Lomba Menulis Novel Remaja dan Dewasa
Ilustrasi lomba menulis novel
Novel adalah buku cerita yang jumlah halamannya 100 sampai 500 halaman bahkan bisa lebih dari itu. Novel sendiri mempunyai judul-judul yang menarik, terkadang diangkat dari kisah nyata ataupun khayalan belaka. Lomba menulis novel pun banyak diselenggarakan. Banyak novel-novel bagus yang diciptakan di negeri ini. Dan harga yang di jual pun tergantung, ada yang ribuan bahkan ratusan ribu.
Banyak para penulis berloma-lomba menciptakan suatu karya cerita yang berbentuk novel dengan alur cerita yang bagus serta unik. Bahkan tak jarang ketika membaca novelnya saja, membuat kita terharu, tertawa atau pun ikut-ikutan senang.
Imajinasi yang bagus bagi para penulis-penulis yang terus berkarya. Menggali serta mengurai suatu cerita adalah rutinitas hal yang biasa yang sering dilakukan oleh mereka. Bahkan jika ceritanya menarik bisa diangkat ke dalam sebuah film layar lebar.
Sungguh karya yang luar biasa bagi pencapaian yang di dapat oleh para penulis ini. Tetapi sayang terkadang filmnya tidaklah sebagus dengan cerita yang di dalam novel itu sendiri.
Namun, hal yang akan dibahas kali ini adalah mengenai lomba menulis novel yang biasanya diadakan oleh berbagai penerbit buku untuk menghasilkan penulis-penulis muda berbakat yang belum menemukan titik temunya dengan dunia kepenulisan.
Novel Remaja
Kalau kita suka ke toko buku seperti Gramedia, Aksara ataupun Kharisma pasti sering melihat penulis-penulis novel adalah para remaja. ribuan novel yang dijual di sana, yang kebanyakan adalah novel-novel bercerita tentang anak muda masa kini.
Mereka ini awalnya memang gemar menulis, menurut mereka dari pada menulis hanya untuk di konsumsi sendiri, akhirnya mereka mencari penerbit-penerbit buku yang mau menerbitkan tulisan-tulisan mereka. Banyak beberapa penerbit mencari bakat penulis-penulis dengan bikin suatu lomba menulis novel.
Karena dengan begitu para remaja ini gampang mengembangkan bakatnya dengan mengirimkan beberapa karya terbaik mereka untuk dijadikan sebuah buku. Di samping menjadi terkenal, para remaja inipun mendapatkan royalti yang lumayan loh. Pokoknya hebat deh kalau tulisannya sampai di jadikan buku, bisa-bisa para produser melirik dengan cepat lalu di jadikan film layar lebar.
Tidak ada impian yang tidak bisa digapai, kalau kita mau berusaha. Di situ ada niat pasti disitu juga akan ada jalannya. Apalagi di jaman sekarang ini, minat baca semakin digemari oleh setiap orang. Bahkan para remaja berebut untuk lomba menulis novel.
Para Remaja seperti ini adalah remaja yang cerdas, yang cepat tanggap dengan adanya kesempatan di depan mata. Saya benar-benar sangat men-suport bagi mereka yang daya khayal yang tinggi. Karena dengan begitu, mereka tidak akan terpuruk dengan kebodohan dalam pergaulan dan sebagainya.
Para penerbit buku yang terkenal sekalipun membuka lebar-lebar peluang untuk para remaja ini. agar mereka ber-kesempatan untuk meng-explore kemampuan mereka dalam bidang menulis dan baca. Tak tanggung-tanggung mereka mebutuhkan ratusan bahkan ribuan penulis-penulis hebat.
Nah sekarang kita bisa lihatkan, bahwa peluang-peluang untuk menjadi penulis khususnya menciptakan sebuah novel itu masih ada. Jangan takut untuk menujukan bakat-bakat kita, terus ikut lomba menulis novel. Yang paling terpenting Jangan pernah takut untuk di kritik, karena semakin banyak kita di kritik oleh orang, maka semakin hebat juga kita dalam mengasah kemampuan kita di kemudian hari. Just be your self!!
Novel remaja ini biasanya memiliki ciri-ciri yang tidak dimiliki oleh novel dewasa dan novel anak. Dalam novel remaja, seseorang dituntut untuk membawakan berita dan berbagai pencerahan pada remaja untuk aktif dalam memberikan kontribusi terhadap hubungan pemuda yang baik dengan lingkungan masyarakat.
