Logo Telkomsel pun Bicara Falsafah - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi logo telkomsel
Logo Telkomsel merupakan brand image sekaligus identitas perusahaan. Selain dibuat agar produknya mudah diingat dan melekat dihati pelanggan, di dalamnya juga terdapat filosofi berikut visi dan misi perusahaan. Begitu pula dengan disain logo telkomsel tidak dibuat asal jadi, melainkan telah dipikirkan secara matang bentuk dan warna yang mewakili semangat perusahaan telkomsel. Adapun arti lambang dan warna yang terdapat dalam logo Telkomsel adalah sebagai berikut.
Makna Logo Telkomsel
Lingkaran elips Vertikal pada logo Telkomsel merupakan simbol yang melambangkan tekad untuk menjadi penyelenggara jasa telekomunikasi internasional di Indonesia (PT. Indosat) sebagai salah satu “The Founding Father”. Heksagon merah, bentuk Heksagon adalah simbol seluler sedangkan warna merah mengandung makna bahwa perusahaan Telkomsel memiliki tekad dan keberanian untuk menghadapi segala kemungkinan di masa depan.
Heksagon abu-abu kehitam-hitaman pada logo Telkomsel, mengandung filosofi bahwa telkomsel siap mengayomi dan memenuhi kebutuhan pelanggannya. Sementara itu, warna abu-abu merupakan simbol warna logam yang menyiratkan kesejukan, keluwesan, dan sikap fleksibel.
Ada pertemuan dua lingkaran elips berwarna putih, dimana kedua lingkaran elips tersebut berpotongan di atas heksagon merah yang membentuk huruf “t” yang merupakan huruf awal dari Telkomsel. Warna putih tersebut bermakna kebersihan, keterbukaan, dan transparansi.
Adapun Slogan Telkomsel yang sering kita dengar melalui siaran iklan baik di radio maupun di televisi adalah "Begitu Dekat, Begitu Nyata". Melalui slogan ini, Telkomsel memiliki harapan menjadi salah satu perusahaan jasa telekomunikasi dengan jumlah pelanggan terbanyak. Selain itu, Telkomsel berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan kualitas dan memperluas kapasitas jaringan serta memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya.
Logo Telkomsel - Sejarah Perusahaan
Telkomsel meluncurkan layanan paskabayar pada 26 Mei 1995 dan menobatkannya sebagai operator telekomunikasi seluler GSM kedua di Indonesia. Pada saat itu, kepemilikan saham Telkomsel dipegang oleh PT. Telkom (51%) dan PT. Indosat (49%). Selanjutnya pada November 1997, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menyediakan layanan prabayar GSM.
Berdasarkan 26,9 juta pelanggan dan pencapaian market share sebesar 55% pada Maret 2006, Telkomsel menyatakan diri sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia. Telkomsel mempunyai tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).
Kini, saham Telkomsel dipegang oleh TELKOM sebesar 65% dan perusahaan telekomunikasi asal Singapura SingTel sebesar 35%. TELKOM adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang sebagian besar sahamnya dikendalikan pemerintah Republik Indonesia, sedang SingTel merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dipegang pemerintah Singapura.
Pada 1995, Telkomsel mengantongi izin resmi untuk memberikan jasa telekomunikasi selular GSM, setelah sebelumnya sukses menjadi pilot project Telkom dalam proyek percontohan GAM di Batam. berbeda dengan operator lain, Telkomsel mulai membentuk jaringan dan melayani pelanggannya dari luar Jawa, yakni Batam, Medan, dan daerah lainnya. Kemudian pada tahun 1996, Telkomsel mulai mencoba peruntungan di ibu kota Jakarta dan berhasil melayani seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Hal ini ditandai oleh keberhasilan pengoperasian layanan Telkomsel di Ambon dan Jayapura.
Saat terjadi krisis ekonomi tahun 1997, Telkomsel menjadi pelopor kartu prabayar isi ulang di Asia dan dengan meluncurkan prodak simPATI. Dimana Telkomsel berusaha keras memberikan layanan kepada para pengguna jasa selular yang memulai mengontrol anggaran komunikasinya. Selain itu juga, Telkomsel meraih sertifikat ISO 9002 untuk Costumer Service On-Line dari PT Tuv Rheinland Jerman yang membuktikan bahwa layanan pelanggan Telkomsel telah memenuhi standarisasi mutu internasional.
Pada tahun 1998, Telkomsel merancang program baru demi pengembangan jaringannya dengan menjadikan Word Class Operator sebagai barometer standar layanan. Telkomsel melakukan terobosan dengan meluncurkan kartu prabayar Telkomsel dengan nama simPATI Nusantara yang berslogan Dengan simPATI tetap terkendali, sehingga yang sebelumnya simpati hanya bisa digunakan di area registrasinya saja, membuat layanan simpati bisa dipakai di seluruh Indonesia.
Kemudian pada tahun 1999, implementasi BIANCA (Billing and Customer Care) Telkomsel memperbarui sistem billing lama, sehingga memungkinkan berbagai proses, seperti informasi pelanggan, pencatatan percakapan hingga produksi tagihan atau invoice dapat dilakukan secara serempak. Selain bahasan mengenai Logo Telkomsel, di sini juga akan dibahas hal lainnya.
Logo Telkomsel - Berbagai Prestasi Telkomsel
Telkomsel juga menyabet Predikat pelayanan terbaik kategori operator selular: The in Achieving Costumer Satisfaction Toward Service Quality dari lembaga survey frontier bekerja sama dengan majalah bisnis SWA. Pada tahun 2000, Telkomsel bekerja sama dengan bank Panin menjadi pioneer dalam memberi layanan Mobile Banking di Indonesia yang merupakan inovasi Telkomsel dalam menyatukan sistem teknologi telekomunikasi dan informasi dalam sistem banking.
