logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Pengertian, Jenis, dan Pencegahan Tanah longsor


Ilustrasi longsor

Indonesia rawan terhadap gempa bumi, letusan gunung api dan tanah longsor. Jenis tanah yang banyak ditemui di Indonesia adalah hasil letusan gunung api. Tanah ini bersifat subur dengan komposisi sebagian besar lempung dan sedikit pasir.

Tanah pelapukan yang ada di atas batuan kedap air pada pegunungan atau perbukitan dengan kemiringan sedang sampai terjal, berpotensi menimbulkan kelongsoran pada musim hujan. Jika di perbukitan atau pegunungan tidak ada tanaman keras berakar, kawasan itu rawan bencana kelongsoran.

Definisi Tanah Longsor

Tanah longsor terjadi akibat perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau campuran kedua material tersebut yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Terjadinya kelongsoran diawali oleh air yang meresap ke dalam tanah menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai ke tanah kedap air, tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

Jenis Tanah Longsor

Ada enam jenis tanah longsor, yaitu longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Di Indonesia, jenis longsoran yang paling sering terjadi adalah translasi dan rotasi. Sementara itu, jenis tanah longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa adalah aliran bahan rombakan.

1. Longsoran Translasi

Longsoran ini terjadi karena bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

2. Longsoran Rotasi

Longsoran ini muncul akibat bergerkanya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

3. Pergerakan Blok

Pergerakan blok terjadi karena perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran jenis ini disebut juga longsoran translasi blok batu.

4. Runtuhan Batu

Runtuhan batu terjadi saat sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Biasanya, longsoran ini terjadi pada lereng yang terjal sampai menggantung, terutama di daerah pantai. Runtuhan batu-batu besar dapat menyebabkan kerusakan parah.

5. Rayapan Tanah

Longsor jenis ini bergerak lambat serta jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsoran ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah beberapa lama terjadi longsoran jenis rayapan, posisi tiang-tiang telepon, pohon-pohon, dan rumah akan miring ke bawah.

6. Aliran Bahan Rombakan

Longsoran ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air dan terjadi di sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. Kecepatannya bergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air, dan jenis materialnya.

Faktor penyebab tanah longsor adalah:

  • hujan;
  • lereng terjal;
  • tanah yang kurang padat dan tebal;
  • batuan yang kurang kuat;
  • jenis tata lahan;
  • getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalu lintas kendaraan;
  • menyusutnya permukaan air danau atau bendungan;
  • adanya beban tambahan;
  • pengikisan atau erosi;
  • adanya material timbunan pada tebing;
  • bekas longsoran lama;
  • adanya bidang diskontinuitas (bidang tidak sinambung);
  • penggundulan hutan; dan
  • daerah pembuangan sampah.

Wilayah Rawan Tanah Longsor di Indonesia

Di Indonesia, terdapat ratusan lokasi rawan longsor dengan kerugian setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah. Berikut daerah-daerah yang berpotensi rawan longsoran.

  • Jawa Tengah (327 lokasi)
  • Jawa Barat (276 lokasi)
  • Sumatera Barat (100 lokasi)
  • Sumatera Utara (53 lokasi)
  • Yogyakarta (30 lokasi)
  • Kalimantan Barat (23 lokasi)

Pencegahannya adalah sebagai berikut.

  • Tidak membuka lahan persawahan dan membuat kolam di lereng bagian atas dekat pemukiman.

  • Membuat terasering.

  • Secepat mungkin menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan tersebut.

  • Tidak menggali tanah di bawah lereng terjal.

  • Tidak menebang pohon di lereng.

  • Tidak membangun rumah di bawah tebing dan di tepi sungai yang rawan erosi.

Longsor Salju

Longsoran salju merupakan peristiwa longsornya salju ke bawah pegunungan. Longsoran salju yang terjadi di pegunungan ini adalah salah satu bahasa paling besar di pegunungan terkait dengan kehidupan dan properti. Ada banyak faktor yang menyebabkan longsoran ini, salah satunya adalah berat salju yang terlalu besar.

Longsoran salju biasanya terjadi di wilayah pegunungan dan dipicu oleh aktivitas manusia atau terjadi secara alami. Longsoran ini bisa bercampur dengan air, udara, dan longsoran sangat besar berkemampuan membawa batu, es, pohon, dan bahan lainnya yang ada di lereng gunung.

Material longsoran salju adalah salju yang mengalir. Hal ini berbeda dengan longsoran batu, longsoran tanah, jatuhan batu, dan runtuhan serac. Di wilayah pegunungan, longsoran adalah sebuah bahaya yang paling besar terhadap harta benda dan nyawa manusia. Longsoran salju dianggap sangat berbahaya karena luncuran massa besar salju yang cepat dan jarak yang luas dapat merusak semua yang dilewatinya.

