logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Olah Raga    Bola    Sepak Bola    Luas Lapangan Futsal

Luas Lapangan Futsal dan Gaya Bertahan Tim Futsal

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Secara matematis ukuran luas lapangan futsal standar adalah 1050 meter persegi, dengan asumsi bahwa ukuran maksimal panjang lapangan yang digunakan adalah 42 meter dan lebarnya 25 meter. Secara umum memang tidak banyak lapangan futsal yang sedemikian luasnya. Mengingat ukuran lapangan berdimensi lebar lapangan 15 meter sampai 25 meter dan panjangnya 25 meter sampai 42 meter masih memenuhi syarat.

Begitu pentingnya arti luas lapangan futsal membuat pelatih selalu cermat memasukkan faktor ini kedalam sebuah taktik permainan. Permainan futsal tidak dapat dilepaskan dari penguasaan lapangan melalui pergerakan dinamis dari setiap pemainnya. Setiap pemain mampu memainkan bola di berbagai sudut lapangan ketika menyerang.

Cara bertahan sebuah tim harus diukur berdasarkan luas lapangan futsal. Prinsip dasar dalam mempertimbangkan luas lapangan terhadap area pertahanan adalah pertama area lapangan yang kecil akan memberi kemudahan untuk membangun sistem pertahanan tim yang terorganisir. Kedua, mengefektifkan gaya bertahan dengan melakukan banyak pergantian pemain. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kelelahan fisik yang dapat berimbas kepada konsentrasi bermain.

Ketiga adalah memperlebar area bertahan ketika berhadapan dengan lawan yang tangguh. Selain itu, perluasan area bertahan dikarenakan kondisi tim ketika pertandingan berlangsung sedang tertinggal. Diharapkan pemain lawan dapat ditekan sejauh mungkin sebelum memasuki area setengah lapangan permainan sendiri.


Pola Permainan Bertahan

Varias cara bertahan dalam permainan futsal yang harus sering dilatih dan berani diperagakan dalam pertandingan, misalnya penjagaan individu pemain lawan (man to man marking) atau penjagaan area (zonal marking). Masing-masing sistem pertahanan memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga harus disesuaikan dengan kondisi tim saat itu. Kombinasi dari keduanya dapat diterapkan secara proporsional dalam pertandingan yang ketat.

  • Penjagaan Individu (Man to Man Marking)
    Man to man marking
    adalah pola bertahan sebuah tim yang dilakukan seorang pemain menjaga dengan ketat satu pemain lawan. Setiap pergerakan pemain lawan baik dengan bola maupun tanpa bola diawasi dan diikuti secara intensif agar ruang geraknya menjadi sempit. Maka dari itu, jarak antara pemain yang menjaga harus selalu dekat dengan pemain lawan yang dijaga.


    Penjagaan individu akan membuat pemain lawan jarang mendapatkan bola sehingga penguasaan bola (ball possesion) berkurang dan pola permainan menjadi tidak terorganisasi dan berkembang sesuai strategi tim. Bahkan kesempatan untuk melakukan tendangan kearah gawang pun menjadi sedikit. Pemain lawan dituntut terus bergerak mencari ruang kosong hingga mengakibatkan kelelahan fisik.


    Meskipun memperkecil peluang pemain lawan untuk mencetak gol, stategi man to man marking akan menemui kesulitan apabila pemain lawan memiliki kelebihan skill individu. Teknik individu sangat berperan dalam upaya melewati hadangan satu pemain penjaga dan apabila sistem pertahanan ini terbongkar akan memberikan celah bagi tim lawan.

    Selain itu setiap pemain harus memiliki kesiapan fisik yang prima untuk menjaga intensitas pengawalan terhadap pemain lawan. Fisik yang kendur akan mengganggu konsentrasi sehingga lawan akan mudah melewati selanjutnya merancang serangan berbahaya.
  • Penjagaan Area (Zonal Marking)
    Pola pertahanan untuk menjaga daerah pertahanan yang berpotensi menimbulkan ancaman langsung ke gawang. Penjagaan area sangat cocok meredam permainan lawan yang mengandalkan variasi gerakan pemain secara dinamis dengan umpan-umpan yang akurat. Permainan menjadi efektif menghalau umpan silang dari sisi-sisi lapangan.


    Koordinasi antara satu pemain dengan pemain lawan harus terjaga dengan baik untuk menutup ruang atau celah pertahanan yang dapat dimanfaatkan pemain lawan mencetak gol. Pemain lawan dibiarkan menguasai bola kemudian dilakukan perubahan penjagaan agar terjadi kesalahan di pihak lawan. Apabila bola berhasil direbut maka seluruh pemain dalam tim bertransisi dari bertahan menjadi serangan balik cepat dan berbahaya.


    Sisi kelemahan penjagaan area adalah memberikan kesempatan pemain lawan memainkan bola selama mungkin. Hal ini membuka peluang bagi pemain lawan mencetak gol dari tendangan jarak jauh. Setiap serangan balik harus dimanfaatkan menjadi gol karena jarangnya kesempatan mengembangkan permainan dari penguasaan bola.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kiprah Adidas Futsal Shoes di Liga Futsal Indonesia 2010
  • Transfer Pemain Sepak Bola
  • MU: Klub Sepak Bola Paling Berharga di Dunia
  • Prediksi Piala Dunia 2014
  • Lentini, Kegagalan Transfer Pemain Sepak bola ?
  • Transfer Pemain Sepak Bola 2010 di Inggris
  • Aturan Futsal tentang Pergantian Pemain
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA