Lyrics Lagu - Mengenal Dirimu dan Lyrics Lagu
Ilustrasi lyrics lagu
Seperti umumnya pelajaran mengarang, setiap lyrics lagu itu mengandung trik dan teknik penulisan yang bisa membuatmu kebingungan. Jika tidak memiliki bakat menulis, biasanya penulis lagu menitipkan lyrics-nya lewat seorang kawan yang bisa berkata-kata, dan menyusun kalimat logis yang baik.
Kalimat logis itu tidak harus berkesesuaian dengan teknik penulisan, dalam pengertian bait lyrics lagu yang puitis. Walau elemen itu bisa saja berada dalam beberapa lagu cinta atau balada karena lazim sekiranya, apa yang kamu tuliskan puitis akan bernilai mendayu.
Pendengar itu sebenarnya mendengarkan musik, jadi lyrics lagu bisa jadi distraksi bagi mereka untuk menikmati lagu yang enak, so pastikan dirimu tidak membebani lagu bagus dengan lirik yang berat.Kecuali jika lagu yang kamu miliki itu standar, kalau bukan dibilang jelek, maka didongkrak dengan lirik yang bagus, masih lumayan lah punya daya jual.
Pertanyaan mengenai lyrics lagu utamanya apakah apa yang kamu katakan ke orang banyak itu menarik dan relevan untuk audiens target musikmu? Selera itu dapat bervariasi dari orang ke orang. Hidup ini juga penuh variasi.Tapi, ada daerah umum di mana dirimu dapat secara relatif menyeret seseorang untuk tertarik dalam topik lagu yang kamu bikin sehingga lebih berat pada idiom semacam ini, bukan kamu yang menjual lirik, tapi orang yang memilih apa yang cocok buatnya.
Sampai sekarang, alasan penulis menyukai Iwan Fals bukan karena faktor musik. Bagi penulis, musiknya yang country, blues, dan pop balada tidaklah semenarik lyrics lagu yang dia buat. Iwan Fals itu kuat pada tema. Dan beginilah kita masuk ke dunia lyrics lagu.
Tema Lyric Lagu
Sebuah lagu dapat memiliki subjek dan tema. Lyrics lagu dan tema tidak selalu sama dan beriringan. Misalnya, lagu "Kalau Bulan Bisa Ngomong" dari Doel Sumbang, lagu itu berisikan kisah bulan, tapi temanya cinta. Atau lagu Katon Bagaskara dan Uthe "Usah Kau Lara Sendiri", liriknya bersisi persahabatan, tapi temanya tentang menyantuni korban AIDS.
Selain dari tema apakah lyrics lagu Kamu punya cerita? Apakah ceritamu benar-benar mengatakan sesuatu? Lyrics lagu boleh saja tidak punya cerita lengkap, misalkan lagu-lagu repetitif yang banyak dinyanyikan oleh penyayi pop cengeng. Isinya hanya idiom dan ungkapan klise, tidak berubah dari yang sudah-sudah, dan tidak memberikan sesuatu yang orisinal.
Lyric lagu Aku cinta padamu, Sungguh Aku cinta padamu pada lagu Itang Yunaz "Aku Cinta Padamu". Betapa Kucinta Padamu pada lyric lagu Siti Nurhaliza "Aku Cinta Padamu". Aku cinta, aku cinta, sungguh aku cinta padamu pada lagu Yuni Shara "Aku Cinta Padamu".
Ada tiga lagu dengan title Aku Cinta Padamu, dan pada reffrain hanya terdapat idiom simbolik. Aku cinta padamu, tidak ada cerita di dalamnya, tidak ada pengkabaran apa pun. Jika tidak ada cerita, maka temanya tidak mandiri, lagu bertema cinta, alasannya? Ada kata cinta, mudah banget. Itulah pengkhianatan terhadap jalan cerita dan lebih pada unjuk rasa denotatif yang mindless.
Beda misalnya dengan cerita lyrics lagu yang bagus, memiliki gagasan yang kuat, ide utamnaya diatur dan disampaikan untuk efek maksimum, yaitu seni bercerita. Lagu semodel Padi, Slank, Iwan Fals, Nugie, Nicky Astria, Fariz RM, padat akan cerita sengaja benar-benar mereka hendak bercerita. Kamu dapat merasakan narasi faktual, misalnya hanya memberikan urutan peristiwa yang ada pada lyrics lagu. Kamu bisa merasakan rancang bangun seperti cerita cinta alam pada lagu Nugie Burung Gereja.
Apakah cerita lyrics lagu yang kamu dengar memiliki awal, tengah, dan akhir? Dengan kata lain, apakah cerita itu berkembang secara linier? Tidak jadi soal. Lyrics lagu dibebaskan dari pembebanan ploting. Lyrics lagu memang bercerita, tapi tidak selalu harus punya plot. Beda sekali misalnya lagu yang berplot dari Meat Loaf yang judulnya “Objects In The Rear View Mirror May Appear Closer Than They Are”.
