Keindahan Alam dan Produk dari Lumajang
Ilustrasi lumajang
Jawa Timur mempunyai luas wilayah yang paling besar dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Pulau Jawa. Yang menarik adalah tidak semua wilayah Jawa Timur tersebut mempunyai cuaca sepanas Surabaya. Contohnya Lumajang. Kota yang berada di dataran cukup tinggi ini berhawa sejuk.
Kesejukan kota Lumajang didapatkan dari apitan tiga gunung paling berpengaruh di Pulau Jawa. Ketiga gunung hebat tersebut adalah Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Lamongan. Ketiga gunung dengan ketinggian mulai dari 1600-an meter hingga 3600-an meter tersebut benar-benar membuat Kota Lumajang teduh dan damai dengan sumber air jernih yang cukup berlimpah.
Keberlimpahan air bersih di Lumajang tersebut bisa menjadi sebuah pemikiran untuk membuat sebuah perusahaan pengelolaan air minum dalam kemasan, tempat pemandian yang cantik, wisata air, tempat pemancingan, dan lain sebagainya. Kecantikan alam Lumajang bisa dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan dan pelatihan. Kesuburan tanah Lumajang bisa sebagai tempat pelestarian dan pengembangan produk pertanian.
Apapun perencanaan bisnis yang hendak dijalankan di Lumajang tersebut tetap harus memikirkan dampak lingkungan. Jangan sampai apa yang sudah bagus dirusak demi kepentingan saat ini saja. Alam ini milik bersama, dijaga bersama, dan dimanfaatkan bersama demi kepentingan yang saling menguntungkan untuk saat ini dan di masa depan.
Lumajang nan Elok
Mengenal sebuah kota bisa dimulai dari yang indah-indah. Ketika keindahan lebih ditonjolkan, orang luar tentunya akan tertarik untuk berkunjung ke sana. Lumajang, salah satu kota cantik dengan pemandangan alam yang takkalah elok dibandingkan dengan kota-kota sekitarnya, patut diberi perhatian lebih.
Dengan keindahan dan kesejukan alamnya, bukan berarti orang Lumajang bisa berpangku tangan. Daerah mereka menjadi salah satu daerah penyangga yang sangat penting. Selain harus mewaspadai banjir lahar dingin Gunung Semeru yang bisa saja datang dengan tiba-tiba terutama di musim penghujan, mereka juga harus menjaga konservasi alam.
Tidak heran kalau pemerintahan daerah Lumajang bekerja sama dengan masyarakatnya bahu-membahu menghijaukan kembali daerah mereka. Penanaman sengon, misalnya, menjadi sebuah upaya penghijauan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi. Pohon sengon tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan baku bagi pabrik-pabrik pengelolaan pohon sengon.
Sengon yang cukup mudah hidup dan berkembang di tempat yang sejuk seperti Lumajang ini, dalam waktu 4-5 tahun sudah bisa memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat sekitar. Satu buah pohon sengon ukuran tinggi 6-7 meter bisa dihargai Rp 1 juta - Rp 1,5 juta. Kalau setiap penduduk mempunyai 10-20 buah pohon sengon, bisa dibayangkan berapa rupiah yang bisa di'petik' dari pohon sengon saja.
Selain pohonnya, daun sengon juga bisa dijadikan makanan ternak. Tentu saja pohon sengon ini bisa menjadi pemasok oksigen yang segar bagi penduduk sekitarnya. Selain penanaman pohon sengon, masyarakat Lumajang juga mempunyai wilayah hutan bambu di daerah Sumber Mujur. Kawasan hutan bambu ini sangat dijaga oleh pemerintah Lumajang.
Di kawasan yang subur ini terdapat banyak jenis kera dan beragam macam kelelawar. Bisa dibayangkan kalau kawasan konservasi milik Lumajang ini sampai rusak. Itu artinya ribuan kera akan menyerang pemukiman penduduk. Kelelawar yang berjumlah ribuan itupun bisa membuat pusing orang-orang yang tinggal di sekitar daerah tersebut.
Sumber Mujur di Lumajang juga dianggap sebagai kawasan suci bagi para pemeluk agama Hindu Bali. Oleh karena itulah kawasan ini sering dikunjungi dan diziarahi oleh banyak orang terutama yang memercayai kalau sumber air yang ada di kawasan yang cukup teduh dan sangat sejuk ini adalah sumber air suci.
Tempat tersebut juga terkenal dengan nama Pura Watu Klosot di Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur. Keberadaan Lumajang yang memang tidak terlalu jauh dari pulau Bali adalah salah satu logika yang bisa dipakai mengapa ada kawasan yang dianggap suci oleh para penganut Hindu Bali di Lumajang.
Banyaknya kunjungan ke Lumajang ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana berbisnis. Penyediaan akomodasi yang cukup representatif walau sederhana. Kesederhanaan bisa membuat harga murah tapi tetap tidak berkesan murahan. Servis yang memuaskan akan membuat orang lain 'mempromosikan' suatu bisnis dari mulut ke mulut tanpa diminta oleh sang pemilik bisnis.
Lumajang memang masih sangat membutuhkan promosi yang banyak mengenai kekayaan alam dan peluang bisnis di wilayah yang mempunyai luas sekira 1790,90 km2. Lumajang bisa saja tidak seterkenal Sidoarjo dengan lumpur dan kawasan industrinya.
Tapi dengan kekuatan dari 21 kecamatan yang mempunyai potensi daerah yang cukup berbeda, mulai dari tanah basah yang subur, danau, hutan bambu hingga Pantai Bambang yang masih perawan dan pemandian Selo Kambang dengan air yang menyegarkan, Lumajang bisa mengembangkan diri sebagai salah satu kekuatan pariwisata dan penghasil bahan baku industri pertanian.
Apalagi ada 31 sungai berukuran sedang dan besar, 6 buah air terjun dengan pemandangan yang cukup menarik, dan 5 buah danau berair jernih yang ada di Kecamatan Klakah dan Kecamatan Senduro.
Bisnis di Lumajang
Lumajang merupakan sebuah kota menarik untuk dikunjungi karena kota tersebut mempunyai beberapa keistimewaan. Lumajang dikunjungi selain karena udaranya yang sejuk dan cukup dingin juga karena adanya peluang bisnis yang berbasis pertanian dan teknologi.
Belum banyaknya lembaga pendidikan yang cukup terkenal memungkinkan Lumajang mengembangkan bisnis pendidikan dan bisnis berbasis teknologi seperti pembukaan warung internet dan pelatihan servis handphone dan komputer.
Bisnis-bisnis tersebut memang akan membantu dan mendukung bisnis utama yang banyak terdapat di Lumajang, seperti bisnis dibidang pertanian. Bisnis transportasi pengangkutan barang hasil pertanian dan tempat penampungan hasil pertanian juga bisa dilirik.
Mengingat masyarakat Lumajang masih berbasis pertanian, artinya gaya berpikir dan gaya memandang bisnis juga biasanya masih tradisional, pendekatan yang dilakukan para pebisnis juga hendaknya mengikuti pola pikir dan pola hidup masyarakat setempat. Pendekatan ini juga akan membuat masyarakat lokal menerima kehadiran kaum pendatang.
Kalaupun nantinya kaum pendatang ini meraih kesuksesan secara ekonomi, masyarakat lokal Lumajang tidak melihatnya sebagai penyerobot lahan rezeki mereka. Tapi mereka akan beranggapan bahwa pendatang dapat meraih kesuksesan karena kerja keras mereka sendiri. Hal ini sangat penting diingat oleh para pendatang yang ingin mengembangkan sayap bisnisnya di suatu daerah agar terhindar dari konflik yang pelik.
Produk Pertanian Lumajang
Lumajang terkenal sebagai pemasok tanaman bunga ke Jakarta dan Bali. Tanah Lumajang yang subur karena berada di dataran tinggi memang cocok sekali sebagai lahan untuk bercocok tanam bunga. Produksi tanaman hias dari Lumajang terkenal dengan keindahan dan keharumannya. Tidak heran bila pada bulan Juli produk-produk tanaman hias ini banyak dicari orang dari luar Kota Lumajang.
Untuk produk pertanian, Lumajang memunyai beberapa sentra produksi. Di antara sentra produksi tersebut adalah, Senduro merupakan wilayah penghasil kentang, kubis, sawi, daun bawang. Pesirian terkenal dengan produk kacang panjang, cabe besar, tomat, terong, dan ketimun.
Sementara itu, Kunir, Lumajang terkenal dengan produksi melon dan cabe rawit. Satu wilayah, satu produk akan memungkinkan para petani mengatur harga jual agar tidak terjadi panen raya yang akan menyebabkan harga jatuh dan petani merugi.

