Lowongan Kerja Jurnalistik: Tidak Semata Pandai Menulis
Dalam urusan lowongan kerja jurnalistik atau di bidang lainnya, sebenarnya lulusan jurnalistik bisa dikatakan beruntung. Karena skill dan keahlian yang dia peroleh selama berada di dunia kampus, juga yang dipelajari secara akademis, merupakan skill life yang dihargai tinggi di masyarakat sebagaimana dokter, atau insinyur.
Bilamana ada seseorang yang fresh graduate dari jurnalistik, setidaknya dia telah dibekali kemampuan dasar seorang jurnalis, seperti fotografi, videografi, public speaking, kesekretariatan karena kemampuannya menulis, desain grafis, dan tentu saja public relations. Sehingga menganga besar tumpukan lowongan yang mampu dia kerjakan dengan sama baiknya, atau sama tajamnya dengan sarjana jurusan yang lebih spesifik.
Ini dikarenakan komunikasi merupakan studi lintas ilmu. Jadi jika lowongan media massa cukup jarang menampung lulusan jurnalistik, karena mereka mampu berkerja di wilayah lainnya. Ditambah lagi filosofis para jurnalis adalah menghormati deadline, jadi mereka merupakan orang-orang yang disayangi pimpinan, tentu saja tidak semua loh yang benar-benar bermental jurnalis.
Isilah Lowongan itu Dididik Jurnalistik Atau pun Tidak
Nah, bila logikanya terbalik begitu lantas siapa yang mengisi lowongan kerja jurnalistik di media massa? Di tempat yang seharusnya diisi para jurnalis? Posisi yang ditinggalkannya antara lain: Editor atau redaktur, editor video, fotografer, video maker, desain komunikasi visual, marketing media, advertiser dan copywriter, reporter, newsanchor, produser, lini kreatif, pimpinan produksi, dan pula posisi kosong lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu.
Ini artinya tambang emas bagi para pencari kerja di bidang jurnalistik. Nah, perlu di ingatkan, bahwa menjadi jurnalis, jika dilihat dari berbagai macam lowongan di atas, bukan sekadar jago menulis seperti jurnalis saja, bukan?
Memangnya yang disebut media massa, atau tempat kerjanya jurnalis apa saja sih? Langsung saja, penerbitan, redaksi koran, redaksi majalah, redaksi televisi, redaksi radio, periklanan, departemen komunikasi dan informasi, dan segala humas perusahaan, berserta program media koorporatnya. Anda yang bukan dididik di jurusan jurnalistik, tinggal mencocokan keahlian yang telah Anda pelajari di jurusan Anda, agar tidak mubazir.
Misalkan sarjana pertanian, akan dibutuhkan di keredaksian untuk menyimak masalah pangan yang begitu penting bagi media umum. Untuk jurusan arsitektur, belakangan ini marak media yang bersegmentasikan arsitektur, dan membutuhkan approach langsung dari ahlinya. Atau ilmu yang dikuasai ilmu kebidanan, bergabung tentu saja dengan media massa khusus kewanitaan.
Ragam Segmen
Di jurnalisme, setiap media massa memiliki kecenderungan untuk menggurita dan mengembangkan sayapnya ke setiap konten dan segmentasi tertentu. Di antara lain dari yang banyak itu: Masalah wanita, interior, anak-anak, kartun, film, pertukangan, memancing, musik klasik, ponsel, bahkan media bagi mereka yang percaya dengan dukun ada lengkap dan menanti Anda yang bukan lulusan jurnalistik saja, untuk bersaing mengisi lowongan secara kompetitif. Well, selamat berkerja.