And when the sun descended and the night aroseI heard my father cursing everyone he knows
He was dangerous and drunk and defeated
And corroded by failure and envy and hate
Struktur bentuk pola internal yang meminjamkan koherensi ke seluruh pesan dan tema -sangat penting dalam pembangunan lyrics lagu. Misalnya, jika lagu Kamu adalah tentang warna, setiap bait bisa berurusan dengan warna berbeda: biru, merah, dan kuning. Dan itulah yang ditunjukkan pada lagu Meat Loaf di atas, dia bercerita tentang ayah pemabuk, berbahaya, ada plot di sana.
Dapatkah pendengar memahaminya? Lyrics lagu seharusnya tidak terlalu sederhana alias upayakan yang puitis, tapi sederhana adalah baik. Sebuah lagu tidak perlu dipaksakan melayani tujuan artistik jika pada akhirnya tidak dipahami. Dahulu Band Plastik pernah menulis lagu Seperti Api, yang sampai sekarang masih belum dapat dipahami, apa yang dia ingin bayangkan tentang seperti api.
Tertawalah, ku ajak kamu ke awan
Punguti bintang lalu jadikan hiasan
Bicaralah... bicaralah semaunya
Atau marah... jangan diam
Mau diam, mau marah gimana, enggak ngerti??? Judul lagunya "Seperti Api", tapi dalam lyrics lagunya tidak ada keterkaitan seperti api? Apakah itu lukisan, film, puisi, tari, memasak, atau musik, semua bentuk seni itu merupakan sarana ekspresi diri dan berkomunikasi.
Untuk audiens yang dituju, ada harapan yang basis ada harapan dasar tentang komunikasi antara seniman dan penontonnya. Yang diberikan oleh Band Plastik itu membingungkan, dan artis yang seperti Band Plastik itu ternyata banyak. Membuat lyrics lagu yang abstrak dan tidak komunikatif.
Bait Lyrics Lagu
Bait-bait dari lyrics lagu Kamu adalah di mana Kamu menceritakan kisah dan mendirikan chorus dari lagu. Ada banyak cara untuk melakukan itu. Beberapa cara dasar adalah membentuk cerita, dengan urutan kronologis yang jelas, atau menemukan urutan internal lain yang artistik dan memuaskan secara emosional.
Semua elemen dari linearitas, fokus, kejelasan, dan ide dasar harus berada di tempat yang tepat, dan dipertimbangkan dalam penyusunan bait-bait lagu. Bait-bait harus membuat chorus, mereka harus berhubungan langsung rima dan melodi. Bait-bait juga harus membangun kronologis, emosional, atau dengan cara lainnya sehingga terbangun alasan antara bait pertama dengan yang kedua, dan seterusnya. Idealnya, harus ada struktur internal yang memberitahu cerita dan mendukung chorus.
1. Chorus
Chorus adalah titik emosional yang meningkat dari lagu. Ini adalah bagian di mana orang bisa bernyanyi bersama, dan mengingat bagiannya. Struktur lagu memiliki dinamika, memiliki aliran internal dan kepekaan, mereka mengalir dari dan ke chorus. Ada banyak bentuk untuk penataan chorus, tapi satu struktur yang efektif adalah awal dan akhir chorus yan terikat dengan nada utama atau / hook lagu.
2. Judul
Lyrics lagu selalu bercerita tentang judul yang flashy, yang benar-benar bisa mendoirong orang untuk mengerti kerangka lagunya, judul idealnya harus menjadi bagian integral dari chorus. Harus menjadi fokus, ide, distilasi dari lagu tersebut dalam sebuah frase. Judul harus pijakan dasar, tulang punggung chorus yang terstruktur. Sebagai contoh gampang, "I Always Love You" dari Whitney Houston, ya judul ya chorus, dan fokus.
3. Hook
Hook adalah seni utama membikin lagu. Dengan hook, lagumu bakal nempel terus di kepala penggemar. Apa yang Anda tangkap dari pencipta hook terbesar dalam sejarah musik manusia, semacam Michael Jackson, adalah hook yang benar-benar membikin kita menghafal dengan mudah nada yang dia nyanyikan.
Apalagi tidak sedikit lagu MJ, yang menggoda penggemarnya dengan memberikan semacam spell, dan charm, semacam auww, yeah, uuugh, kuuuh, ieks, yang dia lengkingkan pada sekian banyak lagu, yang semodel ieks bagai orang sedang menelan sesuatu ada pada lagu juaranya, "Man in The Mirror" sangat hooking dan perlu.

