logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Bisnis dan Manajemen

Menarik Loyalitas Konsumen


Ilustrasi loyalitas konsumen
Salah satu yang paling penting agar bisnis terus menjual barang dengan lancar adalah mempertahankan pelanggan supaya tetap bisa bekerja sama. Selanjutnya, mencari pelanggan baru agar mau bekerja sama. Kedua hal ini sudah menjadi rahasia umum dalam dunia perdagangan. Pengusaha akan mendapatkan banyak keuntungan jika sudah bisa mempertahankan loyalitas konsumen. Dengan persaingan yang semakin ketat, mendapatkan konsumen bukan perkara mudah. Perjuangan tiada henti adalah salah satu kuncinya.

Bukan Sembarang Perjuangan

Mendapatkan loyalitas konsumen itu bukan perjuangan biasa. Perpaduan antara hasil survey pasar,  kepuasaan pelanggan, kreativitas, analisis kebutuhan pelanggan, pelayanan, dan perluasan pemasaran. Belum lagi permodalan yang harus selalu ditingkatkan kalau ingin terus maju. Tanpa adanya perluasan atau ekspansi pasar, produk yang dihasilkan belum tentu mampu berkembang. Pasti ada kejenuhan penyerapan produk pada pasar tertentu sehingga kualitas dan pembaruan konsep dan bungkus atau paket produk harus diperhatikan.

Misalnya, Unilever. Produk Unilever ini dari dahulu hingga kini tetap bertahan pada produk rumah tangga mulai dari kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, hingga ke seluruh rumah. Produk yang dihasilkan diberi nama dengan beberapa jenis kebutuhan penggunanya. Terkadang orang malah tidak menyadari ketika ia berganti sabun mandi, sesungguhnya sabun mandi yang diambilnya tetap saja produk dari Unilever. Ketika mereka berganti shampoo juga seperti itu. Perluasan produk dengan berbagai kemasan dan nama, akan membuat orang tidak ke lain hati.

Hal ini tentu saja akan membuat pelanggan puas dan mereka akan menjadi loyal. Pemberian hadiah juga seperti itu. Kalau telah menjadi seorang pelanggan selama berathun-tahun, namun, tidak pernah merasakan manfaat lebih dari apa yang dia gunakan atau yang ia pakai, mungkin saja suatu ketika pelanggan ini akan tergiur beralih ke satu produk yang memberikan hadiah. Padahal belum tentu kualitas produk tersebut sama atau malah mungkin lebih jelek dari produk lain yang biasa ia beli. Selain itu, kualitas harus terus ditingkatkan dan jangan pernah mengecewakan.

Misalnya, Rexona. Produk satu ini semakin memikat. Dengan kemasan yang sering berganti, awalnya membuat konsumen bingung dan harus memilih lagu aroma keharuman yang biasa ia beli, tetapi akhirnya, sang konsumen bisa menemukan jenis Rexona yang tepat dengan dirinya. Tidak hanya produk Rexona. Shampoo Clear juga seperti itu. Bentuk wadah yang berubah itu membuat konsumen menjadi tidak bosan. Ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang cukup baik. Dengan demikian kepuasan dan loyalitas para pelanggan bisa dipertahankan.

Tidak menipu dan tidak berbeda dengan apa yang diungkapkan di iklan. Kalau hasil yang diharapkan tidak sama dengan yang diiklankan, maka biasanya konsumen akan dengan mudah beralih ke produk yang lain. Kreativitas juga perlu ditingkatkan selain mempertahankan kualitas. Bahan baku yang semakin mahal, tentu saja akan membuat harga produk berubah. Namun, dengan kreativitas dan kualitas yang terjaga, pelanggan tetap akan menggunakan produk tersebut. Misanya, Garuda Indonesia.

Harga tiket pesawat Garuda sangat mahal dan mungkin yang termahal di segela kelas. Mengapa orang masih saja memilih bahkan bermimpi untuk bisa naik Garuda? Ketepatan waktu dan pendeknya waktu transit membuat penumpang berupaya sekuat tenaga agar bisa naik Garuda. Penerbangan dari Yogyakarta ke Palembang hanya 3 jam. Berangkat pukul 15.00 dari Yogyakarta, lalu transit satu jam di Jakarta. Berangkat lagi ke Palembang pukul 17.00 dan tiba di Palembang sekira 55 menit berikutnya. Bandingkan dengan naik pesawat dari perusahaan lain.

Selain penerbangan sering ditunda, transitnya pun cukup lama. Penerbangan dari Yogyakarta ke Palembang bisa memakan waktu lebih dari 6 jam. Kelelahan menunggu di bandara membuat orang lebih rela menambah beberapa ratus ribu lagi demi naik Garuda. Siapa bilang harga mahal malah membuat pelanggan lari? Kalau kualitas terjaga, kemampuan ekonomi yang semakin meningkat, membuat banyak orang lebih memilih mendapatkan kenyamanan daripada menahan emosi selama beberapa jam.

Apa yang terjadi di lapangan, terkadang berbeda dengan teori. Oleh karena itulah tim pemasaran harus bekerja ekstra keras terutama dalam menghadapi semua persaingan dari produk yang sama. Misalnya, sebuah perusahaan supplier barang-barang untuk pabrik kelapa sawit yang harus beradu produk local dengan produk impor. Pemegang surat keagenan dari produk impor harus berjuang memperebutkan pasar. Mereka merasa bahwa produk impor itu lebih baik. Sedangkan produk local merasa bahwa rasa nasionalisme akan membantu mereka.

Pihak pabriklah yang akan menentukan apakah akan menggunakan barang local atau bahan impor. Harga yang bersaing itu membutuhkan pembuktian hasil yang lebih baik. Perusahaan yang kurang mampu mungkin akan mengambil produk local walaupun penuh risiko. Sedangkan perusahaan dengan modal yang cukup kuat, akan mengambil produk impor. Kedua tim pemasaran baik produk local maupun produk impor harus berusaha memberikan pengertian dan presentasi produk secara representatif.

Tanpa adanya tim pemasaran yang handal, maka salah satu pemasok atau kedua pemasok bisa sama-sama gigit jari. Bisa jadi tender yang dilakukan pabrik malah hanya akan memberikam kerugian kepada kedua tim produk yang berbeda. Bayangkan kalau pemasok bersaing harga sehingga pabrik yang menentukan harga. Margin keuntungan yang didapatkan pasti akan berkurang banyak. Beda kalau semua pemasok bekerja sama dan mereka memberikan harga yang sama sehingga mereka mendapatkan margin yang sama-sama cukup bagus.

Dari kejadian ini, loyalitas pelanggan juga bisa ditentukan oleh tim pemasaran yang handal yang sangat menguasai produknya. Mereka mampu menerangkan keunggulan produk dengan baik. Hubungan dengan konsumen juga baik. Tanpa adanya hubungan yang baik, terkadang konsumen bisa lari. Bagaimanapun emosi dan perasaan konsumen tak bisa diabaikan begitu saja. Kekecewaan akan berujung tidak lagi membeli satu jenis produk. Kalau hal ini terus terjadi, hasilnya pasti tidak baik. Beda gaya pemasaran produk retail dan produk supply membuat metode pemasaran juga berbeda.

Perjuangan mendapatkan konsumen itu memang tidak mudah. Sudah sepantasnya kalau tenaga pemasaran ini mendapatkan imbalan yang setimpal. Fasilitas yang mereka peroleh juga harus bagus agar mereka mampu bekerja dengan maksimal. Biaya telepon dan hiburan atau entertainment bagi konsumen juga perlu cukup besar. Ini merupakan seni dalam memasarkan produk.

Elemen Penting Bisnis

Bisnis tidak akan terlepas dari tiga hal yang merupakan elemen penting di dalamnya, yakni penjual, pembeli, dan barang. Tiga hal tersebut menjadi sebuah keharusan dalam sebuah mata rantai bisnis. Seorang usahawan yang sukses pasti mempunyai beberapa trik supaya bisa menyalurkan (menjual) barangnya kepada konsumen. Supaya konsumen loyal, setidaknya perusahaan harus mempunyai produk yang benar-benar bermutu. Kualitas produk tidak main-main ini yang membuat pembeli terus ingin bekerja sama karena mereka tidak akan merasa dikecewakan. Kualitas pun tidak akan cukup jika tidak didukung dengan hal lain untuk menggaet konsumen.

Pelanggan bisa saja sudah tahu barang yang dijual, tetapi bagaimana yang belum tersentuh? Strategi penjualan jitu harus disandingkan dengan kualitas barang. Dukungan strategi ini akan sangat mumpuni supaya usaha terus berkembang. Bisnis akan lebih meluas dan pelanggan akan semakin bertambah, bukan pelanggan yang itu-itu saja. Strategi yang baik akan memunculkan pangsa pasar baru bagi usaha yang dijalankan.

Menciptakan Loyalitas Konsumen

Mengapa harus mencari konsumen yang loyal kepada produk yang dihasilkan?  Karena selain beberapa hal yang sudah disebutkan, loyalitas konsumen merupakan tujuan akhir bagi seorang pebisnis. Tidak ada lagi tujuan akhir yang diinginkan semua usahawan, kecuali konsumen terus berdatangan.


Pada prinsipnya, pengusaha sudah bisa menumbuhkan loyalitas konsumen ketika ia sudah memenuhi keinginan yang diminta konsumen. Keinginan barang yang berkualitas, ketepatan waktu, kejujuran, dan keramahan dari seorang pebisnis. Keloyalan konsumen pun akan mengurangi biaya pemasaran. Biaya transaksi akan terminimalisasi dan biaya turn over konsumen akan sedikit terkikis sehingga kita tidak terlalu banyak mengeluarkannya untuk konsumen. Kita sering mendengar strategi usaha dari mulut ke mulut. Inilah salah satu keuntungan yang bisa di dapat dari konsumen loyal.

Dengan keloyalannya, terbukti bahwa mereka menjadi media iklan yang sangat berharga dan kita tidak perlu mengeluarkan satu sen pun untuk biaya iklan. Konsumen yang loyal akan memberi tahu yang lain ataupun ketika ia datang kembali untuk membeli, otomatis akan mengajak temannya untuk membeli ke tempat kita. Semua orang sebenarnya bisa menjadi pengusaha karena tidak begitu sulit. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tip Mengatasi Keluhan Konsumen
  • Pemahaman Organisasi dan Manajemen
  • Pengertian Kinerja Karyawan
  • Cara Memompa Produktivitas Kerja Karyawan
  • Peran Penting Ekspor Impor
  • Teori Manajemen
  • Strategi Memenuhi Kepuasan Konsumen
  • Manfaat Sistem Penggajian Karyawan
  • Kontroversi Impor Beras
  • Membincang Motivasi Kerja Karyawan
  • Pengantar Manajemen - Entry Poin Umum dalam Pengantar Manajemen
  • Memulai Proses Riset Pemasaran dengan Mudah
  • Manfaat dan Langkah Membuat Bisnis Plan
  • Memahami Model Perilaku Konsumen
  • Bisnis Online: Bisnis Masa Depan yang Menjanjikan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA