Lumba-lumba Si Hewan Pintar dari Laut
Ilustrasi lumba lumba
Hewan laut yang bisa dikatakan paling akrab dengan kalangan anak-anak adalah lumba-lumba.
Pertunjukan atraksi lumba-lumba sama menariknya ketika anak-anak melihat badut di acara ulang tahun. Tidak mengherankan jika pertunjukan yang menampilkan lumba-lumba sebagai penampil utama selalu dipenuhi oleh anak-anak. Mereka selalu antusias dan seperti tidak pernah bosan.
Jika Anda ingat beberapa tahun kebelakang, ada sebuah lagu anak-anak yang bercerita tentang lumba-lumba. Lagu tersebut dibawakan oleh artis cilik yang kini sudah beranjak dewasa, Bondan Prakoso. Eksistensi lagu itu cukup untuk menggambarkan betapa tertariknya anak-anak terhadap mamalia laut yang satu itu.
Hewan selalu mendapatkan tempatnya sendiri di dunia anak-anak. Hewan-hewan lucu seperti anjing, kucing, dan kelinci adalah primadona di kalangan anak-anak. Hewan air pun ternyata juga mendapatkan perhatian tersendiri, lho. Salah satunya ya lumba-lumba ini.
Entah apa yang membuat anak-anak begitu menyukai hewan, termasuk lumba-lumba ini. Mungkin, di umurnya yang masih sangat muda, mereka masih sangat asing dengan berbagai bentuk hewan, lumba-lumba salah satunya. Boleh jadi mereka takjub dengan bentuknya yang unik.
Kecintaan anak-anak terhadap lumba-lumba bisa dilihat dari antusiasme mereka ketika mengunjungi tempat wisata yang menampilkan lumba-lumba sebagai daya tariknya.
Dengan eskpresi muka yang takut, perlahan mereka mendekati lumba-lumba, mengelusnya, lalu membiarkan lumba-lumba mengecup pipi adalah hal lucu yang ditampilkan oleh "duet" antara seorang anak dan lumba-lumba. Menggemaskan.
Kelucuan lumba-lumba harus diakui bukan hanya menyerang anak-anak. Kaum dewasa pun tidak bisa dipungkiri mampu terhipnotis oleh kelucuan lumba-lumba.
Berbagai aksesoris seperti boneka kerapkali menjadi bukti bahwa lumba-lumba memang dicintai semoa golongan.
Banyak fakta tentang lumba-lumba pun menjadi informasi yang menarik bagi manusia. Penelitian tentang hewan air yang satu ini akan sangat mudah ditemui.
Penelitian tersebut bahkan menghasilkan sebuah penemuan baru bagi dunia manusia itu sendiri. Dan digunakan dalam kehidupan manusia.
Berdasarkan jenisnya, lumba-lumba ternyata masih satu kerabat dengan paus dan pesut. Hewan-hewan tersebut masih satu spesies.
Dilihat berdasarkan jenisnya, lumba-lumba "tersedia" dalam 40 jenis. jenis lumba-lumba tersebut dibedakan berdasarkan genus. Ke 40 jenis lumba-lumba tersebut memiliki perbedaan mulai dari moncong hingga warna kulit.
Lumba-lumba dan Habitatnya
Lumba-lumba Hewan yang Pintar
Banyak ilmuwan mengatakan bahwa lumba-lumba adalah hewan yang pintar. Lumba-lumba berbeda dengan hewan laut lainnya. Ia seolah memiliki intuisi untuk menerima rangsangan apapun dari manusia. Jika Anda pernah menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba, pasti Anda tahu betapa pintarnya ia.
Meskipun hal itu tidak mungkin terjadi tanpa pelatihan terlebih dahulu, tapi lumba-lumba sudah memiliki intuisi dasar yang akan mempermudahkan proses pelatihan terhadapnya.
Hewan ini "memiliki bakat" untuk menjadi pintar, sehingga hanya dengan beberapa pelatihan dan waktu yang tidak terlalu banyak, lumba-lumba sudah mampu "menjelma" jadi hewan dengan kecerdasan tinggi.
Mereka juga seolah dilengkapi dengan intuisi. Dengan intuisi tersebut, lumba-lumba bisa bersikap seolah penuh kasih sayang kepada manusia.
Sama seperti ikan paus, lumba-lumba juga merupakan mamalia. Lumba-lumba menyusui anak yang dilahirkannya. Tidak seperti kebanyakan ikan yang justru sama sekali tidak membutuhkan daratan, lumba-lumba justru membutuhkan daratan untuk bernafas.
Lumba-lumba bernafas menggunakan lubang udara yang terdapat di bagian atas kepalanya. Bayi lumba-lumba juga akan dibawa ke daratan oleh induknya agar bisa menghirup udara dan tetap hidup.
Berdasarkan kriteria tersebut, lumba-lumba juga dapat digolongkan sebagai hewan amphibi, yaitu hewan dengan kelembapan kulit yang tinggi sert dapat hidup di dua alam.
Tidak seperti hewan amphibi kebanyakan, lumba-lumba tidak "membutuhkan" waktu lama untuk berada di darat. Hewan lucu itu tetap lebih banyak menghabiskan waktunya di air. Berbeda dengan kodok misalnya.
Hewan dengan tekstur kulit yang aneh itu sepertinya memiliki ketahanan yang sama, baik ketika berada di air maupun darat. Selayaknya manusia, indukan lumba-lumba juga menyusui dan menjaga anak-anaknya. Anak lumba-lumba selalu berada dekat dengan induknya.
Hubungan antara induk dan anak lumba-lumba berlangsung hingga anak-anaknya dewasa. Setiap indukan lumba-lumba memiliki suara sejenis siulan yang khas untuk memanggil anak-anaknya. Suara itu hanya akan dikenali oleh anak-anaknya.
Dilihat berdasarkan kebiasaan lumba-lumba dalam menyusui anaknya, lumba-lumba dapat digolongkan menjadi hewan mamalia. Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang memiliki pengecualian. Jika kriteria mamalia pada umumnya memiliki daun telinga, maka lumba-lumba tidak. Hewan yang satu ini benar-benar unik.
Lumba-lumba termasuk hewan berkelompok. Mereka sering terlihat menggiring sesuatu seperti kapal secara bersamaan. Seperti itulah cara mereka bermain. Lumba-lumba juga terdengar sering mengeluarkan suara-suara yang khas. Suara itu digunakan untuk berkomunikasi. Suara itu juga digunakan sebagai “radar” agar mereka tidak tersesat di lautan.
Kebiasaan lumba-lumba yang seperti ini bagi sebagian orang tentu mengkhawatirkan, terlebih mereka yang belum tahu kebiasaan lumba-lumba itu sendiri. Dianggap mengancam merupakan salah satu perasaan yang wajar ketika mendapati segerombolan lumba-lumba mendekati kapal.
Meskipun hidupnya dihabiskan di lautan, sebenarnya lumba-lumba justru tidak bisa tidur di dalam laut. Jika terjadi, hal itu justru akan membuat lumba-lumba tenggelam. Lumba-lumba akhirnya memiliki “pola tidur” yang aneh. Lumba-lumba bisa setengah tertidur di saat ia tengah berenang sehari-harinya.
Hewan yang satu ini memang unik. Mulai dari kebiasaanya hidup di darat yang hanya digunakan sebagai "syarat", kemudian menyusui anaknya tetapi "tanpa" daun telinga, hingga cara tidur yang aneh. Tidak ada yang bisa melakukan ini semua kecuali lumba-lumba.
Inspirasi Lumba-lumba Bagi Manusia
Secara alamiah, tubuh lumba-lumba juga dilengkapi dengan sistem yang cukup rumit. Kerumitan sistem yang dimiliki oleh lumba-lumba secara tidak langsung banyak menginspirasi para orang pintar untuk menciptakan berbagai teknologi.
Salah satu yang mutakhir adalah penciptaan baju renang yang menggunakan sistem yang mirip pada kulit lumba-lumba. Kulit lumba-lumba memiliki tekstur dan sistem yang berbeda dengan kulit makhluk air kebanyakan. Jika dilihat secara kasat mata, kulit lumba-lumba terlihat sangat licin dan mengkilap. Permukaan kulit yang dimiliki lumba-lumba seperti itu mampu meminimalisir gesekan yang terjadi antara kulit lumba-lumba dengan air.
Hal itu memudahkan lumba-lumba ketika berenang. Sehingga lumba-lumba dapat berenang di dalam air dengan sedikit hambatan. Kriteria yang dimiliki oleh kulit lumba-lumba dirasa pas bagi para penyelam ataupun perenang untuk bergerak di dalam air.
Bukan hanya kulit lumba-lumba yang menginspirasi para penemu. Sebuah sistem komunikasi yang hanya dimiliki oleh lumba-lumba pun menginspirasi mereka. Lumba-lumba memiliki sistem komunikasi yang dikenal dengan sistem sonar.
Sistem ini bukan hanya untuk digunakan untuk berkomunikasi antara lumba-lumba ketika mereka di bawah laut. Sistem ini juga berguna untuk memekakan mereka terhadap rangsangan. Lumba-lumba akan mampu menghindari benda-benda seperti kapal di depannya berkat sistem sonar ini. Sehingga lumba-lumba pun dapat terhindar dari benturan.
Sistem yang dimiliki oleh lumba-lumba ini kemudian diteliti dan diadaptasi untuk diterapkan dan digunakan sebagai elemen penting dalam pembuatan radar kapal selam. Radar kapal selam memang sangat membutuhkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi adanya benda-benda yang dapat mengganggu kestabilan kinerja dari kapal selam.

