Lomba Jurnalistik: Lomba Profesi
Untuk bisa memberikan sajian berita atau informasi yang betul-betul baik dan semakin mengasah kemahiran jurnalis dalam membuat informasi, dilakukan lomba jurnalistik. Lomba jurnalistik dimaksudkan untuk semakin meningkatkan potensi dan kreativitas jurnalis dalam membuat, menyunting, hingga menyajikan informasi kepada khalayak umum. Lomba jurnalistik ini biasanya diselenggarakan oleh perkumpulan lembaga pers.
Nilai Sebuah Informasi
Hal-hal yang menjadi penilaian lomba jurnalistik meliputi pembuatan informasi atau berita itu sendiri. Informasi yang disajikan harus aktual, baru, yang hangat dibicarakan. Hal tersebut berkaitan dengan isu bidang-bidang kehidupan masyarakat yang sedang menjadi sorotan massa.
Dunia jurnalistik adalah dunia yang menyuguhkan informasi atau berita. Maka dari itu, informasi yang disajikan sebaiknya bukan informasi yang sudah usang. Kebaruan informasi menjadi prioritas dalam dunia jurnalistik. Selain aktual, informasi yang dibuat tidak berpretensi memihak satu pihak tertentu. Jurnalisme tidak dibuat sebagai media eksistensi atau keberpihakan seseorang.
Jurnalisme hadir sebagai representasi peristiwa yang disajikan dalam bentuk informasi atau berita secara imbang. Imbang dalam pemberitaan dengan tidak berpihak dan menyudutkan. Pemberitaan yang berimbang akan menggiring massa untuk bersifat kritis dan terbuka serta mau menerima kekurangan atau kekeliruan yang ada. Objektivitas menjadi hal yang sangat penting untuk menghasilkan informasi berimbang.
Keakuratan pun menjadi pertimbangan dalam dunia jurnalistik. Informasi yang disajikan mesti jelas sumbernya. Bukan informasi khayalan atau lahir dari imajinasi jurnalis yang merupakan suatu pengejewantahan kreativitas jurnalis itu sendiri. Sumber informasi menjadi dasar penting dalam sebuah pemberitaan. Segala sesuatunya didasarkan pada fakta, bukan rekayasa.
SARA
Untuk menghadirkan sesuatu yang akurat, berdasarkan fakta, dan berimbang, harus mempertimbangkan satu segi yang tidak boleh dilupakan. Persoalan SARA adalah persoalan yang rentan memicu konflik. Penyajian informasi yang sudah berimbang dan akurat kerap harus ditinjau kembali. Jangan sampai menjadi pemicu munculnya konflik atau permasalahan sosial masyarakat.
Pergerakan sosial masyarakat bisa dipantau melalui pemberitaan. Namun, pemberitaan yang mengulas mengenai SARA dengan sangat verbal dan lugas, salah-salah bisa menimbulkan gejolak sosial di masyarakat yang berujung pada kerusuhan massa. Itu sebabnya hal-hal yang sifatnya berbau SARA disajikan dengan bahasa santun dan tidak menyinggung.
Dalam realitas jurnalistik, redakturlah yang mempunyai tugas lebih memperhatikan hal itu meskipun jurnalis menghindari pemberitaan yang memicu konflik.
Masyarakat Terlibat
Lomba jurnalistik tak hanya diselenggarakan bagi para jurnalis. Masyarakat umum pun kerap dilibatkan dalam lomba jurnalistik yang digagas secara khusus untuk masyarakat umum. Dilakukannya kegiatan tersebut kepada masyarakat umum agar masyarakat mengetahui ritme kerja dunia jurnalistik dan paham mengenai penyajian informasi atau berita.
Masyarakat pun terlatih untuk membuat informasi-informasi jurnalistik lainnya selain berita, seperti feature dan opini. Lomba jurnalistik tidak serta-merta merupakan sebuah aktivitas profesi semata. Lebih dari itu, lomba jurnalistik mengasah penyajian berita dengan cermat, bernas, dan objektif.






