logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Koleksi    Lukisan

Biografi Hendra Gunawan


Ilustrasi lukisan hendra gunawan

Para pecinta lukisan di Indonesia, pasti tidak akan asing dengan nama Hendra Gunawan. Bahkan tak jarang lukisan Hendra Gunawan banyak yang mengisi salah satu bingkai lukisan para kolektor tersebut. Hal ini karena Hendra Gunawan merupakan salah satu pelukis yang memiliki kemampuan melukis sangat tinggi, sehingga bisa disejajarkan dengan para maestro lukis dunia lainnya.

Selain berkarya di bidang lukisan Hendra Gunawan juga dikenal sebagai seorang seniman patung. Itulah mengapa banyak karyanya baik berupa patung maupun lukisan yang menjadi bukti bahwa Hendra Gunawan cukup produktif dalam menghasilkan karya di bidang seni rupa.

Hendara Gunawan sendiri lahir di kota Bandung, Jawa Barat pada tanggal 11 Juni 1918. Pada saat itu, pemerintahan Belanda masih sangat berkuasa di Indonesia, sehingga kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal masih sangat terbatas.

Meski demikian, Hendra Gunawan kecil memiliki keberuntungan tersendiri. Sebab, dirinya sempat mengeyam pendidikan formal serta belajar melukis pada Wahdi. Wahdi sendiri dikenal sebagai seorang ahli lukis yang banyak menghasilkan karya pemandangan.

Dari sinilah, Hendra Gunawan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan di bidang melukis. Meski demikian, Hendra Gunawan bukan sosok yang mudah puas dengan mendapatkan satu bidang pengetahuan saja. Selain melukis, pria yang wafat di Denpasar, Bali 17 Juli 1983 ini juga belajar mengenai seni drama.

Hendra Gunawan bergabung dengan kelompok sandiwara Sunda. Namun di sini, dirinya tidak mengutamakan mengenai belajar akting. Karena dalam kelompok sandiwara tersebut, Hendra Gunawan lebih fokus sebagai pelukis dekorasi panggung. Hal ini sesuai dengan ilmu pertama yang dkuasainya yang sekaligus juga dijadikan sebagai media untuk mengasah bakatnya di bidang seni lukis.

Karir Melukis

Hendra Gunawan mulai menapaki dengan serius untuk menekuni profesi sebagai seorang pelukis. Hal ini dilakukannya setelah bertemu dengan maestro lukis Indonesia, yaitu Affandi yang mendorongnya untuk lebih mengembangkan bakatnya di bidang melukis.

Hal inilah yang kemudian menjadi pendorong semangatnya, selain juga dengan dasar adanya niat tulus dan besar untuk mampu berkarya bagi bangsa di bidang melukis. Pertama kali melukis, Hendra Gunawan hanya menggunakan media kertas dan kancas. Melalui kedua media tersebut, Hendra Gunawan menorehkan berbagai macam ide yang dimilikinya menggunakan pensil serta cat.

Keikutsertaannya pada beberapa komunitas pelukis dan didukung pergaulannya yang luas memberinya banyak kesempatan untuk bisa mengembangkan kemampuan di bidang melukis. Merekalah yang pertama kali memberikan dukungan dan semangat pada Hendra Gunawan untuk bisa tampil mengekspresikan kemampuannya di bidang melukis.

Hal ini dibuktikan dengan perannya dalam pendirian Sanggar Pusaka Sunda pada tahun 1940. Sanggar ini didirikannya bersama beberapa pelukis asal Bandung lainnya sebagai wadah komunikasi para pelukis di kota tersebut. Sanggar Pusaka Sunda juga sering mengadakan beberapa kali pameran lukisan bersama, untuk memamerkan karya anggota sanggar tersebut.

Masa Perjuangan

Ketika seluruh rakyat Indonesia turut mengangkat senjata membantu para tentara Indonesia, kalangan seniman pun tidak mau kalah ambil bagian. Mereka turut membantu perjuangan merebut kemerdekaan dan mengusir penjajah dengan kemampuan yang mereka miliki. Tentu saja, bukan dengan cara bertempur di garis depan atau turut berjuang secara fisik.

Para seniman ini memiliki cara tersendiri dalam menunjukkan nasionalisme serta kecintaan mereka pada bangsa Indonesia ini. Salah satu wujud perjuangan yang dilakukan oleh para seniman ini antara lain dengan meningkatkan semangat juang dan mengobarkan gelora perjuangan di setiap dada rakyat dan tentara Indonesia.

Demikian pula dengan Hendra Gunawan. Baginya, antara melukis dan berjuang mengangkat senjata memiliki nilai yang sama pentingnya. Berada di dalam kondisi berjuang, memunculkan banyak inspirasi penting bagi Hendra Gunawan.

Dengan pengalamannya tersebut, banyak lukisan Hendra Gunawan yang beraroma perjuangan. Salah satu lukisan Hendra Gunawan yang dianggap memiliki nilai perjuangan tinggi salah satunya adalah Pengantin Revolusi. Banyak kalangan yang menganggap bahwa lukisan dengan judul Pengantin Revolusi tersebut, merupakan buah karya seorang pelukis besar yang dianggap sebagai empu. Hal ini karena lukisan tersebut dibuat dengan menggunakan kanvas yang besar, memiliki tema yang sangat menarik dengan menggunakan warna yang mampu membangunkan rasa juang masyarakat. Dalam lukisan ini, nampak dengan jelas nuansa kerakyatan yang dijadikan sebagai perhatian utama pada pemaparan lukisan tersebut.

Selain lukisan Pengantin Revolusi tersebut, Hendra Gunawan juga membuat beberapa lukisan yang berukuran besar lainnya. Salah satunya adalah lukisan yang diberi judul Dagang Ayam. Lukisan ini dibuat pada tahun 1978 dengan ukuran kanvas 95 cm x 146 cm.

Selain mendirikan Sanggar Pusaka Sunda, Hendra Gunawan juga merupakan sosok yang berada di balik pendirian Sanggar Pelukis Rakyat. Sanggar ini didirikan bersama rekan seperjuangannya yang sekaligus juga maestro lukis dunia, Affandi. Sanggar inilah yang pada nantinya mampu memberikan tinta emas dalam perjalanan sejarah seni lukis Indonesia.

Sebab, dari sanggar ini banyak lahir beberapa pelukis yang memiliki nama besar dan mampu memberikan warna tersendiri di Indonesia. Beberapa pelukis yang namanya cukup diperhitungkan dan lahir dari sanggar ini antara lain pelukis Fajar Sidik serta G.Sidharta.

Sikap dan perjuangan Hendra Gunawan terhadap masalah politik di tanah air dan rakyat kecil, menjadikannya sempat merasakan pengapnya udara penjara. Hal ini dialaminya selama 13 tahun, terhitung sejak tahun 1965 sampai tahun 1978. Kondisi tersebut dialaminya karena Hendra Gunawan turut aktif sebagai salah satu tokoh dalam Lembaga Kesenian Rakyat atau Lekra. Lekra sendiri dianggap sebagai salah satu organisasi yang berada di bawah pembinaan Partai Komunis Indonesia, yang oleh penguasa Orde Baru merupakan musuh yang harus diberantas.

Meski fisiknya harus dikurung dalam kerangkeng besi, namun bukan berarti kreativitas dan ide-idenya pun ikut terkungkung. Sebab, selama menghuni penjara, Hendra Gunawan tetap aktif menulis dengan menggunakan warna natural berbahan kanvas ukuran besar sebagaimana ciri khasnya.

Ikan, merupakan sumber inspirasi dari berbagai lukisan Hendra Gunawan. Hal ini diakuinya, karena menganggap warna dari ikan begitu tajam dan karakter ikan yang selalu bergerak tanpa pernah mengenal kata diam.

Akhir Hayat

Selain aktif dalam kegiatan melukis, Hendra Gunawan juga aktif dalam kegiatan seni rupa yaitu seni patung. Salah satu karya Hendra Gunawan masih bisa dijumpai saat ini jika kita berkunjung ke kota Yogyakarta. Di halaman gedung kantor DPRD Yogyakarta, berdiri sebuah patung batu Jendral Sudirman yang merupakan hasil pahatan dari Hendra Gunawan.

Itulah mengapa, pelukis yang merupakan sahabat dekat penyair Chairil Anwar ini lantas memilih Bali sebagai tempatnya menghabiskan waktu usai menjalani masa penahanan. Karena, Bali merupakan tempat para seniman besar yang sudah banyak dikenal sepereti Umbu Landu Paranggi, seorang penyair asal Sumba yang juga berdiam di Bali. Umbu sangat menghormati Hendra, sebab selain kemampuannya di bidang seni rupa, Hendra Gunawan ternyata juga mampu membuat puisi.

Karya terakhir Hendra Gunawan adalah lukisan tentang tenggelamnya kapal Tampomas. Namun, di tangan Hendra Gunawan, kisah tentang kapal itu digambarkannya dengan potret diri yang diserbu oleh ribuan ikan. Namun, hingga akhir hayatnya lukisan tersebut tidak sempat diselesaikannya.

Sebab, Hendra Gunawan yang usianya mulai merambat senja harus meninggalkan dunia sebelum lukisan itu berhasil diselesaikannya. Hendra Gunawan meninggal 17 Juli 1983 di Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, Bali. Pemakaman Muslimin Gang Kuburan di Jalan A. Yani, Purwakarta menjadi tempat peristirahatan maestro lukis Indonesia tersebut.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jangan Remehkan Hobi Menggambar
  • Wanita Melukis Bunga, Ekspresi Terhadap Cinta dan Keindahan
  • Menengok Tiga Galeri Lukis Sang Maestro
  • Macam-Macam Peralatan Melukis Komik Jepang (Manga)
  • Menggambar Pemandangan - Media Menggali Bakat Anak
  • Permainan Melukis untuk Melatih Anak Melukis
  • Tips Melukis Menggunakan Water Colour
  • Cara Mendapatkannya Koleksi Lukisan
  • Cara Lelang Lukisan
  • Karya Lukisan Affandi
  • Mengenal Cara Melukis Batik
  • Melukis Tubuh : Dari Tato hingga Body Painting
  • Bisnis Les Melukis
  • Lebih Dekat dengan Seni Melukis Tubuh
  • Melukis Gambar, Cara Cepat Belajar Melukis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA