Mengenal macam-macam batuk
Ilustrasi macam macam batuk
Jangan menganggap remeh batuk. Walaupun terbilang merupakan penyakit musiman akibat pergantian cuaca, batuk juga berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik. Batuk yang tidak ditangani itu bisa menjadi semakin parah dan menjadi jenis penyakit lain. Banyak macam-macam batuk yang menyerang tubuh dengan berbagai sebab dan gejala. Batuk juga mudah menular dengan cepat terutama dari percikan dahak atau ludah.
Meremehkan Batuk? Tanggung Akibatnya!
Begitu banyak macam-macam batuk yang dialami oleh orang Indonesia. Ada batuk yang disebabkan oleh satu penyakit. Misalnya, seorang penderita asma akan batuk-batuk secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Bila hanya dibiarkan dan hanya diberi obat yang banyak dijual di pasaran, batuk ini malah akan semakin parah. Bisa jadi salah satu paru-paru sang penderita tidak terbuka dengan baik. Dengan adanya penyumbatan ini, penderita asma akan batuk sepanjang hari.
Orang dewasa yang mengalaminya saja akan merasa sangat tersiksa, apalagi kalau yang menjadi penderitanya adala anak-anak balita. Orangtua yang mengetahui anaknya telah batuk tiada henti selama dua hari dan batuk tersebut bukan karena faktor makanan, cuaca, atau karena akibat dari flu, segeralah bawa anak tersebut ke dokter atau langsung ke rumah sakit. Bisa jadi salah satu paru-paru sang anak tidak berfungsi dengan baik.
Asma yang kambuh bisa ditandai dengan batuk yang tak henti-hentinya. Di rumah sakit, anak ini akan diinfus dan dibuat beristirahat agar paru-parunya cepat bekerja dengan baik. Bila penyebab batuk adalah asma, maka batuk tidak akan sembuh hingga asma yang kumat itu ditangani dengan baik. Setelah asmanya ditangani, batuk akan hilang dengan sendirinya. Sebagai salah satu bentuk pencegahan adalah jangan membiarkan anak tidur di semen walau hari dengan cuaca yang sangat panas sekalipun.
Bujuk anak agar mau tidur di kasur atau di atas alas yang empuk. Selain akibat dari asma, batuk juga bisa terjadi karena penyakit bronchitis. Ini juga merupakan salah satu penyakit paru-paru. Cara mengobatinya sama dengan batuk akibat asma. Sembuhkan dahulu bronchitisnya, maka batuknya akan sembuh. Batuk akibat dari adanya bronchitis ini biasanya tidak terlalu dalam dan hanya seperti berguman namun dalam frekwensi yang sangat sering.
Selain dengan menggunakan obat-obatan modern, bisa juga dengan sering menghirup udara pantai. Itupun kalau ke pantai tidak terlalu merepotkan. Kalau tinggal di daerah yang tidak mempunyai pantai, cukup dengan rajin berenang dan berolahraga. Keringat yang keluar setelah berolahraga itu akan membuat paru-paru lebih terbuka lebar. Terbukanya paru-paru akan membuat napas lega. Bila napas lega, batuk pun tidak akan datang.
Batuk juga bisa disebabkan karena terlalu banyak makan gorengan yang digoreng dengan minyak yang tidak baik. Gorengan seperti ini akan membuat tenggorokan cepat kering sehingga menyebabkan batuk. Hentikan makan gorengan dan beralih dengan makan makanan yang lebih sehat. Kalaupun ingin makanan gorengan, pastikan minyaknya dari minyak zaitun atau jenis minyak yang lebih bersahabat dengan tubuh. Menghindari sakit itu tidak mudah karena godaannya banyak.
Rasa haus yang terlalu juga bisa membuat batuk. Tentu saja batuknya tidak akan berlanjut setelah tenggorokan dialiri air hangat ataupun air dingin. Kalau tidak ada air, makan permen juga bisa membuat tenggorokan lega lagi. Makanan yang terlalu kesat, sperti roti, kue, juga bisa membuat tubuh bereaksi dengan batuk. Initinya adalah batuk ini sebenarnya menjadi satu indicator adanya sesuatu yang salah di dalam tubuh. Segera obati agar tidak menimbulkan gejala penyakit lain.
Jenis Batuk dan Gejalanya
Penyebab batuk tidak sama pada setiap penderita. Mengenal beragam jenis batuk serta gejalanya, dapat membantu dalam menentukan cara pengobatannya. Jangan sampai salah mengobati karena bisa berefek samping pada organ yang lain terutama ginjal. Obat yang diminum secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerja ginjal menjadi berat. Kalau masih bisa ditangani dengan mengkonsumsi ramuan herbal yang dibuat sendiri, hal tersebut lebih baik.
Misalnya, berkumur air garam, minum ramuan jahe hangat yang dicampur dengan gula batu, minum air rebusan daun sirih, dan minum ramuan air minum yang terbuat dari beberapa macam rempah. Kalau mau meminum air rebusan daun sirih, sebaiknya tidak terlalu banyak. Cukup dua hari segelas sehari. Daun sirih mengandung antiseptik yang sangat tinggi. Terlalu banyak meminum ramuan ini malah ditakutkan akan membunuh bakteri baik dalam tubuh.
Ramuan yang lebih nikmat adalah campuran 5 helai daun sirih, dua batang sedang serai, 5 butir merica, 5 butir cengkeh, 2 helai daun pandan, jahe secukupnya, gula jawa secukupnya. Rebus semua bahan dalam wadah tertutup. Setelah mendidih dan aroma minuman telah tercium dengan baik, angkat, tiriskan, diamkan sejenak, dan minumlah selagi hangat. Inilah salah satu minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan. Minuman ini sebenarnya cocok daerah dingin. Ketika suhu tubuh terlalu dingin, tubuh juga sering bereaksi dengan batuk.
Berikut ini ragam batuk disertai dengan gejala yang umumnya terjadi, yaitu, pertama, batuk ringan. Pada umumnya batuk ringan ini gejalanya bersamaan dengan gejala influenza seperti pilek dan demam. Penyebabnya antara lain adalah pergantian cuaca, yaitu dari udara yang panas dan kering menjadi lembab dan basah. Sembuhkan saja dahulu pilek dan demamnya. Kalau penyakit yang menjadi penyebab batuk telah sembuh, batuk pun akan sembuh dengan sendirinya.
Untuk meredakan demam bisa menggunakan teknik terapi air. MInumlah seliter air selama satu jam. Nanti dengan banyaknya buang air kecil, maka virus juga ikut tergerus keluar sehingga temperatur tubuh akan turun. Sedangkan untuk flu, istirahat yang cukup dan makan makanan dengan vitamin yang baik dan tinggi protein. Virus ini harus dihantam dengan imunitas tubuh yang baik. Kalau imun tubuh tidak baik, maka virus akan lama di dalam tubuh.
Selain faktor cuaca, penyebab dari batuk ringan ini juga berasal dari pembawa alergi atau allergen pada masing-masing penderita. Seseorang bisa menderita batuk jika memakan makanan berminyak atau yang terlalu manis/asam. Gejala dari batuk ringan ini antara lain batuk yang disertai demam dan mengeluarkan ingus/pilek. Masa inkubasinya juga tidak lama dan lebih cepat sembuh jika kondisi badan fit/segar.
Jenis batuk yang kedua adalah batuk berat/kronis. Batuk jenis ini harus segera dibawa ke Dokter. Salah dalam minum obat akan lebih memperpanjang masa inkubasinya. Selain itu, batuk kronis ini harus mendapatkan penanganan dan perawatan dari Dokter. Batuk ini ditandai dengan lamanya masa inkubasi dan tidak kunjung sembuh. Jenis batuk kronis ini antara lain TBC, batuk rejan, Asma, Pnemonia dan Bronkitis. Batuk jenis ini mudah sekali menular dan menyebar. Itulah sebabnya harus segera ditangani agar jumlah penderita tidak bertambah.
Pada umumnya batuk kronis ini mengalami radang dan infeksi pada paru-paru. TBC atau Tuberculosis ini juga dapat menular dengan cepat melalui percikan dahak atau ludah. TBC tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi juga anak-anak dan balita. Kalau udara kering, penularannya akan lebih mudah dan lebih cepat lagi. Tidak heran kalau banyak sekali balita yang tertular penyakit satu ini.
Gejala dari batuk jenis ini antara lain masa inkubasinya yang lama dan tidak sembuh-sembuh, berat badan menurun, batuk yang lebih sering, pada beberapa penderita yang cukup parah dapat mengalami pendarahan atau batuk darah. Segeralah ke Dokter untuk mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih lanjut.
Tips memilih obat batuk
Banyak macam-macam batuk dengan jenis obatnya yang dijual baik di apotik maupun supermaket dengan harga bervariasi, ada yang murah dan ada juga yang mahal. Namun yang terpenting adalah perhatikanlah dosis yang tercantum dalam kemasan obat serta jenis obat yang digunakan. Dosis yang terlalu tinggi tidak baik diminum karena dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak.
Selain itu, perhatikan pula jenis obat batuk yang akan diminum ini, pilih obat batuk yang hanya untuk batuk dan demam saja, atau untuk batuk berdahak saja. Salah dalam memilih jenis obat batuk, hanya akan memperlambat masa kesembuhan. Jika tidak sembuh juga, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