Longsoran itu dikelompokkan berdasarkan karakteristik morfologi serta berdasarkan potensi merusak atau massa dari salju yang meluncur ke bawah. Sejumlah karakteristik morfologi yang dipakai untuk mengelompokkannya, yakni sifat kegagalan, jenis longsoran salju yang terlibat, arah, sudut kemiringan, mekanisme propagasi dari kegagalan, permukaan lereng, pemicu longsoran salju, dan ketinggian.

Sementara itu, massa, ukuran, dan potensi merusak dari sebuah longsoran dinilai pada skala logaritmik. Biasanya, penilaian ini terdiri atas empat sampai tujuh kategori dan ketepatan definisi dari semua kategori itu bergantung pada sistem pengamatan ataupun ramalan wilayah.

Berita Longsor di Bangladesh

Peristiwa longsoran di Bangladesh yang terjadi pada Juni 2012 mengakibatkan sekitar 50 orang meninggal dunia. Bencana ini terjadi setelah hujan deras turun selama lebih dari satu hari. Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dan puluhan orang dinayatakan hilang.

Untuk mencari, menemukan, dan mengevakuasi korban yang mungkin masih dalam keadaan selamat, aparat kepolisian dikerahkan. Akan tetapi, hal ini terganjal oleh cuaca yang buruk.

Pihak terkait mengatakan bahwa masih ada sekitar 150 ribu orang yang terjebak banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Bangladesh Tenggara dilanda hujan deras paling besar dan salah satu wilayah yang paling parah akibat bencana ini adalah di wilayah Co'x Bazar.

Sementara itu di sebelah kawasan Co'x Bazar, yaitu di Bandaran, sejumlah korban tewas berhasil ditemukan di balik timbunan tanah. Sebagian korban meninggal ini diperkiraan sedang tertidur saat lumpur datang dan mengubur rumah-rumah mereka. Bahkan, ada seorang korban selamat yang kehilangan 12 anggota keluarganya.

Pihak terkait di Bangladesh memprediksi bahwa mungkin hujan deras masih akan turun sampai beberapa hari ke depan. Banjir pun masih tetap mengganangi beberapa wilayah di Bangladesh, termasuk kota pelabuhan Chittagong yang termasuk kota kedua terbesar di Bangladesh. Banjir di kota ini mengakibatkan Bandara Chittagong ditutup sementara. Selain itu, jalur kereta api yang menghubungkan Chittagong dengan sejumlah kota lain pun terhambat karena jambatan runtuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini sering dilanda longsoran dan banjir yang penyebab utamanya adalah karena pesatnya pembangunan. Pada Juni 2007, bencana yang sama di Bangladesh memakan korban jiwa sekitar 130 orang. Sementara itu, pada 2010, di Co'x Bazar, bencana ini menewaskan 53 orang.

Bencana ini juga terjadi di wilayah bukit dan hutan di selatan Bangladesh. Di wilayah ini dihuni warga yang tidak memiliki rumah dan wilayah ini tergolong pemukiman miskin. Walaupun telah diberi peringatan oleh pemerintah, sejumlah warga tetap tinggal di wilayah berbahaya itu. Sebelumnya pun, para relawan telah mengingatkan warga tentang ancaman longsoran.

Akibat bencana ini, sedikitnya puluhan orang meninggal dunia., sementara sebagian lagi dinyatakan hilang. Sampai saat ini, proses pencarian terus berjalan karena diperkirakan masih ada korban longsor yang belum ditemukan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pencemaran Laut dan Kepedulian Kita
  • Menguak Penyebab Kemarau di Indonesia
  • Pencemaran Sungai, Pembantaian Kehidupan
  • Artikel Pengelolaan Sampah
  • Artikel Pencemaran Air Akibat Limbah Rumah Tangga dan Industri
  • Cara Menanggulangi Banjir Jakarta
  • Pencemaran Air, Cegah dari Sekarang
  • Masalah Lingkungan Hidup, Mari Kita Masalahkan
  • Artikel Kebersihan Lingkungan: Sampah lagi... sampah lagi!
  • Lingkungan Hidup - Lingkungan Terpenting bagi Manusia
  • Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Cerdas dan Terbarukan
  • Pengertian Efek Rumah Kaca dan Dampaknya
  • Pengertian Polusi Udara dan Dampaknya bagi Kesehatan
  • Kesehatan Lingkungan Pemukiman
  • Pencemaran Suara adalah Salah Satu Masalah Manusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA