan kembali
Kesan Di Matamu
Kadang aku
Masih saja mencari
Bayangan dirimu
Terasa rindu
Yang tak pernahkan hilang
Walau ditelan waktu
Kadang saat kemaraupun
Hujan uu oo uu oo
Kadang malam tak
Berbintang
Apakah mungkin yang
Kurasakan
Akan jadi kenyataan
Oo oo oh(di matamu)
Seakan matamu bicara
(Tentang cinta)
Yang tak mampu untuk
Berkata
Jangan biarkan kutersiksa
Terlena tak berdaya
Diantara kesan di matamu uu ooh
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Album: Album 1997
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina
Khayalku
Album: Badai Pasti Berlalu
setinggi bintang, malam tua
remang bersinar
melambai mesra
oh .. juwita dambaan jiwa
mungkinkah tercapai jua
cintaku khayalku
walau dinding yang membentang
diantara kita selebar samudera
membendung cita khayalku
kau juwita kurnia dewata
lembut bak sutera sejuk
bibirmu
oh .. terasa merasuk sukma
hatiku haus meronta
tuk menyunting duhai kau
juwita
setinggi bintang
Kidung
Tak selamanya
Mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kulihat begitu ceria
Hutan dan rimba
Turut bernyanyi pula
Membuat hari ini berseri
Dunia penuh damai
Bintang berkelip
Dengan jenaka
Seakan tahu
Arti dan rasa
Oh kidung yang indah
Kau luputkan aku
Dari sebuah dosaku
Tak selamanya mendung itu kelabu
Nyatanya hari ini
Kudapat bernyanyi kepadanya
Kisah Cintaku
Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusedari
Dia telah pergi tinggalkan diriku
Adakah semua kan terulang ( adakah )
Yang seperti dulu ( mungkinkah terulang )
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Takkan pernah hilang bayangan dirimu
Mengapa terjadi kepada diriku
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah kupergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa dengan mu
Kisah Kasih Disekolah
Resah dan gelisah... Menunggu disini
Disudut sekolah...
Tempat yang kau janjikan
Ingin jumpa denganku
Walau mencuri waktu...
Berdusta pada guru
**
Malu aku malu pada semut merah
Yang berbaris di dinding
Menatapku curiga
Seakan penuh tanya... Sedang apa disini ?
Menanti pacar jawabku
Sungguh aneh tapi nyata tak\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'kan terlupa...
Kisah kasih disekolah... Dengan si dia
Tiada masa paling indah... Masa-masa disekolah
Tiada kisah paling indah... Kisah-kasih disekolah
Kembali **
Kr. Pasar Gambir dan Stambul Anak Jampang
Pasar gambir, kota betawi
Ai kota betawi
Ai indung di sayang
Sampai di gambir noni
Sampai di gambir nona
Membeli pala
Buah pala dipinggir kali
Yang baju merah nona
Manis sekali
Anak kepiting di lubang batu
Sudah dilubang merayap lagi
Badanlah miskin tambah piatu
Sudah piatu melarat lagi
(pasar gambir... Huu... ) 2x
Dari jauh saya kemari
Ai saya kemari
Ai indung di sayang
Mencari makan nona
Mencari makan nona
Jual suara
Buah kedondong dipinggir kali
Ini keroncong nona... Enak sekali
Ini keroncong nona... Enak sekali
Lagi Lagi
Lagi lagi muda mudi masa kini
Pusing kepala cari sekolah
Tamat SMA sudah hangat masih ijazah
Mau kemana tak tahu jawabnya
Lagi lagi frustasi disana sini
Universitas bayarnya tinggi
Oh, penerus generasi tanpa bekal yang pasti
Apa jadinya auo auo
Buat apa harus bersedih tak dapat sekolah
Jaman ini bukan lagi untuk frustasi
Mengharap koneksi
Lihat masa depan membentang
Lihat masa yang akan datang
Tuk mendiri jangan kau ragu
Buat apa bertitel tinggi tanpa pribadi
Kaupun tak akan
Berarti auo auo
Lagu Putih
Hanya Ini Yang Kucipta Untukmu
Lagu Sederhana Dari Sanubari
Walau Engkau Tak Sudi Menerima
Terimalah Ini ( Kasih... )
Persembahan Beta ( Sedih... )
Lagu Sederhana... Hai Tuan
Ingkat Engkau Waktu Kau Menyakiti
Hatiku Yang Putih Telah Kau Nodai
Ketulusanku Telah Kau Aniaya
Dan Kudiam Saja
Terimalah Kini ( Kasih... )
Persembahan Beta ( Sedih... )
Sebagai Balasan... Hai Teman
Reff;
Selamat Tinggal Kau Kelam
(Cepat-Cepat Sendu Hilang... Oh)
Yang Kubawa Hanya Rindu... Dendam
Kutatap Sinar Gemilang
(Cepat-Cepat Haru Hilang… Oh)
Sedangkan Jiwaku Remuk... Redam
Lagu Putihku Mendayu
(Cepat-Cepat Pilu Hilang… Oh)
Dan Kau Masih Tetap Kawanku
Jika Saja Kau Mau Setia
Pada Kebenaranku Yang Tak Tercela
Kupastikan Kisah Kasih Kita Yang Lugu
Di Kalam Pujangga
Terimalah Kini ( Kasih... )
Persembahan Beta ( Sedih... )
Lagu Putih Murni
Oh Nyali
Lakon Manusia
Pernahkah kau fikir tentang manusia
Yang hidup penuh dengan baku tanya
Sangsikan keadaan
Sangsikan kebenaran
Sangsikan ketuhanan
Manusia berusaha membuka tabir semesta
Adakah kau fikir tentang manusia
Yang hidup penuh dengan laku nista
Menindas keadilan
Menyulap kebenaran
Menyilam ketuhanan
Reff;
Oh, dunia ini... Semua ini
Akan kau alami
Itu garis manusia selama hidup di dunia
Derita ini... Sadarlah kini
Pahit selang manis
Tak kan mungkin terelakkan
Inginkah kau isi hidup alam ini
Dengan hal wajar nan bijak bestari
Pahami keadaan
Tegakkan kebenaran
Agungkan ketuhanan
Pasang berganti surut...
