Proses Terjadinya Maag Lambung dan Pencegahannya
Maag lambung adalah salah satu penyakit atau gangguan sistem pencernaan makanan yang ditandai dengan perut kembung dan rasa perih di daerah lambung. Tidak jarang juga diikuti dengan rasa mual dan pahit di mulut serta nyeri atau pusing di kepala. Penyakit maag ini biasanya menyerang orang dengan pola makan yang tidak teratur. Sebagian besar orang dewasa mengalami gangguan maag lambung setiap minggunya. Bahkan, para ibu hamil sering kali lebih mudah terserang penyakit maag. Apa sebenarnya penyakit maag ini dan bagaimana proses terjadinya?
Asam Lambung
Pada dasarnya, serangan maag terjadi karena adanya asam lambung (HCl) berlebih yang naik ke bagian esophagus, yaitu saluran yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung.
Dalam keadaan normal, asam lambung yang pada dasarnya berperan dalam proses pencernaan makanan, secara kimiawi terdapat dalam lambung tepat di bagian bawah saluran esophagus (esophageal sphincter). Naiknya asam lambung kembali ke bagian esophagus dipicu oleh adanya proses relaksasi atau melemahnya otot-otot esophageal sphincter tersebut. Adapun pelemahan otot-otot ini seringkali disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Adanya rangsangan zat-zat tertentu yang terdapat pada makanan-makanan pedas, pada minuman beralkohol, dan pada rokok.
- Adanya rangsangan zat-zat tertentu yang terdapat pada obat-obatan, misalnya obat untuk penyakit asma.
- Adanya tekanan berlebih pada bagian perut, misalnya karena makan yang berlebihan, kelebihan berat badan, dan adanya bayi yang menekan lambung pada ibu-ibu hamil.
Keadaan naiknya asam lambung kembali ke esophagus yang di antaranya dipicu oleh beberapa faktor di atas dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di lambung yang diikuti dengan gejala-gejala seperti yang telah diuraikan di atas. Pada keadaan yang kronis, maag lambung dapat menimbulkan rasa perih yang luar biasa. Oleh karena itu, kita perlu mencegah terjadinya gangguan maag lambung ini lebih dini. Adapun beberapa usaha untuk mencegah terjadinya gangguan maag lambung di antaranya adalah sebagai berikut.
- Mengurangi atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.
- Mengurangi atau berhenti merokok.
- Mengurangi konsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak, cokelat, dan peppermint.
- Mengurangi konsumsi makanan-makanan pedas.
- Mengatur posisi tidur dengan kepala terangkat sekitar 15 cm.
- Tidak berbaring atau tidur dalam kondisi perut penuh.
Ketika Anda sudah terkena gangguan maag kronis, maka tidak lagi hanya diperlukan proses pencegahan, tetapi juga perlu dilakukan pengobatan. Adapun pengobatan yang sering dilakukan untuk mengobati serangan maag lambung adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang mengandung senyawa basa yang berfungsi sebagai penetral asam, khususnya obat dengan jenis antasid yang biasanya mengandung magnesium hidroksida. Jika konsumsi obat-obatan penetral maag lambung ini sudah tidak mempan, sebaiknya kita segera memeriksakan diri ke dokter.