Menjelang akhir Maret 2009, Telkomsel menguasai 72.1 juta pelanggan. Hal tersebut berdasarkan statistik industri mewakili pangsa pasar yang diperkirakan sekitar 50%. Telkomsel menyediakan layanan selular di Indonesia, melalui nasional dual-band GSM 900-1800 MHz, jaringan 3G, dan internasional, melalui 341 mitra roaming internasional di 180 negara.
Pada September 2006, Telkomsel menjadi operator pertama di Indonesia yang meluncurkan layanan 3G. Pada 20 Maret 2009, Telkomsel bekerjasama dengan Apple South Asia Pte. Ltd meluncurkan iPhone 3G di Indonesia dengan harga disesuaikan rencana untuk semua pelanggan Telkomsel. Telkomsel beroperasi di Indonesia telah tumbuh pesat sejak peluncuran komersialnya pada 26 Mei 1995.
Pada November 1997, Telkomsel menjadi operator telekomunikasi seluler pertama di Asia yang memperkenalkan GSM dapat diisi ulang layanan pra-bayar. Pendapatan kotor Telkomsel telah meningkat tajam dari Rp 3.59 triliun pada 2000 menjadi Rp 44.42 triliun pada 2008. Dalam periode yang sama, jumlah pelanggan selular Telkomsel meroket dari sekitar 1,7 juta pada 31 Desember 2000 menjadi 65.3 juta pada 31 Desember 2008.
Telkomsel memiliki jangkauan jaringan terluas di Indonesia, menjangkau lebih dari 95% jumlah penduduk Indonesia dan merupakan satu-satunya operator di Indonesia yang mencakup seluruh negara, provinsi dan kabupaten, bahkan semua kecamatan di Sumatra, Jawa, dan Bali. Di sini Perusahaan Telkomsel menawarkan GSM Dual Band (900 & 1800), GPRS, Wi-Fi, EDGE, dan 3G Teknologi.
Logo Telkomsel - Visi dan Misi Telkomsel
Visi dan misi bagi sebuah perusahaan merupakan sesuatu yang penting karena menyangkut pedoman dan tujuan perusahaan. Tanpa visi dan misi, sebuah perusahaan tidak akan kuat bertahan dan tak jelas arah. Visi dan Misi terbaru Telkomsel menandakan adanya tiga perubahan penting, yaitu sebagai berikut.
- Menetapkan Posisi Pasar yang Baru. Posisi pasar yang baru merupakan posisi yang melampaui kepemimpinan pasar yang telah dicapai.
- Memperluas Lingkup Bisnis. Telkomsel akan memperluas lingkup bisnis menuju industri komunikasi nirkabel.
- Memberikan Solusi. Telkomsel memberikan solusi yang lebih dari sekedar penyediaan jaringan generik atau umum dan pelayanan. Untuk tujuan kedepan, Telkomsel memiliki visi "The Indonesia Wireless Telecommunication Solutions Company".
Logo Telkomsel - Telkomsel Penyedia Solusi Nirkabel Terkemuka di Indonesia
Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi nirkabel terkemuka di Indonesia. Sebagai penyedia solusi telekomunikasi nirkabel terkemuka di Indonesia, Telkomsel selalu berupaya menyediakan layanan seluler seluas-luasnya berstandar layanan kelas dunia dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Adapun Misi yang diusung telkomsel adalah "First choice wireless telecommunication solutions provider in Indonesia working in partnership with shareholders and other alliances to create value for investors, employee and the nation". Artinya, "Menjadi pilihan utama sebagai penyedia solusi telekomunikasi nirkabel di Indonesia yang bekerjasama dengan para pemegang saham dan mitra usaha lainnya untuk menghasilkan nilai tambah bagi penanam modal, karyawan sekaligus negara."
Budaya yang diterapkan di PT. Telkomsel adalah budaya perusahaan meliputi top management, middle management, dan lower management. Hal yang diharapkan yaitu dapat menjadi komitmen dan tujuan bagi perusahaan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya. Budaya perusahaan tersebut yaitu sebagai berikut.
1. Integrity
Kesesuaian antara nurani dan tindakan mematuhi aturan standar kebenaran yang telah ditetapkan. Segenap karyawan perusahaan Telkomsel harus konsisten menjalankan peraturan dan norma yang digariskan perusahaan.
2. Professionalism
Berupaya konsisten dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dengan mencari solusi terbaik. Karyawan Perusahaan harus memiliki kompentensi optimal sekaligus bertanggungjawab untuk dapat memberikan pemecahan masalah yang lengkap dan integral.
3. Team Work
Konsisten membangun hubungan kerja yang sinergi dan saling menghargai dalam pencapaian tujuan perusahaan. Karyawan perusahaan harus berusaha untuk bersinergi, transparansi, dan efektif, baik dengan pihak internal maupun eksternal, untuk mendapat solusi terbaik.
4. Customer Intimacy
Secara konsisten peduli, menghargai dan berupaya untuk memahami serta memenuhi kebutuhan pelanggan secara optimal. Karyawan Perusahaan harus memahami, peduli, dan menghargai kebutuhan dan kepentingan pelanggan atau pemegang saham dengan memberikan solusi yang tepat.
Demikianlah pembahasan mengenai logo Telkomsel dan juga kisah perjalanan perusahaannya. Dimana Telkomsel sebagai perusahaan telekomuniksi nirkabel terkemuka di Indonesia telah hadir dan berkembang dengan pesat serta telah memberikan kemudahan dalam hal berkomunikasi bagi segenap rakyat Indonesia. Maju terus Telkomsel!