Tabahlah, jalani saja
Lenny
Awal Suatu Percintaan
Sungguh Amat Mengasyikkan
Duaniapun Seakan
Menjadi Miliknya
Oh…Lenny Gadis Muda Remaja
Dimasa Puber Pertama
Mabuk Dilanda Cinta
Karena Kekasih Seorang Pemuda
Masa Kini Yang S\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'lalu Bersolek
Berdandan Ala Fantastik
Walaupun Drop Out Sekolah
Akhir Suatu Percintaan
Tak Terfikir Olehnya
Dan Ketika Harinya Datang
Ia Pun Menangis
Oh Lenny Janganlah Kau Sesali
Jalannya Kehidupan
Apapun Yang Terjadi
Biarkanlah Berlalu
Lupakan Semua
Hari Ini Bukan Jamannya Lagi
Tuk Merintih Dan Menangis
Menyesali Masa Lalu
Lestariku
Lentera di dalam kalbu
Nampak benderang kini
Mengusik tidurku
Terdengar kicauan
Burung menyambut sang surya
Dalam nyanyian bahagia
Seakan damai dunia ini
Tiada terperi
Selelap tidurku
Serasa alam mimpi
Kubuka jendela kamarku
Terasa sejuk hawa
Merasuk di kalbu
Sudikah kau esok
Kujelang sehangat rindu
Semesra kasih dalam pelukan
Dihiasi bunga-bunga aneka rupawan
Kau dambaan insan
Sepanjang masa bagi hidupku
Mungkinkah kau kan kubawa serta
Dalam alunan nada
Lestariku bijana
Ataukah hanya angan semata
Kumelambung jauh ke alam mimpi
Lilin Lilin Kecil
ooh...manakala
mentari tua lelah berpijar
ooo...manakala
bulan dan bumi
enggan tersenyum
berkerut kerut
tiada berseri
tersendat sendat
merayap...
dalam kegelapan
hitam kini ...
hitam nanti....
gelap kini....
akankah berganti
engkau lilin lilin kecil
sanggupkah kau mengganti
sanggupkah kau memberi
seberkas cahaya....
engkau lilin lilin kecil
sanggupkah kau berpijar
sanggupkah kau menyegar
seisi dunia...
Lirih
Kini tlah kusadari / dirimu tlah jauh dari sisi
kutau tak mungkin kembali kuraih / semua hanya mimpi
ingin ku coba lagi / mengulang yang telah terjadi
tetapi semua sudah tak berarti / kau tinggal pergi
.Reff
Adakah kau mengerti kasih / rindu hati ini
tanpa kau disisi
mungkin kah kau percaya kasih/ bahwa diri ini
inging memiliki lagi
kusadari kembali / ternyata semua khayal diri
kini kutau tak mungkin ada waktu / untuk mencintaimu lagi
back to .Reff
mungkinkah kau percaya kasih / bahwa diri ini
ingin memiliki lagi
mungkinkah kau percaya kasih / bahwa diri ini
ingin memiliki
lagi..
Maafkan
Mentari, di pagi yang cerah
Kuatkan mega langit putih biru
Sinarmu merasuk sukmaku
Tinggalkan impian baru
Dewiku, maafkan aku
Entah di mana nyaliku ini
Semalam kau hadir di sini
Tak sanggup aku berkata
Siapakah diantara kita
Tuk mulai kata kata cinta
Oh angin tolonglah diriku
Bawakan aku kepadanya
Agar ragaku sampai kesana
Maafkanlah
Malam kelam ini
Hati sunyi sepi
Tiada lagi cinta
Dan asmara untukku
Maafkanlah sayang
Segala salahku
Kini tinggal kenangan
Semua telah hilang
Biarkan daku sepi
Sedih dan sendiri
Walau kusadari kini
Semua hanya duka lara
Malam Pertama
Pagi yang cerah
Senyum di bibir merah
Dari balik jendela
Sinar mentari lembut menyapa
Kita berdua
Yang tlah berpeluk mesra
Menikmati hangatnya
Suasana jiwa insan bercinta
Kutidur didalam pelukmu
Diantara rambut yang terurai
Dan degup di dada
Kudengar kurasa
Membisikkan kata bahagia
Pagi yang terang
Berlalu tanpa kata
Hanyut kita berdua
Dalam lamunan malam pertama
Kau/ku tidur didalam pelukku/mu
Menetes air mata bahagia
Kau/ku berikan semua
Sepenuh jiwa
Dirimu/ku cintamu/ku
Dan segalanya untukku/mu
Reff;
Pagi yang cerah
Dan senyum di bibir merah
Sejuta rasa bahagia
Yang kau berikan
Tiada lagi
Yang dapat kupersembahkan
Hanyalah laguku ini
Sebagai ungkapan dan rasa cintaku
Jangan kau ragu
Kan segala yang terjadi
Setulus hati yang ada
Tlah kuberikan
Marlina
Marlina kau dara pujaan parasmu jelita
Menggugah sukma nan rawan
Oh marlina penawar rinduku
Hatiku bahagia kala bersua denganmu
Engkau mirip kekasihku
Yang telah meninggalkanku
Sudikah kau menggantinya
Agar rembulan bercahaya gemilang
Oh marlina kau bagaikan ratna
Kupuji kupuja di lubuk sukma slamanya
Masa Kecil
(*)
Dikala sang mentari
Menyapa selamat pagi
Membawaku sejenak
Terbayang masa kecilku
Ceria dan penuh canda
Membuatku bahagia
Ohh…. Betapa indahnya
Masa waktu dulu
Kini semua
Menjadi suatu kenangan
Dan tak akan terlupa
Hingga ku besar nanti
Sang waktu telah berputar
Seiring dengan langkahku
Dan kini
Aku tlah tumbuh dewasa
Kembali ke (*)
Di suatu saat nanti
Semua menjadi cerita
Selamat tinggal masa kecil
Yang penuh bahagia
Matahari
Album: Badai Pasti Berlalu
musim berlalu resah menanti
matahari pagi, bersinar gelisah
kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti
dimana kau timbun daun berlayu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah ku harus menanti
awan yang hitam tenggelam dalam dekapan
daun yang layu berguguran di pangkuan
kapan badai pasti berlalu
resah aku menunggu
kapan badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
Mawar Merah
Kita memang tak ubahnya
Bagai seorang anak kecil
Yang malu-malu tuk mengatakannya
Rasa cinta
Mengapa kasih cintaku
Baru kurasakan kini
Entah bagaimana ‘tuk mengungkapkannya
Rasa cinta ini..o...o...o
Cintaku padamu bagai bunga
Mawar merah yang kuimpikan
Tanda cintaku
Cintaku padamu kan kujaga
Sampai waktu yang memisahkan
Mawar merah ini
Oh..Tuhan kuatkan diriku
Agar ku slalu disisiMu
‘tuk slama-lamanya
Memori Kita
Seandainya di hari ini
Kau ada disisku kasih
Betapa bahagia, tak terlukis kata
Sejuta mesra dihati
Namun semuanya tak mungkin
Hanya keinginan yang semu
Kau telah berdua, dan aku berdua
Cinta kita tak mungkin satu
Memori kita begitu indahnya
Tapi tak mungkin terulang
Memori kita bagai suatu cerita
Terkenang selamanya
Menjadi Seperti Yang Kau Minta
Maafkan aku tak bisa memahami maksud amarahmu
Membaca dan mengerti isi hatimu
Ampuni aku yg telah memasuki kehidupan kalian
Mencoba mencari celah dalam hatimu
Aku tahu ku takkan bisa
Menjadi seperti yang engkau minta
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba
Menjadi seperti yang kau minta
Ampuni aku yang telah memasuki kehidupan kalian
Mencoba mencari celah dlm hatimu
Aku tahu ku takkan bisa
Menjadi yang seperti engkau minta
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba
Aku tahu dia yang bisa
Menjadi seperti yang engkau minta
Namun selama aku bernyawa aku kan mencoba
Menjadi seperti yang kau minta
Aku tahu ku takkan bisa
Menjadi seperti yg engkau minta
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba
Aku tahu dia yg bisa
Menjadi seperti yang engkau minta
Namun selama aku bernyawa aku kan mencoba
Menjadi seperti yang kau minta
Seperti yg kau minta
Aku kan mencoba menjadi seperti yg kau minta
Menunggumu
Didalam sebuah cinta...terdapat bahasa
Yang mengalun indah...mengisi jiwa
merindukan kisah...kita berdua
Yang tak pernah bisa...akan terlupa
Bila Rindu ini..masih milikmu
Kuhadirkan sebuah..tanya untukmu
Harus brapa lama..aku menunggumu..
aku menunggumu...
Didalam masa indah...saat bersamamu
Yang tak pernah bisa...akan terlupa
Kenangan masa yang...menghancurkan jiwa
Dengan segenap cinta...aku bertanya
Bila Rindu ini..masih milikmu
Kuhadirkan sebuah..tanya untukmu
Harus brapa lama..aku menunggumu..
Dalam hati kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..aku...
Dalam benak kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..aku...
masih menunggu....
Bila Rindu ini..masih milikmu...
Kuhadirkan sebuah..
harus berapa lama...Harus brapa lama...
aku menunggumu..aku menunggumu..
Merepih Alam
Album: Badai Pasti Berlalu
merepih alam dimalam
berselubung kabut kelam
wajah pun meredup tercermin haus cahaya
meremang gulana menatap reruntuhan dalam duka
kunanti fajar berkawan angin malam merindukan
belaianmu oh asmara oh ... asmara
insanmu menanggung rindu
benamkan diriku dalam dekapan, tanganmu
yang hangat penyegar cita rasaku
bukakan pintumu
kan kujelang kau pelita hidupku
bawa aku serta berlayar
menuju pantai harapan
bersamamu oh asmara oh .. asmara
insanmu menanggung rindu
Merpati Putih
Album: Badai Pasti Berlalu
Mengering sudah bunga di pelukan
Merpati putih berarak pulang terbang menerjang badai
Tinggi di awan, menghilang di langit yang hitam
Selamat berpisah kenangan bercinta
Sampai kapankah jadinya aku harus menunggu
Hari bahagia seperti dulu
Terserah kasih kembali mesra
Bercumbu langit memadu satu janji berjuta bintang
Dalam pelukan sehangat pagi yang cerah
Mesin Kota
Tiap detik lalu begitu saja
Tanpa rasa apalagi cinta
Tiap hari aku slalu bertanya
Apakah aku sebuah mesin kota
Hari ini kuingin bebas lepas
Dari kerja yang itu, itu juga
Hari ini kuingin bergembira
Tanpa waktu yang harus kuburu
Kusiapkan sebuah stua yang lusuh dan lagi daluwarsa
Dari pagi hingga datangnya senja
Kusinggahi semua sudut kota
Semua wanita ingin kusapa
Dari yang muda hingga yang tua
Semua lelaki ingin kukata
Aku ini pencari bahagia
Aku ini pencari bahagia
Jangan kau bicara tentang cinta
Jika harus berakhir dengan duka
Jangan kau bicara tentang dunia
Hari ini kuingin bahagia
Metropolitan
Suasana di metropolitan
Suasana yang penuh sandiwara
Manipulasi di kanan kiri
Tingkah laku nyaris membudaya
Oh prostitusi jalanan sampah nya kehidupan
Lengkap sudah proses perjalanan (kehancuran)
Hal jauh tinggalkan kita cita murni leluhur bangsa
Kembalikan lah arah tujuan agar kesadaran pun terjaga
Disanalah harapan walau penuh tantangan
Berjuang untuk hari masa datang
Oi iyo oaiyoo oi iyo oaiyoo
Hey kini saatnya kita semua berpadu satu
Usahlah kau risaukan materi bukanlah hambatan
Kelak bila saatnya sila kelima tiba
Hadir nyata dalam kehidupan
Oh iyo iyo iyooo oh iyo iyo iyooo
Tinggalkan semua palingkan segera
Rangkullah mereka sikecil yang hina
Bersama menggapai harapan menghadapi kenyataan
Berjuang untuk hari masa datang
Oi yoo oaiyoooo
Nada Asmara
Kau pelita hati
Rindu menyapa kalbu
Hati nan gelisah tuk mengadu
Simphony cinta yang datang
Mengusik sukma
Kau kurindukan kuimpikan
Ku damba kau pujaan
Sentuhan bibirmu
Haru menyapa kalbu
Dalam buai bisikan mesramu
Semesra angin malam datang di sisiku
Kau kurindukan kuimpikan
Ku damba kau pujaan
Reff;
Harum semerbak wangi bunga
Menghiasi hati nada asmara
Berkilauan permata
Fajar datang menyambut terang
Kala hati dibuai nada cinta
Akan berjuta rasa
Merasuk di hatiku
Kau tumpuan kalbu
Natalie
Tadi malam Natalie
Kuterbangun dari tidurku
Sejenak kudibawa mimpi
Dengan kedinginan malam
Hari ini Natalie
Setahun sudah kita berpisah
Rindu dihatiku berharap
Kapan kita kan jumpa lagi
Janji yang pernah kau ucapkan
Kan kukenang
Natalie oh Natalie
Pribadimu anggun
Sederhana
Kau seindah bunga idaman
Di musim semi yang cerah
Malam ini Natalie
Di kamar kududuk sendiri
Kubersihkan percikan debu
Dibingkai protetmu yang menua
Kucoba melepaskan rindu
Menatapmu
Oh Natalie
Tak kurasa
Perjalanan waktu yang berlalu
Setahun sudah kita berpisah
Namun kau selalu di hati
Oh Natalie kau pujaan
Pribadimu anggun sederhana
Kau seindah bunga idaman
Dikala musim semi
Nona Lisa
Salah tingkah tak karuan
Selalu saja maunya dandan
Depan kaca suka beraksi
Kalau dipikir malu sendiri
Sungguh manis si nona ini
Mencuri mata hatiku kini
Terbawa sapai di dala mimpi
Adakah dia dapat kumiliki
Reff;
Nona nona lisa
Kau buat aku terpana
Cinta mebara di dada
Begini salah, begitu salah
Nona nona lisa
Kau gadis penuh pesona
Kujadi jatuh cinta
Sungguh sungguh
Ku jatuh cinta
Nostalgia Cinta
Ada satu cerita cinta
Dua insan yang sedang kasmaran
Saling menyayang
Dan saling berjanji
Seolah tak kan berpisah
Oh... Begitu serasa mesranya
Kisah kasih antara mereka
Berbagai rasa dalam suka duka
Memadu bersama
Bilakah semuanya kan abadi
Didalam cita dan cintanya
Wujudkan impian jadi nyata
Dan berikanlah tuhan
Satu kebahagiaan hati
Untuk mengarungi kehidupannya
Tinggalah nostalgia yang pernah ada
Di dalam lamunanku
Kini ku sendiri lagi
Membisu dalam sepi
Membawa satu pengharapan
Nyanyian Rindu
Bila malam hening dan terasa sunyi
Terdengar alunan nyanyian nada asmara
Aku di sini dan kau jauh ada di sana
Kini terasa rindu cinta suci
Tak tertahan hasrat hati ingin lagi
Bersama berdua seperti saat yang lalu
Bilakah akan kembali
Bersama kita kan memadu cinta
Seperti dahulu kau di pelukku
Hangat terasa, oh aku rindu
Kapankah kita bersama lagi
Oh Cintaku
Kan kusadari yang terjadi
Tak sanggup rasanya hati ini
Cinta yang bukan sepenuhnya
Takkan mungkin membawa
Segala yang kudambakan
Reff;
Akankah terulang kisah lalu
Kenangan terlalu indah
Untuk dilupakan
Tak sanggup rasanya
Oohh… cintaku...
Tak pernah lagi kurasakan
Sebahagia waktu bersamamu
Mungkinkah kita kan kembali
Tuk menyatukan lagi
Cinta yang kini telah hilang
Betapa sedihnya hati ini
Seakan ingin menangis
Mengenang kembali
Waktu bersamamu
Oh…. Cintaku…
Pagi
Dari balik jendela di kamarku
Menyelinap seberkas cahaya
Hingga ku terjaga segera
Dari tidurku malam itu
Dan mimpiku yang mesra
Ketika daku membuka jendela
Sinar mentari menyambut pagi
Reff;
Burung-burung pun memberikan salam
Dalam kesejukan dan indahnya pagi
Seandainya suasana pagi ini
Kan sepanjang hari… betapa bahagia
Coda...;
Tanpa terasa siang kan menjelang
Hari kan berganti... Aku pun berlalu
Burung-burung pun memberikan salam
Selamat pagi... Betapa bahagia
Panah Asmara
Berdebar rasa di dada setiap kau tatap mataku
Apakah arti pandangan itu menunjukkan hasratmu
Sungguh aku tlah tergoda saat kau dekat denganku
Hanya kau yang membuatku begini
Melepas panah asmara
Sudah katakan cinta sudah kubilang sayang
Tapi kau hanya diam tersenyum kepadaku
Kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
Ku akan setia menanti satu kata yang terucap
Dari hati sisi sanubarimu yang membuatku bahagia
Pelangi
Album: Badai Pasti Berlalu
Bagaikan langit berpelangi
Terlukis wajah dalam mimpi
Tertegun dibuai dibuai dalam kenangan dan senyuman
Yang tak kan terlupakan
Mungkinkah tercipta kembali
Malam nan penuh keindahan
Sekarang bulan terasa oh hangat menyentuh tubuh
Di antara pelukan
Kau dengar laguku dalam simfoni
Tiada lagi melodi dapat kucipta tanpa senyummu
Bagaikan langit berpelangi
Terlukis wajah dalam mimpi
Sekarang bulan terasa oh hangat menyentuh tubuh
Di antara pelukan
Tiada lagi melodi
Pemuda
Kehidupan Dijaman Sekarang
Penuh Dengan Perjuangan
Jangan Ada Waktu Yang Terbuang
Mimpikan Yang Bukan Bukan
Hadapilah Segala Kenyataan
Dengan Teguh Dan Hati Lapang
Kedudukan Bukan Persoalan
Semangat Yang Terdepan
Reff;
Pemuda Dan Pemudi
Gerakkan Hatimu
Sambutlah Hari Depan
Dengan Penuh Kepastian
Pemuda Dan Pemudi
Gunakan Waktumu
Melangkah Kita Bersama
Menuju Masa Depan Yang Gemilang
Oh... Oh... Oh…
Menuju Masa Depan Cerah
Pengalaman Pertama
Lirikan matamu menarik hati
Oh senyumanmu manis sekali
Sehingga membuat… aku tergoda
Sebenarnya aku ingin sekali
Mendekatimu memadu kasih
Namun sayang-sayang… malu rasanya
Biar kucari nanti caranya
Memang sekarang malam perpisahan
Namun awal lahirnya percintaan
Harapanku dapatlah kau rasakan
Meskipun belum aku menyatakan
Ohh... Kiranya aku… telah jatuh cinta
Senyumlah sayang sekali lagi
Sebagai tanda aku tak sendiri
Percayalah baru… pertama kali
Pengalaman ini aku alami
Kembali **
Pergilah Kasih
tak pernah kusangka ini terjadi
kisah cinta yang suci ini
kautinggalkan begitu saja
sekian lamanya kita berdua
tak kusangka begitu cepat berlalu
tuk mencari kesombongan diri
lupa sgala yang pernah kau ucapkan
kautinggalkan daku
pergilah kasih
kejarlah keinginanmu
selagi ada waktu
jangan hiraukan diriku
aku rela berpisah demi untuk dirimu
smoga tercapai sgala keinginanmu
Problema
Di Malam Ini Aku Sendiri
Menerawang Jauh Pikiranku
Ku Susuri Jalan Sepi
Tanpa Adanya Satu Tujuan
Kemana Aku Melangkah
Tak Tahu Arah
Oh…... Resahnya Hati
Di Dalam Jiwaku Ini
Mengganggu Jalan Hidupku
Yang Penuh Problema
Haruskah Aku Tenggelam Dalam
Kesedihan Tak Menentu
Ku Ingin Terbebas, Lepas
Dari Belenggu
Masa Laluku
Puspa Indah Taman Hati
Embun bak permata
Menghias persada
Kemilaunya semarakkan jiwa
Menghibur hati nan luka
Engkau bak permata
Menghias kalbuku
Kekasihku tambatan hatiku
Pelipur hati nan pilu
Datang , datanglah
Wahai kasihku
Isilah jiwaku yang hampa
Kenanglah, kenanglah
Hari-hari nan syahdu
Kala berdua ditaman cinta
Puspa indah ditaman hati
Bersemi asri
Kasih murni di dalam hati
Bersemi hari ke hari
Embun bak permata
Menghias persada
Kemilaunya semarakkan jiwa
Menghibur hati nan luka
Engkau bak permata
Menghias kalbuku
Kekasihku tambatan jiwaku
Pelipur hati nan pilu
Maaf,maafkan daku kasihku
Ingatkan jika ku terpana
Jelang, jelanglah
Hari-hari bermadu
Kita berdua ke taman cinta
Puspa indah ditaman hati
Bersemi asri
Kasih murni di dalam hati
Bersemi hari kehari
Putri
Inilah cerita yang aku alami
Saat ku berada di pedalaman desa
Jalanan yang basah
Dalam kabut gelap
Rimbun semak hutan sepi kehidupan
Dalam lelah kerja bosanpun terasa
Ku kepesta desa lalu jumpa dia
Dia yang menari tarian tradisi
Bunga warna warni...
