Hati-hati Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan
Jumlah pengangguran usia produktif baik itu lulusan SMA maupun sarjana semakin meningkat. Iklan lowongan pekerjaan melalui koran atau internet menjadi tumpuan harapan mereka.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh para penipu untuk mengeruk keuntungan dari mereka yang ingin cepat bekerja dan memiliki penghasilan besar.
Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Tanpa Alamat Jelas
Berhati-hatilah dengan iklan lowongan pekerjaan yang menyatakan membutuhkan banyak karyawan untuk ditempatkan di berbagai macam posisi dan menjanjikan gaji besar. Mereka menggunakan kotak pos (PO.BOX xxxx) untuk alamat surat menyurat. Pelamar diminta mengirimkan surat lamaran kerja kepada mereka disertai perangko balasan.
Setelah pelamar mengirimkan semua persyaratan itu, akan datang surat balasan dari mereka. Isinya memberitahukan bahwa pelamar memenuhi syarat administratif sebagaimana yang tertera di iklan lowongan pekerjaan mereka.
Pelamar dijanjikan gaji di atas UMR jika mengikuti prosedur yang mereka minta. Salah satu prosedurnya adalah mengirim uang antara 20 ribu – 50 ribu rupiah melalui kotak pos juga. Bukan melalui rekening ataupun wesel.
Model lowongan pekerjaan seperti ini jelas-jelas penipuan. Pertama, tidak ada alamat apalagi nomor telepon kantor. Kedua, meminta perangko balasan dan biaya administrasi kepada pelamar.
Tidak semua iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan kotak pos adalah penipu. Ada juga sekolah internasional yang merekrut tenaga kerja melalui kotak pos. Bedanya, pelamar akan dihubungi mereka melalui telepon untuk jadwal wawancara dan tes tanpa diminta biaya apapun.
Modus Penipuan Dengan Training dan Rekruitmen
Iklan lowongan pekerjaan yang mereka publikasikan memajang jenis pekerjaan yang banyak diincar yaitu staff adm, supervisor, branch manager, HRD, asisten manajer, dan lain-lain. Istilah ‘sales’ sudah tidak digunakan lagi karena tidak menarik minat para pelamar.
Mereka mencantumkan alamat dan nomor telepon kantor yang jelas di iklan lowongan pekerjaan. Kantornya berupa ruko atau ruangan dalam gedung dengan papan nama kantor di depannya. Ya, terkesan bahwa kantor mereka memang sungguhan ada.
Setelah melakukan wawancara, mereka tidak memedulikan posisi yang pelamar minta. Dengan janji gaji yang besar, mereka memberi syarat kepada pelamar untuk mengikuti sejumlah training dengan membebankan biaya hingga ratusan ribu rupiah.
Ternyata, para pelamar ditraining tentang bagaimana cara menjual produk mereka yang harganya super mahal. Sungguh berbeda dengan isi iklan lowongan pekerjaan yang mereka cantumkan.
Jika bukan dalam rangka menjual produk, para pelamar diminta untuk melakukan rekruitmen. Orang-orang yang terjaring akan diperlakukan sama, yaitu diminta sejumlah uang untuk biaya training. Jelas sekali bahwa perusahaan itu hidup dari bayaran training para pelamar.
Dan mungkin dana itu juga yang mereka gunakan sebagai gaji karyawan. Jadi, tidak ada lowongan pekerjaan seperti adm, HRD, dan semacamnya. Pekerjaan sesungguhnya adalah merekrut orang.
Tips Bagi Calon Pekerja
- Gunakan logika ketika membaca lowongan pekerjaan. Jangan tergiur oleh janji-janji muluk untuk memperoleh penghasilan besar dalam waktu singkat.
- Carilah lowongan pekerjaan yang tidak memakan biaya di awal. Alih-alih untung, malah tekor. Perusahaan profesional seperti Telkom, Bank Mandiri dan sekolah bonafid memang mengadakan training. Tapi, pelamar tidak dimintai biaya sepeser pun.
- Milikilah keahlian tertentu yang menjual misalnya sebagai teknisi atau design grafis. Beberapa lowongan pekerjaan full/part time tidak memerlukan keahlian khusus kecuali keterampilan bicara, bersosialisasi atau bernegosiasi. Pekerjaan itu adalah sales. Pelamar bisa bergabung dengan agen asuransi atau bank dan memperoleh komisi dari penjualan produk mereka.
- Hubungi teman-teman atau relasi yang telah bekerja di perusahaan untuk menanyakan lowongan pekerjaan yang tersedia. Cara ini bisa lebih dipercaya.
- Realistis. Jangan berharap gaji besar sementara pelamar tidak memiliki pengalaman kerja atau keahlian yang menjanjikan. Sebagai langkah awal, bekerjalah untuk memperoleh pengalaman. Semakin banyak pengalaman dan semakin profesional, gaji pun akan meningkat dengan sendirinya.
- Berpikir untuk mandiri dengan membuka lowongan pekerjaan sendiri. Ikuti kursus-kursus yang mengajarkan keahlian tertentu seperti budidaya tanaman, model aritmatika hitung cepat, bahasa mandarin, servis computer, HP, dll. Mulailah membuka usaha sendiri dengan modal dan kemampuan yang dimiliki.






