logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika

Macam-Macam Alat Ukur dan Fungsinya


Ilustrasi macam macam alat ukur

Alat ukur merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui ukuran berbagai macam hal atau benda yang ada di sekitar kita. Ada macam-macam alat ukur yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Setiap jenis benda memiliki alat ukurnya sendiri. Misalnya untuk mengukur panjang seutas tali, kita memerlukan penggaris. Untuk mengukur berat, kita memerlukan timbangan. Untuk mengetahui waktu, kita memerlukan jam.

Peranan macam-macam alat ukur sangat penting bagi kita. Seperti kegiatan transaksi, pembuatan alat rumah tangga, pembangunan, pembuatan jalan, sampai acara masak-memasak pun melibatkan macam-macam alat ukur tersebut. Hampir semua aspek kehidupan kita tak bisa lepas dari alat ukur.

Macam-macam Alat Ukur

Pada dasarnya alat ukur yang biasa kita gunakan sehari-hari mengacu pada besaran pokok yang paling banyak diukur dalam ilmu fisika. Yaitu terdiri atas panjang, massa, dan waktu. Berikut ini penjelasan macam-macam alat ukur tersebut beserta fungsinya.

1. Alat untuk Mengukur "Panjang"

Alat ini tidak hanya mutlak digunakan untuk mengukur panjang suatu benda saja. Pada penerapannya, bisa digunakan untuk mengetahui kedalaman, diameter, keliling, dan luas. Serta tidak terpaku pada suatu benda, tapi mencakup suatu wilayah. Misalnya lapangan, sumur, dan lain-lain.

Bahkan dalam dunia teknik seperti industri mesin, melibatkan pengukuran benda-benda kecil dengan detail tinggi, yang memerlukan ketepatan ukuran hingga 0,1 mm. Alat ukur ini meliputi, penggaris, meteran, jangka sorong, dan mikrometer skrup.

a. Penggaris

Penggaris merupakan bagian dari macam-macam alat ukur yang paling familiar. Mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, bahkan sampai arsitek pun bergantung pada alat yang satu ini. Pada umumnya, penggaris memiliki tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm. Tapi ada juga yang memiliki tingkat ketelitian hingga 0,5 mm, seperti yang biasa digunakan di meja gambar para arsitek.

Alat ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya bisa efektif digunakan untuk mengukur benda-benda pada bidang datar dan berdimensi relatif kecil, seperti gambar atau ubin. Dan alat ini pun tidak mungkin memiliki dimensi yang terlalu panjang. Karena biasanya terbuat dari bahan yang kaku seperti, mika, plastik, kayu, juga besi. Coba bayangkan kalau ada orang yang membawa penggaris sepanjang lima meter…!!!

b. Meteran

Sebenarnya, fungsinya kurang lebih sama dengan penggaris. Hanya saja, meteran berdimensi lebih panjang dan terbuat dari bahan yang jauh lebih fleksibel dibanding penggaris. Agar bisa digulung dan mudah dibawa. Meteran bisa terbuat dari nilon atau logam lentur yang bisa digulung.

Dimensi panjangnya bisa mencapai seratus meter. Oleh karena itu, alat ini bisa digunakan untuk mengukur objek yang lebih besar, seperti tanah, lapangan, ataupun bangunan. Kelemahan alat ini adalah pada pemakaiannya yang sedikit merepotkan. Seringkali penggunaannya membutuhkan lebih dari 1 orang.

c. Jangka Sorong

Penggunaan alat yang satu ini biasanya terlihat di bengkel-bengkel atau tempat-tempat yang memproduksi barang dengan detail dan tingkat presisi yang tinggi. Misalnya industri mesin, yang membutuhkan ketelitian antara satu bagian dengan bagian lainnya. Bentuk alat ini kurang lebih mirip kunci inggris, dengan satu bagian rahang tetap dan yang lainya dapat digeser sesuai keperluan. Terdapat skala pada bagian batangnya.

Ketelitian alat ini mencapai 0,1 mm. Alat ini biasanya digunakan unuk mengukur diameter benda kecil seperti skrup, baik dimensi dalam maupun dimensi luarnya. Alat ini bukan termasuk peralatan rumah tangga biasa, karena hanya digunakan di tempat-tempat tertentu dan untuk alat-alat tertentu saja. Jadi, kita tidak perlu mengukur lebar sepatu kita atau ketebalan solnya menggunakan jangka sorong.

d. Mikrometer Skrup

Alat ini termasuk dalam salah satu dari macam-macam alat ukur yang digunakan untuk mengetahui ukuran benda dengan ketelitian mencapai 0,01 mm. Benda yang diukur biasanya seperti ketebalan suatu plat atau lempeng logam, isi serabut kabel, dan lain-lain. Mikrometer skrup terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  • Selubung utama yang merupakan bagian statis, tidak dapat digeser, berfungsi sebagai skala utama untuk melihat hasil pengukuran.
  • Selubung luar, memiliki bagian yang dapat diputar sehingga menggerakkan selubung ulir agar bisa disesuaikan dengan benda yang akan diukur.
  • Selubung ulir, adalah bagian yang digerakkan oleh selubung luar hingga bisa sesuai dengan benda yang diukur.