Ndah menghiasi
Reff;
Tatapannya bening mempesona
Menembus jiwa yang dahaga
Dan senyumnya selalu menggoda
Memberi hangat jiwa yang terlena
Oh... Oh... Aku suka
Dengan dia... Aku suka
Gairah membara penuh cita-cita
Tapi roda cinta takkan kunjung ada
Berakhir ceerita dalam nada duka
Ku harus berpisah untuk selamanya
Putri Malam
Putri engkau berparas jelita
Senyum bercermin telaga
Daun bermandi embun dingin
Terusik lalunya angin
Putri malam dipucuk cemara
Menatap malam nan jua
Putri malam menyimpan pandang
Dua insan berkedap sayang
Mega berarak menabar tirai
Gulita seisi alam permai
Kunang-kunang menabar benih
Angin dingin datang menggigit
Malam senyap mengisi kalau mimpi
Anak karau berdoa sendiri
Putri malam menyisihkan diri
Melati timur mengundang pagi
Rindu
Oh kekasihku
Aku rindu padamu
Lama nian tak berjumpa
Jiwa ragaku lara
Malam terasa
Hanya rindu dalam rasa duka
Tiada kehangatanmu
Tiada cintamu... Kurindu padamu
Reff;
Kini kurindu
Berdua dalam cinta
Dan tidurlah dipelukku
Demi cinta kita
Romeo & Julia
Dari dulu hingga kini tak pernah berakhir
Kisah cinta romeo julia selalu bersemi
Diantara remaja yang untuk pertama kali
Menjalin rasa cinta berjanji sehidup semati
Kedua orang tua tak setuju
Apalagi merestui dan yang bercinta tak
Ambil peduli semau mereka
Siang malam bercumbu menikmati semua
Hangat dan mesranya cinta
Tapi malang nasib mereka ohh yeah
Kekasih mengeluh bulannya terlambat datang
Penyesalan yang datang di akhir peristiwa
Tragedi bercinta antar dua insan remaja
Seperti khayalan kisah romeo dan julia
Saat Yang Indah
Lilin-lilin kecil hangat di hati
Mengingatkan daku saat indah
Saat indah dulu masa penuh canda
Di masa remaja
Yang penuh tawa ceria
Sewindu berlalu tiada terasa
Bulan tahun telah kita lewati
Kini kau tertidur di samping si kecil
Buah hati kita
Perasaan menyatu dalam cinta
Kau selalu saja setia
Duduk berdampingan berdua
Seperti masih saja saat remaja
Lihat sikecilmu oh mama
Tertidur memelukmu mesra
Kini kuucapkan selamat malam
Sabda Alam
Kicau burung bernyanyi
Tanda buana membuka hari
Dan embun pun memudar
Menyongsong fajar
Sejenak ku terlena
Akan kehidupan yang fana
Nikmat alam semesta
Nusa indah nirmala
Serasa pagi tersenyum mesra
Tertiup bayu membangkit sukma
Adakah esok kan tersenyum jua
Memberi hangatnya sejuta rasa
Sabda alam, menghanyutkan suasanaku
Kadangkala kebosanan mencekam jiwa
Sabda alam, berbuah kodrat tak tertahan
Rasa cinta, rasa nista berpadu satu
Sahabat
Album: Album 1997
Dimalam indah ini, bintang bertaburan
Rembulan kau tampakkan dirimu
Terlena kusesaat, mengusik kalbuku
Teringat akan sahabat lama
Diantara ilalang yang bergoyang
Kau menari bagai sang dewi
Diiringi suara gemercik air
Kau hias alam desamu, penuh warna
Bak permata, berkilauan
Oh, ..indahnya
Biarkan jalin kasih, ‘kan slalu bersemi
Tak hilang, abadi sepanjang masa
Terlena ku sesaat, mengusik kalbuku
Teringat akan sahabat lama
Sakura Dalam Pelukan
Senada Cinta Bersemi Di Antara Kita
Menyandang Anggunnya
Peranan Jiwa Asmara
Terlanjur Untuk Terhenti
Dijalan Yang Telah Tertempuh Semenjak Dini
Sehidup Semati
**
Kian Lama Kian Pasrah Kurasakan Jua
Janji Yang Terucap Tak Mungkin Terhapus Saja
Walau Rintangan Berjuta
Walau Cobaan Memaksa Diriku Terjerat
Dipeluk Asmara
Bersama Dirimu Terbebas Dari Nestapa
Dalam Wangi Bunga Cita-Cita Nan Bahagia
Walau Rintangan Berjuta
Walau Cobaan Memaksa Diriku Terjerat
Dipeluk Asmara
( ** )
Reff :
Terlambat Untuk Berpisah
Terlambatlah Sudah
Beribu Sanubari Tak Semudah Ucapkan
Yakinlah Kan Cintamu Yakinkan Segalanya
Perlahan Dan Pasti
Dan Tuk Kan Melangkah…
Menuju damai jiwa...
Sana Sini
Ini cerita tentang anak muda
Wajahnya tampan mempesona
Semua wanita tergila gila
Sehingga dia menjadi idola
Banyak wanita cantik dirayunya
Semua pada jatuh cinta
Dijanjikannya pada mereka
Akan diberi cinta seutuhnya
Janji sana, janji sini
Sejuta angan, sejuta impian
Sana-sini
Janji sana, janji sini
Janji kosong belaka
Untuk semua yang dicinta
Oh oh oh janji yang penuh kepalsuan
Oh oh oh janji janji kesana sini
Satu Cinta
Lima jari di kiri
Lima jari di kananku
Tapi satu saja
Yang aku sentuh hanya kamu
Jangan dikau sangka
Yang bukan bukan
Mentang mentang kita
Di kota metropolitan
Reff;
Aku kuno soal cinta
Ketinggalan cara kota
Satu cinta yang setia
Sudah cukup untukku selamanya
Sayang
Mengapa kau sendiri
Mendekaplah padaku sayang
Tak usah kau lamunkan
Kejadian yang telah silam
Tersenyum sejenak
Agar dunia terang cerah
Suasanapun kan berganti
Seindah parasmu
Mungkin tak kau sadari
Betapa aku mengagumi
Kelembutan hatimu
Dan pribadi yang sederhana
Tersenyumlah sejenak
Agar dunia terang cerah
Ciptakanlah suasana
Di antara kita
Agar malam ini
Dapat kau nikmati
Selamat Jalan Kekasih
Resah rintik hujan
Yang tak henti menemani
Sunyinya malam ini
Sejak dirimu jauh dari pelukan
Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Jangan kau ragu tuk melangkah
Demi masa depan dan segala kemungkinan
Jangan kau risaukan
Air mata yang jatuh membasahiku
Harusnya kau mengerti
Sungguh besar artimu bagi diriku
Selamat jalan kekasih
Kejarlah cita-cita
Walau kini kita berpisah
Suatu hari nanti kita kan bersama lagi
Bersama lagi, kita berdua
Semusim
Album: Badai Pasti Berlalu
semusim bersemi bunga
dalam kelembutan
cakrawala senja
pagi benderang
jernihnya semesta
dalam wangi bunga
menyambut insan bercinta
sentuhan bibirmu
membakar peluhku
bergelora tak terlukiskan
sukmaku jiwaku
berpadu bermesra
dalam kabut cinta abadi
selamanya ....
Sendiri Lagi
tinggallah kusendiri
dalam sepi ini
tiada temanku lagi
tak sanggup hati ini
sendiri begini
tanpa dirimu kasih
tiada arti diriku
bila kau tak disisiku
mengapa .. oh mengapa
kautinggalkan diriku
tak tahu .. ku tak tahu
salahku padamu
hingga kau pun tega
biarkan diriku sendiri
sendiri lagi ...
tak mungkin kumencari
pengganti dirimu
walau kini kusendiri
kuingin kaupun tahu
cinta suci ini
kubawa sampai mati
tiada arti diriku
bila kau tak disisiku
Sentuhan Cinta
Tlah kukatakan segala
Pernyataan diri
Tiada satupun juga
Yang kusimpan di hati
Dalam pertemuan ini
Agar kau mengerti
Betapa diriku
Gelisah menantikan
Jawaban darimu
Tlah kuterima semua
Pernyataan darimu
Tiada satupun jua
Yang dapat menghalangi
Gejolak jiwaku
Yang lama merindukan
Belaian kasih sayangmu
Yang lama terpendam
Di dalam hatiku
Kini dirimu diriku
Tlah terpadu
Berjanji slamanya
Kan saling menyinta
Sampai akhir masa
Kan tetap berdua
Mengarungi samudera
Kehidupan di dunia
Dalam cita mulya
Diriku dirimu
Cinta kita berdua
Terjalin selamanya
kini terasa di dada
Hangatnya sentuhan cinta
Suatu Persembahan Cinta
Jelas diriku tlah mencintaimu
Tak pernah kubiarkan ataupun menyakiti hatimu cintaku
Jelas hatiku tlah menyayangimu
Tak pernah ada rasa selain kurasakan cintamu cintamu
Kau yang membuat diriku
Merasa berarti menjalani segalanya
Ku ingin bersamamu
Ku ingin cintamu untuk selamanya
Ooh.. tulusnya cintamu
Tlah membuat hatiku
Mengerti selama ini yang kucari hanyalah
Dirimu kekasihku
Tak akan kubiarkan kau jauh dari diriku
Hampa yang kurasa tanpamu
Dan tak akan kulepaskan
Semua tentang dirimu
Tak ingin ku tanpa dirimu
Semua Sudah Lain
Kisah masa laluku
Kembali teringat selalu
Kala jumpa sesaat
Membawa berjuta rindu
Ingin dekat lagi
Bagai masa lalu
Tapi mana mungkin
Oh tak mungkin
Lihat masa berganti
Semua sudah lain
Walau masih menyinta
Tapi biarlah saja
Masa lalu kita
Masa lalu indah
Semua takkan terulang kembali
Kini aku lain
Dan kau juga lain
Selamat Tinggal Sayang
Ku sendiri...
Teringat masa indah kita berdua
Menikmatii tulusnya cinta
Hatiku pun terassa bahagia
Kubelai wajahmu penuh manja
Ku impikan...
Dirimu dan diriku mengikat janji
Namun kini ku tak mengerti
Kau tinggalkan diriku sendiri
Kau pergi jauh dan tak kembali
Reff;
Ohh... Berakhir sudah
Semua tinggal menjadi kenangan
Ku ingat salam yang kau berikan
... Selamat tinggal sayang...
Senantiasa...
Kukenang masa indah kita berdua
Walau kita telah berpisah
Cintaku padamu takkan padam
Kunantikan dirimu kembali
Seperti Dulu
Mungkin Tlah Lama
Aku Mengenalmu
Tapi Kini Aku Tak Pasti
Sekian Lama
Kupandang Wajahmu
Kini Ada Yang Berubah
Senyum Diwajahmu
Dan Sinar Matamu
Tlah Menghilang
Bukankah Kita Selalu Terbuka
Bila Ada Hal Yang Mengganggu
*
Tetapi Kni Engkau Enggan Bicara
Ada Yang Kau Rahasiakan
Senyum Diwajahmu
Dan Sinar Matamu
Tlah Menghilang
Reff;
(Dan Kini) Kumohon Kepadamu
Jangan Menutup Diri
Dapatkah Kau Dan Aku
Menemukan Yang Telah Hilang
Dan Mencoba Seperti Dulu
Sepertu Dulu
Walau Tlah Lama Aku Mengenalmu
Tapi Kini Aku Tak Pasti
Kembali Ke *
Kuminta Kepadamu
Tumpahkan Semua Isi Hatimu
Dan Kita Kan Bicara
Hingga Hari Esok Datang
Menjelang
Seperti Yang Kau Minta
Maafkan aku tak bisa memahami maksud amarahmu,
Membaca dan mengerti isi hatimu.
Ampuni aku yg telah memasuki kehidupan kalian,
Mencoba mencari celah dalam hatimu
Aku tau ku takkan bisa menjadi seperti yg engkau minta,
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba menjadi seperti yg kau minta
Ampuni aku yg telah memasuki kehidupan kalian
Mencoba mencari celah dalam hatimu
Aku tau ku takkan bisa menjadi seperti yg engkau minta
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba
Aku tau dia yg bisa menjadi seperti yg engkau minta
Namun selama aku bernyawa aku kan mencoba menjadi seperti yg kau minta
Aku tau ku takkan bisa menjadi seperti yg engkau minta
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba
Aku tau dia yg bisa menjadi seperti yg engkau minta
Namun selama aku bernyawa aku kan mencoba menjadi seperti yg kau minta
Seperti yg kau minta, aku kan mencoba menjadi seperti yg kau minta
Sirna
Hai angin
Maukah kau menemani
Duduk termenung
Di tengah taman ini
Menunggu tibanya gelap
Menanti layunya sang senja
Meresapi hari-hari yang layu
Berjatuhan bagai gugurnya daun
Tak kenal kasihan
Embun dan tak hendak dirayu
Reff
Kubisikkan sgala
Tentang kisah lama
Tenggelam mengesah
Mata tak kecewa
Tiada lagi beban mengusik jiwa
Hampa kini sudah
Sedingin rasa,
Sebeku rasa pucukku
Dari rahasiaku unutkmu kasih
Sungguh aku sangat
Cinta hidup ini
Walaupun penuh dusta
Walaupun penuh derai
Airmata siksa
Smaradhana
Ratih dewi
Citra khayalku prana
Dalam hidupku
Yang haus akan asmara
Hmm… nikmatnya bercinta
Andika dewa
Sirna duli sang asmara
Merasuk sukma,
Menyita heningnya cipta
Oh... Resahku jadinya
Reff;
Prahara nestapa
Seakan tak kuasa
Membendung asmara
Insan sedang bercinta
Gelora asmara
Di samudera cita
Melenakan daku
Di buai cinta
Swara Hati
Sejak Ku Jumpa Dirimu
Ada Nada Cinta
Di Dalam Desah Nafasku
Dan Detak Jantungku
Engkaulah Cinta Kasihku
Yang Bersemi Di Hati
Dan Tak Akan Ku Lupa
Selamanya
Serasa Bagaikan Mimpi
Bila Kau Di Sisi
Penuh Canda Tawa Dan Manja
Membuatku Bahagia
Kaulah Dambaan Hatiku
Yang Selalu Membawa Daku
Terbang Melayang
Jauh Tinggi
Swara Hatiku Tlah Bersumpah
Tlah Berjanji Semasa
Usia Datang Menjelang
Kau Kan Tetap Ku Puja
Swara Hatiku Kan Bernyanyi
Dan Bernyanyi Selama
Kita Sama Sama Cinta
Sampai Di Akhir Nanti
Terima Kasih
Terima Kasih
Kuucapkan Padamu
Atas Segala
Perhatian Pada Persembahanku
Semoga Bahagia Di Hati
Berikan Maaf
Bila Ada Kesalahan
Dan Pintaku
Kita Akan Jumpa Lagi
Dalam Bahagia
Dengan Kerendahan Hati
Kami Ingin Memohon Diri Segera
Bahagia
Yang Ada Saat Ini
Karena Cinta Kasih Tuhan
Terima Kasih Tuhan
Semoga Bahagia
Terpendam
Tersenyum Dan Kau Tersipu Malu
Saat Kusentuh Tanganmu
Kau Menawan Dan Rupawan
Bertabur Sejuta Damai
Lingkaran Hari Mulai Tengelam
Semakin Lama Kau Terdiam
Tiada Kata Yang Terucap
Dari Beningnya Hatiku
Reff;
Katakan Sayang Ohh... Kasih
Katakanlah Cinta
Jangan Biarkan Lama Terpendam
Telah Sekian Lama Kumeniti
Akan Janji Hari
Selamanya Ku Kan Tetap Menanti
Awan Biru Jadi Saksi Bisu
Kau Membuka Dua Mataku
Tuk Menempuh Satu Jalan
Yang Terpenting Di Depanku
To My Friend On Legian Beach
I\'m the hippies
The afro-wig
At home
While homeless
The blowing oceanwind
My cap... Under balis sun
The bird\'s song
My breakfast in the banjar
After the night
On the pillow of sand
I\'m the bridgeroom
Of nature\'s hinterland
Talking in native tongues
On nepals peaks
In the alleys... Of sosrowijayan
Tobat
Bayang Bayang Datang
Dalam Gelapnya Malam
Mengiringi Gerak Langkah Diri
Menuju Arah Yang Semakin Salah
Ototku Mengejang
Jiwapun Terasa Hilang
Entah Apa Yang Telah Terjadi
Ingin Rasanya Kubunuh Diri
Reff;
Masa Silam Yang Kelam
Sarat Akan Dosa-Dosa Dunia
Kuingin Tinggalkan Semuanya
Kuingin Mencari Terang Yang Benar
Kuingin Bersujud Dihadapan-Mu
Maafkanlah Hamba-Mu Yang Sesat Ini
Untukku
Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti
Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling
Walau keujung dunia, pasti akan kunanti
Meski ke tujuh samudra, pastu ku kan menunggu
Karena ku yakin, Kau hanya untukku
Pandanglah bintang berpijar
Kau tak pernah tersembunyi
Dimana engkau berada
Disana cintaku
Walau ke ujung dunia
Pasti akan kunanti
Meski ketujuh samudra
Pasti ku kan menunggu (3x)
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Hanya untukku
Yuli
Persembahan lagu ini
Sungguh hanyalah untukmu
Sebagai tanda cintaku
Yang semakin membara
Setiap langkah aku berdoa
Untuk kebahagiaanmu
Serta kesetiaanmu
Yang tak kunjung padam
Ooh Yuli, ooh dewi
Impianku semoga kan menjadi nyata
Ooh Yuli, ooh kasih
Percayalah satu nama di hatiku
Yuli
Tergapaikan
Angan-angan kita
Yang harus kita tempuh
Dengan ketabahan
Zamrud Khatulistiwa
Aku bahagia hidup sejahtera di khatulistiwa
Alam berseri-seri bunga beraneka
Mahligai rama-rama, bertajuk cahaya jingga
Surya di cakrawala
Slalu berseri alam indah permai di khatulistiwa
Persada senyum tawa, hawa sejuk nyaman
Wajah pagi rupawan burung berkicau ria
Bermandi embun surga
Reff;
Syukur ke hadirat yang maha pencipta
Atas anugerah-nya tanah nirmala
Bersuka cita, insan di persada yang aman sentosa
Damai makmur merdeka di setiap masa
Bersyukurlah kita semua
( bersatulah kita semua)
Slalu berseri, alam indah permai di indonesia
Negeri tali jiwa hawa sejuk nyaman
Wajah pagi rupawan burung berkicau ria
Bermandi embun surga
Coda;
Syukur ke hadirat yang maha kuasa
Atas anugerah-nya tanah bijana
| Beri rating untuk artikel di atas |