Akan tetapi, di sisi lain juga novel remaja biasanya akan mengangkat berbagai tema yang menarik, salah satunya adalah hal percintaan yang mungkin sedang dirasakan oleh para remaja.
Kisah percintaan yang dangkal akan dibahas dalam novel remaja untuk memberikan informasi mengenai perasaan seperti apa yang nanti akan dihadapi oleh manusia remaja sebab setiap orang pasti akan merasakan jatuh cinta.
Selain masalah percintaan, yang biasa dibahas dalam kisah novel remaja adalah persahabatan dan hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Persahabatan merupakan salah satu hal yang mengisis kehidupan para remaja ketika mereka enggan untuk bergaul bersama pacar dan berkomunikasi dengan orang tua.
Orang-orang menyebut remaja sebagai masa pencarian jati diri yang membuat dirinya tidak mampu dipahami oleh orang tua ataupun lawan jenisnya, tapi mampu dipahami oleh kawannya yang akrab dan memiliki perasaan serta permasalahan serupa yang sedang dihadapi.
Persamaan karakter inilah yang nantinya membina seseorang untuk hidup bersahabar dan menerima kekurangan serta kelebihan teman hidup mereka satu sama lain. Ada pun pertengkaran yang dihadapi oleh persahabatan remaja mungkin sama halnya dengan bumbu pelengkap yang dihadapi dalam urusan percintaan.
Hal terakhir yang tadi dikatakan adalah permasalahan atau hubungan antara anak dengan kedua orang tuanya. Kebanyakan dari orang tua melihat sosok anak remaja sebagai seseorang yang labil sehingga mereka menerapkan sistem terbuka atau bahkan tertutup agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif.
Masyarakat di Indonesia kebanyakan menganggap remaja sebagai bagian dari kehidupan yang sedang gamang karena belum dewasa, dan sudah tidak lagi anak-anak. Sementara itu, para remaja sendiri menganggap bahwa diri mereka memiliki kehendak dan pemikiran yang cukup dewasa untuk tidak dicampur tangani oleh kedua orang tua.
Di sinilah peran penulis novel remaja untuk ikut memberikan informasi serta pemahaman kepada para remaja dalam mengenal sisi kehidupan yang lain bersama dengan pengawasan orang tua.
Novel Dewasa
Lomba menulis novel juga tidak hanya bisa dilakukan oleh para remaja. Dewasa ini, novel dewasa pun banyak disayembarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap para penulis dewasa yang sudah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk ikut andil dalam mengisi ruang-ruang kebudayaan di negara ini.
Berbagai perlombaan menulis novel tidak hanya dihidangkan untuk menarik massa yang dewasa dalam membaca, namun juga memberikan pertanyaan dan pernyataan mengenai makna dan hakikat hidup itu sendiri.
Jika dalam novel remaja masyarakat diajak untuk lebih memahami masa-masa rentan tersebut, maka dalam novel dewasa masyarakat atau pembaca dibawa untuk menghidupkan kondisi yang dewasa dalam kehidupan yang sekarang ini sudah tidak lagi senatural dulu.
Modernitas sudah memasuki wilayah kebudayaan dan peradaban sehingga mau tidak mau masyarakat dewasa harus bisa memilih serta menempatkan kebudayaan dan modernitas pada ruang dan waktu yang tepat agar tidak terjebak pada modernisme yang menyesatkan.
Masyarakat dewasa diberikan pertanyaan pada diri mereka sendiri mengenai wilayah kehidupan mana yang akan dipilih atau diambil untuk bisa menghasilkan kehidupan yang bahagia.
Dengan demikian ada perbedaan yang cukup signifikan antara novel remaja dan novel serius, baik dalam segi tema maupun bahasa yang digunakan. Sastra popular akan memasuki wilayah peradaban sehingga bahasa yang digunakan pun tidak selalu bahasa baku, sedangkan sastra dewasa atau sastra serius memiliki wadah yang lebih serius lagi sehingga bahasa yang digunakan cenderung ‘berat’.
Keduanya bukan masalah selera saja, tapi juga masalah bagaimana sastra dikemas secara remaja dan dewasa sehingga tidak bisa sesuatu karya dinilai secara dangkal hanya pada ranah remaja dan dewasa saja. Jadi, sudah siapkah Anda untuk mengikuti lomba menulis novel?