2. Alat untuk Mengukur "Massa"

Setelah alat pengukur panjang, salah satu dari macam-macam alat ukur adalah alat pengukur massa. Alat pengukur massa hanya ada satu, yaitu neraca. Akan tetapi, neraca mempunyai jenis yang beragam. Di bawah ini beberapa tipe neraca dan penjelasannya.

a. Neraca Pasar

Disebut demikian karena biasanya kita akan bisa melihat neraca ini di pasar, terutama pasar tradisional. Bentuk neraca ini sangat khas, ada bagian yang berfungsi sebagai wadah untuk menempatkan barang yang akan ditimbang. Bagian ini bisa dilepas.

Lalu bagian lainnya menyerupai tatakan untuk meletakkan bandul neraca. Ukuran berat bandul neraca ini beragam, ada yang seukuran 1 ons, setengah kilogram, satu kilogram, dua kilogram, lima kilogram, dan seterusnya. Tapi, biasanya paling besar adalah lima kilogram,. Bagian tatakan ini tidak dapat dilepas.

b. Neraca Dua Lengan

Neraca ini berbentuk seperti lambing zodiak libra. Cara penggunaannya mirip dengan neraca pasar, yaitu menyeimbangkan berat antara barang yang diukur dan bandul neraca. Tapi pada neraca jenis ini bandul neraca bisa juga digantikan oleh benda lain yang ingin dibandingkan beratnya dengan benda yang akan ditimbang.

Neraca jenis ini biasanya digunakan di laboratorium atau toko-toko emas zaman dulu (karena sekarang toko emas banyak yang menggunakan neraca digital). Neraca ini biasanya berukuran kecil dan hanya bisa digunakan untuk mengukur benda yang tidak terlalu berat (tidak mencapai berat kg-an).

c. Neraca Tiga Lengan

Neraca jenis ini juga biasanya ada di laboratorium. Tapi, ada juga yang berukuran besar dan biasanya terlihat di kios-kios penjual beras. Yang berukuran kecil kemampuannya kurang lebih sama dengan neraca dua lengan. Sementara yang berukuran besar sanggup untuk menahan beban sampai level kuintal.

d. Neraca "Kamar Mandi"

Neraca ini lebih kita kenal sebagai timbangan badan. Biasanya, kita bisa menemukan alat ini di klinik, tempat praktik dokter, rumah sakit, sekolah, atau tukang timbang badan dan tensi darah keliling. Umumnya berbentuk kotak atau lingkaran dengan di bagian depan terdapat jarum penunjuk. Untuk menggunakannya, kita cukup naik ke atas timbangan ini. Maka jarum akan menunjuk ke angka yang sesuai dengan berat badan kita.

3. Alat Ukur "Waktu"

Macam-macam alat ukur lainnya adalah alat ukur waktu. Alat ini digunakan untuk mengetahui berapa lama suatu waktu itu berjalan. Satuan ukur alat ini terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu: hari, jam, menit, dan sekon atau detik. Contoh penggunaan alat ini adalah untuk mengetahui berapa lama proses suatu kegiatan berlangsung.

Alat ukur ini biasanya berupa jam tangan, jam dinding, atau jam meja. Untuk mengetahui waktu yang lebih detail bisa digunakan stopwatch.

Berikut ini adalah perbandingan beberapa satuan waktu:

  • 1 hari = 24 jam
  • 1 jam = 60 menit
  • 1 menit = 60 detik

Untuk hal-hal yang biasanya berlalu sangat cepat, digunakan satuan waktu seperti milisekon atau mikrosekon.

Alat Ukur Lainnya

Sebenarnya, masih banyak alat ukur lainnya. Namun kegunaannya tidak populer di lingkungan masyarakat kebanyakan. Contohnya adalah:

  • Anemometer : mengukur kecepatan angin
  • Barometer : mengukur tekanan udara
  • Higrometer : mengukur kelembapan udara
  • Amperemeter : mengukur kuat arus listrik
  • Voltmeter : mengukur tegangan listrik
  • Ohmmeter : mengukur besarnya tahanan listrik
  • Altimeter : mengukur ketinggian daratan dari permukaan laut
  • Spektrometer : mengukur intensitas cahaya dalam melewati suatu zat
  • Torsimeter : mengukur torsi

Demikian penjelasan macam-macam alat ukur yang bisa kita temukan di sekitar kita. Penggunaan alat ukur yang tepat pada benda yang tepat tentu akan memudahkan pekerjaan kita, mendapatkan hasil yang memuaskan, dan sesuai dengan yang diharapkan.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Sejarah Singkat Kincir Angin
  • Cara Pakai Jangka Sorong dan Mengenalli Manfaat di Kehidupan Sehari-Hari
  • Fisika SMK - Kombinasi Teori dan Praktik
  • Mengenal Macam-Macam Energi
  • Sumber Energi Cahaya Matahari dan Altenatif
  • Angin Barat dan Ancaman bagi Nelayan
  • Macam Pesawat Sederhana
  • Dinamika Iklim Dunia
  • Listrik Statis: Sebuah Fenomena Fisika
  • Hukum Hooke dan Kisah Sang Penemu yang Tak Bahagia
  • Hukum Avogadro
  • Memahami Fisika Gerak Lurus
  • Mengenal Listrik Dasar
  • Angin Bohorok: Angin yang Tidak Menyejukkan
  • Perbedaan Gaya Gerak Listrik dan Tegangan Jepit
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA