Lowongan Kerja di Jogjakarta: Jadi Pengusaha Aja, Deh!
Jogjakarta memang kota pelajar. Ilmu bertebaran di mana-mana di kota yang ikut bermandikan hujan abu dan pasir saat Gunung Merapi meletus ini. Tapi, kalau sudah bicara tentang lowongan kerja di Jogjakarta, kayaknya lebih baik menjadi pengusaha aja, deh.
Lowongan Kerja di Jogja
Berikut ini akan dipaparkan beberapa alasan mengapa menjadi pengusaha lebih baik daripada mencari kerja di kota ini.
1. Upah Minimum Regional (UMR) Jogjakarta kurang dari Rp800.000. Mungkin hanya Rp760.000;–Rp780.000. Jogjakarta termasuk dalam empat kota yang memiliki UMR terendah di Indonesia.
2. Industri yang cukup besar yang ada, antara lain pabrik plastik di Jalan Magelang, GE juga di Jalan Magelang, perhotelan, mall, industri kreatif semacam bisnis sablon, periklanan, percetakan, dan penerbitan buku. Selebihnya, industri menengah ke bawah, semacam usaha warung makan kecil-kecilan, angkringan, warung internet, kerajinan, dan sebagainya.
3. Sebagai bahan pertimbangan, seorang kepala divisi maintenance di sebuah pabrik yang cukup besar yang berada di Jalan Magelang dengan masa kerja lebih dari 13 tahun, gajinya hanya Rp2.000.000 dengan fasilitas tempat tinggal berupa sebuah mess.
Kepala Divisi tersebut memulai karirnya sebagai kepala bengkel dengan gaji Rp275.000. Kenaikan gaji per tahun sekitar 10% – 15%. Sekarang, untuk para new entry fresh graduate, paling tinggi gaji yang diterima Rp1.000.000 – Rp1.500.000. Seorang marketing manager dari sebuah rumah sakit yang tidak terlalu besar, gajinya (dari informasi yang bisa dipercaya) Rp3.000.000 – Rp 4.000.000.
Akan tetapi, ada satu lembaga kursus bahasa Inggris besar yang cukup terkenal, berani memberi gaji kepada guru tetapnya yang telah bekerja selama 10 tahun dan 7 bulan dengan gaji total Rp4.500.000 – Rp 6.000.000. Itu pun masih ditambah dengan fasilitas lain, di antaranya uang kesehatan per tahun Rp1.670.000 – Rp2.500.000, uang makan bagi satpam, asuransi, bonus 2 kali setahun, dana pensiun, jamsostek.
Namun, lembaga yang memberikan standar penggajian sama dengan standar penggajian Jakarta ini tentunya sangat sedikit di Jogjakarta.
4. Bila masih tetap berminat menjadi karyawan di kota ini, lowongan kerja yang ada, misalnya menjadi penjaga warnet, counter HP yang sangat menjamur, kerja di bidang perhotelan, warung makan, satpam, guru di tempat kursus, kerja di supermarket, mini market atau mall, dan lain-lain
Sebaiknya menjadi seorang pengusaha aja di Jogjakarta. Masih banyak bidang usaha yang berpotensi untuk digarap. Perbengkelan terutama motor, bidang pengembangan jamur, telur ayam, dan usaha di bidang pertanian lainnya. Dengan menjamurnya wisata kuliner yang beragam macam, usaha di bidang pertanian tetap akan menghasilkan. Berjualan pulsa, perbaikan alat elektronik terutama HP juga tetap masih ada peluang, menjadi pengusaha mini market waralaba, seperti, Alfa mart, Indomaret, peluang juga masih ada.
Melihat minimnya upah pekerja di Jogja, sebaiknya bagi yang sudah memiliki skill lumayan, merantau aja deh. Biaya hidup memang murah kalau mau makan seadanya, tapi sampai kapan kehidupan yang sangat sederhana itu sanggup dijalani? Ini memang pilihan. Pertimbangkanlah masak-masak terlebih dahulu bila ingin kerja di Jogjakarta. Paling tidak, siapkanlah mental Anda. Jangan kaget.






